SINGLE MOMMY

SINGLE MOMMY
Devon Taylor


__ADS_3

Devon yang mendapat penolakan seperti itu memilih untuk pergi dari tempat itu, soalnya kalau berlama-lama rasanya ia ingin berlari dan memanggil Adinda serta berbicara dengannya tentang apa yang pernah mereka lalui dulu.


hanya saja mengingat apa yang dikatakan oleh Silvia membuat dirinya yang mau Tidak mau Tidak bisa memaksakan kehendak sebab Biar bagaimanapun Silvia yang lebih tahu keadaan Adinda yang sebenarnya, Padahal tadi belum sempat juga dirinya menanyakan soal keberadaan Arga yang biasanya akan selalu mengekor Adinda kemanapun saja Wanita itu pergi seperti dulu dilakukan oleh Arga ketika mereka masih dalam masa kanak-kanak yang belum mengerti apapun.


Adinda kebetulan saat berdiri di depan balkon kamarnya menatap ke arah luar dan terlihat telepon yang juga sedang menatap ke arahnya melalui jendela mobil, karena pria itu sebenarnya mau pulang Tetapi ketika melihat ke arah balkon dan ada sosok wanita yang sangat tidak asing baginya makanya dirinya memilih untuk menatap tempat itu memastikan Apakah itu benar-benar Adinda atau bukan.


Adinda sebenarnya merasa risih ketika diperhatikan seperti begitu karena menurutnya ia bukan barang tontonan yang bisa saja harus dilihat kapanpun orang-orang itu mau, tetapi dirinya bukanlah pajangan melainkan hidup untuk tidak menjadi bahan cemoohan orang lain dan juga tidak ingin menjadi bahan untuk orang lain melakukan presentasi gila mereka seperti yang dilakukan oleh Kevin.


"Halo aku Devon, kamu Adinda kan anaknya om Hendra sama tante Silvia? Wah ternyata kamu semakin misterius ya padahal aku dari tadi penasaran loh ingin ketemu sama kamu, tetapi kamu malah di sini seolah-olah sedang menghindar daripada orang-orang yang berniat untuk bertemu dengan kamu dari awal! "teriak Devon lagi membuat Adinda mengerutkan keningnya sebab menurutnya orang yang ada di depan yaitu merupakan orang stress sampai-sampai sepertinya soal akrab dengannya padahal jangankan bertemu mengenalinya saja tidak pernah Adinda ketahui tetapi kenapa malah tingkah yang ditunjukkan oleh Devon itu seolah-olah mereka pernah mengenal sebelumnya.

__ADS_1


Devon yang tidak mendapatkan respon dari Adinda Ya jelas saja tidak terima dong, Percuma saja ya sudah teriak ngakak sebesar mungkin tetapi tidak ada yang menghargainya itu sama saja dengan membuang tenaga percuma.


"Astaga kamu dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah ya selalu saja jual mahal padahal sebenarnya cengengnya minta ampun, Kalau boleh tahu apakah Pangeran berkuda kamu itu sedang ada di sini atau tidak soalnya kan biasanya dia yang selalu menemani kamu? "Devan sengaja menanyakan soal keberadaan Arga karena dirinya berpikir bahwa di manapun ada Adinda pasti di situ ada harga soalnya mereka akan merupakan paket komplit yang tidak terpisahkan.


Adinda sebenarnya ingin sekali bertanya kenapa sampai manusia aneh di hadapannya itu bisa mengenal Arga padahal dirinya yang bertahun-tahun bersama dengan Arga tidak pernah bertemu dengan Devon, maka dari itu sebagai manusia normal lihat tentu saja ia sangat penasaran kira-kira kapan dan juga di mana terjadi perubahan dadapan seperti saat ini yang tengah mereka lalui.


Adinda yang tidak ingin berdebat dan juga menanyakan sesuatu hal yang nantinya akan menambah beban pikirannya dengan sesuatu hal yang tidak mungkin, maka dari itu ia memilih masuk ke dalam kamarnya dan mengunci jendela balkon agar Devon sadar dan tidak lagi melakukan tingkah konyol seperti yang tadi baru saja terjadi.


"ya Kok malah aku ditinggal sendirian saja di sini Padahal tadi kan aku belum selesai ngomong sama dia, Oh kenapa wanita itu selalu seperti itu merasa diri paling benar padahal diamnya itu yang bikin orang lain Jadi kebingungan harus melakukan apa ! "omel Devon kesal.

__ADS_1


karena Adinda yang tidak kunjung keluar lagi membuat pria itu akhirnya patah semangat dan memilih untuk kembali masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat itu, tetapi dengan catatan dirinya akan kembali lagi ke situ meskipun Adinda mau menolak dengan gaya dan juga cara apapun namun ia bakalan tetap pada pendirian yaitu tidak salah bertamu dan juga bertemu dengan kawan lama.


Silvia memilih untuk menyusul Adinda ketika melihat Devon yang sudah pergi seperti itu, Iya hanya ingin memastikan kira-kira Bagaimana keadaan anaknya itu semoga saja dalam keadaan baik-baik saja tidak meninggalkan trauma apalagi nantinya menjadi bahan Bulian untuk semua orang.


Tok tok tok


Adinda yang sibuk memikirkan tentang siapa Devon dikejutkan dengan suara ketukan pintu dari luar membuat dirinya mau tidak mau harus membukakan pintu karena ia yakin kalau bukan Mbok Sri ya Otomatis mamanya, soalnya kebiasaannya Silvia yaitu tukang kepo dan urusan pribadi anaknya sampai-sampai menyuruh Adinda harus jujur atau kalau tidak mereka bakalan memasang CCTV dan juga Bodyguard yang begitu banyak agar anak mereka itu dalam keadaan yang selalu baik-baik saja tanpa kekurangan apapun.


"Ada apa sih Mah tadi kan aku sudah ngomong kalau aku bakalan istirahat tetapi kenapa malah Mama ikutan gabung ke tempat ini, memangnya Mama tidak Ridho kalau aku Istirahat di sini dan ingin mendapatkan ketenangan? "tanya Adinda yang pura-pura merajuk tetapi Silvia malah tertawa soalnya menurutnya anak itu kan sedang dalam banyak pikiran jadi kalau berkata seperti ini rasanya hidupnya sedikit tenang karena akhirnya Adinda sedikit demi sedikit mulai melepas apa yang menghancurkan aku kehidupannya.

__ADS_1


"ya kalau kamu mau istirahat istirahat saja Mama kan hanya numpang mau melihat keadaan kamu apa baik-baik saja atau mungkin lagi sedang membutuhkan sesuatu, Memangnya salah kalau orang tua perhatian kepada anak sendiri dan ingin memastikan Apakah anaknya itu dalam keadaan baik-baik saja atau lagi sedang berencana melakukan suatu hal yang gila? " Sinis Silvia yang merasa tidak suka ketika mereka yang memberikan perhatian kepada Adinda selalu saja ditolak oleh anak mereka itu.


"memang tidak ada salahnya sama sekali Tetapi kalau misalnya aku ingin sesuatu ya pastinya aku bakalan memberitahukan kepada Mbok Sri ataupun kepada siapapun yang ada di rumah ini, tetapi kalau kalian tidak mendapatkan apapun yaitu artinya aku juga Memang lagi sedang tidak ingin membutuhkannya makanya memilih untuk ngadem saja di dalam kamar! "jelas Adinda membuat Silvia percaya tetapi sedikit demi sedikit masih ada keraguan di dalam benaknya tentang sifat Adinda Yang sepertinya tidak berubah sama sekali tetap pada pendiriannya dan juga menciptakan sesuatu yang akan merugikan keluarganya dan juga dirinya sendiri.


__ADS_2