
Setahun kemudian
Vira sedang menyiapkan berkas berkasnya untuk keperluan kantor, hari ini ia memulai bekerja Di Kantor tempat Suaminya dulu bekerja mungkin dengan alasan kemanusiaan Vira di terima bekerja disana. 1 tahun belakangan Vira merasa kewalahan dengan jadwal manggungnya, senin-jumat dia mengisi acara di 3 Cafe dan 1 Mall sementara di sabtu-minggu ia isi menjadi Wedding Singer yang kadang melalui perjalanan luar daerah belum lagi, cover cover Youtube yang lumayan banyak memakan waktu untuk keluarganya. Tak jarang Ghani anak pertamanya sering marah dan uring uringan padanya
"GAK MAU!!! Ghani maunya mama yang nemenin Ghani bukan KAKEK,, mama bohong, mama udah janji!!" teriak Ghani seraya berlari ke kamarnya
Vira menghela nafasnya, tak bisa berbuat apa apa bahkan untuk marahpun ia tak bisa karena itu memang haknya Ghani . Setahunan ini Vira memang tak bisa membagi waktunya dengan anak anaknya, mereka di urus oleh kedua Orangtua Vira. Hari itu Vira tak bisa memenuhi janjinya untuk menemani Ghani Outing di acara perpisahan sekolahnya sekali pun Ghani menangis sampai tertidur lelah
"Maafin mama nak" lirih ucapan Vira memandangi wajah anak laki lakinya yang tampan yang sekarang, ketika di sentuhpun dia tak mau, di sapa tak menjawab, di peluk pergi apalagi di ciumnya. Padahal anak ini dahulunya sangat menempel padanya setiap saat, anak anaknya yang dahulu saat masi ada suaminya 24 jam bersama dia, perlahan menjauhinya.
Hatinya gelisah memikirkan mereka di dalam minibus menuju Kota Tangerang betapa berat yang ia lalui menjadi seorang Ibu sekaligus Ayah untuk mereka, bahkan Nindya anak perempuannya yg berusia 2 tahun jarang merindukannya karena seringnya bersama kedua Orangtua di bandingkan dengan Vira. Vira selalu pergi pulang menyanyi di kala Nindya tidur, tanpa terasa airmatanya mengalir deras
__ADS_1
"Mampukah aku Ya Rabbi" tanyanya dalam hati
"Mama jadinya mau kaya Ayah aja kerja di kantor?" tanya Ghani memudarkan lamunan Vira setahun lalu Vira tersenyum seraya memegang tangan Ghani
"Iya nak, biar mama punya waktu buat Ghani dan Dek Indy, biar Nenek sama Kakek gak jual masakan lagi kasian nenek kan udah sakit sakitan terus. Doain mama ya sayang biar mama bisa jadi ibu sekaligus ayah yang terbaik buat Ghani buat Dek Indy" jawab Vira Ghani mengangguk lalu tersenyum gembira di berikanlah pelukan hangat untuk mamanya
Diparkiran Perkantoran
"Woyy, loe bisa bawa motor gak sih" bentak si cowo, Vira mendongakkan kepalanya lalu berusaha beranjak bangun dengan tergopoh gopoh sambil mendirikan motornya
"Apaan sih ni cowo, bantuin dulu kek" sungutnya dalam hati
__ADS_1
"Haloo? woy gue ngomong sama loe" panggil si cowo seraya melambaikan tangannya dan berkecak pinggang di depan mata Vira
"Iya Mas, maaf ya tadi saya mau belok kanan" jawab Vira
"Hah? ckckck.. bener udah gak salah lagi nih, pasti emak emak yang model begini"
"maksudnya?"
"Bener dong, cuma emak emak yang mau belok kanan tapi lampu sen nya ke kiri. Eh elo kalo gak bisa bawa motor naek GOJEK aja sana, cara loe bawa motor ngebahayain orang tau gak loe" omel si cowo Vira tak mengubrisnya ia pun berlalu meninggalkan si cowo
"Lah, lah, lah gue belom selesai ngomong oii.. cih, dasar emak emak sableng" umpatnya kesal
__ADS_1