
Amelia Putri adalah nama yang dipilih oleh Adinda karena ia sangat ingin memiliki keluarga yang inisial depannya adalah Huruf A,maka dari itu ia berjanji akan tetap mempertahankan semuanya itu tanpa kecuali.
"Suster nanti silahkan bawa ke kamar bayi ya biar di sana dimandikan, terus itu ada Nenek dari anak cantik ini jadi biarkan dia yang menggendong nya!" jelas Olivia karena memang itu adalah permintaan yang di berikan oleh Silvia tadi ketika sebelum dirinya masuk kedalam ruangan bersalin.
"Baik Dok!" sahut perawat tersebut sebab ia tidak membantah apa yang dikatakan oleh orang yang lebih berkuasa dibandingkan dirinya.
Olivia mengurus segala macam keperluan Adinda yang sudah tertidur karena kelelahan dan juga tak bisa lagi untuk harus membuka matanya, karena Biar bagaimanapun melahirkan itu merupakan sesuatu yang sangat menguras tenaga dan juga tidak bisa membuat orang lain tetap merasa kuat dan baik-baik saja.
"kamu kuat nak dan juga Kamu paling keren karena tidak mengeluh dan juga tidak cengeng sama sekali, padahal orang lain kalau baru melahirkan pertama kali seperti begini pasti ingin ditemani oleh pasangannya tetapi kamu memang pantas salut sekali sungguh merupakan cerminan diri dari seorang Silvia Baratayuda!" Batin Olivia sambil mengusap pelan kepala Adinda.
Di luar ruangan Silvia tersenyum ketika suster terlihat mendorong seorang bayi kecil keluar dari ruangan tempat Adinda berada, dirinya dan juga Hendra langsung mendekati bayi kecil itu karena mereka yakin itu merupakan anaknya Adinda karena wajah kecil itu mengingatkan mereka ketika Adinda masih kecil.
"permisi Tuan dan Nyonya Tadi ada pesan dari dokter Olivia mengatakan kalau silakan mengikuti saya ke ruangan bayi untuk membersihkan bayi meninggal ini Lalu setelah itu dibawa kembali kepada orang tuanya, kalau begitu saya permisi dan kalau begitu juga ikut dengan saya dari belakang!"jelas suster tersebut membuat Silvia begitu antusias dan mengikutinya sebab Ia sangat bersyukur karena hari ini sudah tambah lagi status dalam hidupnya yaitu menjadi seorang Nenek.
"suster bisa tidak dia jangan didorong di dalam situ tetapi saya yang menggendongnya untuk membawa ke sana, karena mau sampai ke ujung dunia pun saya bisa menjaganya dan juga menggendongnya sampai kapanpun dan tidak akan pernah mengeluh kelelahan! "Pinta Silvia penuh permohonan karena dirinya tidak ingin membiarkan cucunya itu ditiupkan di tempat seperti itu padahal dirinya tidak melakukan apapun dan juga tidak pernah keberatan jika harus disuruh untuk mengurus cucunya itu.
__ADS_1
"Baiklah kalau memang seperti itu tidak masalah, silakan diambil saja nyonya dan ikuti saya saja supaya saya bisa menunjukkan tempatnya! "Silvia begitu antusias ketika diperbolehkan untuk menyentuh dan juga membawa cucunya karena ini merupakan hari terindah di dalam hidupnya karena masih bisa diberikan satu lagi umur yang panjang untuk bisa melihat generasi penerusnya Adinda Dan juga mungkin nantinya akan membuat anak mereka itu menjadi seorang wanita dewasa.
"Papa jangan ke mana-mana dong nanti kalau misalnya Olivia keluar terus menyuruh kita menyiapkan kebutuhan Adinda lainnya, bagaimana? nanti juga kami bakalan kembali lagi kok ke sini soalnya kan tidak mungkin bakalan ikutan tidur di sana, itu kayaknya nanti Olivia mau keluar Jadi sebelum Nanti dia bakalan kesulitan karena harus mencari Kita!"Tawar Silvia.
Hendra menganggukan kepala pertanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh istrinya itu sebab pihak bagaimanapun ya kerjakan Olivia harus mereka nantikan, Karena untuk memastikan kira-kira Bagaimana keadaan Adinda saat ini karena sampai sekarang belum ada kepastian sama sekali.
"Permisi Tuan Hendra sudah lama menunggu di sini, Silvia sedang mengurus cucu Kalian kan di ruangan bayi?" tanya Olivia sambil tersenyum ketika dirinya sudah keluar dari ruangan tempat Adinda berada karena sudah selesai mengurus wanita itu.
"itu lagi soalnya katanya dia sendiri yang ingin mengurus cucunya karena ingin merasakan hari pertama menjadi Nenek itu bagaimana rasanya! Oh iya Bagaimana keadaan anak saya, kira-kira mungkin ada sesuatu yang mengkhawatirkan atau tidak? "tanya Hendra penasaran dengan keadaan Adinda saat ini.
"dia itu merupakan wanita yang kuat dan juga tidak pernah mengeluh dari awal sampai akhir bahkan tidak pernah cengeng meminta kehadiran Silvia di sisinya, hanya satu saja harapanku semoga kalian selalu saja mengerti dengan keadaannya dan juga tidak pernah mengeluh dengan segala yang terjadi kepadanya!"Olivia jelas saja mengharapkan semua itu karena dari awal Adinda tidak nyaman semua yang terjadi.
"kamu tenang saja karena dari awal sudah menerima keadaannya, jadi apapun yang terjadi kedepan nya Kami tidak akan pernah menyesali nya dan juga tidak akan pernah memarahinya ataupun membuat dia merasa tidak aman!" Jelas Hendra sambil tersenyum.
Silvia mendekat ketika sudah selesai mengurus cucunya tersebut membuat suaminya langsung mendekati istrinya itu dan tersenyum ketika melihat bayi mungil di dalam pelukannya, membuat pria itu langsung mencium puncak kepala cucunya itu sambil menitikan air mata.
__ADS_1
"Selamat datang cucuku tersayang selalu ingat kalau Kakek sama Nenek tidak akan pernah marah ataupun membenci kamu sampai kapanpun, Kamulah matahari di dalam keluarga Baratayuda dari sekarang sampai seterusnya dan tidak ada yang bisa mengambil kamu dari tengah-tengah kami sampai kapanpun juga!" Ujar Hendra sambil tersenyum.
kini mereka semua sudah berada di dalam ruangan Adinda dan bersyukur karena Putri mereka itu sudah membuka mata dan sekarang sedang dalam posisi setengah berbaring, wanita itu yang melihat pintu terbuka dan juga ada bayi di dalam gendongan Silvia membuat dirinya langsung menitipkan air mata bahagia karena tidak percaya jika saat ini juga ia sudah berubah status menjadi seorang Ibu.
"Mah,tolong bawa Amel sini karena aku mau gendong!" perintah Adinda dengan penuh permohonan tetapi Percayalah Silvia dibuat kebingungan karena ia baru tahu bahwa di ruangan itu ada orang yang namanya Amel.
"Amel yang mana Adinda? Perasaan di sini tidak ada yang namanya Amel, kamu jangan ngada-ngada deh membuat bulu kuduk Mama berdiri?"Silvia benar-benar tidak percaya dengan perubahan anaknya itu.
"Ya ampun Astaga Mama aku hampir lupa kalau itu anak kecil yang sedang Mama gendong itu namanya Amelia Putri dan nama panggilannya Amel, dia adalah anakku dan juga merupakan cucu Mama yang untuk selama-lamanya tidak akan pernah terpisahkan dari kita!" jelas Adinda sambil tertawa karena memang kalau melahirkan normal itu sebenarnya tidak sengsara sama sekali sebab tidak ada jahitan yang bakalan terasa sakit dan juga tidak ada sesuatu hal yang membuat tidak nyaman.
Silvia langsung tertawa kecil ketika mendengar penjelasan yang dilontarkan oleh Adinda itu tentang cucunya itu ternyata diberi nama Amel oleh Adinda, membuat dirinya begitu bahagia karena ternyata Adinda sudah memikirkan hal itu sejauh ini Padahal mereka merasa khawatir takutnya jangan sampai Adinda menolak keberadaan anak nya itu untuk kesekian kalinya.
"Ya ampun Astaga Lain kali kalau memberi nama itu harus di depan Mama sama Papa biar kami tidak kayak orang bego seperti ini, kamu kok keterlaluan sekali ya sampai melupakan keberadaan kamu padahal Mama juga pengen dengar loh kalau misalnya dia diberi nama pertama kali itu respon bidadari kecil ini seperti apa?"omel Silvia tidak terima membuat suasana di situ sepertiga menjadi riuh dan kini Anak kecil itu sudah berada di dalam pelukannya Adinda sekali-sekali wanita itu mengecup puncak kepala anaknya itu sambil berusaha untuk menahan tangisnya karena tidak percaya jika anak yang dulu ia tolak keberadaannya sekarang sudah berada di dalam pelukannya dan tidak menangis sama sekali malah tertidur dalam lelap yang begitu damai.
"Dia cantik kan Nak?" tanya Silvia sengaja ingin memancing jawaban yang diberikan oleh anaknya itu kira-kira seperti apa nanti nya.
__ADS_1
"Ya iyalah, masa iya mamanya saja seperti ini anaknya berbeda nanti menjadi bahan pertanyaan Semua orang?" sahut Adinda.
"Tapi dulu Ingatkan kalau marah-marah dan juga sampai sengaja tidak memberikan makan kepada anak sendiri dan membiarkan dia kelaparan, tetapi sekarang menyesalkan karena melihat dia secantik itu dan juga pastinya tidak akan membuat kamu malu pergi ke manapun dan juga tidak membuat kamu akan merasa kurang nyaman saat bersamanya!" Ujar Silvia yang sengaja menyindir Aulia.