SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Tak Punya Hati


__ADS_3

Silvia tidak menyangka jika ada orang tua yang tidak punya hati dan juga tidak punya perasaan seperti Rani, seharusnya Kalau memang dia punya malu tidak mungkin akan datang di tempat ini kemudian mengungkit kesalahan anaknya di masa lalu.


Sebab kesalahan Kevin itu sudah sangat fatal dan seharusnya bersyukur karena Silvia dan juga Hendra tidak pernah menuntutnya, hanya sekarang Rani malah datang bersikap seolah-olah tidak punya salah sama sekali dan juga berpikir mungkin Silvia dan Hendra memiliki hati yang Seluas Samudra jadi tidak pernah mempermasalahkan hal itu.


Rani terlihat sepertinya sedang merencanakan sesuatu dan mereka tahu jika bukan karena uang orang-orang tidak mungkin datang dan mau merendahkan diriku, jika bukan karena harta duniawi orang-orang tidak akan datang ke rumahnya dengan menampilkan sesuatu yang seperti tidak punya hati nurani sama sekali.


"kamu datang ke rumah ini untuk meminta uang, Apa kamu punya nyali untuk melakukan itu semua sampai-sampai sudah memikirkannya dengan begitu baik jadi bisa datang ke sini? memangnya sudah berapa banyak harta yang kamu Siapkan jika kami bakalan menuntut balik dengan apa yang dilakukan oleh Kevin, atau mungkin kamu memang sudah menyiapkan uang satu triliunan untuk bisa menunjukkan wajahmu di tempat ini?"tanya Hendra yang kali ini mulai meradang karena Percuma saja diam jika orang-orang yang muncul di hadapannya itu sepertinya tidak menghargai dirinya sama sekali.


Rani sedikit ketakutan dan juga merasa waspada sebab memang jika yang dipikirkannya dari tadi itu benar-benar kenyataan, maka sekarang pastilah Hendra akan mempermasalahkan tentang perbuatan Kevin terhadap anaknya yang sampai-sampai bisa hamil seperti itu.


"kamu Kenapa diam saja? Apa memang sudah punya kekuatan jadi bisa muncul di hadapan saya sekarang, kalau memang iya katakan saja biar saya bakalan langsung memprosesnya tidak perlu harus menunggu waktu lebih lama lagi? "tanya Hendra yang menurutnya orang-orang zaman sekarang kalau terlalu didiamkan nantinya bakalan tambah kurang ajar dan juga tidak akan menghargai orang lain.


"kamu ceritanya mau mengancam ku balik, kalau misalnya hari ini aku akan mengambil kembali darah daging dari anakku Memangnya kamu akan memberikannya? Bukankah anaknya Adinda itu merupakan anaknya Kevin juga dan dia berhak untuk memilikinya, Jadi sepertinya kamu stop menunjukan gelagat Kalau kamu bisa memberikan perintah kepada semua orang! "Sahut Rani yang tidak kalah kasar karena kalau dirinya diam dan menunjukkan wajah takutnya ya Otomatis Hendra pasti bisa menang.


Silvia tertawa mendengar ancaman balik yang diberikan Rani tadi, seolah-olah memang di sini yang salah itu mereka karena sudah membawa pergi dari daging dari Kevin.


padahal dari awal mereka sudah memperingatkan anak muda itu untuk stop berhubungan dengan anak mereka Adinda, tetapi karena tidak diindahkan dan akhirnya terjadi insiden seperti itu malah bukannya bertanggung jawab Kevin malah pergi begitu saja.


bahkan lebih parahnya lagi Kevin waktu itu mencampakan Adinda di saat sedang hamil muda dan berhubungan dengan wanita lain, dan wanita lain itu diketahui sebagai anak dari mantan suami Rani yang jelas-jelas pria yang sudah pernah meninggalkannya dan tidak akan pernah kembali lagi karena berhubungan dengan Rani itu sama saja menjalani hubungan yang Toxic tidak ada bagus-bagusnya.


"dari wajah Kamu itu sebenarnya kamu memang tidak ada niatan untuk melihat ke arah cucunya saya, tetapi yang kamu inginkan karena kehadiran dia kamu bisa mendapatkan uang karena kami akan membayar kamu dengan begitu mahal supaya anak itu menjadi miliknya keluarga Baratayuda kan? Ada ya orang di dunia ini seperti kamu yang rela melakukan apapun demi uang, bahkan sampai hati nurani Kamu itu sebenarnya sudah mati loh dari kemarin-kemarin hanya karena mungkin ditinggalkan sama orang-orang kali ya? " Silvia habis kesabarannya dan setelah mengatakan semua itu wanita itu memilih untuk masuk ke rumah.


Adinda yang melihat Mamanya itu masuk langsung menarik tangannya karena merasa heran Sebenarnya apa yang terjadi di depan dan pembahasan apa yang mereka lakukan, karena ia yakin ini adalah menyangkut dengan dirinya dan juga Amelia sebab tidak mungkin wanita itu datang tanpa Kevin sebab yang ada pasti wanita itu sedang merencanakan sesuatu.

__ADS_1


"Mama, apa sih yang dilakukan wanita itu di luar sana? kalau dia datang untuk mengambil Amelia Lebih baik aku mati saja daripada memberikan anakku kepadanya, lebih baik usir saja Suruh satpam untuk menyeretnya keluar karena aku memang benar-benar tidak ingin bertemu dengannya Apalagi Amelia! "ujar Adinda dengan tubuhnya yang gemetar karena menahan tangis dan juga kecewa di saat yang bersamaan.


Silvia mengusap pelan bahu anaknya itu karena ia tahu pasti perasaan Adinda akan hancur ketika mengetahui bahwa orang-orang di masa lalunya telah muncul kembali, kalau masa lalunya berakhir dengan baik yang tidak masalah tetapi kalau berakhir dengan sebuah hal yang buruk pasti rasanya akan Membekas dan begitu menyakitkan.


"kamu tenang saja, karena di dunia ini bukan kamu sendiri saja ada Papa dan Mama yang akan selalu mendukung kamu! Intinya jangan merasa sedih seperti itu seolah-olah di dunia ini hanya kamu sendirian saja, dan kamu tahu kalau Mama sama Papa tidak mungkin kan menyerahkan Amelia untuk mereka?" Jelas Silvia.


"Tapi kalau kayak begitu untuk apa dia datang ke sini, Bukannya hubungan aku dengan Kevin sudah lama berakhir? Mama aku mohon untuk mengusir wanita itu karena aku benar-benar tidak sanggup untuk melihatnya disini, kalau memang mama tidak mau mengusirnya Baiklah aku yang bakalan melakukannya supaya wanita itu tahu bahwa aku memang benar-benar tidak ingin bertemu dengan keluarga mereka lagi! "tegas Adinda biarlah ia dibilang sebagai orang yang tidak tahu diri dan juga kurang ajar yang penting intinya luka di masa lalunya tidak akan mengangkat kembali akibat kehadiran orang-orang seperti Rani.


"kamu tenang saja karena wanita seperti dia itu datang bukan karena ingin mengambil Amelia apalagi untuk bertemu dengan darah daging anaknya,Ah Mama sampe malas menyebutkan hal yang sepenting itu hanya karena kehadiran dia disini!" omel Silvia.


"kalau bukan untuk mengambil Amelia terus dia mau mengambil apa disini,tidak ada harta bendanya kan yang tertinggal atau mungkin tidak kita ketahui!" tanya Adinda penasaran.


"ya mungkin kurang lebihnya seperti itu dia ingin agar kita membayarnya dengan begitu dia tidak akan pernah mengingat soal Amelia lagi, pokoknya kamu tenang saja kalau soal harta Mama sama Papa rela habis yang penting intinya kalian berdua tetap ada di hadapan kami!" ujar Silvia.


Sebab tidak mungkin dong kalau Rani yang harus menuntut uang dari mereka karena seharusnya orang tuanya Adinda yang bisa menuntut Kevin, karena sudah menghamili anak orang sampai-sampai masa depannya hancur berantakan bahkan bisa dibilang harus menjadi ibu muda di usia yang belum seharusnya.


kalau seperti begini kejadiannya maka bisa dibilang anak perempuan orang sudah dirugikan kembali tambah dirugikan lagi, padahal seharusnya Kevin yang bertanggung jawab segala sesuatunya bahkan sampai tidak mengeluarkan kata-kata yang menurut keluarga Baratayuda itu sudah sangat keterlaluan.


"Jadi ceritanya dia datang ke sini untuk meminta harta akibat kehadiran Amelia di tempat ini, Oh Tuhan ternyata keluarga mereka memang sangat tidak punya malu karena sudah berbuat salah malah mencoba untuk baik-baik saja! "ujar Adinda gemas.


Silvia tersenyum bahkan terlihat senyuman wanita itu bukanlah sesuatu hal yang dipaksakan karena menurut mereka mau memberikan harta seberapa banyak kepada Rani pun tidak akan membuat mereka Jatuh Miskin, Yang penting intinya anak serta cucu mereka masih tetap menjadi milik mereka dan tetap tinggal dengan mereka serta tidak diambil oleh pihak manapun.


Ya Meskipun tidak dipungkiri kalau sebenarnya anak yang lahir di luar nikah itu adalah milik sang Ibu karena sejatinya dia belum diakui, maka dari itu mau digugat dengan cara apapun tetap ibu yang mempunyai hak apalagi anak masih dibawa umur masih harus dibawa pengasuhan ibu kandungnya.

__ADS_1


"Sudahlah kamu tidak perlu sampai lebay begitu deh, yang penting Intinya kita bakalan tetap mengikuti yang mereka inginkan!"jelas Silvia lalu memilih untuk masuk ke dalam kamarnya kemudian mengeluarkan beberapa gepok uang mungkin kalau dijumlahkan bisa beberapa puluhan juta lah lalu mengisinya ke dalam kantong plastik dan membawa keluar dari dalam kamarnya.


"Mama mau ngapain dengan uang-uang itu, Percuma saja kalau kita memberikan uang itu tanpa ada surat perjanjian yang tertulis ya dia bakalan datang lagi ke sini! "ujar Adinda yang masih tetap pada pendiriannya karena menurutnya orang seperti Rani pasti bakalan kembali lagi ketika uang yang dikasih itu sudah habis dan dia tidak tahu harus meminta kemana lagi.


Silvia menggelengkan kepalanya karena menurutnya Rani itu biarpun serakah tetapi sedikit-sedikit pasti ada rasa malunya juga, tidak mungkin dia bakalan datang terus Ketika tuan rumah sudah tidak menginginkan keberadaannya di tempat itu lagi.


"kamu tenang saja pokoknya jangan terlalu diambil pusing yang penting Intinya kita masih bisa bertanggung jawab untuk segala sesuatunya, Lain kali kalau kamu masih banyak pikiran seperti ini lebih baik tidak usah melihat sekalian supaya maksudnya langsung beres saja tidak perlu terus pikir pusing!"jelas Silvia lalu segera pergi dari situ tetapi Adinda menatap punggung Mamanya itu dengan merasa bersalah karena menurutnya Kedua orang tuanya bekerja siang malam hanya untuk mendapatkan uang itu Eh malah harus menebus dirinya seperti yang terjadi saat ini.


"Kevin brengsek, pokoknya aku berdoa semoga kamu dapat mendapat ganjaran yang setimpal dengan apa yang kamu lakukan kepadaku kemarin-kemarin! pokoknya aku akan mendoakan yang paling terburuk dari yang terburuk supaya kamu sadar kalau aku bukanlah sebuah barang yang bisa kamu permainkan begitu saja, Aku berikan kau ketulusan tetapi kau balas dengan kepahitan yang benar-benar tidak terperihkan sampai-sampai aku bingung merincinya harus seperti yang bagaimana! "batin Adinda yang benar-benar sudah sangat membenci Kevin sampai menembus ke tulang-tulangnya sekalian.


Kevin bahkan di Jepang sana merasakan ada perasaan yang tidak enak sampai-sampai dalam pikirannya takutnya jangan sampai orang-orang yang di dalam klub malam itu pasti tidak suka dengannya, padahal tidak tahukah pria itu kalau sekarang Ibunya sedang mencari masalah dengan keluarganya Adinda entah apa yang ada dalam pikiran wanita itu sampai mau melakukan hal itu.


"Kurang ajar sekali kamu ya, sampai-sampai membuat wanita yang aku sukai melirik ke arah kamu dan sekalipun tidak menatap ke arahku Walau sedikit saja? Aku berjanji akan balas dendam kepada kamu sampai-sampai Kamu memilih untuk kembali ke Indonesia daripada menetap di sini, supaya kamu sadar kali yakuza mungkin bukanlah lawan yang sepadan untuk kamu dan itu harus kamu ingat!"Kevin benar-benar terkejut ketika melihat ada seorang pria yang ada di hadapannya dan sebenarnya pria itu tidak asing karena dirinya pernah bertemu dengannya di kampus.


"maaf kalau mau buat keributan Saya rasa Anda salah tempat karena di sini saya sedang bekerja tidak sedang ingin mencari masalah dengan siapapun, Terus kalau menyangkut wanita yang anda maksud maka saya rasa anda salah paham karena selama berada di sini Saya tidak ada niatan untuk dekat dengan wanita apapun itu! "sahut Kevin tegas karena kalau dirinya diam saja ya Otomatis orang-orang pasti bakalan salah paham.


"kalau kamu memberikan mereka harapan yang mereka pasti bakalan terus mendekati kamu, coba kalau misalnya kamu menolak mereka secara tegas dia otomatis mereka pasti tidak akan pernah mengganggu kamu lagi kan? "sahut Yakuza yang jelas tidak terima dengan alasan ambigu yang diberikan oleh Kevin itu.


Kevin yang sedang bekerja memilih untuk tidak ambil pusing dan akhirnya meninggalkan pria itu dan karena diabaikan membuat dirinya merasa tidak terima, lalu tanpa banyak bicara Yakuza pun langsung melayangkan satu pukulan maut di wajah Kevin sehingga membuat pria itu terjungkal ke lantai sehingga minuman para customer pun langsung tumpah ruah begitu saja.


"Apa yang kamu lakukan, Kenapa kamu memukul Kevin seperti itu? kalau tidak punya pekerjaan Ya sudah jangan cari masalah orang yang sedang bekerja, dasar pria aneh tidak punya malu sama sekali sampai-sampai mengganggu kehidupan orang lain!" Nagumi yang jaraknya tidak jauh dari Kevin Ya jelas aja merasa terkejut ketika melihat pria itu sudah terjatuh di bawah lantai karena mendapat pukulan dari seseorang.


"jangan membela aku apalagi menunjukkan kalau kamu lebih berkuasa dari seorang pria, ini semua gara-gara kalian yang selalu saja mengganggu ketenangan hidupku!"Kevin jelas saja tidak terima ketika melihat orang-orang yang memasang tatapan penuh keheranan ke arah dirinya maka dari itu ia memilih untuk menjauh terserah urusan Yakuza dengannya mau habis atau masih berlanjut pun dirimu sudah tidak peduli Yang pentingnya Ia tetap bekerja di tempat itu mendapatkan penghasilan.

__ADS_1


tanpa Kevin sadari sebenarnya Karma sudah mulai bekerja kepadanya secara perlahan, sampai-sampai dirinya akan sadar sebenarnya perbuatannya menyakiti wanita sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal.


__ADS_2