SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Kecewa


__ADS_3

" Saya terima nikahnya Adinda Putri binti hendrabaratayuda dengan mas kawin tersebut dibayar tunai! "


Arga terdengar mengucapkan ijab qobul itu dengan satu kali tarikan nafas tanpa ada halangan sedikitpun membuat Adinda bernafas lega, karena kebetulan wanita itu dilarang keluar sebelum Arga melakukan ijab qobul'


wanita itu tampak menitikkan air mata karena tidak percaya jika perjuangannya selesai hari ini, padahal dikiranya ia bakalan membesarkan anaknya itu sendirian sebagai seorang single mommy.


Arga adalah pria yang dikirimkan Tuhan untuk menjaga dirinya dan juga Amelia kedepannya, pria yang begitu tulus mau menerima dirinya dan juga segala kekurangannya tanpa Banyak mengeluh ataupun meminta sesuatu yang tidak pasti.


" Selamat ya nak akhirnya ada juga orang yang mau menjaga kamu setelah kemarin kamu sempat disia-siakan , Hormatilah suamimu mulai dari sekarang karena dia adalah orang yang akan bertanggung jawab untuk kehidupan kamu dan juga Amelia ke depannya! " Silvia benar-benar terharu ketika anak satu-satunya yang selama ini ia jaga sepenuh hati sudah berstatus sebagai istrinya orang'


Adinda memeluk erat Mamanya itu yang selama ini tidak pernah marah ataupun mengeluh tentang statusnya dan juga tentang sikapnya, bahkan bisa dibilang wanita paruh baya itu sangat tulus mengurus dirinya dan juga anaknya seolah-olah apa yang ia lakukan itu hanyalah sebuah kesalahan kecil.


" Terima kasih mah karena sudah mau memaafkan semua dosa yang pernah Adinda lakukan selama ini, Adinda janji akan berbakti kepada suami dan juga tetap menyayangi kalian sebagai orang tua sampai kapanpun! "ujar Adinda sambil tersenyum sebab dirinya benar-benar merasa terharu dengan segala yang terjadi saat ini.


Arga benar-benar bernafas lega ketika akhirnya bisa mempersunting wanita yang selama ini sudah ia kejar bertahun-tahun, wanita yang selama ini tidak bisa membuat tidur malamnya menjadi tenang hanya karena takut nantinya dia bakalan diambil orang dan ia tidak akan bisa mendapatkannya kembali sebab mengingat sikap Adinda yang keras kepala.


" mempelai wanita dipersilahkan untuk hadir di sini karena akad nikahnya sudah selesai dilakukan, dan sekarang harus menandatangani dokumen penting sebagai bukti kalau kalian sudah sah sebagai suami istri! "jelas penghulu tersebut membuat Arga merasa tertekan karena ia sangat penasaran dengan wajah mempelai wanitanya sebab tanpa make up pun Adinda sudah sangat cantik apalagi kalau misalnya di dandan sebagai seorang putri sungguh merupakan pahatan Maha Sempurna dari Tuhan yang dititipkan untuknya.


musik yang syahdu mengalun mengantarkan langkah kaki jenjang Adinda untuk duduk di sampingnya Arga,, sepanjang jalan wanita itu tersenyum tidak menyangka jika Akhirnya hari ini datang juga tetapi bersama dengan pria yang tidak pernah IA duga sebelumnya.


" sudah jangan dilihatin terlalu sudah sah kok Nanti juga bakalan dibawa pulang terus dijaga siang dan malam Agar tidak lepas, tetapi untuk sekarang biarkan dia menjadi bidadari yang turun di hadapan semua orang!" goda penghulu tersebut membuat wajah Arga memerah karena malu karena ketahuan memandang begitu Intens ke arah Adinda.

__ADS_1





semua orang di situ benar-benar kagum dengan pasangan pengantin baru ini karena sungguh keduanya itu merupakan sejoli yang sangat serasi, bahkan ketika diteliti baik-baik tidak ada cacat ataupun celah di antara mereka berdua apalagi dengan kehadiran Putri kecil mereka yang begitu manis.


Amelia dari tadi terus mengoceh karena mungkin gadis kecil itu merasa itu berbahagia dengan Apa yang dirasakan oleh kedua orang tuanya, anak itu bahkan membuat Selly sempat kesulitan karena tidak tenang sama sekali namun itu semua bisa dihandle olehnya Karena rasa sayangnya sehingga apapun yang dilakukan Amelia itu menurutnya sangat menggemaskan.


Adinda yang duduk di samping Arga hanya bisa tersenyum manis ke arah pria itu yang dari tadi merasa seperti Tengah bersanding dengan seorang bidadari, sungguh ketika diteliti begitu baik Adinda itu sangat sempurna tidak ada cacatnya dan juga celana membuat pria itu merasa benar-benar beruntung karena bisa mempersunting dirinya.


" kamu cantik sekali sampai-sampai aku merasa tidak rela kalau kamu diambil oleh orang lain, apalagi lihat tuh semua mata-mata kurang ajar sepertinya aku benar-benar harus mengurung kamu selama sebulan penuh agar mereka tidak lagi memuja Istriku yang super sempurna! "bisik Arga membuat Adinda tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sebab menurutnya pria itu terlalu berlebihan.


"aku tunggu saat itu bang ketika kamu mengurungku, Bahkan aku pun Tunggu saat di mana Tidak ada orang lain selain kita !" Adinda sengaja membuat Arga merasa salah tingkah dan ternyata memang benar sebab kini pria itu bahkan melupakan kalau mereka harus sungkeman di hadapan Silvia dan juga Hendra serta kedua orang tuanya Arga yaitu Feli dan juga Marcel.


" Selamat ya nak akhirnya kamu sudah resmi menjadi keluarganya Baratayuda, saya titip anak saya sayangi dia dengan sepenuh hati tolong jangan sakiti dia! kalau memang bilamana besok lusa kamu sudah merasa tidak cocok atau tidak nyaman dengan dia tolong kembalikan dia kepada saya dengan baik-baik, jangan kamu sakiti hatinya hanya agar dia mendengarkan kamu tetapi jadilah seorang pria yang benar-benar mengayomi dan juga menjaga perasaan pasangan ya agar kelak rumah tangga kalian akan tetap diridhoi oleh Tuhan! "ujar Hendra sebab dirinya begitu bahagia ketika anaknya yang selama ini dicibir karena hamil di luar nikah Akhirnya ada yang menjaga dan ada yang membuktikan kalau Adinda itu tidak seburuk yang mereka pikir karena terbukti umur Amelia baru 5 bulan tetapi maminya sudah memiliki seorang pendamping hidup dan juga sekaligus Papinya Amelia yang benar-benar menerima kehadirannya tanpa mengeluh sedikitpun selama ini.


"baik Pah, saya akan menjaga Adinda sampai saya menutup mata di dunia ini! Apa yang saya dapatkan dengan susah payah tidak akan pernah saya kembalikan melainkan saya akan menjaganya sebisa saya, Air mata tidak akan pernah saya biarkan lolos dari kelopak matanya karena kesedihannya adalah luka yang mendalam bagi saya dan gagal menjadi seorang suami!" ujar Arga sambil tersenyum karena sebagai seorang anak ia tidak bisa menjanjikan terlalu muluk-muluk di dunia ini karena sejatinya sifat manusia itu hanya sementara Terkadang ia akan berubah mengikuti alurnya dan mengikuti waktunya maka sebaiknya jangan memberikan janji jika akhirnya nanti tidak akan pernah bisa untuk ditepati.


" Adinda itu terkadang masih suka cengeng dan juga keras kepala, di situlah tugas kamu sebagai suami agar Bagaimana caranya supaya istri kamu itu tidak susah untuk diatur." ujar Silvia yang meskipun terkesan memaksa tetapi memang harus seperti begitu.

__ADS_1


Arga tersenyum ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Silvia tadi, seolah-olah takut nanti dirinya mungkin tidak bisa menjaga anak mereka dan alhasil nantinya membuat Adinda mungkin kesulitan di masa depan.


" Hello anaknya Papa gimana sudah menjadi seorang istri? mau komentar apa lagi sih atau mau marah-marah karena Papa bertanya seperti ini karena kebiasaan kamu kan seperti itu, jangan marah dong Nanti cantiknya luntur masa iya hanya dipakai buat beberapa jam saja?" ledek Hendra yang memang tidak ingin membuat anaknya itu menangis makanya dirinya sengaja mengatakan hal itu maksudnya supaya pemikiran Adinda lebih dewasa dan alhasil mungkin merasa kesal kepadanya sehingga air mata yang tadinya Ingin turun karena musik yang mendukung dan suasana yang begitu menunjang bisa jadi tertunda dan akhirnya anaknya itu bakalan tertawa saja.


" ih lebih baik tadi aku pergi sungkeman sama Mertuaku dibandingkan sama papa dan juga mama, soalnya kemarin kemarin kan sudah sungkeman masa iya terus-menerus? "omel Adinda Sambil tertawa membuat ayah dan juga anak itu tertawa dan alhasil semua orang satu ruangan pun ikutan tertawa bukan karena mendengar apa yang mereka bicarakan tetapi hanya merasa lucu karena proses sungkeman itu tidak ada yang namanya ada derai air mata seperti biasanya.


" kalau untuk Papa sama Mama Tenang saja jangan sungkem juga tidak apa-apa yang penting intinya doa restu kami sudah menyertai kalian berdua, soalnya mau duduk Gimana si kecil bawel Terus pengennya Omanya gendong berdiri terus ya sudah akhirnya Papa sama Mamanya di off kan dulu deh! "ujar Feli dan alhasil tidak ada yang namanya sungkeman lebay dan juga yang membuat suasana yang harusnya gembira menjadi menyedihkan.


Sepasang mata itu dari tadi selalu melihat bergantian ke arah Adinda dan juga Amelia, jika dulu ia berjuang dengan sepenuh hati tidak menyerah ketika mendapat penolakan dari Silvia dan juga Hendra tentunya saja posisinya sekarang Pasti berada di tengah-tengah mereka.


Amelia itu pahatan sempurna antara dirinya dan juga Adinda yang benar-benar terlihat jelas meskipun tanpa dilakukan yang namanya tes DNA, anak itu membawa guratan mata dari mamanya sedangkan hidung dari Papanya serta bibir perpaduan antara dirinya dan juga Adinda'


Kevin ingin sekali tertawa atas kebodohannya dulu sampai-sampai menyiakan kedua wanita itu, kalau saja ia lebih bersabar sedikit lagi tentu saja hal seperti ini tidak akan pernah terjadi di dalam kehidupannya.


Arga ternyata adalah pria yang akhirnya bisa mendapatkan hatinya Adinda setelah bersabar bertahun-tahun, tidak seperti dirinya ketika baru dicobai cobaan penghalang Restu yang tidak didapatkan dari kedua orang tua Adinda malah mundur begitu saja tidak ada niatan untuk berusaha.


menyesal adalah gambaran sikap yang diambil oleh Kevin saat ini dan memang sangat manusiawi jika pria itu menyesal setelah melihat semua yang terjadi di hadapannya, dirinya memang benar-benar adalah pria pengecut maka dari itu ketika melihat Amelia tersenyum senang di tengah-tengah orang yang sangat menyayanginya membuatnya merasa rendah diri.


Rani mengusap pelan bahu anaknya itu mengajaknya pergi dari situ karena menurutnya seharusnya mereka tidak datang ke tempat itu, Kevin juga tidak mungkin berbicara dengan Adinda karena Biar bagaimanapun wanita itu sedang berbahagia hari ini dan otomatis hari bahagianya tidak boleh dihancurkan dalam keadaan apapun.


" lebih baik kita pergi saja Nak dan tidak usah lagi menampakan wajah kita kepada mereka, yang penting intinya keduanya sudah berbahagia dan kita yang masih berusaha untuk mencari hidup ini harus lebih semangat lagi! jangan rusak kebahagiaan mereka dan juga Seharusnya kamu berbahagia karena ada pria yang tepat yang menjaga keduanya, jadilah pria yang Gentlemen yang mengerti dengan keadaan dan tidak boleh egois! "ujar Rani dan Kevin pun memilih untuk mengikuti kemauan ibunya itu.

__ADS_1


__ADS_2