SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Membela


__ADS_3

Adinda sudah tidak menghiraukan lagi kondisinya sebab menurutnya memastikan keadaan calon suaminya lebih penting dari apapun itu, daripada dirinya duduk saja tanpa kepastian seperti ini rasanya sangat menderita dan bisa dibilang membuat ia sedikit merasakan kegelisahan.


mau tidak mau Suka tidak suka wanita itu memilih berjalan tertatih secara perlahan untuk menyusul semua orang yang ada di lantai bawah, Biar bagaimanapun segala macam kesalahpahaman yang terjadi harus segera diluruskan agar mungkin semua orang tidak akan berpikir yang macam-macam kepada Arga.


Adinda takut saat ini Arga pasti sudah disalahkan oleh semua orang soalnya kan Sikap yang ditunjukkan oleh Arga itu secara tiba-tiba, Pasti orang akan berpikir kalau pria itu mengada-ada sebenarnya tidak seperti itu kejadiannya dan dirinya yang jatuh sendirian tanpa ada orang yang dengan sengaja mendorongnya.


"Kenapa kamu jadi yang saja, Jawab dong apa yang ditanyakan oleh orang lain? atau memang benar kalau kamu yang mendorong aku dari awal karena memang sepertinya aku merasakan ada seseorang yang sengaja mendorong bahu sampai aku harus kehilangan keseimbangan, sedangkan tetangga itu kan hanya ada kita berdua saja terus masa iya ada angin yang tiba-tiba lewat terus mendorong pembuatannya seperti seorang manusia kan tidak mungkin? "Adinda yang baru datang tiba-tiba muncul secara pertanyaan seperti itu kepada Viola membuat wanita itu matiku tuh dan kebingungan harus merespon Seperti apa soalnya Memang dari awal dirinya sudah sengaja menyakiti Adinda seperti itu akibat semua perhatian yang diberikan oleh orang-orang yang ada di tempat itu sampai-sampai melupakan kalau dirinya juga ingin diperhatikan.


"Jadi ceritanya kamu tidak tahu ataupun kamu tidak sadar kalau misalnya kamu itu jatuh sendiri, Jadi sekarang kamu datang ke tempat ini untuk menuduhku dan berharap agar semua orang percaya dengan kebohongan yang kamu katakan tadi itu? "tanya Viola sinis yang terlihat dari nada bicaranya kalau ia tidak mau disalahkan dan juga tidak mau mengalah.


Adinda akhirnya paham kalau memang Viola itu dari awal tidak pernah mempunyai hati yang tulus untuknya dan terlihat sepertinya memang sengaja ingin mencelakainya, tetapi pertanyaannya atas dasar apa Ia melakukan semua itu padahal dirinya selama ini tidak pernah suka mencari perkara dengan orang lain apalagi membuat mereka merasa tidak nyaman.


"Aku tanya sama kamu, kira-kira alasan Apa yang membuat kamu sangat membenciku? Padahal selama ini dekat pun tidak kemudian saling berbicara ataupun selisih paham pun tidak juga, kalau kamu mau menyalahkan Arga Karena dia sudah menampar kamu maka aku bakal menambah tamparan itu lagi! "tegas Adinda dan tidak ada nada bercanda di dalamnya bahkan kali ini dirinya mendekati ke arah papan biola yang dari tadi sudah berdiri mendekati putrinya itu dan juga terlihat seperti tengah malam introgasinya tetapi ya balik lagi kalau Viola itu hobinya kan berbohong jadi biarpun papanya yang bertanya pun tidak akan pernah dirinya mengakui kesalahan itu.


"maaf tuan jika saya kurang sopan atau mungkin tidak menghargai keberadaan Anda di sini, hanya saja permintaan saya tolong ajari tata krama kepada putri anda itu dan juga tolong katakan kalau dendam kepada orang lain ya oknum tersebut yang harus dirinya buat perhitungan jangan kepada orang lain?" tegas Adinda dengan tidak ada candaan di dalamnya dengan tidak ada nada pura-pura di dalamnya karena memang ia benar-benar merasa kecewa dengan semua orang yang ada di tempat ini karena menurutnya mereka datang hanya untuk mencari muka saja tetapi niat yang baik dan juga ketulusan yang ada itu tidak pernah terjadi.


"Maafkan saya Nona muda, tetapi Saya jamin Kalau anak saya ini tidak akan merugikan Anda lagi mulai dari sekarang sampai nanti, dan nanti setelah pulang dari rumah biarlah istri saya yang bakalan mengajarnya tata krama soalnya saya benar-benar malu sekali mempunyai Putri seperti dia ini. "papanya Viola itu merupakan pegawai Hendra jadi ketika anak majikannya merasa tidak nyaman dengan sikap dari Viola ya Otomatis yang kena imbasnya adalah Papanya Itu bukan orang lain dan juga bukan anaknya.

__ADS_1


"Tenang saja Tuan Lukas, karena ini adalah masalah pribadi antara anak Anda dan juga keluarga kami dan saya tidak akan pernah membawa bahwa ini dalam masalah pekerjaan kita! kecuali Anda juga turut ambil bagian di dalamnya dan juga tidak menasehati anak-anak ketika dia membuat kesalahan, maka Saya jamin Anda tidak akan pernah lagi bertahan di Baratayuda corporation karena saya tidak akan pernah mempertahankan pegawai seperti itu! "jelas Hendra serius membuat semua orang yang ada di situ sedikit merasa waspada karena jika direktur mereka sudah sudah diperlakukan seperti itu apalagi dengan mereka yang hanya notabene merupakan pegawai biasa.


Hendra itu terkenal sebagai pengusaha yang biasa saja tidak seperti pengusaha yang lain yang terkenal yaitu Arogan dan juga serius, pria itu pembawaannya tenang kemudian murah senyum dan juga tidak terlalu maksudnya membuat orang-orang sekitarnya merasa tidak nyaman.


Hendra kebanyakan bersikap biasa saja tidak terlalu mempermasalahkan sesuatu secara berlebihan hanya saja terkadang orang selalu merasa segan kepadanya, mungkin karena statusnya yang merupakan seorang konglomerat tingkat atas sampai-sampai membuat orang-orang merasa tidak berani ketika berbuat macam-macam kepadanya.


"saya sudah dari awal selalu memperingatkan dia tidak boleh berbuat macam-macam bukan hanya kepada anak Anda saja tetapi kepada semua orang, hanya saja mungkin dia belum mengaku dari tadi entah apa yang membuat dia keberatan seperti itu tapi Tenang saja semua kesalahpahaman ini bakalan saya urus! untuk Nona muda Saya minta maaf karena sudah membuat anda merasa tidak nyaman dengan kehadiran kami di sini, tetapi Percayalah kami tidak punya niatan untuk menyakiti siapapun dan juga tidak punya niatan untuk membuat anda merasa tersakiti seperti tadi!" jelas Lukas sambil memasang tatapan membunuh kepada Viola yang sudah mempermalukannya hari ini Padahal jelas-jelas di perusahaan sekarang itu bukan hanya mereka sendiri yang ada di situ Tetapi banyak orang yang tidak terhitung jumlahnya dan itu kebanyakan merupakan petinggi di Baratayuda Corporation.


"saya tidak pernah bermasalah dengan anak anda dengan keluarga anda atau dengan semua orang yang ada di sekitar sini, Tetapi kalau memang ada yang berani menyakiti wanita saya jangan menyesal kalau saya bakalan membuat dia akan tobat dan tidak akan pernah Mengulangi kesalahan yang sama! wanita saya itu merupakan Belahan Jiwa Saya dan juga pemilik hati saya, jadi misalnya dia kenapa-napa saya tidak akan terima sama sekali!"Siapa yang tidak emosi ketika melihat kekasih hatinya Jatuh di hadapan semua orang dan sekarang Adinda pun berdiri sudah tidak benar satu akibat mungkin kakinya terkilir atau apalah itu karena Arga belum memastikan sendiri.


Adinda memberikan kode kepada Arga agar mendekatinya soalnya dirinya sangat tidak suka kalau pria itu mendekati Viola yang jelas-jelas tadi sepertinya Tengah membeda-bedakan, antara Devon dan juga Arga kira-kira Siapa sih yang paling ganteng maka terlihat wanita itu sepertinya sedang kesemsem kepada calon suaminya makanya dirinya sangat tidak menyukai melihat semua Pemandangan itu.


"fokus pada kakimu jangan fokus kepadaku soalnya aku berdiri dengan kedua kakiku dalam keadaan baik-baik saja, nanti kalau urusan dia biar saja menjadi urusan papa kamu soal kita lebih baik Bagaimana kalau kita nikmati waktu berdua di dalam kamar mumpung semua orang lagi di luar? "tanya Arga menggoda kekasih hatinya itu membuat Adinda mendengus kesal.


"Belum halal terus jahitannya itu masih terasa begitu ngilu masa iya kamu mau menjebolnya lagi, Kalau sudah seperti begini lebih baik Amelia berumur 2 tahun baru kita menikah supaya yang dibawa sana sudah siap untuk menerima segala macam pukulan maut yang masuk! "bisik Adinda tidak mau kalah membuat keduanya tertawa cekikikan padahal suasana sekarang sedikit mencekam akibat Apa yang dilakukan oleh Viola dan juga kedekatan serta kekonyolan yang dipikirkan oleh wanita itu.


"Ya Tuhan kenapa ini sakit sekali ketika melihat dia berdekat dengan pria lain dan itu terjadi di depan mataku, kenapa harus ada hati di dalam tubuhku Kenapa tidak Biarkan dia pergi begitu saja supaya aku bisa bernafas dengan lega dan tidak akan merasakan sakit seperti ini? "lirih Devon dalam hati karena sesungguhnya pemandangan ketika Adinda bercengkrama dengan Arga itu merupakan pemandangan yang sangat membuat dirinya benar-benar Terpukul.

__ADS_1


"jangan seperti itulah masa iya harus halal dulu di mana-mana itu depositnya harus dari awal supaya setelah sah langsung sudah terbentuk, biar bisa dibilang gerakan kita itu sangat cepat karena terbukti langsung ada hasilnya! "sahut Arga tidak mau kalah.


Olivia hanya mengusap peran bahwa anaknya itu karena Percayalah mencintai tanpa dibalas itu sangat menyakitkan, apalagi cinta yang dirasakan itu sepihak saja tidak pernah dimengerti oleh pihak sebelah dan rasa-rasanya ketika pihak itu bersama dengan orang lain hati kita rasanya seperti ditusuk ribuan jarum yang tidak terlihat sama sekali luka tapi tak berdarah definisinya.


"Aku kuat Mamah, Tenang saja soalnya kalau misalnya aku tidak kuat sudah pasti Hari ini aku bakalan pulang! Mama Tenang saja karena posisi aku harus membuat Viola mengaku Kenapa dia tadi sengaja membuat Adinda terjatuh, karena melihatnya berdiri dengan tidak baik seperti itu hatiku merasa tidak terima dan juga tidak ikhlas Sebab aku sudah menjaganya seperti berlian tetapi orang lain malah mencelakainya! "jelas Devon sambil menatap sinis ke arah Viola yang menurutnya sudah coba-coba untuk mencari perkara dengannya Maka jangan menyesal kalau dirinya bakalan memberikan perkara itu kembali kepada Viola.


"Mama juga yakin kalau dia sebenarnya yang sengaja menjatuhkan Adinda tadi, masa iya gaunnya tidak sampai di bawah seperti itu kemudian memakai sepatu skate biasa tapi kok bisa jatuh dari tangga yang tidak ada lumut bahkan terlihat begitu mulus!"sahut Olivia sebab Memang dari awal ia sudah tidak menyukai kehadiran Viola di situ maka ketika melihat Adinda jatuh dan juga kecurigaan Arga membuat dirinya tambah membenci wanita itu.


"ya Siapa suruh dia mau macam-macam denganku maka kali ini aku pasti akan membuat perhitungan dengannya sebab dengan begitu dia bakalan menyesal untuk berkeliaran di sekitarku lagi, kalau memang Om Hendra tidak bergerak maka aku yang bakalan bergerak dan membuat wanita itu akan merasa menyesal sebab sudah pernah terlahir di dunia ini. "tatapan Devon begitu membunuh membuat Viola lebih baik mengalihkan pandangannya ke arah lain daripada menatap ke arah pria itu yang jelas-jelas dari awal sangat tidak menyukai kehadirannya.


"Devon, Aku tahu aku salah tetapi Jangan melihatku seperti itu karena aku benar-benar terluka! Aku melakukan semua ini juga karena kamu yang tidak pernah peduli denganku Coba kalau misalnya kamu dari awal selalu memperhatikanku, pasti aku tidak akan pernah melakukan hal negatif dengan cara mencelakai orang lain agar bisa mendapatkan perhatian dari kalian semua. "Viola tahu dirinya salah tetapi untuk mengakui kesalahannya Sepertinya itu bukan stylenya maka dari itu ia bakalan membiarkan semua orang bertanya-tanya namun dirinya tetap pada pendirian bahwa ia tidak pernah melakukan apapun.


Viola merasa yakin untuk apa mengakui perbuatannya jika saat ini Adinda saja telah tertawa dengan kekasih hatinya, Masih Berdiri dengan kedua kakinya meskipun ya di sebelahnya tampak begitu engkel Tetapi kan tidak masalah soalnya nyawa wanita itu masih melekat.


"Jadi ceritanya kamu tidak mau mengakui kesalahan kamu dan kamu ingin saya membawa ini ke jalur hukum? atau kamu merasa yakin kalau tidak ada bukti sama sekali sehingga memberatkan tuduhan kami semua kepada kamu, jangan kamu lupakan kalau rumah saya ini di setiap sudutnya ada kamera pengawas dan salah satunya mengarah ke arah tangga itu! "ujar Hendra menjelaskan sambil menunjukkan ke arah kamera pengawas yang tepat ada di hadapannya Viola saat ini membuat wanita itu langsung gemetaran karena tidak pernah memikirkan hal itu Dan juga seolah-olah karena mungkin saking emosinya sampai tidak sadar dimana-mana di kediaman orang kaya pasti ada kamera pengawas.


Viola mulai kusar karena tidak mungkin ia kabur sedangkan di rumah ini banyak sekali penjaga yang bertugas di mana-mana, dan kalau misalnya dirinya kabur ya nanti apa kata Devon dan kedua orang tuanya karena itu sama saja ia berani berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab.

__ADS_1


Adinda sebenarnya kasihan kepada Viola hanya saja Siapa suruh wanita itu melakukan kegilaan dari awal, coba saja kalau bersikap normal tidak melakukan yang aneh-aneh yang pasti dirinya juga tidak akan kewalahan seperti saat ini.


"maafkan aku karena tidak bisa membantu kesusahan kamu saat ini, karena apa yang kamu tabur harus kamu tuai sendirian! "batin Adinda sambil menggelengkan kepalanya ketika Viola menatap ke arahnya.


__ADS_2