
Adinda tentunya paham dengan apa yang dikatakan oleh Mamanya itu karena memang seperti itulah kenyataan yang terjadi ketika ia tidak ingin ada anak yang tumbuh di dalam rahimnya, namun sekarang Itu semua sudah tidak ada lagi dalam pikirannya karena sudah dibuang dia jauh-jauh dan tidak ingin agar kembali lagi sebab baginya hidupnya sekarang yaitu hanya untuk Amelia Putri bukan untuk dirinya sendiri ataupun orang-orang yang selama ini malah mencampakkan ketika ia sedang membutuhkan mereka.
"Halo Amel cucu nenek yang paling cantik dan juga tidak pernah ada bandingannya sama sekali, meskipun Mami kamu merupakan seorang single parent tetapi percayalah Dia akan menjadi Daddy yang terbaik untuk kamu!"ujar Silvia membuat Adinda langsung mengangkat tangannya Seraya menolak itu semua kenyataan karena menurutnya Amelia itu punya seseorang daddy yang sangat terbaik.
daddy Amelia itu merupakan pria yang bertanggung jawab hanya saja merasa kesal dengan maminya makanya pria itu pergi meninggalkan mereka berdua tanpa peduli sedikitpun, karena ingin membuat agar Adinda sadar kalau sebenarnya kesalahannya ia lakukan itu merupakan sebuah kesalahan yang sangat fatal.
silvia menatap heran ke arah anaknya itu yang sepertinya tidak setuju jika mengatakan dirinya sebagai seorang single mommy, padahal seperti begitulah kenyataannya yang tidak terbantahkan oleh fakta yang terjadi di dalam kehidupannya.
"memangnya kamu ingin menjelaskan apa kepada dia kalau sampai kamu menolak jika disebut sebagai seorang single mommy, padahal begitu kan kenyataannya yang terjadi saat ini di antara kalian berdua? Atau jangan bilang kamu ingin kembali lagi dengan pria yang tidak berguna dan hanya bisanya menyusahkan kamu, dan juga pria yang tidak peduli dengan kehadiran kamu serta keberadaan anak yang di dalam kandungan kamu selama ini?"tanya Silvia dengan tatapan menyelidik karena dirinya juga tidak mungkin mengizinkan jika sampai Adinda punya pemikiran seperti itu dan alhasil membuat hidup wanita itu kembali melangsa dengan mengizinkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab masuk di dalam kehidupannya dan juga Amel.
Adinda tersenyum ketika mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Mamanya itu karena sebenarnya dirinya paham dengan tujuan Silvia mengatakan semua itu yaitu melarang dirinya agar tidak boleh berhubungan lagi dengan manusia seperti Kevin, dan dirinya cukup memang tidak punya pikiran sama sekali mengarah ke hal itu sebab menurutnya orang yang sudah membuangnya maka orang tersebut tidak pantas lagi untuk ia terima kembali karena Biar bagaimanapun harga dirinya itu tetap pada tempatnya tidak akan pernah tergeser kan jadi ketika ia menerima Kevin kembali sama saja sudah merendahkan harga dirinya sebagai seorang wanita.
"mulai hari ini aku tidak ingin mau membahas soal pria aneh dan tidak tahu bertanggung jawab itu lagi karena dia sudah mati bagi kami berdua, tetapi yang aku bahas adalah pria yang sudah hujan Coba kalian kembali ke dalam kehidupan kami ketika Amel sudah lahir dan hari ini kan adalah kelahirannya ya menunggu kehadiran dari orang yang sudah berjanji itu sedang kami nantikan Terserah mau menjadi pamannya atau kakaknya pun tidak masalah yang penting intinya dia tidak boleh pergi lagi! "Adinda Bukannya ingin membuat anak orang lain merasakan penderitaan tetapi yang ia inginkan yaitu kenyamanan dan juga keamanan bagi Putri kecilnya sendiri.
biarpun orang lain bakalan menyebut dirinya egois Tidak masalah karena setiap orang itu punya pemikiran masing-masing dan kita tidak bisa membungkam mereka agar sesuai dengan pemikiran kita.
__ADS_1
"Jadi ceritanya kamu siang malam hanya menunggu dia Dan berharap bahwa kamu harus menagih janji yang sudah ia lontarkan itu, Wah ternyata kesetiaan kamu memang mau patut acungi jempol karena tidak pernah gentar ya meskipun sudah beberapa bulan berlalu? terus itu nanti Devon Mau disimpan di mana Soalnya anaknya terlalu berharap loh sama kamu, Mama tidak ingin kamu sampai melupakan semua kebaikannya selama ini ya Meskipun tidak membalas perasaannya tetapi saya tidak ingin menghargainya lah sebagai seorang pria!"Silvia tidak ingin anaknya menjadi seseorang yang tidak tahu balas budi dan juga tidak menghargai kerja keras yang sudah diberikan oleh orang lain kepada kehidupannya karena itu sama saja Adinda adalah pribadi yang tidak bertanggung jawab dan juga hanya mau menyusahkan orang lain tetapi tidak mau memberikan pengertian kepada orang-orang tersebut.
"ya Aku tahu aku salah tetapi perasaan itu juga kan tidak bisa dipaksakan begitu saja datangnya, dia hanya saja yang terlalu berharap dan juga menginginkan bahwa kalian berdua memang harus bersama tetapi terletak lagi pada keinginannya untuk tidak patah semangat dan mungkin kamu bisa memberikan alternatif agar dia punya calon masa depan lainnya? "semua orang tertawa ketika melihat kegigihan Devon dalam mempertahankan Adinda padahal jelas-jelas wanita itu menolaknya mentah-mentah Tetapi entah hati Devon itu terbuat dari apa sampai-sampai tidak pernah merasakan sakit hati ketika diperlakukan tidak baik oleh Adinda.
"Devon ya seperti itu ketika sudah menginginkan sesuatu dia pasti bakalan mempertahankannya tetapi kamu tenang saja nanti juga dia pasti bakalan ikhlas kok, Tetapi kalau misalnya dia menginginkan princess kecil ini memanggil dia dengan sebutan Papi atau apalah itu biarkan saja ya soalnya dia memang selama ini bermimpi ingin punya anak perempuan! "Pinta Olivia membuat Adinda hanya menganggukan kepalanya Toh Tidak ada salahnya kan kalau membiarkan Devon mendapat gelar tersebut sebab mengingat perjuangan selama ini pria itu menemaninya kemanapun Ia mau dan juga kemanapun ia pergi pasti Devon yang muncul pertama menawarkan tumpangan.
"pokoknya Tante Tenang saja karena aku juga tidak mungkin melarang pria sebaik Devon untuk menganggap anakku sebagai anaknya juga, Tetapi kalau misalnya dia minta sesuatu yang berlebihan Maaf aku tidak bisa menyanggupinya karena dengan hidup tenang seperti begini saja rasanya sudah sangat damai dan juga tidak terganggu oleh apapun! "jelas Adinda berharap agar ada pengertian dari semua orang yang ada di sekelilingnya mungkin dengan begitu mereka tidak terlalu yang namanya memaksa ataupun melakukan sesuatu yang akhirnya membuat hidupnya menjadi tidak nyaman.
Devon yang berada di kantor sebenarnya merasa cemas dengan ingin sekali pulang kembali ke rumah sakit untuk memastikan keadaan Adinda Seperti apa saat ini, Karena ia merasa hidupnya sangat tidak nyaman jika harus berjauhan dengan Adinda kemudian anaknya yang pasti sudah lahir dengan selamat dan juga sehat serta ia yakin kalau sangat menggemaskan dan juga imut serta enak buat disayang-sayang.
"maaf tuan Devon sudah selesai presentasinya kalau memang ada yang salah silakan disampaikan kami siap mendengarkannya, karena ini merupakan proyek penting yang harus dilaksanakan dalam bulan ini maka dari itu segala macam bentuk kerjasamanya dan juga segala bentuk koreksinya kami butuhkan! "jelas bagian lapangan yang hari ini dipanggil rapat dadakan oleh Devon untuk menyelesaikan segala sesuatunya dan juga agar bisa mungkin masalah di situ bisa kelar sebab dana yang mereka gelondorkan itu bukan hanya satu atau dua juta dollar saja melainkan sampai 5 juta dolar dan tahu sendiri kan jika dikalkulasikan ke dalam bentuk rupiah.
semua orang yang ada di dalam ruangan itu langsung diam tidak berani membantah apalagi memberikan jawaban yang pasti saat itu juga, karena Biar bagaimanapun mereka semua tidak membayangkan jika nanti ada pertanyaan seperti ini yang muncul Oleh karena itu mereka harus meminta waktu beberapa saat kepada Devon agar bisa memikirkan jawaban yang intinya tidak mengecewakan pria itu.
"Jadi bagaimana, Apa kalian punya jawaban atau memilih hanya menjadi penonton dari pertanyaan saya tadi? seharusnya apapun resiko pekerjaan yang sedang dijalani segala sesuatu kemungkinan yang terjadi sudah kalian persiapkan dari jauh-jauh hari, Masa iya saat sampai di sini dulu baru kalian mulai Berpikir itu sama saja kalian melakukan sesuatu yang tidak berguna dan juga hanya membuang-buang waktu. "Sebagai seorang pemimpin ketegasan itu diperlukan dan juga kejelian dalam mengamati sebuah masalah meskipun tidak pernah terpikirkan oleh orang lain itu juga sebuah keharusan jika tidak ingin apa yang dilakukan nantinya bakalan merugikan.
__ADS_1
"maaf tuan Bisakah memberikan waktu beberapa saat lamanya karena semua yang anda katakan itu memang benar tetapi untuk jawaban sepertinya kami tidak ingin membuat Anda kecewa maka kami harus menginvestigasi terlebih dahulu, karena proyek ini bukan hanya melibatkan satu atau dua orang saja melainkan ratusan orang jadi otomatis asal muasal segala macam dana kemudian segala sesuatu yang harus di adakan itulah yang harus kita cek terlebih dahulu! "sahut bagian operasional tersebut tetapi jelas saja menolaknya karena menurutnya jawaban pria itu sangat tidak rasional.
"jadi Menurut kalian saya harus mengecek satu persatu orang-orang yang terlibat di dalam proyek ini supaya bisa menemukan jawaban yang diinginkan, sekarang pertanyaannya Siapa yang menjalankan semuanya ini kalau memang kalian ya Otomatis dari awal kalian sudah mengetahuinya kenapa sekarang setelah saya mengatakannya dulu baru kalian sadar? Jadi orang itu jangan hanya berguna untuk menghitung uang dan juga menghitung banyak pengeluaran, tetapi hitung dulu juga semua rinciannya kalau tidak ingin disebut sebagai pegawai yang korupsi!"tegas Devon sebab kalau begini ya Sampai besok pagi pun mereka tidak akan pulang dari kantor karena masih sangat rumit dan juga mumet serta semua orang di situ IQ Mereka terlihat begitu standar sampai-sampai tidak bisa mengantisipasi sebelumnya.
"baik besok kami akan langsung memberikan jawaban yang pasti dan juga laporan yang diharapkan oleh Pak Devon, untuk saat ini kami belum bisa memberikannya tetapi bukan karena kami ingin membela diri atau mangkir dari tugas hanya saja kami meminta waktunya agar nantinya tidak salah prediksi dan juga tidak salah perhitungan yang membuat anda kembali kecewa! "Nah inilah jawaban yang diinginkan oleh Devon supaya masalah langsung kelar tidak perlu harus berlarut-larut dan juga membuat dirinya tidak bisa bertemu dengan Adinda saat ini juga.
"Ya sudah kalau begitu Tidak usah lagi kan kita membahas sesuatu yang sudah dibahas dan saya juga buru-buru ingin melakukan sebuah hal yang paling penting di luar, kalian silakan lanjutkan meeting kalau memang masih ada yang tersisa tetapi saya tidak bisa mengikutinya sampai selesai karena saya harus pergi sekarang juga. " Devon mengatakan hal itu sambil berjalan keluar karena menurutnya bertemu dengan Adinda dan juga anaknya adalah prioritas utama untuk saat ini karena menunggu sampai beberapa jam lamanya itu rasanya sangatlah lama sekali seperti menunggu selama bertahun-tahun.
semua orang di dalam ruangan itu tidak bisa berkomentar banyak ketika melihat pemimpin Mereka sudah pergi karena intinya mereka sedikit merasa lega karena Devon tidak harus mengatakan sesuatu yang membuat mereka bingung harus bersikap bagaimana, ya kalau kesalahan mereka biasa saja tidak masalah pasti akan mempunyai jawaban saat itu juga tetapi kesalahan mereka ya itu tidak dapat menganalisis data yang seharusnya Diberitahukan kepada Devon agar pria itu bisa merincikan semuanya.
"ini merupakan hari terakhir kalian melakukan kesalahan seperti ini karena saya tidak ingin besok lusa terjadi kesalahan yang sama, sebab Percayalah Pak Devon itu merupakan sosok yang sangat tidak bisa mentolerir yang namanya kesalahan. "bagian operasional tersebut benar-benar merasa kecewa dengan Para stafnya sebab dengan kelakuan mereka itu dirinya yang harus kena batunya.
Karena sekarang masih memasuki jam kerja ya Otomatis suasana di jalanan sedikit lengang membuat Devon yang sedang mengendarai mobil sporty-nya tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke rumah sakit tempat Adinda berada, Percayalah rasa penasarannya begitu membuncah sampai-sampai keselamatannya sendiri pun tidak pernah IA pikirkan sama sekali.
Sesampainya di sana semua orang sedang berkumpul yaitu Olivia dan juga suaminya yaitu Papanya Devon dan juga Silvia serta Hendra, pria tersebut tujuannya hanyalah kepada bayi kecil yang sedang terlelap di pangkuannya Adinda dengan begitunya mohon seolah-olah pembicaraan orang dewasa di sekitarnya itu bukan merupakan sebuah masalah yang penting bagi bayi kecil itu.
__ADS_1
"Ya ampun ternyata anaknya Daddy sudah launching ya, Aduh maaf ya tadi lagi sibuk mengurus para karyawan kurang ajar itu jadinya melupakan anak sendiri! "ujar Devon antusias membuat Adinda merimis emosi karena tidak suka dengan perkataan pria tersebut.
"Eh kalau kamu ngomong saudara-sadar dong Memangnya kamu pikir Sejak kapan anak aku itu menjadi daddy nya kamu, kamu itu dipanggilnya Papa saja soalnya panggilan Daddy itu sudah ada yang punya dan tidak akan pernah diambil darinya sampai kapanpun!"semua orang Saling pandang ketika mendengar nada protes dari Adinda itu dan juga otomatis ada rasa ingin tahu sebenarnya pria beruntung mana yang sudah disiapkan posisi yang paling baik di mata Adinda dan juga di tengah-tengah antara wanita itu dan juga anaknya.