Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Kedatangan Iis


__ADS_3

Sofyan tengah mengancingkan kemejanya tidak lupa dia mengelap sisah-sisah biji terong panggang yang tak tertampung di rahim Puja. Dia tersenyum lebar, akhirnya setelah hampir satu minggu dia bisa memanggang terongnya lagi. Rasanya sungguh melegakan, tapi dua ronde saja rasanya belum cukup! harus cari hotel terdekat nih!.


Puja sendiri sudah selesai merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan, takut jika Risma sampai datang dan melihatnya dalam keadaan menggenaskan. Dia menegak air mineral yang tersimpan diatas dashboard mobil setelah itu celingukan melihat kearah pintu rumah kontrakan Ilyas. Namun Risma belum juga keluar dari sana.


"Sayang, Risma kok belum keluar-keluar sih? ngapain aja dia sama Ilyas? " tanya Puja.


"Enggak tahu." jawab Sofyan.


"Samperin dulu gih.Takutnya mereka berantem terus Ilyas berbuat macam-macam. " ucap Puja khawatir.


"Ya udah, kamu tunggu disini aja istirahat. Cup! " Sofyan mencium kening Puja sekilas setelah itu keluar dari mobilnya untuk memeriksa keadaan Risma didalam sana.


Sesampainya didepan pintu Sofyan melihat Risma yang cemberut tengah memainkan ponselnya begitupula dengan Ilyas yang juga tengah memainkan ponselnya.


"Loh ditungguin dari tadi malah asyik main hp, udah selesai belum ngobrolnya? " tanya Sofyan. Risma dan Ilyas saling berpandangan lalu kompak melihat kearah Sofyan dan terlihat jelas dileher pria tersebut banyak sekali ruam kemerahan yang mengitari leher Sofyan. Seketika mereka menggelengkan kepalanya. Ternyata benar, mereka tidak su'udzon. Sofyan dan Puja benar-benar gila! seperti itulah isi fikiran mereka.


"Ehem, jadi mobilnya udah berhenti bergoyang ya kang?" sindir Risma. Disindir begitu, wajah Sofyan seketika pias. Duh! bisa hilang nih image kalem dan pendiam Sofyan dimata publik.


"Ngomong apa sih kamu Ris, udah ayo mau pulang enggak?" tanya Sofyan berusaha bersikap se normal mungkin. Padahal sebenarnya dia merasa sedikit malu kepada Risma.


"Ya pulanglah masa Risma tidur disini, kan belum halal. Tapi mas Ilyas secepatnya mau menghalalkan Risma kok. Iya kan mas? " tanya Risma.


"Iya Ris." jawab Ilyas.


"Jadi kamu mau nikah sama dia? enggak nyesel kamu?" tanya Sofyan yang masih memendam sakit hati kepada Ilyas. Sofyan jugaerasa khawatir jika ternyata Ilyas belum benar-benar berubah dan Risma hanya di permainkan seperti Puja dan Ratna dulu. Tapi melihat kesungguhan diwajah Ilyas Sofyan jadi sedikit merasa lega.


"InsyaAllah enggak kang. Kang Sofyan tenang aja. Mas Ilyas udah berubah kok." jawab Risma.


"Terserah deh. Ya udah ayo buruan, Puja udah nungguin." ajak Sofyan tak sabaran karena dia ingin mengulangi percintaannya lagi dengan Puja.

__ADS_1


"Iya. Ya udah mas Ilyas Risma pamit pulang dulu ya." ucap Risma.


"Iya, Hati-hati dijalan ya." ucap Ilyas.


"Iya mas." jawab Risma sembari melemparkan senyum terbaiknya. Setelah itu dia mengekor di belakang Sofyan menuju mobil yang tadi sempat bergoyang-goyang karena terguncang gempa buatan.


Jlek


Brak


"Lama banget, ngomongin apa aja?" tanya Puja disaat Risma sudah berada di dalam mobil.


"Ya lama lah, kan nungguin mobilnya berhenti goyang. Sepertinya tadi ada gempa ya, tapi aneh gempanya hanya di area mobil kamu aja. Jadi deh mobilnya terguncang dan bergoyang-goyang sendiri." sindir Risma.


"Hahah.. guncangan dahsyaatt!! asyik tahu" bukannya merasa malu, Puja malah tertawa terbahak-bahak. Emang dasar gak ada akhlak. Sofyan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Istrinya itu memang luar biasa kelewat absurd. Sebenarnya tadi juga dia enggan itu-itu didalam mobil, tapi Puja terus saja menggoda imannya. Puja yang luar biasa nakal itu benar-benar membuat Sofyan tak tahan. Dikasih ikan, kucing mana bisa nolak. Dikasih oven, terong mana tahan. Akhirnya, terjadilah panggang memanggang terong.


"Iya" jawab Sofyan.


//


Setelah melewati masa iddahnya, Risma dan Ilyas akhirnya melangsungkan pernikahan mereka yang disaksikan oleh Sofyan dan keluarga terdekatnya. Ibunya Risma sebenarnya sempat diberitahu, tapi entah kenapa hingga sekarang ibunya Risma belum mau bertemu dengan Risma karena masih merasa kecewa. Dan hari itu setelah melangsungkan acara akad nikahnya yang dilaksanakan dirumah Sofyan, Risma diboyong kerumah kontrakan Ilyas. Sofyan dan Puja turut berbahagia dan berharap ini pernikahan terakhir bagi Risma dan Ilyas. Mereka juga berharap Ilyas benar-benar berubah dan tak lagi menyakiti hati perempuan, cukup Risma yang dijadikan wanita satu-satunya.


Disisi lainnya, ada hati yang tengah patah dan terkoyak. Dia adalah Mahmud, mantan suami Risma. Mahmud sudah mendengar semua itu dari Sofyan, karena sebelum menikahkan Risma dan Ilyas, Sofyan meminta izin padanya terlebih dahulu. Kini dia tengah duduk diwarung ceu Imas menikmati secangkir kopi dan gorengan hangat.


"Kenapa Mud? wajah kamu meni kusut begitu? " tanya ceu Imas.


"Enggak apa-apa ceu, lagi pusing aja banyak kerjaan." jawab Mahmud.


"Oh iya gimana kabar istri kamu? udah isi belum?" tanya ceu Imas. Mahmud tersenyum getir.

__ADS_1


"Boro-boro mau isi ceu, Mahmud udah cerai dan dia sudah nikah lagi." jawab Mahmud.


"Loh loh, kok bisa?" tanya ceu Imas terkejut.


"Ya bisa lah ceu, namanya juga bukan jodoh" jawab Mahmud. Ceu Imas mengulum senyum.


"Kalau gitu kamu sama anak eceu aja gimana? tahun ini kan lulusan dari pondok." ucap ceu Imas yang tak mau keduluan lagi. Baginya Mahmud adalah pria baik-baik dan pekerja keras, tidak kaya tapi bertanggungjawab sudah cukup untuk syarat menjadi menantunya.


"Kasihan atuh anak ceu Imas, masa dinikahin sama duda miskin seperti saya." jawab Mahmud sembari terkekeh kecil.


"Biar miskin tapi kamu tanggungjawab Mud, yah mau yah jadi mantu ceu Imas." rayu ceu Imas. Mahmud tak menjawab, hanya tertawa saja menanggapi ceu Imas yang ngebet menjadikan dirinya sebagai menantu.


//


Tok Tok Tok


"Assalamu'alaikum, Puja..." seorang wanita mengetuk pintu rumah Sofyan dengan suara bergetar. Air mata bercucuran di pipinya. Wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Iis sahabat karib Puja. Dia tengah kebingungan karena medapat kabar jika adik laki-lakinya kecelakaan dan terluka cukup parah dan mengalamai patah tulang hingga harus dilakukan tindakan operasi, ibunya sudah mengurus surat-surat keterangan tidak mampu, tapi tidak membuahkan hasil. Dia tetap harus mencari dana sendiri untuk pengobatan adiknya. Uang tabungannya tak cukup. Rencananya Iis ingin menawarkan motor miliknya kepada Puja untuk menambah biaya pengobatan adiknya, sebelum kepada Puja dia sudah menawarkan kepada pihak lain namun ditawar dengan harga yang sangat rendah.


"Waalaikumsalam," jawab Puja.


Klek!


Pintu terbuka, Puja terkejut mendapati Iis yang tengah menangis tersedu-sedu.


"Iis?" Puja terheran-heran kenapa Iis menagis?


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Mumpung senin, vote dulu ya, siram kembang, kopi dan jangan lupakan untuk like komentarnya.

__ADS_1


__ADS_2