SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Paham


__ADS_3

Semua orang masih belum paham dengan arah pemikirannya Arga, sebab perbuatannya secara tiba-tiba menyerang dan juga sengaja melukai Viola itu sebenarnya Bisa dibilang sudah termasuk perbuatan kriminal dan bisa dituntut.


Hendra sedikit Waspada karena takutnya jangan sampai calon menantunya itu bakalan dipidanakan saat ini juga, karena sudah secara sengaja menyakiti orang lain tanpa barang bukti dan lebih parahnya lagi hal itu terjadi di depan umum.


Hanya saja ia tahu kalau Arga itu merupakan seseorang yang penuh dengan perhitungan di dalam setiap keputusan yang ia ambil, jadi tidak mungkin dirinya melakukan hal tersebut jika memang tidak tahu sama sekali kejadian yang sebenarnya.


Papa dari Viola merasa tidak terima ketika anaknya dipermalukan seperti itu maka dari itu ia memilih untuk mendekati pemimpin tempat dirinya bekerja saat ini, bukan ingin mengadukan hanya ingin membuktikan bahwa Sebenarnya anaknya itu tidak bersalah sama sekali atas insiden yang terjadi kepada Adinda tadi.


sebabnya Bagaimana tuh orang tua tentu saja akan membela anaknya meskipun anaknya itu ketahuan bersalah sekalipun, terkadang opsi yang mereka berikan itu macam-macam mulai dari tidak sengaja kemudian Apakah punya bukti Lalu setelah itu tidak percaya jika anaknya yang mereka didik dengan begitu baik bakalan dengan kaitannya menyakiti orang lain seperti itu.


"Saya tidak terima atas perlakuan yang dilakukan oleh calon menantu anda itu terhadap anak saya, ini di tempat umum dan lagi banyak orang di sini ya nanti besok lusa dia bakalan terkena beban moril sampai kapanpun karena nanti pasti ada yang berpikiran kalau anak saya itu sebenarnya tidak punya hati nurani sama sekali!" jelas pria yang sudah tidak muda lagi itu membuat Hendra hanya bisa menghembuskan nafasnya secara perlahan karena sejatinya masalahnya seperti apapun ia tidak tahu sama sekali.


Hendra terlihat menatap ke arah Arga ingin mendapat kepastian dari sikapnya tadi yang sudah nekat memukul anak orang sembarangan, dan terlihat Arga mengacungkan kedua jempolnya pertanda bahwa ia bisa mempertanggung jawabkan semuanya dan tidak akan pernah lari daripada kenyataan.


"Saya tahu jika anda sekarang tengah membela anak Anda takut karena nanti disalahkan dan juga takut jangan sampai saya memberikan bukti yang konkret, Jadi sebelum saya melakukan hal itu dan hasil akhir tidak ada namanya kesempatan damai di sini maka lebih baik tanyakan dia secara perlahan kira-kira Siapa yang tadi menyebabkan Adinda jatuh dari tangga! "tegas Arga yang tetap pada pendiriannya Sebab Dia itu sangat tahu dan juga hafal Adinda itu merupakan seorang wanita yang sangat sulit untuk ditakutkan Jadi jika berbicara soal tangga yang merupakan masalah sepele sepertinya sangat tidak masuk akal dan Lagian gaun wanita itu pun tidak terlalu sengsara amat untuk diangkat ke sana kemari.


Papa dari Viola itu mencari kebohongan dari Arga dan ternyata memang di sana ada sebuah kejujuran dan juga rasa percaya diri yang begitu sangat, maka dari itu ia menoleh ke arah Viola yang dari tadi tertunduk sudah tidak banyak berbicara lagi ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Arga tadi sebab Ia sangat yakin segala macam kebohongannya akan terbongkar saat ini juga.


"Viola jawab apa sekarang! Apa benar kamu yang sudah sengaja melakukan hal itu dengan membuat orang lain menjadi celaka, kalau memang iya tolong katakan sejujurnya ya karena Papa tidak akan pernah bisa membela kamu soalnya ini kan merupakan kesalahan kamu ! "tegas Ben yang merupakan Papa dari Viola karena dirinya benar-benar akan merasa malu serta tidak punya muka nanti saat berada di kantor Kalau anaknya itu sudah melakukan semua ini secara sengaja kepada Adinda.

__ADS_1


Devon yang dari awal sudah merasa kesal kepada Viola dan juga segala macam kedatangan yaitu membuat pria itu pun memilih untuk berbaur dengan Arga, bahkan kini dengan tatapan intimidasinya dirinya terlihat sedang ingin mengintegrasi Viola sampai benar-benar membuat wanita itu mengakui perbuatannya.


Adinda kini sudah di bawah oleh Silvia untuk masuk ke dalam rumah Sebab anaknya itu sepertinya memerlukan penanganan ya Meskipun tidak terlalu serius, tetapi memar akibat terbentur benda keras itu harus segera diobati jika dibiarkan berlarut-larut Takutnya nanti bakalan infeksi dan sakitnya begitu menyiksa.


"Apa kamu tahu kejadian yang baru saja kamu alami tadi, itu kira-kira ada unsur kesengajaan dari Viola atau memang karena keteledoran kamu sendiri? "tanya Silvia penasaran Soalnya kalau memang ada yang sengaja mendorong anaknya Ya pasti bakalan langsung dirasakan oleh Adinda.


Adinda hanya terdiam saja berusaha menikmati rasa sakitnya ini karena ia sangat tahu Arga pasti bakalan langsung membelanya, Hanya satu hal penting yang ia lupakan Jika dengan bungkamnya itu akan membuat masalah baru bermunculan di permukaan.


"Aku yakin Arga itu orangnya penuh dengan perhitungan dan juga kejelian di dalam hidupnya, karena dia tidak mungkin membiarkan aku disakiti seperti itu yang ada dia bakalan melawan dan akan memperjuangkan hak ku sampai kapanpun!"Silvia kebingungan sendiri ketika mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Adinda sebab secara tidak langsung anaknya itu jelas mendukung Sikap yang ditunjukkan oleh Arga yaitu menyakiti Viola yang entah benar-benar melakukan kesalahan atau tidak.


"jadi menurut kamu dan juga Arga Kalau benar dia yang sudah mendorong kamu tadi, kenapa tidak langsung mengakui di depan sana Dan juga kenapa kamu harus kelihatan syok di saat yang tidak tepat? "tanya Silvia kesal karena menurutnya gerakan anaknya yang terlalu slow motion seperti itu yang ada bakalan membuat Arga yang kesulitan.


"aih Mama jadi orang memang tidak punya perikemanusiaan sama sekali, jelas-jelas anak sendiri yang jadi korban di sini tetapi kenapa malah orang lain yang dibela? Kalau misalnya tadi aku ada yang patah atau bisa dibilang langsung Memangnya Mama tidak bakalan sedih gitu, atau Mama bakalan tertawa Happy karena akhirnya satu beban hidup di dalam keluarga kalian sudah mulai menghilang? "omel Adinda yang tidak terima ketika mamanya itu malah menyalahkan Arga dan mengira bahwa pria itu sebenarnya sudah salah mengambil langkah di dalam hidupnya.


"ya Siapa suruh kamu tadi tidak langsung memberikan keterangan nanti setelah itu baru kita masuk ke dalam sini untuk mengobati lupa kamu itu, cuma nanti kamu dengar kehebohan di luar sana apa yang bakalan terjadi yang ada mereka pasti bakalan menyalahkan Arga soalnya sudah berani mempermalukan anak orang di tempat umum. "omel Selvia tidak mau kalah.


Olivia yang tengah mengobati luka di tubuhnya Adinda hanya bisa menggelengkan kepalanya karena menurutnya sahabatnya itu hanya akan memancing emosi saja, definisi disuruh diam agar aman sepertinya memang berlaku kepada kaum emak-emak yang kalau sudah sekali nyerocos seperti apapun pernah berhenti.


"Kamu itu aneh sekali loh anak lagi cedera seperti ini malah ngomongin nyeleneh semua tidak ada yang benar satu, sudah lebih baik kamu keluar terus selesaikan saja masalah di luar Nanti kalau sudah kelar baru masuk kembali ke sini biar kami bisa mendengarkan keputusan akhirnya!" perintah Olivia.

__ADS_1


Arga terlihat biasa saja ketika Devon datang membantunya bukan karena tidak merasa bersyukur, melainkan ia merasa bahwa kehadiran pria itu tidak akan pernah mengubah apapun toh sudah jelas dari awal memang Viola sudah salah.


Viola benar-benar patah semangat ketika kali ini dia pun Tengah membantu Arga untuk mengungkap kebohongan yang sudah ia lakukan, Papanya pun melakukan hal yang sama dengan cara menatap tajam ke arahnya berharap agar ada kejujuran di sana soalnya sudah tua terus anaknya mempermalukan dirinya itu benar-benar perbuatan yang sangat menyiksa.


"Adinda itu bukan tipe wanita yang ceroboh seperti kamu jadi sebelum melangkahkan perubahan di dalam hidupnya ini semua sudah diperhitungkan dengan begitu baik, yang saya heran kok bisa manusia seperti kamu lolos sampai di dalam tempat ini bukannya kebiasaan kamu bukan berada di sini tetapi berada di tempat clubbing? "tanya Devon sinis membuat Viola benar-benar lemas karena kalau sudah berhubungan dengan Devon yang mau dibohongi seperti apapun pria itu pasti bakalan bisa mengoreknya sampai tuntas.


"atas dasar apa kalian semua datang dan menuduhku seperti ini, memangnya Menurut kalian dengan aku mencelakai Adinda aku bakalan mendapatkan begitu banyak medali penghargaan, kalau ngomong sesuatu tidak punya bukti hanya Cuma terkadang lebih baik dari usaha sama sekali deh karena aku benar-benar tidak ingin melakukan hal gila seperti yang kalian pikirkan itu. "Viola terlihat begitu terluka karena merasa dirinya menjadi orang yang paling tersakiti Padahal selama ini mereka tidak berbuat seperti itu.


"Wah Sepertinya saya harus memeriksa kamera pengawas yang ada di sekitar sini mungkin dengan begitu bakalan kita tahu dengan jelas apa yang sudah dilakukan, Soalnya kalau ngomong doang Sepertinya kita bakalan dianggap sebagai penipu Padahal di sini jelas-jelas Siapa yang sedang berbohong dan juga siapa yang sedang ingin mengorek kebenaran itu?"Arga sengaja mengatakan hal itu hanya ingin melihat kira-kira bagaimana Respon yang akan diberikan oleh Viola nantinya.


Waspada


Takut dan juga kebingungan itulah yang dialami oleh Viola, belum lagi tatapan mengintimidasi papanya yang sepertinya Tengah berharap agar jawaban yang tepat yang harus diberikan kepadanya .


"Papa percayakan padaku, kalau aku tidak mungkin bakalan melakukan hal itu? oke aku memang selama ini memiliki Perangai yang tidak begitu bagus dan juga temperamen aku juga yang tidak pernah memudar, tapi saya tidaknya kalian jangan menjadi juri di dalam kehidupanku dengan mengatakan hal-hal yang tidak pernah kulakukan! "bujuk Viola lagi berharap mungkin di sekitar situ ada yang merasa simpatik kepadanya.


Papanya Viola menggelengkan kepalanya sebab menurutnya meskipun biola itu merupakan anak kandungnya sekali berbohong ya harus mendapatkan konsekuensinya, apalagi ia harus bisa mencari nama di hadapannya Hendra mungkin dengan begitu bisa mendapatkan posisi yang menguntungkan.


"Papa tidak bisa membela kamu jika memang Akhirnya kamu yang bersalah atau semua ini, jadi lebih baik akui saja Bukankah mengaku itu membuat kamu lebih bakalan tenang tidak akan ada timbul masalah yang baru lagi! " Viola sudah kehilangan sandarannya sebab sekarang terlihat Papanya Itu enggan membantu dirinya sama sekali.

__ADS_1


Adinda dari tadi Melihat harga tidak muncul untuk menjenguknya yang memilih untuk keluar meskipun jalannya masih terpincang-bincang, urusan dengan Viola biarlah semua yang mengatur toh sebenarnya Arga tadi itu hanya ingin memberikan pelajaran kepada wanita itu dan menurutnya yaitu semua sudah selesai tidak ada urusan yang panjang lagi.


__ADS_2