
Pura-pura bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apapun Hal itulah yang dilakukan oleh Gary saat ini, karena menurutnya sepertinya Ia yang terlalu menanggapi Sikap yang ditunjukkan oleh wanita Jepang itu secara berlebihan padahal sejatinya Memang dari awal wanita itu tidak terlalu menaruh minat padanya.
"aku dalam keadaan baik-baik saja saat ini tidak ada masalah yang berarti apapun, jadi kamu tenang saja dan lanjutkan saja pekerjaanmu Anggap saja aku tidak ada di sini!"jelas Gerry dengan tatapannya yang santai saja sebab menurutnya tidak perlu harus terlalu bersikap luar biasa karena Bukankah segala sesuatu permasalahan di dunia ini ada banyak sekali jalan keluar yang bisa dipilih?
Kevin melanjutkan pekerjaannya setelah diri memastikan bahwa dirinya baik-baik saja, bagian pria itu kan sudah dewasa pasti bisa menjaga diri dengan baik dan tidak perlu harus mendapatkan perhatian secara berlebihan.
Nagumi tersenyum ketika melihat pria yang ia tunggu beberapa jam lamanya ternyata sudah muncul di tempat itu, membuat ia bersorak senang karena akhirnya penantiannya tidak sia-sia.
"Halo Nona dari tadi serius sekali duduk di sini apa tidak ada niatan mau mencari teman kencan malam ini, ya kalau misalnya berminat saya bisa menjadi pelamar yang pertama soalnya saya dari tadi benar-benar menaruh minat kepada anda dan sayang untuk dilewatkan wanita secantik ini dibiarkan sendirian ! "Bagaimana ceritanya sampai-sampai Nagumi tidak sadar kalau dari tadi sebenarnya ia sudah menjadi pusat perhatian seseorang yang ada di tempat itu mungkin karena terlalu fokus dengan Kevin sampai-sampai tidak sadar dengan keadaan sekelilingnya.
Nagumi membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya ada seseorang yang tengah datang dan mengganggunya, kalau dulu ya masih hidup di Amerika Oh jelas aja Bakalan diladeninnya dengan sepenuh hati sebab pria itu juga tidak terlalu jelek-jelek amat sih.
Akan tetapi sekarang sangat berbeda ceritanya karena dirinya Tengah menarik perhatian seorang pria, maka dari itu dirinya harus menunjukkan sikap sebagai seorang wanita yang sopan tidak terlalu banyak tingkah ketika berada di luar rumah.
Nagumi menoleh ke arah Kevin berharap agar pria itu tidak melihat apa yang terjadi dengan dirinya saat ini, dan dirinya merasa begitu bersyukur ternyata Kevin sedang fokus melayani tamu yang lain maka dari itu ia Tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
"kamu lebih baik pergi dulu ke hotel yang di seberang sana untuk menungguku, setelah urusanku di sini Selesai aku pasti bakalan menyusul kamu Sebab aku juga sepertinya sedang merindukan hal itu! "ujar Nagumi yang memang harus setengah berteriak karena suasana di dalam tempat itu sebenarnya bisa dibilang sangat ribut karena orang berteriak mengikuti irama musik kemudian teriakan orang-orang yang sudah setengah sadar akibat pengaruh minuman keras.
pria itu tersenyum ketika tahu bahwa ternyata targetnya itu juga bisa dibilang bukanlah wanita baik-baik, karena terbukti sekali diberi umpan langsung di respon tidak perlu harus berusaha keras lagi mengeluarkan rayuan maut yang begitu mematikan.
"Oh tentu saja aku bakalan mengikuti apa yang kamu katakan manisku, jangan terlalu lama ya Soalnya kita harus menghabiskan Malam yang begitu panjang berduaan! "ujar pria itu sambil tersenyum Devil lalu segera pergi dari situ dan sepertinya tidak terlalu menaruh curiga Apakah Nagumi memang benar-benar akan datang atau tidak.
__ADS_1
Nagumi bernafas lega ketika tahu bahwa Kevin memang dari tadi Kevin ternyata masih sibuk dengan pelanggan yang ada di situ dan tidak peduli dengan dirinya sama sekali, walau sebenarnya terasa tidak menghinakan karena ia yang sudah berada di situ untuk mendapatkan perhatian pria tersebut tetapi sepertinya memang belum rezeki.
"Ah syukurlah Ternyata dia belum menyadari keberadaanku di sini karena saking sibuknya melayani pelanggannya itu, semoga saja setelah ini tidak ada gangguan sama sekali yang datang soalnya fokusku hanya ingin tertuju kepada dia saja! "batin wanita itu yang benar-benar sudah melakukan sesuatu tanpa menggunakan akal sehatnya.
"dasar wanita yang sudah terbiasa nakal di luaran sana mau di mana pun dia berada tetapi kiranya hanya tertuju pada benda-benda itu, dia pikir mungkin aku tidak tahu apa yang dilakukannya kemudian apa yang dijanjikan dengan pria yang tadi dan sekarang sepertinya dia bernafas lega mengira bahwa aku merupakan orang yang bisa dibohongi , "Kevin itu sebenarnya orangnya memiliki insting yang begitu kuat bisa dengan cepat tanggap menghadapi masalah yang tiba-tiba muncul di dalam kehidupannya hanya ketika bersama dengan Adinda lah pikirannya itu langsung berubah ngeblenk seketika.
Adinda saat ini tengah berada di rumah kedua orang tuanya sendirian bersama dengan Amelia karena kebetulan Arga tadi ditelepon oleh kedua orang tuanya agar segera pulang ke rumah karena ada hal penting yang harus dibahas, sebelum pergi Arga sempat mengajak Adinda agar ikut dengannya Ya habisnya sang Mama ingin sekali bertemu dengan Amelia tetapi karena Adinda masih sangat kelelahan maka dari itu ia memilih untuk menolaknya Bukankah hari esok masih ada.
"anak mami, kalau sudah besar ingat ya untuk tidak boleh bertemu dengan orang-orang yang selama ini tidak pernah menghargai keberadaan kita berdua! Tenang saja pokoknya kamu jangan takut karena Papi sama Mami kamu pasti bakalan berjuang untuk menjaga kamu, Kami tidak akan pernah meninggalkan kamu sampai kapanpun Dan intinya kamu adalah segalanya di dalam kehidupan mami saat ini!"Adinda selalu saja menggunakan waktu berdua seperti begini untuk mengobrol dengan anaknya karena Biar bagaimanapun bayi mungil itu sudah memiliki perasaan yang peka dengan keadaan sekitarnya ketika orang-orang yang berada di dekatnya selalu saja mengobrol dengan begitu manis tidak terlihat ada sorot kebencian pokoknya intinya mereka akan merasa nyaman dengan orang-orang yang membuat mereka tenang.
Adinda tidak tahu sama sekali Jika saat ini di dalam pikirannya Rani Tengah memutar otaknya Bagaimana caranya agar bisa mendapatkan uang, Wanita itu sudah berkali-kali ditolak oleh firman dan juga tidak ada niatan untuk bertanggung jawab dengan kehidupannya Kevin.
sedangkan mereka benar-benar sedang membutuhkan uang untuk melanjutkan hidup dan juga ia Sedang berpikir bagaimana caranya agar Kevin tidak terlalu bekerja sekeras itu lagi.
Rani yang hafal betul Di mana letak rumahnya orang tuanya Adinda ia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di sana, karena kebetulan dirinya juga sedang berada di kota Karena setelah kembali dari rumahnya Firman wanita itu memutuskan untuk menginap di rumah kerabatnya semalam maka dari itu tidak perlu harus pulang balik ke kampung lagi untuk bisa bertemu dengan Adinda dan juga kedua orang tuanya.
Silvia merasakan perasaan yang kurang enak karena selama berbulan-bulan dirinya tidak pernah meninggalkan Adinda dan juga cucunya sendirian di rumah, apalagi anaknya itu baru pertama kali menjadi seorang ibu dan juga mengurus seorang bayi Ya misalnya nanti kalau Amelia rewel tentu anak itu kebingungan Bagaimana cara mengurusnya Bagaimana cara mendiamkannya pokoknya berbagai macam pikiran yang aneh-aneh berseliweran di dalam pikirannya Silvia saat ini.
Hendra yang melihat istrinya begitu gelisah memilih untuk mendekatinya padahal saat ini pria itu Tengah membahas urusan bisnis dengan salah satu klien pentingnya, hanya saja biar bagaimanapun mau urusan pekerjaan sepenting apapun tetap keluarga lah Yang nomor satu Karena ia bekerja menghasilkan uang ya untuk keluarga berukuran untuk orang lain maka dari itu kenyamanan dan juga keamanan mereka merupakan hal terpenting.
"Mama kenapa, soalnya Papa lihat dari tadi itu gelisah sekali seperti Tengah memikirkan sesuatu, kalau memang Mama kurang enak badan ya sudah kita pulang saja daripada nanti di sini terus kenapa-napa? kalau mama memilih bertahan maka apa-apa tidak akan pernah mengizinkan hal itu karena semua urusan ini masih bisa diselesaikan oleh Alvaro, Daripada nanti Papa memaksakan diri untuk tetap bekerja tetapi fokusnya tidak ada sama sekali? "tawar Hendra ya membuat istrinya langsung merasa tidak enak hati karena mungkin kegelisahannya itu terlalu terlihat jelas.
__ADS_1
"Ah Mama baik-baik saja kok lebih baik Papa kembali temui saja kliennya soalnya kasihan kan kalau membiarkan orang menunggu, Mama tadi itu hanya memikirkan sesuatu tetapi untuk sekarang Ya tidak masalah masih bisa untuk menunggu tetapi soal pekerjaan tidak boleh ditunggu karena ini demi kelangsungan hidup kita dan juga cucu kita serta anak kita satu-satunya itu! "tolak Silvia yang otomatis membuat Hendra tidak mau mengabulkannya karena takutnya jangan sampai Silvia memang benar-benar sedang tidak enak badan.
harta duniawi itu sebenarnya masih bisa dicari ketika Manusia masih diberikan kesehatan untuk bekerja dan juga berpikir serta menggunakan akal Sehatnya yang diberikan oleh Tuhan, tetapi ketika berusaha untuk mencari yang namanya harta duniawi dan juga kebahagiaan materi harusnya didukung oleh keadaan sekelilingnya.
seseorang bakalan semangat mencari nafkah untuk menghidupi anak istrinya ketika ia pergi dari rumah mereka dalam keadaan baik-baik saja Bahkan sedang tersenyum kepadanya, akan tetapi fokusnya akan terpecah ketika dirinya pamit untuk pergi bekerja tetapi anak istrinya dalam keadaan tidak baik-baik saja karena itu sama saja membuat dirinya menjadi tidak fokus dan alhasil semua pekerjaannya bakalan berantakan.
Hendra adalah seorang kepala keluarga yang lebih mementingkan keluarganya dibandingkan segala-galanya, karena menurutnya harta masih bisa dicari tetapi kebersamaan dengan anggota keluarga itu merupakan hal yang terpenting.
"kalau soal pekerjaan kita masih bisa mengurus belakangan tetapi Mama tahu kan prioritas Papa selama ini kalau keluarga merupakan nomor satu? jadi Jangan membantah kalau memang merasa tidak nyaman lebih baik kita pulang saja sekarang, nanti ada orang yang bakalan menghandle dan mereka semua itu sebenarnya klien Papa yang juga sayang keluarga Jadi kalau misalnya mereka tahu ada apa-apa pasti mereka bakalan mendukung! "jelas saya Indra sambil menggandeng tangan istrinya agar segera pergi dari tempat itu meskipun terlihat wajah Silvia yang tidak enak hati.
Rani saat ini sudah sampai di kediaman Baratayuda, terlihat wanita itu berusaha menetralkan degung jantungnya Karena setelah sekian Purnama Akhirnya ia kembali lagi di tempat itu.
Rani dulu merupakan sepasang kekasih dengan Hendra keduanya bahkan bisa dibilang menjalin hubungan lumayan lama, Hanya saja karena terlalu tergiur dengan harta duniawi sampai-sampai hubungan yang sudah terjalin lama itu tidak berarti sama sekali di mata wanita itu.
Rani rela meninggalkan Hendra yang saat itu Tengah berjuang untuk memulai segalanya demi masa depan mereka berdua hanya demi untuk bisa bersama dengan firman Yang katanya lebih dari segala-galanya dibandingkan Hendra, wanita itu bahkan tidak peduli ketika Hendra mengemis meminta agar kembali kepadanya karena menurut Rani dirinya sudah capek hidup susah masa iya punya pasangan harus susah lagi Bukankah cinta itu tidak bisa membuat perut kenyang tidak bisa membuat hidup menjadi senang.
"akhirnya aku kembali lagi ke rumah ini setelah sekian lama dan bukan sebagai istri kamu melainkan seorang yang datang mengemis belas kasihan dari keluarga kamu, aku tidak peduli apapun pemikiran kamu yang penting intinya aku ingin agar anakku bisa hidup dengan senang di tempat lain! Ya Meskipun dengan cara seperti begini Tetapi aku harus menjadi orang yang tega karena jika menjadi orang yang baik perlu tetap tidak akan bisa kenyang Dan aku tetap bakalan seperti begini terus! "batin Rani yang mulai melangkahkan kakinya mendekati pintu gerbang dan terlihat satpam yang bertugas itu menatap heran ke arahnya.
"Permisi Bu kalau boleh tahu ada keperluan apa ya, atau memang sudah punya janji dengan tuan dan juga nyonya? kalau memang iya lebih baik kamu menunggu saja karena kebetulan beliau berdua sedang keluar, palingan sebentar lagi akan kembali mereka tidak mungkin lama-lama meninggalkan rumah! "jelas satpam itu membuat Rani mau tidak mau ya menyetujui apa yang dikatakan toh kehadirannya di sini juga atas inisiatifnya sendiri maka dari itu Menunggu adalah sebuah keharusan yang harus dijalaninya.
"Ya sudah Pak kalau begitu saya menunggu saja di depan, nanti kalau mas Hendra dan juga istrinya pulang baru saya masuk ke dalam bertemu dengan mereka! "Rani datang bukan untuk mencari masalah hanya ingin mencari solusi di dalam hidupnya ya dengan satu caranya ya seperti begini datang di rumah orang yang nantinya bakalan menerima kehadirannya atau tidak .
__ADS_1
Adinda berusaha menahan kekecewaannya yang amat sangat karena bukan tidak tahu kejadian yang terjadi di depan gerbang saat ini, karena kebetulan kamarnya itu berada di lantai atas jadi ketika ia menoleh ke arah depan ya Otomatis bakalan langsung tahu siapa yang datang hendak tamu di rumahnya.
"kenapa keluarga kamu datang ke rumahku lagi, kenapa tidak kamu suruh mereka untuk menjauh dari kehidupanku? kalian sudah mengecewakanku sudah membuangku layaknya sampah bahkan bisa dibilang kalian sudah meragukan diriku, kenapa malah datang dan memberikan luka yang kembali menganga seperti begini Padahal aku sedang berusaha menata kehidupanku lebih baik lagi? "gumam Adinda yang benar-benar kecewa dengan kedatangan Rani.