SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Bertahan


__ADS_3

Hari ini merupakan hari dimana orang tua dari murid kelas 12 diwajibkan untuk bertemu dengan guru di sekolah membuat Amelia mau tidak mau mengatakan hal ini kepada Adinda berharap agar maminya itu mau pergi ke sekolah besok, meskipun Adinda terlihat murung karena memikirkan keadaan dari neneknya yaitu Silvia tapi ia yakin kalau maminya itu merupakan seseorang yang sangat bertanggung jawab.


" Mami besok kan ada rapat orang tua di sekolah Kalau boleh tahu Mami besok bisa hadir di sana, soalnya pertemuan ini wajib karena kami kan sedikit lagi bakalan ada ujian sekolah maka dari itu harus ada orang tua yang bisa mendengarkan semuanya secara langsung? "tanya Amelia penasaran sebab kalau misalnya membujuk Papinya sepertinya percuma karena pria itu sangat sibuk mengurus perusahaan milik kakeknya Marcel dan juga kakeknya Hendra jadi ya sama saja bohong jika terlalu memaksakan agar Papinya itu bisa pergi.


adinda terlihat menghela nafasnya kasar karena Bukannya ingin menolak ataupun tidak menyanggupi permintaan dari putrinya itu, namun Entah mengapa dirinya merasa seperti berat pergi ke tempat itu tetapi bagaimana lagi tugas orang tua yaitu harus memenuhi kewajiban yang diberikan kepada anaknya jika memang suatu saat diperlukan dan juga tidak ada salahnya kan kalau berupa orderan orang lain Sebab selama ini ia selalu saja mencari zona nyaman dengan bertahan di dalam rumah.


" Baiklah kalau begitu besok nanti kita pergi ke sekolahnya barengan saja soalnya Papi sepertinya besok harus pergi ke luar kota, dan dengan begitu daripada manis sendirian lebih baik temani kamu saja ke rapat orang tua Ya siapa tahu mungkin ada pemberitahuan yang penting! "ujar Adinda sambil tersenyum meskipun dari tadi dirinya sudah merasakan perasaan yang berbeda .


Amelia tersenyum senang karena akhirnya Setelah sekian lama maminya itu mau mengikuti pertemuan orang tua karena selama ini selalu dihadiri oleh Arga, Adinda Entah mengapa seperti tengah merasakan trauma akan sesuatu maka dari itu tidak pernah keluar dari rumah untuk mengurus sesuatu.


" kalau memang Mami yakin mau ke sana ya sudah terima kasih banyak tetapi kalau nanti ada orang yang melakukan sesuatu tidak baik dan Mami sudah merasakan feeling dari awal Ya sudah tidak usah, aku juga tidak ingin mengambil resiko dengan membuat mami kenapa-napa di sana sedangkan Papi sama sekali tidak tahu soal kejadian ini? " tawar Amelia yang sedikit waspada takutnya jangan sampai Adinda kenapa-napa akibat kelakuannya dan jika hal itu terjadi pastinya akan membuat Arga menjadi murka dan setelah itu tidak akan pernah mengizinkan istrinya itu keluar dari rumah.


Adinda tersenyum ketika mendengar tawaran yang diberikan oleh anaknya tadi sebenarnya dirinya juga bukan trauma berkumpul dengan banyak orang Hanya saja karena kebiasaannya yang selalu sendirian di rumah membuat dirinya sudah nyaman dengan posisi itu, tetapi Biar bagaimanapun sebagai wanita yang sudah melahirkan Amelia ke dunia dia harus bisa memastikan kalau anaknya itu mendapatkan apapun dengan layak bukan hanya memberikan materi saja tetapi kewajibannya sebagai orang tua pun harus bisa ia penuhi.


" kamu tenang saja karena Mami bukan anak kecil yang takut berbaur dengan kehidupan orang dewasa di luar rangsangan, Lagian sebagai orang tua harus bisa dong menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi anak sendiri apalagi ini hanya pertemuan tahunan seperti biasa yang dulu selalu dilakukan oleh mama dan juga Papa lakukan saat Mami sekolah dulu jadi tenang saja pokoknya intinya apapun yang terbaik akan dilakukan untuk kalian! "sahut Adinda yang tidak ingin membuat anaknya itu merasa kecewa karena dirinya dan juga Arga sudah memberikan fasilitas yang begitu megah dan juga mewah tetapi tidak dibarengi dengan perhatian secara langsung.


Amelia begitu bersyukur karena akhirnya dirinya tidak perlu harus cemas dari tadi karena memikirkan tentang nantinya tidak ada yang bakalan datang, tetapi sekarang ketika mendengar secara pasti akan dikatakan oleh Adinda membuat pikirannya sedikit merasa tenang dan juga lega.


Arga yang baru saja pulang sebenarnya merasa khawatir Ketika istrinya memutuskan untuk besok datang ke rapat orang tua anaknya, Padahal selama ini yang biasa menghadiri adalah dirinya tetapi karena besok ada urusan proyek yang tidak bisa ditinggalkan maka dari itu ya mau tidak mau menyerahkan kepercayaan itu kepada istrinya sendiri!


" Papi yakin kalau Mami bisa melakukan itu semua dan juga yakin kalau wanita yang dinikahi oleh harga Erlangga itu merupakan seseorang yang sangat kuat, yang penting Intinya kalau kenapa-napa langsung kasih kabar saja supaya Maksudnya anak buah Papi bisa langsung bergerak dan menghandlenya! "pinta Arga.

__ADS_1


" Iya tidak masalah Mami bukan anak kecil lagi yang harus diperhatikan sampai segitunya , makanya selama ini kan selalu ngomong kalau lebih baik melakukan apa-apa itu sendirian Masa iya aku ke rumah sakit juga harus ditemani pergi kemanapun harus ditemani dan alhasil seperti ini kan? "omel Adinda karena suaminya itu sangat posesif sampai-sampai apapun yang dilakukannya di luar rumah harus bersama dengan Arga dulu.


" Ya sudah kalau begitu Amelia balik ke dalam kamar dulu ya pokoknya nanti besok kita bakalan berangkatnya bareng saja biar maksudnya sama-sama, nanti kalau memang Papi mau ada kegiatan di luar ya sudah silakan saja karena nanti ada aku yang bakalan menemani Mami untuk pergi! "ujar Amelia.


" Oh iya sayang Bagaimana dengan pasien yang harus dilakukan jadwal operasi besok kira-kira masih bisa bertahan sampai aku kembali tidak ya, soalnya aku pergi memantau proyek itu kan sampai jam 10.00 jadi kalau bisa ya mungkin dia bakal dioperasi di jam 11 siang?" tanya Arga memastikan karena biar bagaimanapun Sebagai seorang pemimpin perusahaan dan juga Dokter ia harus bisa mengedepankan yang namanya nyawa tetapi di proyek pun sedang bergantung ribuan karyawan maka dari itu ia bisa menyeimbangkan semuanya mungkin lebih baik.


" sepertinya tidak masalah soalnya dia juga belum mengalami kesakitan yang luar biasa Seperti kemarin-kemarin bahkan sekarang sudah ada perubahan, Nanti sebelum berangkat ke sekolahnya Amelia aku bakalan mengecek dulu kira-kira masih bisa menahan sakitnya atau sudah tidak bisa lagi soalnya kasihan sih pergerakannya jadi sempit akibat tulangnya yang retak seperti itu!" ujar Adinda.


Daffa di rumahnya Tengah kebingungan Bagaimana caranya agar bisa membujuk Papanya supaya Besok mau pergi ke sekolah, bisa saja dirinya menyuruh para pekerja yang ada di rumah tetapi ia kan punya seorang ayah maka tidak ada salahnya kan kalau menurut agar ayahnya itu yang datang.


" Papa besok sibuk tidak soalnya aku mau minta tolong untuk hadir ke rapat orang tua yang tadi sudah dikasih undangan dari sekolah, masa iya selama ini selalu saja Om Dimas yang datang padahal kan ada apa-apa yang sudah kembali dari Jepang yang bisa menemaniku untuk mengikuti rapat itu? " tanya Dafa penasaran dan berharap agar jawaban Iya yang akan diberikan oleh Papanya itu.


" Ya sudah nanti papa bakalan pergi ke sekolahan kamu tetapi setelah mengurus pasien dulu ya soalnya ada beberapa pasien yang harus Papa tangan pagi-pagi sekali, pokoknya intinya tetap bakalan datang dan tidak akan mengutus orang lain lagi dan jangan kamu panik! " jelas pria itu sambil tersenyum membuat Daffa benar-benar merasa lega karena akhirnya apa yang ia impikan selama ini terpenuhi juga.


" kamu malam ini tidak ada rencana hangout seperti biasanya, yang setiap kali Papa pulang dari rumah sakit pasti tidak pernah bertemu dengan kamu karena kebiasaan kamu itu kan tidak jelas ?" tanya pria itu sambil tersenyum karena memang kebiasaan anaknya keluyuran tidak jelas itu bukanlah menjadi rahasia umum lagi di rumah dan semua pekerjaannya sudah tahu tetapi mereka juga tidak bisa berbuat banyak karena itu merupakan anak dari majikan mereka.


"sepertinya mulai dari sekarang aku bakalan tobat pergi ke tempat hiburan malam seperti itu, soalnya asal Papa tahu saja ya semua wanita yang aku ketemui di tempat mana pun tidak bisa mengalahkan kecantikan Amelia aku yang sungguh-sungguh membuat hidupku lebih berwarna dan tidak ada niatan untuk pergi ke tempat laknat seperti itu lagi!" Daffa tersenyum ketika membayangkan Bagaimana senyuman manis yang diberikan oleh Amelia kepadanya.


"Wah kalau begitu Bagus dong Akhirnya ada yang bisa membuat hidup kamu lebih berwarna dan juga membuat dompet Papa tidak terlalu kering, soalnya kan kebiasaan Kamu bukannya minum malah mentraktir teman-teman kamu yang tidak jelas itu," ledek pria yang tidak mudah lagi itu yang masih betah untuk menyendiri.


Dafa yang menerima telepon dari mamanya hanya bisa tersenyum dan memilih untuk langsung mengangkatnya di depan pria tersebut.

__ADS_1


" aku angkat telepon dari mama dulu Ya siapa tahu ada hal penting yang ingin disampaikan, Oh iya Satu lagi kalau misalnya Papa mau istirahat ya sudah silakan saja soalnya aku belum ngantuk masih nanggung! "pamit Dafa.


" halo mom, ada gerangan apa sih tiba-tiba Menelpon aku? padahal Biasanya aku lho yang menelpon lebih dahulu, seolah-olah tidak punya orang tua yang lengkap sampai-sampai harus anak yang mengingatkannya? "tanya Daffa pura-pura merajuk membuat wanita di seberang itu hanya bisa tertawa.


"Ya habisnya mau bagaimana lagi mama kan juga harus perlu untuk bekerja dan memperkaya diri sendiri karena tidak mungkin dong mengharapkan dari Papa kamu itu, yang bukannya mengajak Mama untuk menikah malah dia kabur kembali ke Indonesia bersama dengan kamu! "jelas wanita itu membuat Daffa dengan sekali tertawa karena memang dari dulu hingga sekarang Mamanya itu tidak bisa mendapatkan hati papanya yang begitu keras kepala dan selalu terpaku dengan wanita di masa lalunya yang tidak pernah dilupakan.


" sebenarnya kalau Papa tidak mau menikah dengan mama yang tidak masalah tetapi setidaknya Mama juga Kembali dong ke Indonesia di sini banyak loh pilihannya bukan hanya papa saja, dan tunjukkan kepada dia kalau misalnya Mama juga bisa menikah lagi meskipun tanpa harus menunggu sesuatu yang tidak pasti seperti itu! "jelas Daffa.


" Mama malas kembali karena nantinya tetap akan menemui sifat bapak kamu yang keras kepala itu, Oh iya satu lagi nanti kalau ada liburan semester kamu ke sini doang biar nanti kita bisa jalan-jalan keliling Jepang atau apapun itu," ngajak wanita itu sambil penuh harap karena dirinya juga sangat merindukan Putra yang sudah ia besarkan dari dulu tetapi setelah itu terpisah ketika anaknya itu lebih memilih untuk mengikuti mantan kekasihnya dulu.


"sebenarnya kalau mau liburan itu enaknya bareng sama keluarga tetapi karena keluarga kita ya seperti begini akhirnya aku mau saja sih diajak sama mama yang penting Intinya bisa liburan dan juga mendapatkan segala sesuatunya secara gratis, Oh ya satu lagi aku mau kasih tahu kalau tidak lama lagi aku bakalan ujian semester dan dengan begitu waktu setelah tamat dari SMA aku bakalan langsung bisa mendaftarkan diri ke kuliahan! "jelas Dafa antusias membuat wanita di seberang mengerutkan peningnya karena setahunya anaknya itu dari awal tidak ingin berkuliah kenapa sekarang malah berubah pikiran.


" Ayo kamu ngaku sama Mama kira-kira apa sih yang membuat kamu memilih untuk kuliah, jangan bilang kalau ada seorang cewek cantik yang membuat kamu terhipnotis dan akhirnya mau melakukannya? "tanya wanita itu dengan nada bicara yang begitu menyelidik.


" Ya kurang lebih seperti itu pokoknya nanti aku bakalan mengenalkannya kepada Mama kalau suatu saat datang ke tempat ini, orangnya itu manis kemudian cerewetnya itu loh minta ampun tetapi aku sangat menyukainya karena membuat hidupku lebih berwarna! "jelas Dafa ketika mengingat wajah Amelia yang menurutnya sangat sempurna tanpa ada cacat dan juga jelas dan penting intinya dirinya sangat bisa merasa nyaman bersama wanita itu.


" Ya sudah nanti kapan-kapan baru ketemuan Tapi tolong ya kamu belajar dengan baik soalnya tahu sendiri kan sikap Papa kamu itu kerasnya seperti apa, daripada nanti kamu kena damprat dari Pak Tua itu lebih baik kamu waspadai saja Soalnya mama sudah pernah mengalami sebelumnya! " jelas wanita itu.


Daffa akhirnya mematikan panggilan tersebut ya Meskipun dirinya masih ingin mengobrol banyak tetapi terlihat dari depan ruang makan kalau Papanya sudah memberikan kode agar berhenti, membuat dirinya mau tidak mau memilih untuk menyusul daripada nanti besok tidak ada yang bakalan menemaninya kan sama saja bohong sudah membujuk dari tadi.


" Ayo makan tidak usah memikirkan sesuatu yang tidak perlu dipikirkan dan satu lagi kita hidup saja sudah senang tidak perlu harus memikirkan ada wanita di tengah-tengah, yang penting Intinya kamu percaya ya kalau bapak bakalan menjaga kamu dan memenuhi semua kebutuhan kamu tanpa terkecuali! " jelas pria itu membuat Daffa hanya bisa menganggukkan kepala tidak mungkin harus memaksakan diri seperti bagaimanapun.

__ADS_1


__ADS_2