Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Rencana


__ADS_3

"Gak boleh!" ucap Vino cepat.


"Kamu ngelarang aku?" tanya Alya.


"Iya! enak aja maen pergi gitu aja, aku juga bosen. Dan aku enggak mau ngerasain kebosenan sendirian. Kamu juga harus merasakan kebosanan yang aku rasakan," ucap Vino.


"Ya ampun, kamu tuh ya kayak enggak punya temen aja, bukannya pacar kamu banyak ya? kenapa enggak ketemuan aja sama mereka untuk menghilangkan kebosanan kamu," sindir Alya.


"Oh, jadi kamu mau aku bersenang-senang dengan pacar-pacar aku? oke! kalau itu mau kamu" ucap Vino sambil tersenyum sinis. Dia meraih jaketnya dan juga kunci motor diatas meja. Alya kelabakan.


"Jangan! jangan Vin," cegah Alya.


"Kenapa? bukannya tadi kamu yang nyuruh," tanya Vino.


"Aku.. aku enggak mau kalau sampai orang lain lihat dan rumah tangga kita bakal jadi gunjingan orang." ucap Alya.


"Mangkanya disini aja!" ucap Vino ketus.


"Tapi Alya kangen sama umi," ucap Alya lirih.


"Ya elah, baru sehari doang udah kangen-kangenan aja," ucap Vino.


"Kita kesana ya, ada beberapa barang juga yang mau aku ambil," pinta Alya.


"Ya udah ya udah!" jawab Vino sengak. Dia kembali mengenakan jaketnya yang tadi sempat dilepas, kemudian mengambil kunci motor miliknya diatas meja.


//


"Kalau naik motor itu pegangan, kejungkel baru tahu rasa!" ucap Vino ketus sambil melingkarkan tangan Alya di pinggangnya.


"Aku pegang ini aja," ucap Alya sambil memegang behel motor Vino (pegangan bagian belakang atau biasa disebut handle yang terbuat dari besi ataupun alumunium dibagian belakang jok motor).


"Ya ampun Alya! itu fungsinya bukan buat pegangan kali! kolot banget sih kamu, kayak bapac-bapac aja!" ucap Vino menjelaskan.


"Dari pada pegangan ke kamu mending kesini aja." ucap Alya kekeh.


"Terserah deh! kalau jatuh jangan salahin aku! aku mau ngebut!" ucap Vino kesal. Benar saja, setelah berucap demikian, Vino langsung menjalankan motornya dengan kencang hingga Alya merasa ketakutan dan akhirnya dia menyerah, merapatkan tubuhnya ke tubuh Vino dan melingkarkan tangannya dipinggang Vino.


Setelah menempuh perjalanan hampir lima belas menit, Alya baru menyadari jika arah jalan yang dilewatinya berbeda bukan arah jalan ke rumah nya.


"Loh Vin, kita mau kemana? kok arahnya lain?" tanya Alya.


"Main ke tempat pacar aku," ucap Vino santai.


"Vino! aku serius!" ucap Alya galak.


"Aku juga serius! kan kamu tadi yang suruh aku untuk main kerumah pacar-pacar aku," jawab Vino. Alya merengut, kesal karena Vino dimatanya begitu menyebalkan.

__ADS_1


Hingga akhirnya mereka sampai di basecamp sebuah geng motor teman-teman Vino. Alya sebenarnya merasa tak nyaman dengan pergaulan Vino seperti ini, pantas Vino selalu mendapat nilai jelek, pergaulannya saja seperti ini.


"Hai bro! loh bawa siapa nih? gebetan baru?" tanya Hendra salah satu teman Vino.


"Istri," jawab Vino enteng. Tentu saja semua orang yang ada disana merasa terkejut mendengar pengakuan Vino. Termasuk Alya yang tak menyangka jika Vino akan mengakuinya sebagai Istri.


"Kapan nikah? kok enggak ngundang?" tanya Anwar teman Vino yang lainnya. Vino menjelaskan semuanya, sedetail-detailnya hingga Alya merasa malu karena pernikahan mereka yang berlandaskan keterpaksaan dan serba dadakan. Lama mereka berbincang hingga akhrinya mereka memutuskan nanti malam akan jalan-jalan ke Ciwidey liburan sambil menginap selama beberapa hari disana. Dan setelah ngobrol ngalor ngidul, Vino akhirnya pulang mengantar Alya pulang, sekalian dia pun hendak mengambil baju ganti untuk menginap di Ciwidey.


//


Sore hari


Vino terlihat sedang memasukkan beberapa pakaian termasuk jaket dan keperluan lainnya kedalam tas ranselnya.


"Kamu mau pergi berapa hari?" tanya Alya.


"Tiga hari," jawab Vino.


"Kalian pergi sama pasangan masing-masing?" tanya Alya.


"Iya lah! semua bawa pasangan." jawab Vino santai.


"Berarti kamu mau bawa pacar kamu nginep?" tanya Alya dengan mata memerah.


"Iya! emang kenapa?" tanya Vino merasa tak bersalah sedikitpun.


"What?! yang bener aja lah, enggak usah aneh-aneh deh. Kamu dirumah aja." ucap Vino.


"Pokoknya aku ikut! kalau kamu enggak mau ngajak aku, aku bakalan ngadu sama ibu kamu!" ucap Alya.


"Awas aja kalau berani!" ucap Vino dengan wajah garangnya.


"Mangkanya aku ikut!" ucap Alya tak mau kalah.


"Oke! kamu ikut! tapi disana nanti jangan nyusahin aku, dan jangan halangi aku untuk bersenang-senang dengan pacar-pacar aku! awas aja kalau kamu sampai ganggu!" ucap Vino.


"Iya kamu tenang aja!" jawab Alya.


"Ya udah beresin tuh baju kamu, mana yang mau dibawa. Kita naik motor bukan mobil. Jadi gak usah banyak-banyak bawa barangnya. Seperlunya aja." ucap Vino.


"Hm!" jawab Alya cepat. Setelah mengepaki pakaiannya, Alya keluar kamar untuk menemui Puja yang tengah berada di dapur.


"Mah, Alya sama Vino mau liburan dulu," pamit Alya.


"Oh ya? honeymoon maksudnya?" tanya Puja dengan mata berbinar.


"Bukan honeymoon mah, tapi liburan." jelas Alya.

__ADS_1


"Sama aja sayang, mau honeymoon kemana?" tanya Puja.


"Ke Ciwidey mah. Nginap tiga hari di Ciwalini. Deket pemandian air panas," timpal Vino yang tiba-tiba sudah berada di dapur.


"Oh, dikebun teh itu? iih so sweet banget anak mamah. Ya udah, tunggu sebentar ya Al," ucap Puja. Buru-buru dia ke kamarnya untuk mengambil uang untuk bekal selama mereka disana. Setelah memasukkannya kedalam amplop, Puja kembali ke dapur.


"Ini Alya bawa ya, buat jaga-jaga disana." ucap Puja sambil menyerahkan amplop yang lumayan tebal itu.


"Enggak usah mah. Alya ada tabungan kok," tolak Alya.


"Jangan ditolak dong sayang, nikmati masa bulan madu kalian. Anggap aja ini nafkah dari Vino," ucap Puja.


"Tapi mah..."


"Ambil jangan ditolak. Seneng-seneng disana ya, buatin mama cucu yang banyak." ucap Puja sambil menatap sayang kepada Alya. Walaupun tempo hari Alya menyakitinya Puja tetap legowo dan menerima Alya dengan tangan terbuka, menyayangi Alya sama seperti menyayangi Dila, karena mereka berdua adalah menantunya.


"Makasih mah." ucap Alya yang akhirnya menyerah. Vino tersenyum tipis, baginya kebahagiaan sangat mamah adalah nomor satu.


"Kalau gitu kita pamit dulu mah, entar keburu kemalaman, Teman-teman Vino yang lain juga udah pada nungguin." ucap Vino.


"Iya, ya udah hati-hati dijalan ya. Vino jagain Alya baik-baik, inget dia udah jadi istri kamu sekarang. Alya tanggung jawab kamu!" pesan Puja.


"Iya mah, mamah tenang aja." jawab Vino sambil mencium pipi kiri, kanan dan kening Puja. Lalu memeluknya sebentar.


Saat mereka sampai diruang tamu, tak sengaja berpapasan dengan Dila dan Bagja yang baru pulang dari tambak.


"Mau kemana Vin?" tanya Bagja.


"Honeymoon di Ciwidey," jawab Vino asal. Alya mendelik tajam.


"Oh, good luck!" ucap Bagja sambil menepuk pundak adik bungsunya itu. Vino hanya tersenyum tipis lalu kembali melanjutkan langkahnya.


Setelah Vino dan Alya sudah tidak kelihatan, Dila menarik-narik baju Bagja seperti anak kecil yang minta permen.


"Apa sayang?" tanya Bagja.


"Pengeeeeen" ucap Dila manja dengan bibir dimajukan. Bagja semakin merasa gemas.


"Ya udah, kamu mau kemana?" tanya Bagja.


"Lembang" jawab Dila.


"Oke, tuan putri." jawab Bagja sambil mencium kilat bibir Dila.


"Ehem!!"


Sofyan berdehem sangat keras. Duh! jadi pengen menyeret Puja ke dalam kamar!

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2