
Nagumi Tentu saja tidak terima ketika apa yang ia inginkan tidak bisa didapatkannya dan lebih parahnya lagi sepertinya tantenya itu tidak mendukung permintaannya, maka dari itu dengan pasrah ia memilih duduk di salah satu kursi kosong yang ada di tempat itu sambil memasang tatapan membunuh kepada Ryan.
kevin memilih untuk tidak merespon karena menurutnya nanti kalau wanita itu capek bakalan berhenti sendiri, jadi kalau misalnya ia merespon balik ya entah nanti Bagaimana jadinya dirinya juga tidak paham sama sekali.
"kamu Kenapa diam saja? Seharusnya kamu respon dong Perkataan wanita itu biar dianya tidak tambah nyerocos terus, lihat itu bibirnya maju beberapa senti lama-lama bisa terobos dinding? "omel Ryan ketika murid baru tersebut malah menyalahkan dirinya.
Kevin mengangkat kedua bahunya pertanda memang tidak tahu menahu tentang Apa yang dirasakan oleh Nagumi, Bukankah ini semua atas kemauan wanita itu bukan karena keinginannya jadi mau Apapun yang terjadi sebenarnya tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan Kevin.
"Biarkan saja dia mau melakukan apa yang penting intinya tidak merugikan kita berdua, Dan kalau misalnya dianya terlalu cerewet tidak usah pedulikan sama sekali Anggap saja kalau itu manusia hanya sebagai hantu gentayangan di dunia ini bisa didengar suaranya tapi tidak bisa dilihat wujudnya. "jelas Kevin karena memang harus seperti begitu kenyataannya tidak boleh terlalu menggubris apapun yang dikatakan oleh orang lain Jika tidak ingin diri sendiri yang bakalan dirugikan.
oke fix, Rian akan mengikuti apa yang dilakukan oleh Kevin yaitu mulai dari sekarang memilih untuk tidak peduli dengan keadaan sekitarnya.
bukankah kalau terlalu peduli juga rasanya juga sangat berlebihan dan juga bisa dibilang nantinya akan merugikan diri sendiri, maka dari itu diambil santainya saja toh kalau misalnya capek ya bakalan berhenti Tetapi kalau tidak ada rasa capeknya ya terserah saja mau marah seperti apapun yang penting dirinya tidak terganggu.
"Kamu benar juga ya kalau kita lebih baik tidak usah peduli dengan wanita itu sama sekali, soalnya semakin kita pedulikan dia kayaknya semakin tambah bertingkah seolah-olah menjadi manusia yang paling penting di jagat raya ini? "ujar Rian Sambil tertawa dan sesekali melihat ke arah keponakannya dosen Sarah itu yang tengah merajuk bahkan kegiatannya pun sudah tidak jelas satu yaitu sudah tidak fokus dengan pelajaran yang sedang disampaikan di depannya.
"Kamu kalau naksir Ya sudah diambil saja saya mah ikhlas soalnya sudah capek berhubungan dengan wanita seperti itu, nanti kalau misalnya saya mau bakalan saya cari yang lebih baik lagi tetapi untuk produk luar Sepertinya saya tidak berminat! "bisik Kevin ketika melihat Ryan sesekali mencuri pandang ke arah Nagumi.
"Terima kasih tawarannya tetapi aku sepertinya tidak berminat sama sekali, soalnya menjadi Jomblo itu hidupku lebih tenang dan juga aman, tidak ada yang menyuruhku untuk berbuat ini dan itu kemudian tidak ada yang menyuruhku melakukan sesuatu yang tidak ku sukai! "tolak Rian.
"Adrian dan juga Kevin kalian maju ke depan kemudian menjelaskan apa yang saya ajarkan dari tadi, daripada kalian hanya bergosip di situ dan membicarakan sesuatu hal yang tidak penting sampai-sampai harus mengabaikan pelajaran saya! "omel Miss Sarah membuat Kevin menepuk jidatnya karena memang dari tadi ia selalu lupa dengan kehadiran wanita itu.
__ADS_1
"I'm sorry miss!"ujar Kevin sambil menundukkan tubuhnya Lalu setelah itu maju ke depan mengikuti perintah yang diberikan oleh dosen tersebut.
ketika Kevin sedang melakukan hukuman yang diperintahkan oleh Sarah berbeda dengan Adinda kali ini yang terlihat sedang membuai anaknya dalam ayunan, dirinya tidak menyangka di usianya yang baru menginjak 19 Jalan 20 tahun Ia sudah menjadi seorang ibu muda berstatus Tanpa Suami dan bisa dibilang lebih parahnya lagi hamil diluar nikah.
Amelia Putri adalah nama yang ia berikan kepada anaknya dan merupakan darah daging dari Kevin pria yang sudah mencampakannya, bahkan mencurigainya bersama dengan pria lain yaitu Arga padahal jelas-jelas pria itu tidak menyumbang sedikitpun sampai terbentuknya Amelia.
"Kenapa sih dia mirip sekali dengan Arga, Adinda? perasaan setahu Mama Papanya Amelia itu kan bukan Arga, tetapi Kok bisa ya dia sampai seperti ini? apa jangan-jangan kamu berbohong kepada kami kalau sebenarnya Papanya Amelia itu merupakan Arga, soalnya anak itu adalah gambaran dari orang tuanya mulai dari wajahnya kemudian sikapnya dan sebagainya dan Dia sangat mirip kalian berdua loh! "ujar Silvia yang benar-benar beberapa hari ini tidak bisa menuntaskan rasa penasarannya dengan wajah Amelia.
Adinda ingin sekali tertawa dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Mamanya itu, padahal memang sebenarnya tidak ada salahnya sama sekali sebab memang terbukti seperti itu kalau wajah Amelia itu sangat mirip dengan Arga.
"Mama, tolong jangan melibatkan orang lain yang jelas-jelas tidak ada sangkut pautnya sama sekali antara kami berdua? Ya kalau misalnya wajah Arga mirip sama dia, aku kan tidak tahu apapun. Mungkin karena waktu hamil, Arga yang selalu memenuhi rasa ngidamku kemudian ketika aku ingin sesuatu pasti wajahnya yang akan menjadi ingatan nomor satu!"ujar Adinda yang sudah kesekian kalinya menjawab semua rasa penasaran orang-orang di sekitarnya termasuk rasa penasaran dari Arga sendiri.
"Sekarang kamu jujur sama mama Sebenarnya kamu ada perasaan lebih kan ke Arga, tetapi karena dianya Selalu cuek Makanya kamu memilih untuk berhubungan dengan Kevin? Ingat Nak, kamu harus tahu dan juga harus bisa membedakan mana pria yang tulus dan juga tidak! karena belum tentu pria yang tulus itu bisa setia dan juga belum tentu pria yang setia itu bisa tulus, dia harus pakai terlengkap antara tulus dan juga setia jalan sama dengan begitu hidup kamu bakalan sejajar tidak berat sebelah. "ujar Silvia yang benar-benar penasaran dengan isi otak anaknya itu sebenarnya di dalamnya Seperti apa sampai-sampai sulit untuk terbaca.
"kalau aku jujur apa Mama percaya kalau sebenarnya Sekarang aku sedang ngomong jujur, intinya aku tidak ingin menyusahkan siapapun dengan kehidupanku sekarang karena aku ingin berjuang membesarkan Amelia ku sendiri? kalau soal Arga Percayalah kalau aku tidak ingin membebankan dia dengan apapun yang terjadi dalam kehidupanku kedepannya, aku selalu berdoa agar dia mendapatkan jodoh yang terbaik tidak menutup kemungkinan siapapun itu aku ikhlas Yang penting dia bahagia! "jawaban Adinda itu sebenarnya ambigu sehingga membuat Silvia tidak tahu lagi harus menggorengnya seperti apa.
Arga sebenarnya ingin sekali bertemu dengan Adinda tetapi ketika mendengar percakapan antara wanita itu dengan Silvia yang membuat ia mengurungkan niatnya dan hanya mendengar mereka dari balik dinding, apalagi namanya yang juga ikut-ikutan disebut membuat jiwa penasaran sebagai manusia ya Otomatis muncul di permukaan begitu saja.
Arga tersenyum miris ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Adinda tadi, ternyata memang hati wanita itu sulit sekali untuk diselami Entah berapa dalam sampai-sampai Arga tidak mampu untuk masuk sampai ke dalam itu.
"Kenapa susah sekali untuk mendapatkan hati kamu dan susah sekali untuk melihat sebenarnya di dalamnya itu isinya apa, kalau memang kamu menganggap aku pria yang tidak ada apa-apanya Oke aku pasrah tetapi untuk saat ini tolong hargai semua ketulusan yang sudah aku berikan! "miris benar hati Arga mau dulu sampai sekarang tetap saja ia tidak bisa mendapatkan Adinda hanya karena benteng tinggi yang dibangun oleh wanita itu yang seolah-olah menyiratkan kalau ia tidak ingin Arga menyeberanginya.
__ADS_1
"setidaknya kamu Biarkan saja Arga menunjukkan ketulusannya kepada kamu jangan pernah mengecewakan dia, karena asal kamu tahu pria kalau sudah sekali merasa kecewa Jangan harap dia bakalan kembali lagi! "bujuk Silvia lagi karena berharap agar anaknya itu tidak salah mengambil keputusan di dalam hidupnya yang akhirnya bisa berimbas kepada masa depannya juga.
Arga kali ini nafasnya memang benar-benar kembang kempis karena tidak percaya pertanyaan dari Silvia itu seperti mewakili isi hatinya saat ini, dan berharap semoga jawaban yang diberikan Adinda pun bisa dibilang tidak mengecewakannya mungkin dengan begitu ia bisa mulai berusaha untuk berjuang dari sekarang.
"Ayolah berikan aku jawaban yang sesuai dengan keinginanku dan juga jangan membuat aku kecewa kali ini, aku percaya kamu wanita yang punya kepekaan tingkat tinggi Maka dari itu aku mohon dengan sangat ! "batin Arga benar-benar frustasi karena saat seperti ini itu seperti antara menunggu mati dan juga hidup.
"Ya ampun Mama kalau misalnya aku tidak peduli dengan dia ya Otomatis aku lebih memilih Devon dong kemana-mananya, tapi mama lihat sendiri kan kalau aku selalu tidak suka kalau ada Devon di tengah-tengah antara Amelia dan juga aku karena takutnya jangan sampai anakku itu merasa nyaman dengan Devon alhasil dia bakalan merasa tidak suka dengan kehadiran Arga! "jelas Adinda membuat Arga seperti mendapatkan Durian Runtuh saat ini karena ternyata jawaban Adinda itu sesuai dengan harapannya selama ini.
"Ya Tuhan terima kasih Pokoknya aku harus menuju ke sana dan ngomong sama dia kalau aku bakalan melamar dia sebagai istriku, Terserah dia mau menerima atau tidak yang penting intinya coba dulu soalnya masa iya langsung putus di tengah jalan! "ujar Arga bahagia lalu segera mendekati Adinda membuat wanita itu membulatkan matanya sempurna karena benar-benar terkejut.
"Loh Arga kamu dari tadi sudah ada di situ atau kamu baru datang sekarang, ngomong dong kamu itu kira-kira sudah berapa lama ada di tempat ini?"tanya Adinda penasaran takutnya jangan sampai Arga mendengar semua pembicaraannya dengan Silvia ya Otomatis dirinya pasti bakalan merasa malu lah.
Arga tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya tinggi-tinggi membuat Adinda mendengus kesal karena merasa dipermainkan oleh pria itu, padahal Apa susahnya sih langsung memberikan jawaban yang mungkin dengan begitu dirinya tidak bakalan merasa penasaran seperti saat ini.
"Kamu itu kenapa sih tingkahnya aneh sekali? Sudah sana jauh-jauh jangan dekat-dekat di sini nanti Amelia bakalan ketularan anehnya kamu, Masa Iya ditanya bukannya jawab malah cengengesan tidak jelas! "omel Adinda yang sebenarnya merasa malu kalau sampai Arga mendengarkan pengakuannya tadi.
Silvia memilih untuk melipir menjauh dari mereka soalnya sepertinya ada bunga-bunga Asmara jadi otomatis dirinya sebagai orang tua yang harus memberikan ruang gerak untuk anaknya, masa iya Adinda sudah segede itu mau pacaran saja harus dirinya temani rasanya kan sangat tidak etis sama sekali kemarin-kemarin Iya Ke mana saja sampai-sampai Adinda bisa hamil tanpa ada suami.
"masa sih Nanti Amelia bakalan ketularan anehnya, lihat wajahnya saja mirip denganku Jadi kalau misalnya semua sikapku aku tunjukkan ya jangan menyesal juga kalau Semuanya bakal ia ikuti kan? "tanya Arga sembari tersenyum mengejek karena memang seperti begitulah kenyataannya kalau Amelia itu 100% akan ikut dengan segala macam caranya soalnya wajahnya saja sudah miripnya minta ampun.
"Eh asal kamu tahu saja ya nanti besok lusa dia bakalan berubah wajahnya tidak seperti ini lagi, masa iya aku bawa dia 9 bulan berat kemana-mana malah wajahnya mirip sama kamu itu kan sangat tidak mungkin? apalagi waktu aku sedang susah-susahnya kamu malah pergi meninggalkanku tanpa kejelasan sama sekali, nanti setelah aku melahirkan dia capek-capek baru kamu nongol tanpa dosa Emangnya kamu pikir kesalahan kamu itu tidak ada sama sekali? "omel Adinda lagi tetapi Arga memilih untuk tidak peduli soalnya ia pergi juga semua akibat dari perbuatan Adinda yang tidak menerima kehadiran Amelia di awal-awalnya.
__ADS_1
"ya aku sebenarnya tidak tega meninggalkan dia dan juga kamu tetapi kamu kan sadar juga awalnya itu Kamu seperti apa keras kepalanya dan susah diaturnya, daripada bikin aku stres dan ubanku tiba-tiba muncul di permukaan yang lebih baik aku pergi saja menenangkan diri eh tahu-tahunya saat pulang ternyata kamu sudah pintar dan juga sadar diri! "nah kali ini Arga yang ingin membuka pemikiran Adinda dan berharap semoga kedepannya wanita itu kalau mau mengambil sebuah keputusan dipikir dengan begitu baik dan juga berpikir soal konsep yang bakalan terjadi kalau sampai Ia melakukan sebuah kesalahan yang berulang kali di dalam hidupnya.
"Sebenarnya kenyataannya itu seperti begini, kalau misalnya orang itu lagi salah mengambil langkah dalam hidupnya orang-orang di sekitarnya itu harus menuntun ke jalan yang seharusnya! Bukan malah meninggalkan orang yang sedang salah langkah itu sendirian tanpa ada penentu arah ataupun orang-orang yang menguatkan, nah jadinya kan seperti itu nanti baru menyesal dari belakang kan sama saja Bohong Semua sudah terjadi! "ujar Adinda seolah-olah kesalahannya itu tidak ada sama sekali dan kali ini malah Arga yang ia salahkan karena sudah pergi meninggalkannya tanpa memberi kabar sedikitpun dan Percayalah 8 bulan itu bukan waktu yang sedikit bahkan bisa dibilang hampir setahun loh.