SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Drama


__ADS_3

Silvia mendengus kesal ketika mendengar nada protes dari Arga barusan sebab menurutnya Ternyata semua pria di dunia ini sama saja hobinya terlalu posesif terhadap wanitanya, pertanyaannya Apakah Arga tetap bakalan saya posesif itu jika nanti Adinda melahirkan dan juga memiliki anak dari wanita lain yang tidak mau bertanggung jawab.


"Arga please deh jangan buat drama terus dari tadi soalnya Tante Ini lagi capek dan juga butuh istirahat, Tetapi kalau kamu nyolot terus Ngomongnya nggak berhenti Kapan dokter itu bakalan memeriksa Adinda dan kita mengetahui kondisi terbarunya? "omel Silvia tetapi Arga masih saja tetap memasang tatapan tajamnya kepada dokter yang dari tadi tidak berani bergerak karena ada tatapan mengintimidasi di sekitarnya.


"Bukan seperti begitu juga akan Tante aku itu hanya ingin mewaspadai bahwa tidak ada pria kurang ajar berikutnya lagi yang akan melecehkan Adinda seperti yang dilakukan oleh manusia keparat itu, soalnya kalau kita diam saja seperti yang terjadi dulu-dulu maka otomatis bakalan terjadi terulang kembali lagi seperti yang tidak kita inginkan yaitu Adinda harus disakiti oleh pria-pria yang hobinya hanya ingin enaknya saja tetapi saat disuruh bertanggung jawab tidak akan pernah melakukannya! "jelas Arga padahal sebenarnya sindirannya itu harus ditujukan kepada Kevin yang bersangkutan bukan kepada dokter yang jelas-jelas tidak punya salah sama sekali itu.


"Ya Tuhan, Tuan harga yang terhormat saya juga punya istri di rumah yang lebih bahenol dan juga padat berisi tidak mungkin malah menyentuh anak majikan yang jelas-jelas tidak bisa tersentuh sama sekali, masa iya saya yang umur sudah 40 tahun malah suka dengan anak-anak yang masih kecil, Memangnya Anda pikir saya ini Pedofil atau apa begitu? "gumam dokter tersebut dalam hati.


"aduh tolong deh jangan terlalu berlebihan lebaynya soalnya itu orang masih punya kegiatan lain lagi di luar rumah bukan hanya menunggu kamu yang masih terus menjaga Adinda sampai segitunya, kemarin-kemarin Kamu ke mana saja sampai dia sudah seperti begini baru kamu sadar dan juga mewaspadai sesuatu hal Padahal jelas-jelas selama ini dia selalu berada di jangkauan kamu? "tanya Silvia Jengah karena dirinya juga sudah capek harus menatap Adinda yang tidak sadar dari tadi belum lagi makan anaknya itu yang sudah menurun beberapa hari ini sampai-sampai pipi bakpaonya Adinda itu sudah berubah menjadi tirus.


"Ya sudah kamu periksa Nanti kalau ada yang sesuatu yang tidak pas katakan saja biar tante Silvia yang bakalan bantu melakukannya, dan kalau ada sesuatu yang tidak boleh kamu pandang usahakan tutup mata kamu saja soalnya aku tidak ingin Dinda bakalan ternodai oleh mata tua kamu yang tidak berguna itu! "omel Arga lagi membuat dokter tersebut dalam posisi yang serba salah.


Arga sengaja melakukan hal itu karena memang dari awal ia sudah tidak menyukai apa yang dilakukan oleh Kevin dan juga Adinda, tetapi ketika ia mencoba untuk menjauhkan Adinda dengan Kevin maka wanita itu bakalan memarahinya dan tidak menegurnya selama beberapa bulan lamanya mau tidak mau ia memilih untuk mengalah.


Kevin hari ini pergi menuju ke rumah orang tuanya Anita yang juga sebenarnya tidak kalah kaya daripada orang tuanya Adinda hanya saja mereka masih di bawah level, Rani merasa sedikit waspada ketika mengetahui bahwa keadaan wanita yang sekarang berhubungan dengan Kevin ternyata tidak beda jauh dengan wanita sebelumnya dan takutnya mereka bakalan memperlakukan anaknya sama seperti yang dialami oleh Kevin saat berhubungan dengan Adinda.


Anita terlihat begitu bahagia sampai-sampai dari tadi hanya merangkul lengan Kevin dan juga tidak menyangka jika pria itu akhirnya bisa ia Ajak pulang ke rumah, Padahal selama ini dirinya sudah berusaha menggoda Kevin dengan berbagai cara tetapi pria itu masih tetap saja setia dengan Adinda barulah setelah ia mengetahui bahwa hubungan Kevin dan juga pacarnya itu sudah tidak sehat Anita mulai gencar melakukan pendekatan agar bisa mendapatkan pria tersebut.


"ayo masuk ke dalam ngapain bengong saja di sini, papa sama mamaku pasti sudah menunggu kedatangan kamu dan juga ibu kamu itu jadi lebih baik kita masuk dan jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama! "ajak Anita antusias membuat Kevin tersenyum bahagia sedangkan Rani hanya bisa mengulas senyum sepenggalnya tidak ada niatan untuk begitu berbahagia karena menurutnya sikap dan juga orang lain Anita belum ia ketahui sama sekali Jadi kalau sekarang harus berbangga hati dan juga merasa tidak perlu rugi kalau tidak ada Adinda sepertinya rasanya sangat tidak mungkin ia lakukan hal itu.


"Kalian pergi saja lebih dahulu Soalnya Ibu mau menghubungi Pak RT di kampung untuk memastikan keadaan rumah kita, Soalnya Ibu tadi belum sempat berbenah sudah pergi begitu saja karena dijemput secara paksa Makanya sekarang ibu ingin memastikan dulu kalau memang kalian ingin masuk ya sudah silakan lebih dulu saja nanti Ibu nyusul! "ujar Rani membuat Anita tidak peduli lagi dan memilih untuk menarik tangan Kevin agar ikut dengannya Sekarang.


Kevin tidak mempedulikan Respon yang akan diberikan oleh orang tuanya Anita yang penting intinya wanita itu tidak keberatan membawanya pulang, maka dari itu apapun masalah nantinya ia bakalan menghadapinya tidak peduli dengan keadaan wanita di masa lalunya yang tengah mengandung anaknya sebab menurutnya Tidak ada salahnya kalau seorang ibu bertanggung jawab terhadap anaknya sendiri.

__ADS_1


"Ayo masuk ke dalam itu papa sama mamaku sepertinya lagi menunggu kedatangan kita deh, kalau memang kamu tidak nyaman saat mereka ngomong ya lebih baik kamu diam saja dan mendengar yang penting Intinya kalau mereka bertanya kamu jawab iya saja tidak boleh membantah! "terlihat Anita seperti Tengah mensugesti Kevin agar bisa mengikuti apa yang ia katakan dan juga bisa mengikuti semua keinginannya yang terlihat begitu dominan sampai-sampai Kevin terlihat seperti seseorang yang bodoh yang tengah dihipnotis oleh Anita.


Rani yang masih ada di luar memilih untuk sedikit mengulur waktu karena memang dari awal ia tidak ada niatan untuk membuat anaknya itu berhubungan dengan wanita kaya, karena dirinya pernah berada di posisi itu yaitu berhubungan dengan papanya Kevin yang waktu itu sangat kaya dan juga anak dari curhatan tanah yang begitu terkenal di kampungnya tetapi ternyata orang kaya itu selalu saja mengumbar cinta di mana-mana sampai-sampai saat dirinya hamil tidak ada suami yang mendampinginya.


Rani sudah tidak memikirkan lagi soal Adinda karena ia yakin Adinda pasti sudah ditangani oleh kedua orang tuanya yang lebih jelas Memiliki segalanya dibandingkan jika bersama dengan Kevin, maka dari itu tidak ada salahnya jika anaknya itu memang tidak ada penglihatan untuk bertanggung jawab terhadap wanita tersebut.


"Permisi Nyonya Kalau boleh tahu kenapa berdiri di sini ya, Apakah anda ingin bertemu dengan tuan dan nyonya di dalam Kalau iya silakan masuk ke dalam Soalnya di sini panas dan juga tidak nyaman? "tanya satpam yang bertugas di situ membuat Rani hanya tersenyum.


"oh kebetulan tadi saya juga mau ikutan ke dalam barang sama anak saya dan juga Anita hanya saja ada terima telepon makanya saya masih di sini, tetapi ini juga mau masuk kok ke dalam Jadi kalau begitu saya permisi dulu ya Pak!" pamit Rani yang sengaja berbohong.


"Wah kamu sudah datang ya nak? Oh jadi itu pria yang kamu ceritakan selama ini kalau yang kamu kejar-kejar tetapi dia sepertinya jual mahal, dan sekarang akhirnya jatuh ke pelukan kamu? "tanya mamanya Anita yang bernama Rossa yang terlihat sudah seperti emas berjalan karena seluruh tubuhnya itu bergelantungan emas di mana-mana sampai-sampai tidak bisa membedakan yang mana kulitnya dan juga yang mana yang merupakan perhiasan karena hampir tertutup.


Anita tidak suka dengan tampilan mamanya saat ini sebab selama ini Anita selalu mengatakan kalau ia tidak nyaman melihat orang tuanya seperti itu, ya memang mereka kaya tetapi setidaknya memakai perhiasan yang lebih berkelas dari yang namanya emas ya seperti Diamond begitu.


"Oh iya nanti deh mama bakalan melepaskannya Tetapi setelah calon mertua kamu datang Mama ingin melihat penampilannya Seperti apa, dan papa kamu juga bakalan nyusul ke sini kok sedikit lagi?"jelas mamanya Anita membuat wanita itu hanya tersenyum saja soalnya tidak mungkin mengeluh karena yang ada membuat anaknya itu tidak akan pernah pulang ke rumah.


tidak berselang lama terlihat seorang pria paruh baya datang menyusul mereka semua, pria tersebut terlihat begitu sangar dari tatapannya dan juga tidak begitu bersahabat ekspresi yang ia Tampilkan kepada semua orang yang ada di situ.


"Papa tolong ya, aku sudah bilang kalau sama calon suamiku harus lebih sopan tidak boleh sombong seperti itu! "omel Anita yang jelas saja tidak terima kalau sampai Papanya menakut-nakuti Kevin.


"di mana calon mertua kamu? Awas aja kalau hanya dia yang datang menemui Papa karena Papa sudah tidak mau minta apapun dari harta milik mereka, Tetapi hanya ingin bertemu dengan keluarganya agar tahu kalau dia berasal dari bibit bobot yang tidak memalukan keluarga kita? "jelas Firman yang merupakan Papa dari Anita.


"permisi semuanya Maaf saya terlambat soalnya tadi...

__ADS_1


Deg


Rani menghentikan perkataannya begitu saja karena tidak percaya jika pria yang ada di hadapannya saat ini merupakan orang yang tidak pernah ingin ditemuinya sampai kapanpun, pria yang sudah membuangnya dikalah ia hamil dan juga melahirkan bahkan anaknya pun sampai sekarang tidak tahu sosok Papanya Seperti apa dan juga anaknya tidak pernah mengenali Papanya karena memang Rani tidak punya sedikitpun potret wajah dari pria yang sudah mencampakkannya itu.


"Rani...


"Mas Firmansyah...


Kedua orang itu kata-katanya langsung berhenti di udara tidak ada niatan untuk melanjutkannya, membuat semua orang di situ saling memandang dan tidak percaya kalau ternyata firman dan juga Rani sudah saling kenal begitu pula yang dirasakan oleh Kevin.


"loh Tante sudah mengenali Papanya aku ya, wah Bagus dong kalau seperti itu artinya aku dan Kevin tidak akan pernah menemui kendala seperti hubungannya dengan Adinda? "jelas Anita membuat Rani membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya kenyataan yang baru saja ia dengar ini.


"Maksudnya dia merupakan Papa kamu dan kamu memiliki anak dari wanita ini, dan ternyata kamu tidak meninggal seperti berita yang aku dengar selama ini? "pertanyaan Rani itu begitu ambigu kalau Firman Ya paham dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu tetapi berbeda dengan yang dirasakan oleh Rossa dan juga Anita anaknya dan jangan lupakan soal Kevin.


"Ini maksudnya apa ya Mas? Kenapa wanita itu seolah-olah mengenali kamu dan juga kenapa kamu tidak pernah ngomong soal dia,dan kamu berani-berani menyembunyikan semua hal yang sepenting ini dariku?"tanya Rossa dengan tatapan membunuh sedangkan terlihat Firman begitu ketakutan dengan ekspresi yang dimunculkan oleh wanita yang ada di sampingnya ini.


"Mama Jangan salah paham Mungkin wanita ini sengaja mengatakan semua itu untuk membuat Dia terlihat akrab dengan keluarga kita, Papa tidak pernah mengenalinya sama sekali baik dulu maupun sekarang Dan juga tidak ada wanita di masa lalunya Papa selain kamu sampai saat ini! "Firman berusaha membela dirinya Karena biar bagaimanapun ia tidak punya apapun karena orang tuanya bangkrut dan hanya Rossa yang mampu membayar semua hutang-hutang yang dimiliki oleh keluarganya dan pria itu mau menikahi Rosa yang jelas-jelas waktu itu merupakan seorang pecandu obat-obatan yang tidak jelas dan juga minuman keras.


"Maksud kamu ngomong seperti itu apa Mas, Jadi kamu menuduhku berbohong dengan mengatakan bahwa kita dulu pernah saling kenal dan juga saling menikah serta mempunyai anak? " teriak Rani tidak terima bahkan kini wanita itu seolah-olah ingin menyerang Firman yang sudah berlaga seperti seseorang yang lupa karena masa lalunya dan lupa akan perbuatannya.


Kevin menarik tubuh ibunya itu akan segera menjauh dari Firman sebab dirinya benar-benar merasa malu dengan Respon yang diberikan oleh Rani, dirinya tidak suka jika karena kelakuan ibunya ia tidak bisa menikah dengan wanita yang jelas lebih liar dan juga lebih welcome kepadanya dibandingkan Adinda yang terlihat lebih kaku hanya syukurnya virginity Wanita itu sudah berhasil ia ambil jadi tidak masalah.


"ibu itu apa-apaan sih sudah membuat malu, kita datang ke sini itu untuk bertemu dengan orang tuanya Rani bukan malah menciptakan drama tidak jelas seperti itu! "teriak Kevin kesal tetapi Rani malah mendorong keras tubuh anaknya itu dan segera mendekati Firman namun Rossa berdiri menghadangnya sebab tidak terima jika ada wanita lain yang sudah menyentuh suaminya.

__ADS_1


__ADS_2