SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Sakit


__ADS_3

" apa? Mama sakit, Oke aku sama papa akan pergi ke sana sekarang juga karena Kebetulan aku sudah selesai ujian! " begitulah percakapan yang terjadi antara Daffa dan juga Anita di seberang setelah 2 minggu permasalahan yang terjadi antara Kevin dan juga Adinda.


Daffa terlihat terburu-buru mengemasi semua pakaiannya maksudnya tidak semuanya sih hanya beberapa potong saja, lalu segera itu menyeret kopernya keluar kamar dan membangunkan Kevin karena Biar bagaimanapun Papanya Itu harus pergi dengannya Sekarang juga ke Jepang untuk memastikan keadaan Mamanya di sana Apakah baik-baik saja atau tidak.


Rani yang kebetulan hari ini juga bersiap untuk pergi menatap penuh keheranan ke arah cucunya yang terlihat sudah bersiap diri seolah-olah mau pergi ke mana begitu, padahal tadi katanya mau ikut mengantarkan dirinya ke kampung tidak mungkin kan sekarang tiba-tiba memutuskan berubah seperti itu?


"dafa kamu mau minggat dari rumah atau apa sih sampai-sampai sudah menyeret koper segala, kalau kamu mau minggat lebih baik pergi tinggal sama kakek dan nenek di kampung daripada kamu harus keliaran di luaran sana tidak ada aturan?"tanya Rani yang ingin mencegah cucunya itu kalau sampai berbuat nekat Lagian masalah antara orang tua dan anak itu sebenarnya Masalah sepele saja bisa diselesaikan kalau saling bicara satu sama lain.


dafa menatap penuh keheranan ke arah neneknya itu yang menurutnya terlalu menciptakan banyak drama dalam hidupnya, pertanyaannya tadi Apakah ia mengatakan bahwa akan mengingat atau akan kabur dari rumah itu perasaan ia tidak mengucapkan sepatah kata pun tetapi kenapa pemikirannya malah aneh?


"Aduh nenek kalau ngomong jangan sembarangan deh aku lagi ada urusan ini sama papa dan urusan ini sangat penting sekali tidak bisa ditunggu lagi, karena mama Anisa ada sakit di Jepang tadi ditelepon sama tante Nagumi maka dari itu aku dan Papa harus pergi ke Jepang sekarang juga!" ujar Daffa lalu mengetuk eee maksudnya sih bukan mengetuk tapi menggedor karena kalau ketukan saja ya Otomatis Kevin tambah terlelap dalam tidurnya apalagi sekarang masih pukul 07.00 pagi dan merupakan hari libur.


Kevin sebenarnya sudah bangun hanya kali ini dirinya memilih untuk men-scroll akun sosial milik keluarganya Adinda mulai dari anaknya Amelia kemudian Arkan dan juga suaminya serta milik wanita itu sendiri, pria itu terlihat begitu kepo dengan urusannya Adinda apapun itu yang penting intinya dirinya tahu Adinda kemarin melakukan apa kemarinnya lagi melakukan apa Dan mungkin Adinda berencana pergi ke mana Biar dirinya bisa ikut mereka secara diam-diam.


dirinya begitu terganggu dengan gedoran pintu di depan membuat ia yakin kalau itu merupakan kelakuan anaknya yaitu Daffa yang selalu saja tidak sabar ketika ia terlalu lama membukakan pintu, sekarang pertanyaannya mau buru-buru melakukan apa sih di pagi hari begini sedangkan rencananya mereka mengantarkan Rani pulang itu saja di pukul 10.00 pagi sedangkan sekarang masih pukul 07.00 masa iya melakukan sesuatu secara terburu-buru padahal sebenarnya masih panjang waktu yang dimiliki?


" aduh anak kecil satu ini hobinya hanya mencari masalah dengan orang tua, memangnya Dia pikir aku tidak capek selama semingguan ini bekerja dan hari ini ingin istirahat tapi malah diganggu? "Omel Kevin tetapi mau tidak mau membuka pintu karena Takutnya nanti gitu engsel pintu bisa lepas loh dari tempatnya kalau sampai dia terus seperti itu.


Kevin menatap penuh emosi ke arah Daffa yang terlihat sudah rapi dan juga bisa dibilang sepertinya sudah bersiap-siap untuk pergi, sedangkan Rani masih menggunakan daster kesayangannya dan juga terlihat baru mau membereskan Semua barang-barang yang akan dibawanya bukan seperti anaknya Dafa yang terlihat begitu antusias atau apalah itu tetapi ada wajah kepanikan di dalamnya.

__ADS_1


" Kamu kenapa sih ganggu Papa pagi-pagi begini, Memangnya kamu pikir Papa ini tidak capek jadi harusnya tidak boleh istirahat sama sekali dan juga mungkin sedikit molor gitu? "tanya Kevin emosi tetapi Daffa langsung mendorong tubuh Papanya Itu menuju ke kamar mandi agar segera mandi dan membersihkan tubuhnya lalu segera itu bersiap diri untuk mereka pergi.


"Papa lebih baik langsung mandi tidak usah banyak berbicara Aku minta maaf kalau terlalu cerewet tetapi Intinya kita harus pergi ke Jepang saat ini juga, karena tadi tante Nagumi menelepon katanya Mama Anita sakit keras dan lagi di ruang ICU jadi Tolong Papa aku mohon sekarang hentikan segala macam tentang tante Adinda tetapi tolong lebih utamakan Mama! "ujar Daffa membuat Kevin hanya menggelengkan kepalanya Karena sejujurnya kalau soal Anita itu bukan merupakan tanggung jawabnya seharusnya wanita itu bersyukur karena ia mau merawat Daffa menganggapnya sebagai anak dan juga mau membesarkannya Padahal jelas-jelas dafa itu bukan merupakan darah dagingnya.


" Ibu nanti tolong siapkan sarapan ya soalnya aku lapar banget nih tadi malam tidak bisa tidur Soalnya terlalu memikirkan Adinda, kamu kalau mau pergi ya sudah pergi saja Tetapi kalau mau menunggu Ya sudah tunggu karena Papa lapar dan belum sarapan serta kamu juga usahakan yang sehat jangan terlalu panik nanti ikutan jadi penyakit Siapa yang mau mengurus siapa? "ujar Kevin yang memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi dan langsung mandi sedangkan Daffa menatap nanar ke arah pintu kamar mandi yang sudah ditutup dari dalam itu karena sepertinya Kevin tidak terlalu panik dan juga tidak terlalu memikirkan keadaan Anita buktinya Respon yang diberikan terlihat biasa saja seolah-olah tidak terjadi apapun yang begitu membahayakan nyawa dari seorang wanita yang merupakan namanya itu.


" Daffa, benar apa yang dikatakan oleh papa kamu sebelum kalian jalan usahakan sudah sarapan dengan benar Lalu setelah itu bolehlah Kalian pergi Soalnya kalian itu sehat tidak boleh memaksakan diri sampai akhirnya jatuh sakit nanti mama Anita Siapa yang mengurus coba? " bujuk Rani yang sebenarnya tidak setuju dengan pemikiran Kevin hanya saja ia berusaha mengalihkan pemikiran Daffa agar maksudnya tidak berpikir kalau Papanya Itu sebenarnya enggan untuk pergi ke Jepang bertemu dengan Anita mamanya.


Dafa menuju ke meja makan dengan langkah kakinya yang lemas karena Percayalah ia terkadang menyesali sikapnya yang lebih memilih mengikuti Kevin dibandingkan tinggal bersama dengan Anita, karena memang saat dirinya mengikuti Papanya Itu juga atas permintaan Anita sebab wanita itu berharap agar dengan tinggalnya Daffa bersama Kevin membuat pria itu bisa membuka hati untuknya dan juga bisa menerima kehadirannya dalam hidupnya.


" aku bakalan datang Mama dan tidak akan pernah meninggalkan Mama lagi, Papa susah sekali mah untuk dibilang agar membuka hati dan sepertinya kita tidak boleh memaksakan kehendak karena setiap orang punya keinginan masing-masing dalam hidup, "batin Daffa yang terlihat begitu frustasi terlihat begitu sendu dan juga sangat putus asa karena Anita sakit dirinya tidak ada di sampingnya padahal tugas seorang anak laki-laki adalah menjaga mamanya ketika Papanya tidak ada namun apa yang terjadi dalam hidupnya ia bukannya menjaga Anita malah pergi bersama dengan Kevin dan membiarkan wanita itu di negeri asing untung juga ada Nagumi kalau tidak bisa panjang kan urusannya nanti?


" pagi bu, sarapannya sudah siap? kalau sudah siap Ayo kita semua sarapan soalnya aku lapar banget, Lalu setelah ini aku harus urus izin cuti dulu di rumah sakit nanti baru Setelah itu kita bisa pergi! "jelas Kevin membuat Dafa menghempaskan begitu saja sendok yang sudah ada di dalam pegangannya.


Daffa menatap tidak suka ke arah Kevin yang menurutnya terlalu bertele-tele Dan juga mungkin sengaja mengulur waktu, Padahal tadi ia sudah mengatakan kalau mereka dalam keadaan terburu-buru dan tidak bisa menunggu lagi untuk pergi menemui Anita saja tidak terlihat panik seperti dirinya.


" papa itu maunya bagaimana sih, kok bisa-bisanya malah mengulur waktu seperti ini ? kalau memang tidak ada niatan untuk pergi ya sudah jujur saja biar aku sendiri yang pergi ke sana, jangan malah mempermainkanku seperti ini Padahal Tahu sendiri kan aku lagi panik sekarang? "tanya Daffa tidak terima.


Kevin menatap ke arah anaknya itu dengan Tatapan yang sulit diartikan karena menurutnya Dafa yang tidak pernah paham dengan kondisinya, anak itu maunya dimengerti tetapi balik untuk mengerti kondisi orang lain itu tidak pernah sama sekali ya kalau bisa dibilang egois ya memang mereka masuk dalam salah satu kriterianya.

__ADS_1


" sekarang pertanyaannya Papa sengaja mempermainkan kamu itu di bagian mananya, bukan ke keluarga Mama kamu itu yang sengaja mempermainkan Papa selama ini tetapi lihatlah apa-apa itu orangnya santai sabar dan juga malas tahu Jadi mungkin karena itu mereka terus-menerus melakukannya? kamu kalau tidak paham apapun dan mengerti hanya menurut versinya kamu lebih baik tidak usah bicara sama sekali, karena apa yang kamu bicarakan itu hanya ingin membenarkan kalau sebenarnya Papa itu harus selalu berkunjung kepada Mama kamu tapi sebenarnya hubungan kami tidak Sedekat Itu," jelas Kevin yang benar-benar sudah habis kesabarannya kalau berurusan dengan keluarga Firman sebuah pria itu saja tidak pernah peduli dengannya serta Rani masa iya segala macam keturunannya harus dirinya yang mengatur.


" Ya sudah kalau memang tidak mau aku bakalan pergi sendiri karena aku juga sudah besar Jadi bisa tahu ke mana arah tujuanku yang sebenarnya, tidak usah memaksakan diri nantinya hanya akan membuat semua jadi tidak nyaman, " Lirih Daffa yang tidak mau kalah lalu memilih untuk pergi dari situ.


" tidak ada juga yang menyuruh kamu pergi sendirian Tetapi hanya permintaan bapak itu lebih bersabar sedikit sampai semua urusan di sini kelar baru kita pergi, Soalnya Memangnya kamu bisa pastikan Kapan kita akan kembali ke sini sedangkan kondisi mama Kamu itu seperti begitu? " cecar Kevin.


Rani yang dari tadi mau milih untuk menjadi pendengar saja sebenarnya membenarkan apa yang dikatakan oleh anaknya itu, karena menurutnya pekerjaan Kevin di sini juga merupakan mata pencaharian yang terutama Jadi kalau misalnya dirinya tinggal nyelonong pergi begitu saja kalau ada apa-apa siapa yang bakalan tanggung jawab?


apalagi di zaman yang serba modern seperti ini ketika semua orang sudah menganggap pendidikan itu penting terkadang mencari pekerjaan tanpa susah, jadi jika sudah didapatkan seharusnya pekerjaan itu lebih dihargai kemudian sebelum melakukan sesuatu ya pertimbangan utamanya ya hal itu.


"sepertinya kamu memang harus banyak bersabar dan berdoa saja semoga kakek sama nenek kamu yang keras kepala dan juga susah diatur itu sudah ada di sana, karena sebenarnya tanggung jawab apa kamu itu hanya menjaga kamu tidak ada sangkut pautnya dengan mama kamu karena mereka memang bukan sepasang suami istri Jadi harus saling memperhatikan satu sama lain! Mama kamu itu adalah tanggung jawab kedua orang tuanya tetapi lihatlah kan sampai sekarang mereka tidak pernah peduli, maka dari itu lebih baik kamu jangan terlalu panik Soalnya di sana juga dia sudah ditangani dengan begitu baik nanti juga pasti akan menyusul, " bujuk Rani dan akhirnya Daffa memilih untuk melanjutkan kegiatannya tadi meskipun ada sedikit rasa dongkol di dalam hatinya.


Rossa dan juga Firman hari ini kebetulan baru pulang dan ketika sampai di rumah mereka dikejutkan dengan berita yang disampaikan oleh asisten rumah tangga, Kalau Putri mereka yang bernama Anita sedang sekarat dan tidak ada orang yang menemaninya selain dari temannya Waktu kuliah dulu.


" Bibi dengar berita ini dari mana, Kalau ada orang yang hanya ingin mengambil keuntungan ya biarkan saja? Lagian sakit dulu baru cari orang tua semasa dia senang ke mana saja, jangankan menghubungi orang tuanya sendiri menganggap kehadiran mereka saja tidak? "Rossa tetap ada pendiriannya kalau anak membangkang maka Orang tua harus lebih pembangkang lagi tidak perlu harus terlalu mengikutinya.


" tadi ada telepon masuk langsung dari sana menggunakan ponselnya Non Anita dan mengatakan kalau dia sedang dalam keadaan sekarat, katanya kalau tidak percaya silakan menyusul saja untuk memastikan secara langsung karena mereka juga tidak bisa 100% menunggunya setiap saat, " jelas asisten rumah tangga tersebut membuat Rossa hanya menghela nafasnya kasar.


" nanti sajalah setelah aku selesai beristirahat kalau memang ada perubahan pikiran nanti bakalan aku katakan Tetapi kalau sekarang otakku sudah tidak berfungsi dengan benar dan biarkan saja anak itu mendapatkan karmanya, dan kamu Mas jangan coba-coba memaksaku untuk pergi sekarang juga karena itu tidak akan pernah terjadi dan aku juga orangnya tidak suka mengambil keputusan secara terburu-buru, "Rossa tidak peduli dengan tatapan tidak percaya sama orang yang ada di situ kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2