
"Enggak bu, Risma enggak mau berbuat dosa lagi. Anak ini enggak salah. Ini semua salah Risma, Risma yang terlalu bodoh jadi perempuan." ucap Risma seraya menggeleng tak setuju dengan ide ibunya itu.
"Tapi ibu enggak mau menanggung resiko Ris, apa kata orang kalau sampai kamu melahirkan tanpa suami. Kita akan jadi gunjingan satu kampung. Mau ditaruh dimana muka ibu!" ucap ibunya Risma.
"Risma enggak perduli bu! kenapa ibu tega sih sama cucu ibu sendiri." ucap Risma tersedu.
"Kalau begitu kasih tahu ibu, siapa bapaknya. Suruh dia tanggung jawab!" sentak ibunya Risma.
"Enggak mau bu, dia laki-laki brengsek, Risma enggak mau nikah sama laki-laki itu. Enggak!" ucap Risma histeris.
"Kamu keras kepala ya Risma! sekarang ikut ibu! kita gugurkan anak ini!" ucap ibunya Risma yang sudah naik pitam. Dengan kasar wanita paruh baya itu menarik lengan anaknya untuk dibawa kesuatu tempat. Risma berontak dan berhasil kabur dari kejaran ibunya.
Sementara itu, disaat bersamaan, Sofyan kembali lagi ke tambaknya karena masih ada yang perlu diselesaikan. Dan saat dia hendak menaiki perahu kecilnya, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.
"Kang Sofyan... Hiks..!" Risma memanggil Sofyan sambil menangis.
"Risma?" ucap Sofyan, kemudian mengurungkan niatnya untuk ke tambak dan bergegas menghampiri Risma.
"Kang... huu..." Risma menangis pilu.
"Kita bicara disana" ajak Sofyan mengajak Risma duduk dikursi dekat pohon.
__ADS_1
"Ada apa Ris? kenapa kamu nangis?" tanya Sofyan.
"Kang, tolongin Risma... hiks.." Risma kembali menangis. Membuat Sofyan semakin bingung dan juga kasihan.
"Memangnya ada masalah apa? kenapa kamu nangis terus?" tanya Sofyan.
"Risma.. Risma hamil kang" ucap Risma terbata.
"Hah?!! kok bisa?" tanya Sofyan yang kaget mendengar pengakuan Risma.
"Kamu hamil anak siapa?" tanya Sofyan.
"Risma enggak bisa cerita kang. Intinya dia laki-laki brengsek! dan Risma enggak mau nikah sama dia kang, ibu maksa Risma untuk gugurin kandungan ini" ucap Risma sambil tersedu.
"Risma enggak mau kang, dia penjahat! Risma enggak mau nikah sama penjahat seperti dia. Risma enggak cinta sama dia, Risma enggak mau hidup sama dia. Tolongin Risma kang" ucap Risma memohon.
"Tolongin gimana? akang suruh nikahin kamu gitu? ya jelas gak bisa atuh Ris." ucap Sofyan.
"Enggak kang, akang gak perlu nikahin Risma, tapi... bisa kan akang bantuin biaya hidup Risma sampai Risma melahirkan?" tanya Risma.
"Anggap aja akang bayar hutang budi ke abah dengan menolong Risma. Tolong kang, cariin Risma tempat tinggal dan bantu Risma untuk biaya hidup. Risma kuat kok besarin anak ini sendiri, tapi Risma enggak mungkin bisa kerja dalam kondisi hamil. Dan Risma enggak mungkin pulang kerumah, ibu pasti bakalan maksa Risma untuk gugurin anak ini" ucap. Risma sendu.
__ADS_1
"Oke... akang bantuin kamu, tapi akang harus tahu siapa bapak dari anak dikandungan kamu, dan bagaimana ceritanya sampai kamu bisa hamil, padahal kamu bilang kamu enggak cinta sama laki-laki itu" ucap Sofyan.
Risma menarik nafas dalam dan mulai menceritakan semuanya dengan jujur tanpa ada yang ditutup-tutupi kepada Sofyan. Risma yakin jika Sofyan bukan orang yang suka membuka aib orang lain, Sofyan adalah lelaki yang baik dan juga lembut. Maka dari itu, hingga saat ini Risma belum bisa move on dari Sofyan.
Sofyan sendiri mengepalkan tangannya saat mendengar siapa pelaku yang sudah membuat Risma hamil, dan bagaimana lelaki itu memperdaya Risma hingga mau menyerahkan tubuhnya kepada lelaki itu.
"Bang*sat Ilyas!" umpat Sofyan sambil mengusap wajah kasar.
Sofyan merasa gusar sekaligus merasa bersalah, karena saat itu menyuruh Mahmud yang mengantar Risma ke tambak, sehingga Risma bertemu dengan Ilyas dan pada akhirnya lelaki itu berhasil memperdaya Risma dengan iming-iming akan mendapatkan Sofyan.
"Kamu juga bodoh! mau-maunya dikibulin laki-laki seperti dia! kamu tahu Risma, sampai matipun akang enggak akan mau nikah sama kamu, apapun caranya. Jodoh akang Puja! titik!" ucap Sofyan emosi. Dia marah karena sebenarnya Sofyan sayang kepada Risma, sayang sebagai seorang adik yang sudah dekat dengannya sedari kecil. Tapi disisi lain dia juga kasihan dengan nasib Risma, dia juga khawatir jika sampai Risma menikah dengan Ilyas, Risma akan menderita seperti Puja dan Ratna dulu.
"Akang akan bantu kamu, hanya sebatas finansial aja. Akang akan cariin kontrakan rumah yang bisa disewa selama dua tahun sekaligus orang yang bisa jagain kamu. Akang akan tanggung biaya hidup dan biaya persalinan kamu nanti. Tapi setelah ini, anggap semua hutang budi keluarga akang lunas, supaya bapak tenang disana." ucap Sofyan dengan tegas.
"Makasih kang, makasih banyak udah mau nolongin Risma. Maafin Risma karena merepotkan akang." ucap Risma menangis haru karena Sofyan bersedia menolongnya.
Sofyan sendiri menarik nafas dalam, tentu saja untuk menolong Risma akan ada resikonya, dan juga merogoh uang yang tidak sedikit. Paling tidak, sisa tabungannya akan terkuras habis untuk membiayai hidup Risma semasa kehamilan dan persalinannya. Tapi dia juga tak mungkin membiarkan Risma dalam jeratan Ilyas yang dimatanya sudah menghancurkan dua wanita yang berhasil mencuri hatinya. Cukup Puja dan Ratna yang jadi korban, tidak dengan Risma.
'Semoga keputusan yang aku ambil tidak salah. Dan semoga bapak tenang disyurga' ucap Sofyan dalam hati.
🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Sop ayam coba-coba jadi pahlawan kesiangan nih...! ditinggal kabur lagi nanti meweek! jangan Lupa like, komentar dan juga vote sebanyaj-banyaknya ya. Jangan kendorin dukungannya, supaya author juga gak kendor semangat nulisnya.