Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Pov Sofyan


__ADS_3

Namaku Sofyan, usiaku 30 tahun saat masih menjalin kasih dengan Ratna juwita, wanita idamanku yang sejak lama aku suka. Ratna adalah gadis yang sederhana, pekerja keras dan juga cantik. Ratna tidak pernah mengeluh dalam keadaan apun. Tidak pernah mengemis dalam keadaan tersulit sekalipun. Selama kami berpacaran, Ratna tidak pernah sekalipun meminta uang atau barang-barang seperti perempuan lainnya, Ratna sangat pengertian dengan kondisiku yang hanya seorang buruh diperkebunan karet.


Awalnya ku kira hubunganku dengan Ratna akan berjalan mulus, karena selama berhubungan, kami tak pernah ada permasalahan sedikitpun, bertengkar juga hanya hal-hal kecil saja, yang jelas disini kami sama-sama dewasa. Ratna gadis yang sangat cantik, putih, mata sayu, dan juga memiliki bentuk tubuh yang ideal, sehingga tak jarang banyak pria yang mendekatinya.


Suatu ketika, ibunya Ratna jatuh sakit sampai tidak sadarkan diri, ibunya Ratna dibawa kerumah sakit terdekat. Dan dari hasil pemeriksaan dokter, ibunya Ratna menderita penyakit kanker hati dan harus secepatnya dioperasi. Karena Ratna tak memiliki uang yang cukup, akhirnya ibunya kembali dibawa pulang kerumahnya. Berhari-hari dirumah, sampai suatu ketika kondisinya benar-benar lemah. Ratna sangat kebingungan mencari uang, dan disaat itu aku merasa gagal karena tidak dapat membantunya disaat sulit seperti ini.


Tiba-tiba Ratna memutuskan hubungan kami begitu saja, alasannya karena dia akan menikah dengan lelaki bernama Ilyas. Aku tahu kenapa Ratna terpaksa memutuskan hubungan kami dan memilih Ilyas karena saat itu Ilyaslah yang menolong Ratna dengan membiayai operasi ibunya Ratna. Aku merasa hancur sehancur-hancurnya. Impianku untuk membina rumah tangga bahagia bersama Ratna hancur sudah. Aku terpuruk tapi sekaligus merasa terpecut untuk sukses. Aku bekerja keras mengumpulkan uang agar menjadi orang yang sukses. Akhirnya aku berhenti menjadi buruh diperkebunan karet itu dan memulai usaha menjadi petani tambak ikan. Alhamdulillah berkat kerja keras dan giat dalam bekerja, akhirnya usaha tambak ikan ku membuahkan hasil yang memuaskan. Aku bisa menabung sedikit-demi sedikit dan merenovasi rumah orangtua tuaku yang sudah tua, yang awalnya berdinding kayu kini berdinding semen.

__ADS_1


3 tahu berlalu setelah Ratna pergi ke sumatra ikut Ilyas suaminya, akhirnya Ratna pulang ke kampung halamanku. Aku sangat senang sekaligus merasa terharu, karena sudah lama sekali tidak bertemu. Aku sangat merindukan Ratna. Saat itu Ratna tidak secantik dulu, wajahnya suram, sendu dan penuh kesedihan. Tubuhnya juga tidak terurus dan agak gemukan, mungkin efek melahirkan juga. Aku tetap berusaha bersikap baik pada Ratna, walaupun, dulu aku sempat dicampakkan olehnya, tapi aku tidak bisa memungkiri, masih nama Ratna yang mengisi hatiku.


Awalnya Ratna menjaga jarak denganku, tapi lama-kelamaan Ratna mulai terbuka dan menceritakan semua masalahnya hingga dia memutuskan untuk kembali ke kampung ini, dan itu semua ternyata karena Ilyas dan Puja berselingkuh. Entah kenapa saat mendengar cerita Ratna aku jadi sangat membenci Puja dan Ilyas, karena perbuatan mereka yang sudah diluar batas. Aku merasa gamang dan ingin kembali pada Ratna. Aku bahkan ikhlas jika harus menerima dan membesarkan Ikhsan seperti anak kandungku sendiri. Tapi Ratna tidak mau, karena aku sudah memiliki tunangan dan akan segera menikah sebulan lagi.


Jujur saja, aku dan calon istriku saat itu bertunangan karena dijodohkan, jadi aku tidak memiliki perasaan apapun padanya. Hanya Ratna dihatiku, tidak pernah berubah sedikitpun. Akhirnya calon istriku itu memutuskan hubungan kami yang sudah terjalin, emak dan bapak sangat kecewa, disaat usiaku yang sudah 33 tahun tapi belum juga menikah. Aku meminta maaf pada emak dan bapak karena sudah mengecewakan mereka dan berjanji akan membawa Ratna kerumah untuk dikenalkan pada mereka.


Malam itu, saat Ratna tengah bersuka cita dengan resepsi pernikahan keduanya, aku justru tengah berduka. Aku tidur diempang, memandangi bulan yang bersinar terang, cahayanya cerah menerangi bumi dari gelapnya malam, tapi tetap saja tidak mampu menerangi hatiku yang sudah menghitam.

__ADS_1


Saat tengah asyik dengan lamunanku, aku dikagetkan dengan bunyi telfon masuk diponselku. Aku buru-buru mengangkatnya, ternyata itu dari saudaraku di ******** yang meminta tolong untuk memanggilkan suaminya keponakanku yang akan melahirkan. Aku buru-buru ke lokasi yang dimaksud untuk memanggil suami keponakanku itu dan memberitahu jika Elvi (keponakanku) akan melahirkan. Suami keponakanku itu buru-buru membawa motor sendiri dan mengendarainya dengan kencang, meninggalkanku yang masih santai tanpa terburu-buru.


Saat ditengah perjalanan, aku bertemu dengan Puja, adiknya Ratna. Puja bilang dia dikejar-kejar orang jahat, dan tanpa fikir panjang aku menolongnya dan membawanya kerumahku. Namun sialnya, suatu insiden yang tidak disengaja membuatku dan Puja harus menikah. Saat itu aku merasa Puja tengah menjebakku, dan aku sangat marah padanya. Aku membencinya dan menganggap Puja tidak lebih dari wanita penggoda dan wanita murahan.


Aku yang tengah patah hati karena Ratna seollh melampiaskan rasa sakit hatiku kepada Puja, tak jarang aku mencacinya, menghinanya dan merendahkannya didepan emak dan bapak. Mungkin memang karena aku sudah keterlaluan dan Puja merasa tidak kuat dengan sikap dan perlakuanku, akhirnya malam itu Puja kabur entah kemana. Emak murka dan terus memarahiku. Aku jadi merasa bersalah dan pagi harinya aku mencari Puja kerumah suami Ratna, tapi ternyata Puja tidak disana. Aku hampir putus asa, sore harinya aku menghadiri undangan dari teman sekolahku dulu yang rumahnya berada di kampung sebelah. Dan disana aku tidak sengaja bertemu dengan Puja, ternyata Puja tengah asyik menyanyi dan berjoget ria dengan pria hidung belang dipanggung.


Aku sangat marah! aku mencarinya kesana kemari dengan frustasi, tapi dia malah bersenang-senang dengan bandot tua hidung belang! dan sialnya Puja bersikap acuh seolah tidak mengenalku sama sekali, padahal, aku adalah suaminya. Sial!

__ADS_1


Aku mengikuti Puja sampai ke kos-kosan temannya, dan dia sangat terkejut dengan kedatanganku. Aku yang sudah dipenuhi emosi langsung mengata-ngatainya dengan segala hinaan dan cacian! aku benci meliahatnya berjoget didepan pria lain! meliuk-liukan tubuhnya yang sexy bak gitar spanyol didepan orang banyak! aku tidak terima, bahkan aku saja sebagai suaminya tidak pernah merasakan kehangatan tubuh Puja. Dan hari itu di kos-kosan temannya Puja, akhirnya aku melepas perjakaku kepada Puja. Tubuh Puja benar-benar membuatku mabuk kepayang, indah, luar biasa nikmat walaupun tidak perawan lagi, tapi rasanya sangat legit dan menggigit. Aku menggila, melepaskan semua hasrat yang selama ini tertahan. Dan saat pelepasan, aku sengaja menyebut nama Ratna. Entah kenapa aku malah sengaja ingin menyakiti Puja, agar Puja merasakan sakit yang sama saat aku melihatnya bergoyang didepan pria yang menyawernya saat dipanggung hajatan.


__ADS_2