
Daffa memang sengaja melakukan semua itu karena ia ingin membagikan perasaan yang lain kepada Arfan sebab sebenarnya dirinya tahu kalau pria itu juga menyukai Amelia, namun satu kebodohan yang dilakukan oleh Arfan yaitu bukannya mengatakan perasaannya kepada Amelia malah berpacaran dengan wanita ular di sekolah itu.
Amelia pasti sengaja menghindari Irfan hanya karena keinginannya tidak ingin ribut dan juga merusak citranya saat bersekolah yang ingin menjadi sosok murid teladan, namun satu yang Dafa syukuri yaitu ternyata Amelia secara tidak langsung mau berdekatan dengannya dengan cara menghindari Arfan.
" kamu kalau tidak fokus kepada penjelasan Ibu Ekawati terus hanya menatap ke arahku Maka jangan menyesal kedua bola mata itu bakalan aku colok pakai pulpen, datang ke sekolah itu buat belajar bukan mau menjadi seorang tukang pukul dan juga tukang polos serta tukang tukang yang lain lah! " bisik Amelia yang didengar jelas oleh Daffa membuat pria itu tidak ingin menahan tawanya.
Hahaha...
suasana di ruangan kelas yang tadinya sunyi tidak ada yang berbicara sama sekali karena fokus dengan penjelasan di depan kelas malah langsung terkejut dengan tingkah yang dilakukan oleh Daffa tadi, Bagaimana tidak saat suasana sedang serius yang ada pria itu malah tertawa tidak jelas dan terkesan seperti sedang bermain-main dengan seseorang.
Ibu Ikawati menjadi emosi dengan kelakuan dari Dafa sebab anak itu selalu saja seperti itu ketika dirinya sedang mengajar serius, terkesan seperti tidak menghargai perjuangannya untuk membuat semua orang di dalam ruangan itu pintar dan menjadi berguna kedepannya.
" Daffa kamu mau supaya nilai kamu di pelajaran Fisika menjadi D akibat kelakuan kamu yang tidak mau menghargai ajaran yang sudah saya berikan di depan kelas, atau kamu mau sukses ngomong sama wali kelas kamu agar diskon dan dengan begitu kamu bakalan kapok sebab banyak materi yang ketinggalan dan saat belajar nanti kamu akan kesulitan? " tanya Ekawati yang benar-benar Jengah dengan muridnya yang satu itu yang susah sekali diatur padahal sudah banyak sekali guru-guru yang menasehatinya tetapi sepertinya tembus telinga kanan lanjut ke telinga kiri dan habis.
" ya memang dia sangat mengganggu maka dari itu saya meminta ibu guru untuk mengembalikan Amelia ke tempat ini karena Bukankah dia itu merupakan salah satu murid berprestasi, daripada nantinya dia yang kebiasaannya fokus malah menjadi gadis Badung akibat bergaul dengan pria aneh dan tidak jelas yang berada di sampingnya itu! "Lagi Dan Lagi Arfan mencoba untuk memprovokasi Ekawati agar mau mendengarkan saran yang diberikannya soalnya Ia memang tidak tega ketika melihat Amelia dekat dengan pria lain.
" kamu pikir Sekarang saya sedang mempengaruhi dia agar tidak boleh belajar dan lebih baik keluar untuk bolos, kalau tidak tahu apapun lebih baik tidak usah bicara sama sekali karena nanti adanya Hanya mengundang masalah! Oh iya satu lagi tadi itu kalian saja yang tidak mau tertawa padahal ada penjelasan ibu guru yang sedikit lucu, jadi jangan salahkan aku dong kalau Akhirnya bisa duduk bareng bersama dengan Amelia dan juga Kamu sepertinya terlalu sibuk dengan urusan orang lain Emangnya kamu tidak punya urusan sendiri? " ujar Daffa sambil tersenyum mengejek ke arah Arfan yang dari tadi sepertinya Tengah menabuh genderang perang di antara mereka berdua.
" Ibu bisa lanjutkan saja penjelasannya dan Anggap saja kedua ekor manusia itu tidak ada sama sekali di sini, karena dari tadi hobinya berdebat saja membuat saya pusing sendiri padahal entah Hal apa yang mereka perdebatkan? "tawar Amelia sebab memang harus seperti itu dirinya datang ke sekolah buat belajar bukan mengingat hal lain hanya Arfan dan juga Dafa saja yang terkesan terlalu berlebihan dalam bersikap padahal dirinya saja tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.
Daffa mengacungkan kedua jempolnya pertanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh Amelia barusan kalau seharusnya mereka itu fokus belajar bukan malah saling menjatuhkan satu dan yang lainnya, hanya di sini yang terlalu sibuk dengan keduanya adalah Arfan di bangku belakang yang dari tadi menatap tidak suka ke arah Dafa mungkin karena sedang duduk berdekatan dengan wanita cantik.
__ADS_1
kamila dari tadi tidak bisa berbuat banyak padahal menurutnya Ia juga sedikit tidak menyetujui ketika Amelia yang memilih untuk pindah tempat duduk, dan lebih parahnya lagi tempat yang ingin Ia tuju yaitu di sampingnya Daffa Padahal selama ini setiap kali mereka bertemu hasil akhirnya akan selalu berdebat dan juga bertengkar Tetapi entah mengapa Amelia malah memilih untuk melakukan keputusan ekstrem seperti itu'
Arga saat ini tengah menerima pasien yang umurnya sebenarnya kalau bisa dibilang sedawar dengannya, dan pasien itu pun dari tadi selalu memperhatikan dirinya membuat pria itu jadi kebingungan Takutnya nanti Adinda tahu dan akan merasa salah paham.
sebab Adinda sebenarnya berada di ruangan sebelahnya Arga jadi takutnya jangan sampai istrinya itu malah berpikiran yang tidak-tidak, jadi seharusnya ia sepertinya meluruskan keadaan ini agar berharap wanita itu segera pergi dari ruangannya.
Sebelum Arga berbicara wanita itu malah lebih dulu mengucapkan sebuah kata-kata yang membuat Arga kebingungan, sebab selama ini ya memang tidak pernah bertemu dengannya dan juga tidak pernah Mengenali wanita itu.
" kamu itu adalah dokter Arga Erlangga yang merupakan suami dari dokter Adinda Putri Baratayuda yang dulu merupakan teman sekelas, Akhirnya saya bersyukur karena bisa bertemu dengan orang yang selama ini sudah membuat saya merasa penasaran dan mungkin sebentar lagi saya akan bertemu dengan istri kamu dan ingin melihat dirinya secara langsung kira-kira benar tidak seperti yang dikatakan orang itu kepada saya! "jelas wanita itu membuat harga yang tengah memeriksa keadaan tulang wanita itu langsung menghentikan kegiatannya.
" Maaf Nyonya tetapi tidak mengurangi rasa hormat saya bisakah untuk tidak membahas masalah pribadi saat bersama orang asing, dan satu lagi saya tidak akan pernah mengizinkan ada orang lain yang dengan maksud tertentu untuk menemui Adinda! "jelas Arga yang sedikit meninggikan nada bicaranya Agar lawan bicaranya itu juga sadar kalau sebenarnya dirinya bukanlah seorang anak kecil yang mau saja bertemu dengan orang asing yang takutnya mungkin merupakan komplotan penghipnotis orang?
wanita itu tersenyum sebab memang masuk akal sih biaya yang tiba-tiba datang tanpa berkenalan sama sekali malah menawarkan diri untuk bertemu dengan Adinda, sebagai seorang suami ya jelas saja Arga waspada karena tidak ingin istrinya kenapa-napa dan juga tidak ingin ada orang asing yang mengambil kesempatan dengan profesi mereka itu.
" saya sudah selesai melakukan pemeriksaan dan semua hasilnya juga baik-baik saja tidak ada masalah sedikitpun, Anda bisa langsung menebus obat ini di apotek Lalu setelah itu bisa kembali ke rumah dan juga berhenti mengganggu kehidupan orang lain yang sudah tenang! "perintah Arga lalu memberikan kode kepada wanita itu agar segera keluar dari ruangannya.
kebetulan Pasien itu adalah pasien yang terakhir membuat setelahnya Arga lebih bisa bernafas dengan lega sambil berusaha memikirkan kira-kira maksud dan tujuan wanita itu mengatakan semuanya Apa, sebab setahunya selama ini mereka tidak punya masalah dengan siapapun dan juga sedang tidak punya masalah karena fokusnya Adinda dan juga Arga yaitu bekerja menafkahi kedua anak mereka yang sudah mulai besar dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
" Kamu sepertinya Tengah memikirkan sesuatu setelah bertemu dengan pasien terakhir kamu tadi, Memangnya dia menggoda kamu atau mau memamerkan lekuk tubuhnya sampai-sampai kamu tegang seperti itu? "tanya Adinda yang sebenarnya bercanda.
Arga terlihat menggelengkan kepalanya karena sebenarnya kejadiannya bukan seperti itu, namun bingung mau menjelaskannya dari mana maka dari itu ia memilih untuk mengabaikan saja pertanyaan dari istrinya tersebut.
__ADS_1
" kamu sudah selesai dengan pekerjaanmu apa mau pulang sekarang, soalnya kebetulan Mas juga sudah selesai dan capek banget pengen istirahat dan juga tidur dipeluk oleh istri tercinta? "tawar Arga membuat Adinda benar-benar tertawa sebab suaminya itu ya kelakuannya seperti itu selalu saja menempel kepadanya baik ketika mereka berduaan saja atau sedang bersama dengan orang banyak pria itu tetap saja tidak peduli.
" aku sudah selesai dari tadi tetapi masih menunggu pasien kamu yang terakhir makanya aku sengaja belum masuk ke dalam sini, Oh iya Tadi Papa telepon katanya mama Silvia drop lagi Jadi sepertinya kita ke sana lagi dulu deh untuk mengecek keadaan Mama Seperti apa! "jelas Adinda yang benar-benar frustasi karena belakangan ini sakitnya Silvia itu selalu muncul dan bahkan sampai membuat wanita itu harus dirawat di rumah sakit.
Arga sebenarnya sedikit kesal dengan sikap keras kepala mertuanya itu yang setiap kali dirawat Ina pasti mau bertanya hanya sehari doang Lalu setelah itu meminta untuk diobservasi, Hendra yang sebagai bapaknya pun tidak bisa berdiri dengan tegak lagi karena mungkin faktor usia atau mungkin faktor genetik yang benar-benar tidak mendukung.
kini keduanya sudah dalam perjalanan pulang menuju ke rumah orang tuanya Adinda karena kedua orang tuanya harga yaitu Felly dan juga Marcel saat ini tengah mengunjungi salah satu bisnis dari pria itu di luar negeri, karena mereka merasa begitu bahagia setelah Arga menikah segala macam urusan di tempat itu di handle oleh anak mereka jadi keduanya lebih punya banyak waktu luang untuk menikmati waktu berdua yang dulu hilang akibat Marcel dan terlalu fokus bekerja.
Hendra tidak mungkin menyuruh anaknya itu untuk mengambil jurusan bisnis karena otak dan juga pikirannya Adinda hanya tertuju kepada dunia kedokteran, dan pria itu terlihat selalu saja mendukung keputusan yang dilakukan oleh anaknya selagi itu masih mengarah kepada hal-hal yang positif.
" Mama Bisa tidak kita lakukan medical check up yang lebih canggih lagi supaya tahu sebenarnya Mama itu sakit apa sekarang, daripada nantinya kita hanya akan menyusahkan Adinda yang harus mengurus keluarga kecilnya Tetapi malah harus bolak-balik ke sini dan juga rumah sakit untuk memastikan keadaan kamu! "bujuk Hendra berharap agar istrinya itu paham tetapi Silvia menggelengkan kepalanya karena tidak suka ketika tahu bahwa suaminya ternyata sudah menghubungi Adinda lebih dahulu tanpa memberitahukan hal itu kepadanya.
"aku tahu papa cemas tetapi setidaknya Tolong jangan memberitahukan Adinda supaya dia jangan panik, Kasihan anak itu harus mengurus keluarganya kemudian pekerjaannya tetapi kita malah membebani masalah ini kepada dia saja! " protes Silvia karena tidak suka jika anak semata wayangnya harus bolak-balik untuk mengecek keadaannya secara langsung padahal dirinya saja yang aslinya pembangkang sampai-sampai Mengabaikan semua obat yang diberikan.
Hendra tidak tahu lagi harus menjawab apa karena Istrinya selalu saja memberikan permohonan seperti itu agar jangan memberitahukan sakitnya kepada Adinda, tetapi sekarang sudah terlanjur dirinya sudah berkata kepada anaknya itu.
" sakit lagi Mah dan kali ini Gimana masih mau bertahan di rumah atau mau aku antarkan ke rumah sakit, Memangnya Mama tidak sayang sama cucu-cucu jadinya sudah capek bertahan hidup di dunia ini dan memilih untuk tidur terus? aku capek-capek datang ke sini sampai rela tidak pulang ke rumah dan meninggalkan Arkan serta Amelia sendirian di Sana hanya untuk memastikan keadaan Mama secara langsung, maka dari itu tolong jangan terlalu keras kepala karena sejatinya tubuh manusia itu perlu dirawat oleh orang lain ketika sakit bukan malah dirawat oleh diri sendiri! "omel Adinda biarpun dirinya adalah seorang dokter ketika ia sakit tetap saja harus ada yang merawatnya bukan dirinya sendiri.
Silvia tersenyum mendengar celotehan anaknya tadi karena kebahagiaannya itu sudah lengkap diberikan seorang anak yang cantik kemudian suami yang setia, dan sekarang memiliki cucu-cucu yang benar-benar sangat menyayanginya serta menantu yang sangat menghormatinya sebenarnya itu sudah lebih dari cukup dari harapan dan juga ekspektasi sebagai ibu yang melahirkan anaknya ke dunia ini.
" Mama tidak minta banyak hanya ingin kalian selalu sehat kemudian akur tidak ada yang namanya orang ketiga dan juga sebagainya, serta anak-anak kalian selalu sehat dan juga menjadi murid-murid yang berprestasi di bidangnya pokoknya intinya itulah harapannya Mama selalu berikan kepada kamu! "jelas Silvia yang terlihat semakin lemas membuat Adinda sedikit waspada apalagi ketika dicek denyut nadi Mamanya itu terasa begitu melemah.
__ADS_1
" Mama kita ke rumah sakit sekarang ya kebetulan aku sama Mas Arga ada free daripada nantinya papa sendiri yang mengurus Mama kan kasihan, Ayolah jangan keras kepala seperti ini mah Karena Mama ini memang benar-benar harus dirawat sekarang dan membutuhkan dokter yang ahlinya secara langsung untuk menyelidiki Sebenarnya apa yang terjadi! "tawar Adinda lagi berharap agar Mamanya itu mau menerima permintaannya soalnya menghadapi orang yang terlalu keras kepala membuat jiwa emosinya ketika muncul di permukaan.