
sepanjang rapat orang tua itu Kevin tidak serius sama sekali bahkan kini pria itu hanya menatap ke arah Adinda saja tanpa berkedip seolah-olah wanita itu lebih indah dibandingkan dengan segala sesuatu yang ada di hadapannya, pada maksud dan tujuannya datang ke tempat itu yaitu untuk mendengarkan pemberitahuan dari gurunya Daffa bukan malah nostalgia dengan wanita di masa lalunya itu.
Adinda memilih untuk cuek bahkan kini wanita itu bahkan memasang masker dan juga kacamata hitam agar tidak bisa dilihat lagi oleh Kevin dan dirinya pun berdoa sepanjang waktu agar cepat selesai kegiatan itu karena dirinya ingin pulang, karena sama saja ketika fokusnya sudah teralihkan dengan tidak mendengarkan semua pemberitahuan dari guru dan begitu pula dengan Amelia yang merasa tidak suka dengan tatapan Kevin ke arah maminya itu.
" Om Permisi bisa tidak matanya itu jangan terlalu kekurangan sama mama saya, kalau bisa saat ada pertemuan seperti begini lihatnya ke depan bukan malah lihat ke arah sini Memangnya situ pikir di sini ada apaan? "tanya Amelia kesal karena ia paling tidak suka dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Kevin dari tadi sebab seharusnya pria itu sadar kalau di sini tempat umum yang otomatis tidak boleh ada namanya kegiatan pribadi atau apapun itu Takutnya nanti akan menimbulkan fitnah.
" ada yang salah dengan penglihatan saya kali ini karena mama kamu juga tidak berpindah dari tempatnya kan kalau misalnya saya lihat, Atau kamu tidak suka kalau misalnya ada orang yang memperhatikan kecantikan Mama kamu itu padahal sebenarnya bagus loh dengan begitu artinya dia masih punya daya pikat? "Kevin benar-benar hanya ingin memprovokasi Adinda agar merasa emosi dengannya sebab pria itu juga sebenarnya Tengah merasa tidak suka dengan Adinda karena menurutnya dulu pasti Wanita itu sudah menggugurkan anak mereka berdua karena terbukti sekarang wajah Amelia itu Mirip dan juga Sama persis dengan Arga dan Hal itu membuat dirinya sangat merasa tidak suka sama sekali.
"Amelia Biarkan saja Nak Anggap saja itu bayangan yang lagi melintas kalau bisa ya dicuek saja biar maksudnya dia bakalan capek sendiri kan, Lihat Mami saja tidak peduli loh dengan kehadirannya sama sekali karena menurut mami ada orang lain yang lebih bagus untuk dipandang daripada manusia-manusia seperti begitu ! "Adinda ingin sekali tertawa ketika melihat Kevin yang begitu kepo dengan urusannya padahal dirinya saja tidak peduli dengan urusan pria itu terserah mau menghilang di bumi manapun ya menganggap bahwa Kevin itu tidak ada di dunia ini lagi sebab Memang dari awal ya seperti begitu.
Kevin mengepalkan tangannya karena merasa tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Adinda tadi Karena Wanita itu menyiratkan sangat membenci dirinya padahal Seharusnya kan dirinya yang merasakan hal itu, apalagi Adinda begitu percaya diri mengatakan semuanya tepat dihadapan dan juga tepat dihadapan Amelia yang membuat Kevin merasa bahwa Adinda itu sudah benar-benar melupakan dirinya dan juga tidak akan pernah kembali kepadanya lagi.
" Papa juga apa-apaan sih pakai acara marah-marah seperti itu Malu loh dilihat sama orang Lagian memang dari tadi itu dapat perhatikan Papa yang terlalu kepo dengan maminya Amelia, Sudahlah jangan bertingkah seperti seseorang ABG yang sedang haus akan kasih sayang ada mama Anita tuh di sana tetapi Papa tidak peduli sama sekali! " omel Daffa karena memang Ia juga sedikit merasa tidak nyaman karena perhatian Papanya Itu bukan ke arah depan melainkan hanya ke arah samping tertuju kepada Adinda yang jarak tadi terlihat begitu cuek dan juga tidak peduli dengannya.
" Ini tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain Jadi kamu Mam jangan membawa-bawa Mama kamu ke sini ya Atau papa bakalan pulang sekarang juga, ini masalah antara kami berdua Dan kamu sebagai anak tidak pantas untuk ikut campur sebelum kesabaran papa habis Lebih baik diam! "sahut Kevin dengan nada yang begitu kasar.
Daffa memilih untuk diam daripada kalau misalnya ia menyanggah apa yang dikatakan Kevin seperti ini bakalan ada masalah besar di dalam ruangan itu, seperti beginilah kebiasaan Papanya itu kalau sampai ia menyebut nama Anita pasti ada masalah yang bakalan runyam dan akan membuatnya tersinggung sebab entah apa yang ada dalam pikirannya sampai-sampai terlihat begitu membenci wanita itu.
__ADS_1
" untuk Ananda Amelia Putri Erlangga dan juga Daffa Sanjaya Silakan maju ke depan karena kebetulan mereka berdua ini merupakan ketua dan juga wakil OSIS di sekolah ini, nanti mereka berdua yang akan mengurus soal kegiatan yang akan dilakukan beberapa bulan ke depan karena kebetulan itu merupakan ujian akhir untuk menentukan pantas atau tidak para siswa kelas 12 lulus!" Jelaskan kepala sekolah membuat Daffa tersenyum ke arah Amelia tetapi kebalikannya Amelia memasang tatapan datarnya ke arah pemuda itu.
" Oke dengan begitu pertemuan orang tua Hari ini saya akhiri sampai di sini kalau ada yang kurang paham atau mungkin masih ada pertanyaan mengarah ke hal pribadi silakan pergi ke ruangan wali kelas masing-masing, karena di sana nanti ada pemberitahuan yang lebih terperinci karena di sini kita hanya mewakili Secara garis besarnya saja!" Jelaskan kepala sekolah dan akhirnya membubarkan semuanya yang ada di situ dan kini Amelia sudah berbicara dengan Kamila yang kebetulan dari tadi celinga-celinguk mencari keberadaan sahabatnya itu Tetapi entah di mana Soalnya tidak ketemu sama sekali.
"kamu itu dari tadi di mana sih kok bisa menghilang begitu saja padahal aku sudah cari ke sana kemari tetapi tidak ketemu juga, Oh iya itu siapa sih di sampingnya Daffa Kok keren banget seperti anak muda zaman now?" tanya kamilah setengah berbisik sedangkan Amelia menatap kesal ke arah Kevin yang menurutnya matanya dari tadi sudah kurang ajar Untung saja tidak ada harga coba saja kalau ada Papinya bisa dipastikan Papa dari Daffa itu wajahnya sudah tidak beraturan.
" itu orang tua mesum sekali lho kelakuannya pokoknya kamu Jangan memandang seseorang dari tampangnya Tetapi lebih baik kamu perhatikan sikapnya baik-baik, Masa Iya dari tadi sepanjang rapat Pokoknya dia fokus mendengarkan pembicaraan guru di depan untuk menjelaskan soal kita tetapi dia malah melirik ke arah mami terus tanpa berhenti ! Dan coba kamu bayangkan saja aku yang masih anak kecil masa iya dia lihat terus itu kan menurutku tiba-tiba orang yang paling kurang ajar dan juga tidak punya sopan santun kan, pokoknya aku sekarang sudah mulai sadar kalau ternyata kelakuan Daffa itu menurun dari Papanya Dan asal kamu tahu saja ya aku benar-benar merasa kesal dengan Pak Tua satu itu! "omel Amelia yang tidak sadar juga saat ini Dafa sudah berada di belakangnya dan mendengar semua perkataannya yang menyangkut tentang Papanya Kevin.
" kamu ceritanya sekarang lagi menggosipkan Papaku ya memang sih orangnya seperti begitu Jadi aku dukung kalau kamu mau marah-marah kepadanya dan aku mah Bila perlu aku bakalan bantu supaya kamu sadar kalau sebenarnya sikap anak dan juga Papa itu sangat berbanding terbalik tidak sama kami itu sangat berbeda karena aku adalah tipe seseorang yang sangat Setia di dunia ini! "bujuk Dafa.
" kamu bisa tidak menjauh sedikit saja dari Amelia dan jangan terlalu merapat, Memangnya kamu pikir dia tidak butuh ruang gerak jadi harus kamu ganggu terus-menerus? " tanya Arfan tidak suka tetapi Dafa hanya mengangkat kedua bahunya tinggi-tinggi pertanda apapun yang dikatakan oleh pria itu dirinya tidak peduli sama sekali.
" kamu lagi ngomong gitu sama saya, terus pertanyaannya kesalahan saya ada di mana? Kenapa harus marah-marah tidak jelas seperti itu orang Amelia saja merasa nyaman-nyaman saja, sudahlah Kamu jangan terlalu ikut campur urusan kami berdua bukankah tadi kamu denger sendiri apa yang dikatakan oleh Kepala Sekolah kalau mulai dari sekarang itu kami berdua harus selalu berkomunikasi karena tugas kami membuat kalian-kalian ini bisa ikutan ujian! "ujar Daffa membuat Arfan jelas saja tidak terima tetapi syukurlah ada Adinda yang tiba-tiba muncul.
"Saya minta maaf tetapi Tadi saya sudah berbicara dengan kepala sekolah secara langsung kalau mulai dari sekarang Amelia berhenti menjadi wakil ketua OSIS, kecuali jika ketua OSIS di sekolah ini diganti maka anak saya bisa tetap menjadi wakilnya Tetapi kalau itu tetap kamu maka saya tidak akan pernah mengizinkannya! "setelah mengatakan hal itu Adinda pun menarik tangan Amelia agar ikut dengannya pulang meninggalkan Daffa yang sedang kebingungan mencerna setiap kata-kata yang dikeluarkan oleh Adinda tadi.
Arfan tersenyum penuh kemenangan karena menurutnya apa yang terjadi kepada Daffa ini merupakan doanya yang terkabul begitu cepat, terbukti terlihat sekali dengan jelas Kalau Adinda itu tidak sangat menyukai Dafa dan akhirnya sekarang memilih untuk menjauhkan Amelia darinya.
__ADS_1
" Jadi bagaimana kira-kira masih mau nyolot atau masih mau percaya diri kalau Amelia bakalan selalu bersama dengan kamu, sebenarnya ini kesalahan kamu sih karena terlalu percaya diri jadi orang maka akhirnya orang-orang di sekitarnya Amelia pasti akan menjaga anaknya dengan begitu baik? "Sindir Arfan lalu ikutan pergi menyusul Amelia dan juga Adinda sedangkan Kamila hanya menggelengkan kepalanya karena memang ia tahu apa penyebab Adinda melarang Amelia berdekatan dengan Ada apa itu Sebab karena perbuatan Papanya dari tadi yang sangat tidak sopan.
" Makanya kamu ngomong sama papa kamu untuk jadi orang jangan terlalu tebar pesona Memangnya dia pikir semua wanita di dunia ini bakalan kemakan sama tampang doang, jadi kamu kaget kan sekarang ketika mamanya Adinda membuat keputusan sepihak seperti itu karena memang harus seperti itu yang dilakukan jika tidak ingin anaknya kenapa-napa? " ujar Kamila lalu segera pergi dari situ membuat Daffa mendengus kesal karena ia yakin ini pasti kerjaan papanya yang dari tadi sudah sangat kecentilan terhadap maminya Amelia dan alhasil dirinya juga yang terkena imbasnya.
" Kamu kenapa boy kok wajahnya tiba-tiba ditekuk seperti itu, pacar kamu yang cantik tadi ke mana Kenapa tidak kamu kenalkan saja ke Papa Siapa tahu mungkin bisa mendapat dukungan? "tanya Kevin yang sebenarnya bukan mencari Amelia tetapi mencari Maminya.
" papa puaskan melihat Amelia akhirnya berhenti menjadi wakil ketua OSIS di sekolah ini hanya karena kelakuan Papa tadi yang begitu tidak sopan tadi, coba saja kalau sadar diri bahwa tidak selamanya orang merasa nyaman jika diperhatikan seperti itu maka mungkin hal ini tidak bakalan pernah terjadi? " Ada apa benar-benar sudah habis kesabarannya karena ketika Anita mencoba mendapatkan perhatian dari Kevin tidak pernah Ia berikan sama sekali tetapi kenapa ada orang yang benar-benar tidak ingin diperhatikan tetapi malah diberikan perhatian yang begitu berlebihan.
Kevin mengerutkan keningnya karena kebingungan dengan maksud tujuan putranya itu mengatakan semuanya, karena dari awal ia tidak pernah mempermasalahkan soal status Amelia yang sebagai wakil ketua OSIS tetapi kenapa malah Adinda mengambil keputusan sepihak seperti itu.
" kamu tunggu sini karena papa bakalan berbicara dengan maminya Amelia yaitu Adinda, Pokoknya dia tidak boleh mengambil keputusan tanpa ngomong dulu ke Papa! "pamit Kevin dengan setengah berlari karena dirinya harus bisa menyusul Adinda saat itu juga sebelum wanita itu pulang.
Daffa menggelengkan kepalanya karena merasa heran dengan perkataan Papanya tadi Memangnya dia dulu sebegitu dekatnya dengan Adinda sampai-sampai merasa percaya diri kalau wanita itu akan mengikuti perkataannya, ini semua harus ia tanyakan kepada Anita karena dirinya yakin Mamanya itu pasti punya jawaban dengan pertanyaan yang akan Ia berikan nantinya.
" Adinda aku mau ngomong sama kamu sekarang, Tolong Jangan membantah apalagi menolaknya karena ini dalam keadaan yang serius dan juga terdesak! " Kevin menarik tangan Adinda membuat wanita itu langsung menepisnya karena ia paling tidak suka ketika ada orang yang begitu lancang memperlakukan dirinya seperti itu.
" kalau yang kamu ingin bicarakan itu tentang masalah sekolah lebih baik kamu bicarakan langsung kepada guru mereka jangan kepadaku karena aku itu hanya orang tua wali murid bukan wali kelasnya, terus Satu lagi kita tidak pernah kenal dan juga saling dekat sebelumnya jadi tolong kamu jaga sikapmu dan jaga jarak agar nanti tidak menimbulkan fitnah di tengah orang banyak! " Adinda merasa bahwa orang seperti Kevin ini memang harus diperlakukan dengan yang semestinya agar sadar diri dan juga sadar posisi serta tidak bertindak semaunya yang hanya akan menimbulkan fitnah karena selama ini Adinda tidak pernah difitnah oleh siapapun karena perilakunya yang tidak baik di luar rumah dan juga ia takut nanti Arga bisa murka dan akan melakukan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan oleh Kevin sebelumnya.
__ADS_1