
Firman jelas-jelas tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Ningsih barusan sebab menurutnya wanita itu hanyalah orang asing yang tidak sepantasnya ikut campur dalam urusan rumah tangganya, kalau misalnya mau ikut campur Nanti saja setelah dirinya pulang karena dengan begitu mereka bebas mau berbicara apa saja yang penting intinya ia tidak ingin mendengarkan perbincangan mereka dalam bentuk apapun itu.
pria tersebut memicingkan mata menatap ke arah Ningsih dengan Tatapan yang sangat tidak suka Tetapi wanita itu memilih untuk bodo amat, Bukankah apa yang dia katakan itu memang sesuai dengan kenyataan Bukan terkesan mengada-ada atau memutarbalikkan fakta hanya untuk mendapatkan sebuah kebenaran yang diinginkan.
" kenapa lihat-lihat, ada yang aneh sama tubuhku? Oh pasti kamu penasaran kenapa sih wanita tersakiti seperti kami itu tubuhnya selalu Makmur, Ya jelas untuk apa memikirkan sampah yang seharusnya dibuang pada tempatnya bukan malah memungutnya kembali karena ada hanya menimbulkan bau bangkai! " Sindir Ningsih tidak masalah dong jika mengeluarkan kata-kata yang kurang ajar jika memang kata-kata tersebut membuat orang-orang yang tidak punya Attitude baik di dalam hidupnya Paham bagaimana caranya seharusnya memperlakukan seorang wanita di dalam rumah tangga.
Rani memilih untuk bungkam tidak ada niatan untuk menimpali ataupun sekedar mencegah agar tetangganya itu stop mengoceh, karena menurutnya tidak masalah Ningsih mengatakan semuanya itu karena itu sama saja dengan menjadi perwakilan dari apa yang ingin Ia sampaikan.
" Tante, sudah ya Bukankah permasalahan antara papa dan juga tante Rani itu sudah selesai Kenapa sih harus diperpanjang lagi? Memangnya apa yang kurang dari tadi pembahasannya sampai-sampai sepertinya masalah ini belum kelar juga, kalau memang iya ya sudah kita duduk terus ngomong nggak perlu harus di jalan seperti ini kan yang ada kita bakalan menjadi bahan tontonan semua orang loh, "jelas Anita soalnya benar saja sekarang di sekeliling rumah Rani itu sudah mulai banyak tetangga yang berdatangan soalnya mereka selalu heboh dan juga selalu kepo urusan orang lain.
Rani akhirnya sadar kalau tetangga sekitar rumahnya ternyata sudah keluar dari tempat persembunyian mereka, terbukti sekarang Bahkan mereka mulai mencibir ada yang menatap penuh rasa kasihan kepadanya pokoknya dengan berbagai macam ekspresi yang bisa terbaca dengan jelas yang penting intinya pasti yang buruk-buruk selalu mereka ucapkan untuknya.
Kevin jelas saja tidak terima ketika melihat ibunya seolah-olah dihakimi menjadi seorang wanita yang tidak punya harga diri sama sekali, semua orang itu terkadang hanya melihatnya saja tetapi tidak tahu duduk perkaranya Seperti apa dan akhirnya menjadi juri untuk kehidupan orang lain.
"kalian untuk apa lihat-lihat? Setelah dari sini kalian bakalan menceritakan tentang keluarga kami, Memangnya untuk kalian itu apa kalau menceritakan tentang keadaan orang lain? urus saja keluarga masing-masing entah baik atau buruknya yaitu urusan masing-masing juga, memangnya kalau keluarga kami bermasalah beras di rumah kalian juga bakalan berkurang?" omel Kevin tidak terima bahkan pria yang biasanya kalem kali ini lebih cerewet hanya ingin agar ibunya tidak menjadi bahan ceritakan satu kampung.
"Idih sekarang anak-anaknya ikutan membela ibunya yang jelas-jelas menjadi wanita yang tidak baik-baik makanya ditinggalkan oleh bapaknya sendiri, Makanya Bu Jadi wanita itu setidaknya jangan terlalu menuntut apa yang diberikan oleh suami ya sudah diterima saja nanti kalau terlalu banyak menuntut ya jangan menyesal kalau dia bakalan cari yang baru! " ujar salah satu tetangga yang berada di situ membuat Ningsih merasa tidak terima karena versi ceritanya bukan seperti itu.
" Memangnya situ pernah dengar kalau Rani meminta berlian atau rumah gedongan sampai-sampai pria itu tidak bisa membelinya dan akhirnya membeli untuk kabur, kalau tidak tahu apa-apa pun lebih baik jangan bicara karena nanti nggak bisa menimbulkan fitnah Loh? emangnya situ lupa kalau di dunia ini ada hukum yang mengatakan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan, jadi jangan sekali-kali deh melakukan hal itu lebih baik urus tuh suami di rumah! " ujar Ningsih yang kali ini memilih untuk menjadi tamengnya Rani soalnya wanita itu sepertinya shock Bayangkan saja baru bertemu dengan suaminya setelah puluhan tahun meninggalkannya eh datang-datang malah melayangkan talak.
__ADS_1
" Ningsih, kamu Ya jelas membela dia soalnya kan kalian itu satu server! sama-sama ditinggal sama lakinya kemudian memilih menikah sama wanita lain, alhasil sekarang kan kalian satu pemikiran padahal sebenarnya yang salah di sini itu siapa sih? " Rani sudah capek ketika disudutkan seperti begini berusaha kuat di saat yang tidak tepat itu Percayalah sangat begitu menyiksa.
" sudah selesaikan urusan kamu di sini tidak ada lagi kan yang harus kita bahas, atau belum cukup kamu mempermalukan saya dan setelah itu kamu pergi kembali ke kota mau meninggalkan saya di sini menanggung malu atas cibiran semua Tetangga? Lain kali kalau memang merasa diri tidak bisa menyelesaikan sebuah masalah karena Yang ada malah menimbulkan masalah baru, lebih baik tidak usah datang sekalian soalnya hidup saya sudah lebih baik dan juga lebih nyaman dan tenang ketika tidak ada kamu di sini! "usir Rani yang penting intinya nafkah untuk Kevin tidak akan pernah dilupakan oleh Firman sebab Biar bagaimanapun anak itu merupakan darah dagingnya terlepas dari status mereka saat ini hubungan antara ayah dan anak itu tidak akan bisa terputus.
" saya sudah mentransfer Seperti yang saya katakan tadi dan ingat seperti yang kamu katakan kalau urusan kita memang sudah selesai, besok lusa saya tidak pernah melihat kamu muncul di rumah saya kemudian mengacaukan hidup saya dan juga istri saya saat ini karena Biar bagaimanapun saya tidak akan pernah mau berhubungan kembali dengan wanita di masa lalu seperti kamu! Oh iya untuk soal anak ini saya juga tidak akan pernah mengakui dia sebagai darah daging saya, Karena bagi saya dari dulu sampai sekarang anak saya itu hanya Anita tidak ada yang lainnya Jadi kalau misalnya kalian tidak menyertakan Nama saya saat pengurusan berkas-berkas kependudukannya pun saya tidak merasa rugi! "penolakan yang dilakukan oleh Firman itu sungguh sangat membuat Kevin membungkam karena menurutnya lebih baik ditolak oleh orang luar dibandingkan oleh orang tua sendiri karena rasanya sangat berbeda.
"papa itu ngomong apa sih? kalaupun aku tidak menjadi menikah dengan Kevin pun tidak masalah jika memang Kami adalah saudara, tetapi Tolong jangan menyangkal anak sendiri soalnya dia datang ke dunia ini jika tidak ada apa-apa ya tidak mungkin dong dia ada! " Anita kali ini memilih untuk legowo tidak terlalu mempermasalahkan statusnya dan apapun itu sebab menurutnya hidupnya sudah ribet untuk apa dibikin tanpa susah.
Firman menarik tangan Anita setelah memberikan apa yang Ia janjikan tadi kepada Rani dan juga kepada Kevin itu, tidak ada raut wajah bersalah yang ditampilkan oleh pria tersebut seolah-olah keputusan yang ia ambil ini merupakan sebuah keputusan yang paling benar selama hidupnya.
" Kevin, biarpun kamu tidak punya bapak tetapi setidaknya ada ibu yang bakalan selalu menjaga dan juga merawat kamu serta menggantikan posisi yang hilang itu! kita sudah terbiasakan hidup begini Dari dulu Jadi untuk apa menangisi orang yang memang benar-benar tidak ingin berada di tengah-tengah kita, Lagian Apa sih yang bisa kita banggakan sampai membuat dia bakalan betah hidup kita saja sudah susahnya minta ampun? " Rani terlihat tertawa miris ketika menatap ke arah punggung Firman yang sudah semakin menjauh dan kini sudah mendekati mobil mereka.
Ningsih mendekati sahabat karibnya itu yang merupakan orang satu perjuangan sama-sama ditinggal oleh suami dan juga sama-sama menjadi seorang single parent, sebab menurutnya ini adalah keputusan yang tepat hanya saja sayang karena menjadi janda di usia yang sudah tua itu akhirnya pasti tidak akan menikah lagi soalnya statusnya berubah terlalu terlambat.
" sumpah dulu kalau misalnya aku yang bertemu manusia seperti itu lebih dulu Sudah bakalan aku ungsikan ke pedalaman yang jauh, soalnya ngomongnya tadi itu loh Sungguh sangat menyakiti hati masa iya tidak punya perasaan sama sekali? " sinis Ningsih karena ia menjadi saksi setiap kata-kata yang dikeluarkan oleh Firman mulai dari melakukan kekerasan kemudian penghinaan Dan intinya sebagainya.
" Ya ampun Astaga Ningsih bisa tidak jangan jadi provokatif, mengikuti pemikiran sendiri saja sudah bikin Aku mumet masa iya kamu tambah lagi! Biarkan saja dia mau bersikap seperti apa soalnya kan kebiasaan orang-orang kalau sudah mengalami perubahan dalam hidup itu ya seperti begitu, Itu belum kena batunya saja karena sekarang hidupnya masih adem anyem Coba kalau misalnya sudah Melarat ya sama seperti kita bakalan meringis! "Rani memilih untuk positif thinking soalnya semua sudah terjadi Mau menangis pun tidak akan mungkin membalikkan waktu menjadi lebih baik menerimanya saja dengan lapang dada.
"oh Iya Kevin jangan kemana-mana lagi ya biarkan urusan Adinda itu menjadi urusan mereka kita sudah tidak usah ikut campur, nanti kalau misalnya kamu mau bertemu dengan anakmu kita bisa bertemu secara diam-diam soalnya status kita memang tidak akan pernah bisa menang jika sampai menggugat anak itu! " Rani tidak ingin anaknya terpuruk dan merasa dirinya mewarisi sikap Firman yang dengan Teganya menelantarkan anak sendiri Bahkan sampai-sampai tidak mengakuinya.
__ADS_1
"terkadang kalau ngomong doang bilang kita baik-baik saja padahal itu sebenarnya sedang berbohong, Aku kadang-kadang merasa buruk seperti yang dilakukan oleh manusia satu itu terhadap aku dan juga Ibu! " ujar Kevin yang sedikit pesimis kalau Amelia suatu saat bakalan memaafkan dirinya.
" Oh iya itu wanita bule yang dari tadi Bengong di belakangnya Ibu Kamu urus deh Bagaimana caranya agar tidak ada penampakan aneh di hadapanku lagi, kalau misalnya dia bertanya tadi kita ngapain ribut-ribut Bilang saja lagi ada rapat dadakan mungkin dengan begitu dia bakalan paham! " Nagumi memang tidak menimpali perkataan semua orang tidak bergerak untuk mengatur ataupun membantu dirinya hanya saja wanita itu sepertinya paham kalau sebenarnya keluarganya Kevin sedang bermasalah.
" Ya ampun gara-gara ngurusin Firman saya sampai lupa mau tanya itu siapanya Kevin sih sampai nekat datang ke kampung seperti ini, sudah begitu dia sepertinya bukan produk lokal deh Kayaknya tidak pernah lihat selama ini? "tanya Ningsih yang akhirnya sadar dengan keberadaan Nagumi soalnya wanita itu ya Dari tadi sudah seperti patung.
"Dia itu hanya bule nyasar yang pengen liburan di sini tapi karena tidak punya teman ya akhirnya nebeng sama Kevin, Memangnya kamu pikir saya mau punya menantu bule yang ada sayang ngomong apa dianya melaksanakan apa kan akhirnya ribet! "jelas Rani karena memang ia sudah mengalami beberapa menit yang lalu ketika menyuruh Nagumi untuk masuk beristirahat dalam kamar Tetapi wanita itu malah menuju ke dapur untuk mencari makan.
maklumlah emak-emak berdaster mana sempat untuk belajar bahasa, tidak sempat belajar begituan karena hanya bisa ngurusin anak sama dapur.
"Tetapi kalau diperhatikan sebenarnya tidak buruk-buruk amat sih hanya tinggal kamu ajarkan dia siang malam pasti juga bakalan paham apa yang kamu bilang, makanya jadi orang itu jangan belum mencoba sudah menyerah lebih dulu ya sama saja kalah sebelum bertanding! "Ningsih malah memberikan semangat kepada Rani agar menerima Nagumi sebagai menantunya.
Kevin mau tidak mau mengikuti apa yang diinginkan oleh ibunya yaitu kembali ke dalam rumah dan beristirahat, kalau soal Nagumi wanita itu kan sudah besar ya otomatis bisa mengurus diri sendiri masa iya segala sesuatunya harus dibilang.
firman dan Anita kini memilih untuk kembali ke kota karena mereka harus bertemu dengan Rossa, sebab wanita itu pasti benar-benar menunggu kejelasan dari hubungannya firman dan juga istrinya yang pertama yaitu Rani kira-kira sudah ada penyelesaian yang cocok atau belum.
"kamu Kenapa tadi malah membela mereka? padahal seharusnya yang kamu bela itu adalah apa yang selama ini sudah mengurus kamu dan juga tidak pernah meninggalkan kamu dalam keadaan terpuruk, mereka itu kebiasaannya seperti begitu semakin dikasihani semakin besar kepala jadi nanti akhirnya susah sekali untuk dibilangin? "Firman tidak terima ketika anaknya tadi malah membela Rani padahal seharusnya memojokkan wanita itu agar tidak semakin kurang ajar kepadanya.
" Ya habisnya Papa juga keterlaluan main kasar sama dia padahal dia saja ngomongnya baik-baik, untung juga tadi masih bisa diajak kompromi kalau tidak Mereka punya bukti loh yang bisa menuntut papa karena perbuatan yang tidak menyenangkan! "sahut Anita tidak mau kalah karena memang sejatinya seperti itu tadi Firman sudah sangat di luar kendali sampai-sampai tidak memikirkan dengan begitu baik apa yang sudah ia lakukan.
__ADS_1