SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Menghindar


__ADS_3

Amelia berjanji setelah ini dirinya bakal menghindari dan juga menjaga jarak terhadap Arfan,daripada nantinya setiap saat ia bakalan berkelahi dengan pacarnya pria tersebut ya lebih baik seperti ini dulu.


Sesampainya didalam kelas terlihat Arfan tengah duduk sambil membaca buku dan ketika mendengar suara Amelia dan Kamila,terlihat pria itu mengangkat wajahnya kearah kedua gadis tersebut sambil tersenyum namun anehnya yang membalas senyuman itu hanyalah Kamila saja sedang Amelia memilih untuk mengambil tasnya yang berada disamping Arfan.


"Kamu mau kemana,sebentar lagi gurunya mau datang nih?" tanya Arfan sambil menggenggam tangan Amelia tapi dengan segera ditepisnya.


"Aku mau pindah tempat duduk," sahut Amelia datar membuat Arfan benar-benar terkejut dengan keputusan dadakan yang dilakukan sahabat nya itu.


"Sejak kapan kamu berencana mau pindah tempat duduk,terus kalau misalnya kamu pindah aku sama siapa?" Tanya Arfan yang penasaran dengan pola pikir Amelia karena tiba tiba menjauhi nya.


"Ya sejak saat ini ,kalau soal kamu mau sebangku sama siapa itu bukan urusan saya," ujar Amelia datar.


Arfan frustasi dengan keputusan dadakan yang dilakukan sahabat nya itu,padahal kalau misal ia punya salah ya setidak nya jujur agar ia tahu letak kesalahan yang telah ia lakukan ada dimana.


"Mell,ayolah jangan begitu dong," bujuk Arfan lagi.


Amelia memilih tak merespon panggilan tersebut karena ia merasa tak punya masalah dengan Arfan tetapi pertanyaan bagaimana dengan Naura,yang selama ini tidak suka dengan kedekatan antara dirinya dan juga pria itu maka dengan begini lebih baik.


Amelia kini sedang berada di hadapan Daffa yang terlihat sedang memejamkan matanya dengan kepala ia letakan diatas meja,pemuda itu bahkan tidak sadar jika saat ini gadis yang selalu ia bully tengah berdiri dihadapan nya.


Brakkk


"Ehh songong geser, aku mau duduk ! " ujar Amelia sambil memukul meja menggunakan buku.


Daffa benar benar terganggu dengan tingkah menyebalkan seseorang yang sudah berani sekali menggangu tidurnya ,padahal selama ini mau apapun kegiatan nya tidak pernah ada satu orang pun yang berani mengganggunya.


"Ahhh kurang....


Daffa tidak mampu menyelesaikan perkataannya ketika melihat ternyata orang yang mengganggu tidurnya adalah Amelia,dan lebih parahnya lagi sekarang gadis itu memberikan kode kepadanya agar bergeser karena terlihat dirinya ingin duduk.


"Kamu mau apa ada disini ,sampai menggangu tidurku LEMOT?" Tanya Daffa dengan Wajah yang datar.

__ADS_1


"Mata kamu masih normalkan,jadi tidak perlu harus dijelaskan lagi kalau aku itu mau duduk disini SONGONG," sahut Amelia ketus.


"Pindah ditempat lain saja,aku tidak ingin nanti kamu jatuh cinta kan bisa panjang urusan nya?" ujar Daffa santai membuat Amelia memutar bola matanya malas.


"Aku mau nya disini!" tegas Amelia menolak membuat Arfan langsung beraksi karena tidak terima.


"Meli,ayolah kembali ketempat semula," bujuk Arfan sambil berusaha menarik tangan Amelia.


"Ya sudah ayo silahkan kamu duduk disampingku!" perintah Daffa sambil menarik tangan Amelia yang juga langsung ikutan duduk disamping Dafa.


Dafa menatap kearah Arfan sambil tersenyum mengejek karena ia yakin pria itu pasti sedang kesal padanya,sebab terlihat Amelia lebih memilih untuk duduk disampingnya dibandingkan duduk disamping Arfan..


"Amelia,kamu kenapa sih sampai tiba tiba berubah? Kalau aku ada salah ya sudah aku minta maaf,tapi jangan begini dong karena yang ada kamu malah membuat aku tidak fokus." bujuk Arfan frustasi.


"Salahnya itu hanya satu yaitu LEMOT sudah bosan dengan kamu yang sangat tidak berguna,dan satu lagi mungkin dia sadar kalau pria yang sempurna itu aku dan selalu seperti itu," sahut Daffa membuat Arfan yang biasanya kalem mendadak jadi emosi.


"Aku sedang tidak berbicara dengan kamu jadi jangan ikut campur ,satu lagi lebih baik kamu yang pindah karena aku yang bakal duduk disamping Amelia," Sarkas Arfan kasar.


Amelia jengah ketika suasana di dalam kelas sudah mulai memanas,apalagi mereka bertiga sudah menjadi bahan tontonan semua orang yang berada disitu.


"Ogahh," sahut Daffa bergidik ngeri.


Arfan tidak terima ketika melihat Amelia tidak peduli kepadanya bahkan terkesan cuek,padahal setahunya mereka berdua tidak punya masalah sebelumya jadi seharusnya bisa lebih dekat bukan semakin menjauh.


"Kamu kenapa Sih,Mel? Kok bisa sekarang malah menjauh dariku ,padahal selama ini kalau kita punya masalah biasanya kamu langsung ngomong?" Tanya Arfan dalam hati.


Kamila sebenarnya tidak tega ketika melihat Amelia yang malah memilih masuk kandang buaya itu ,ya meskipun ini adalah langkah yang terbaik daripada setiap saat hanya mendapat makian dari Naura.


"Mau permen,lemot?" tanya Daffa sambil menyerahkan lolipop yang baru habis ia hisap.


"Ehh...

__ADS_1


Amelia terkejut dengan tawaran aneh pria itu karena kok bisa barang bekas dari mulutnya malah menawarkan kepadanya ,menurut Amelia pria yang ada di sampingnya adalah seseorang yang menderita saraf terjepit.


"Ya ini


Daffa menunjukan benda yang ia pegang,tetapi Amelia menolak.


"Tidak berminat,SONGONG!" Sahut Amelia cuek.


"Padahal enak lho,kamu pasti suka...


"Pagi Anak anak,bagaimana sudah siap menerima mata pelajaran saya?" tanya Ekawati yang merupakan guru mata pelajaran fisika.


"Ahhh,itu yang paling aku benci !" Gumam Daffa yang kalau misal tidak ada Amelia disamping nya maka bisa dipastikan anak itu bakal langsung bolos.


"Lemah," sahut Amelia sinis.


Daffa menatap tidak suka kearah Amelia yang sengaja mengejek dirinya sebab dirinya itu bukan bodoh hanya saja malas, dan karena bodoh dan malas beda tipis ya alhasil seperti itu hasilnya.


"Amelia,kamu yakin duduk disamping serigala nakal itu?" Tanya guru Ekawati.


Daffa jelas saja tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh gurunya itu,memangnya dirinya pemakan manusia sampai harus ditakuti seperti itu.


"Ibu,sepertinya kita perlu meluruskan sesuatu...


"Tenang saja Bu,kalau dia nakal bakal saya hajar," sahut Amelia yang memotong pembicaraan Daffa daripada nanti pembahasan tambah panjang.


"Saya keberatan Bu,karena takutnya nanti Amelia bakal tidak konsentrasi kalau duduk dengan dia." Daffa menimpali.


"Tenang saja,karena ini kemauan saya,"


Amelia tidak suka ketika ada orang terlalu ikut campur dengan semua keputusannya padahal ia saja sedang memperbaiki hati yang rusak,ya meskipun yang melayangkan protes adalah Arfan tapi tetap saja begitu baginya pria itu adalah sumber masalah baginya.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu,kita lanjutkan pelajarannya,"


Arfan jadi tidak fokus ketika melihat Daffa yang sekali kali mencuri pandang kearah Amelia,bahkan pemuda itu menjadikan Amelia sebagai bahan tontonan sambil ia menopang dagunya serta tidak peduli dengan penjelasan guru.


__ADS_2