
Adinda sebenarnya ingin sekali tertawa ketika melihat wajah penasaran semua orang kepadanya saat ini, padahal kalau mereka mau bertanya ya Otomatis dirinya bakal dengan senang hati menjelaskannya supaya tidak ada yang penasaran ataupun bertanya-tanya panjang lebar.
Namun karena semua orang hanya melongok ya Adinda juga memilih untuk tidak peduli karena Bukankah dia harus menjawab pertanyaan yang ditanyakan, bukan harus langsung membicarakan secara langsung padahal orang lain terkesannya sepertinya Hanya penasaran saja tetapi tidak ada niatan untuk mencari tahu.
Devon mendekati Amel dan tidak terlalu pusing dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Adinda karena menurutnya itu semua merupakan hak wanita itu, Jadi kalau memang dia ingin bersikap seperti apapun yang diinginkan Ya terserah juga yang penting intinya ia tidak dilarang untuk dekat dengan anaknya.
"Halo anaknya Papa Bagaimana keadaannya, Jadilah anak yang berbakti dan juga dengarkan apa yang Mommy inginkan! Nanti kalau ingin sesuatu tinggal ngomong saja karena Papa bakalan dengan sukarela memberikan kepada kamu, Bila perlu semuanya tanpa terkecuali sampai-sampai rumah kita bakalan penuh dengan apa yang kamu inginkan! "ujar Devon sambil tersenyum membuat Adinda mendengus kesal karena ia tidak ingin anaknya menjadi seorang wanita yang manja besarnya dan juga tidak bisa diharapkan serta terkesan sebagai orang yang terlalu melebih-lebihkan apa yang dia punya.
"kamu jangan mengajarkan anakku hal yang aneh-aneh dong, masa iya dia masih lahir dalam hitungan beberapa jam saja kamu sudah mengatakan semua itu? Menikahlah mungkin supaya Terserah kamu mau memperlakukan anakmu layaknya Princess atau Ratu sekalipun terserah, yang penting intinya Amelia aku tidak boleh menjadi orang seperti itu yang menginginkan sesuatu hanya tinggal tunjuk jari karena aku ingin dia menjadi seorang wanita yang bisa berusaha! "tolak Adinda sambil memasang wajah cemberutnya soalnya sepertinya Devon itu hobinya hanya mencari masalah dengannya sampai-sampai tidak pernah mendengarkan apa yang ia katakan dan juga kata-kata protes yang selalu dirinya lontarkan.
__ADS_1
"Ya mau bagaimana lagi begitulah resiko mempunyai orang tua yang kaya raya Maka dari itu dia mulai dari sekarang siap-siap saja memakai sendok emas dalam kehidupannya, Dan aku harap kamu tidak boleh marah ataupun melarangnya karena Percuma saja aku kerja siang malam jika tidak digunakan oleh anak sendiri! "Ingatkan Adinda untuk tidak marah-marah karena kalau tidak wanita itu pasti bakalan teriak dengan kencang dan juga menyadarkan Devon Kalau tidak ada santan kental yang sedikit pun disumbangkan oleh pria itu sehingga terbentuklah yang namanya Amelia Putri yang kini sedang digendong oleh Adinda.
"Memangnya situ pernah nyumbang gitu setetes 2 tetes gitu, Perasaan melihat bentuknya saja kagak masa iya percaya diri sekali? "Sindir Adinda tetapi Devon mah Memilih Untuk santai saja soalnya mau menjawab seperti apapun Memang begitulah kenyataannya.
"Oh iya kalau misalnya kamu itu merupakan Mommy nya kemudian aku ini adalah Papanya sekarang pertanyaannya yang menjadi Daddy nya itu siapa, masa iya pria Kurang ajar itu kamu jadikan sebagai orang yang paling penting di dalam kehidupan anak kamu padahal dia saja tidak peduli dengan keberadaan kalian selama ini atau mungkin sekedar mencari tahu? "nah tuh kan sebelum orang lain bertanya Devon memilih untuk melangkahi mereka semuanya biar tidak menyesal nanti di kemudian hari karena memilih untuk memendam saja pertanyaan tersebut.
"Ya ampun Memangnya kamu pikir aku ini orang gila dari planet Mars sampai-sampai mau memaafkan manusia kurang ajar dan tidak punya hati nurani seperti dia, asal kamu tahu saja ya dia itu sudah aku anggap mati jadi otomatis orang yang menempati posisi itu bakalan datang ke sini kalau memang dia ingat dengan janjinya Tetapi kalau memang tidak ya sudah biarkan saja posisi Daddy itu mengambang di udara!"jelas Adinda sambil terkekeh geli ketika semua orang mengerutkan keningnya mendengar jawabannya lele yang ia berikan seolah-olah membiarkan semua orang itu pada berpikir dan juga penasaran.
"terlambat dan juga saya rasa tidak perlu Soalnya kalau orang mau membawa sesuatu tidak perlu harus ngomong dulu, Jadi kalau memang tidak ada niatan lebih baik jangan sombong deh di hadapanku. " omel Adinda kemudian memilih untuk memejamkan matanya mengikuti baby Amel tertidur.
__ADS_1
Di tengah laut tampak seorang pria yang tengah bersiap-siap untuk pulang Karena ia merasa yakin Sudah saatnya dirinya pulang setelah menghilang beberapa saat lamanya, karena dirinya yakin wanita yang selama ini selalu membuat dirinya pikiran siang dan malam dan juga yang membuat dirinya terpaksa menghilang pasti sudah melahirkan dan ia yakin dirinya merupakan orang terakhir yang mengetahui hal ini.
"Tuan Arga, apa tidak bisa digunakan selama setahun saja di sini? Soalnya tanggung loh Baru beberapa bulan langsung pulang padahal kan di sini tempatnya juga tidak buruk-buruk amat seperti di daratan, dan Lagian Kenapa Tuan Arga tidak membawa ponsel Padahal di sini kan jaringan selulernya begitu bagus dan juga otomatis pasti tidak merasa bosan? "ya memang Arga sengaja melakukan hal itu dengan tidak membawa alat komunikasi apapun itu karena menurutnya Ia sekarang ingin bertapa dan juga sekaligus menghilang ia tidak boleh dong terhubung dengan orang yang berada di daratan karena sama saja nanti membuat pikirannya terbagi dua dan akhirnya kembali dalam waktu sesingkat-singkatnya.
"saya ke sini itu bukan untuk bekerja hanya ingin merasakan suasana liburan seperti apa sih di tengah laut, Jadi kalau misalnya bertahan di sini selama setahun lebih rasa-rasanya calon istri saya pasti bakalan ngambek! "ujar Arga sambil bercanda.
"Wah wanita mana yang beruntung mendapatkan Tuan Arga ini, soalnya orangnya sudah ya rajin kemudian telaten dan juga anak orang kaya pokoknya pakai lengkap deh tidak seperti saya sudah buluk tetapi tidak ada yang bisa diandalkan. "begitulah kehidupan Arga di laut selalu saja dikelilingi orang baik yang mengajaknya ngobrol agar mungkin membuat dirinya tidak merasa bosan karena Biar bagaimanapun melakukan sesuatu hal yang monoton itu rasa-rasanya sangat menyebalkan.
"jalan hidup orang itu kan masing-masing tidak selamanya harus sama dan juga tidak selamanya orang kaya itu selalu memiliki nasib yang beruntung, saya juga nasibnya pasti suatu saat akan sama seperti yang Bapak alami hanya saja untuk sekarang ini mungkin belum terasa karena saya masih sendiri belum punya tanggungan dan sebagainya! "Arga tidak mau menjadi orang yang terlalu sombong hanya karena ingin membanggakan harta milik orang tuanya padahal Ia tidak ikut ambil bagian di dalamnya untuk menghasilkan harta-harta tersebut.
__ADS_1
"Tapi tetap saja garis kehidupan Mas Arga itu beda dengan kami, karena Kalau kami tidak kerja 1 hari pun pasti anak istri kami bakalan kelaparan di rumah sedangkan Tuan Arga mau libur selama setahun pun tidak ada orang yang bakalan mengeluh lapar!" Jelas pria yang merupakan asisten dari keluarganya Arga selama berada di lautan tersebut dan juga pria yang selama ini menemaninya berbagi keluh kesah dan juga berbagi beban hidup agar terasa lebih ringan dan juga agar terasa lebih menyenangkan daripada tidak punya lawan bicara sama sekali pasti rasanya monoton karena hanya tidur bangun makan dan juga bekerja sesuatu hal yang setiap hari hanya berulang kali karena mereka hidup di lautan bukan di daratan.
"Nah tuh sudah ada helikopter yang datang, Selamat jalan ya hati-hati kalau mau melakukan sesuatu di deretan usahakan untuk tetap mengutamakan keselamatan diri sendiri. karena Biar bagaimanapun sekali-kalinya orang nyawa itu tidak bisa dibeli, maka dari itu mewaspadai lebih dulu lebih baik daripada sudah terjadi baru menyesalinya karena kesempatan kedua itu jarang sekali terjadi!"jelas pria tersebut sambil merangkul bahu Arga.