
Sudah seminggu Sofyan dan Puja pergi berlibur ke puncak Bogor. Mereka menginap di hotel yang sebelumnya sudah disewa selama lima hari kini ditambah menjadi sepuluh hari karena Sofyan tak mau melewatkan masa-masa bulan madu mereka dihotel itu. Dan selama seminggu ini Puja dan Sofyan hanya Belum melakukan bulan madu seperti rencana awal mereka karena Puja datang bulan. Namun walau begitu Sofyan dan Puja tetap menikmati masa-masa liburan mereka disana. Mereka jalan-jalan memuaskan diri mereka dengan pemandangan indah dan berbagai kegiatan lainnya yang menyenangkan dan menenangkan fikiran.
Dan malam ini Puja ingin memberi kejutan untuk Sofyan karena Puja telah selesai menstruasi. Dia mengenakan baju dinas andalannya saat Sofyan tengah shalat isya'. Tak lupa memakai farfum dan wewangian lainnya agar malam ini menjadi malam yang tak terlupakan.
"Sayang... kamu..." Sofyan tak dapat berkata-kata saat melihat Puja yang nampak begitu seksii tengah berbaring diatas kasur dengan pose menggoda, dia menggigit kecil bibir bawahnya membuat Sofyan makin tak sabaran. Puja menggerakkan jarinya seolah memberi kode kepada Sofyan agar mendekat kearahnya. Tentu saja Sofyan menurut, namun sebelum itu dia melepas pakaiannya telebih dahulu dan membuangnya ke sembarang tempat.
"Kenapa bajunya langsung dilepas?? emang enggak dingin?" ucap Puja dengan nada sensual. Jari-jari lentiknya bermain diarea dada Sofyan, salah satu tempat favoritnya. Sumpah demi apapun malam ini Puja terlihat nakal dan begitu menggairahkan dimata Sofyan.
"Apa kamu sudah selesai datang bulan?" tanya Sofyan harap-harap cemas.
"Udah belum ya...? emh.. periksa aja sendiri." bisik Puja sensual. Sofyan tersenyum puas, mengerti akan jawaban Puja. Dengan sedikit tidak sabaran Sofyan langsung merangkak naik keatas tubuh Puja. Namun Puja menahan dadanya membuat Sofyan merasa bingung.
"Ada apa?" tanya Sofyan. Puja malah mendorong tubuh Sofyan dan duduk dipangkuan lelaki yang sudah setengah polos itu. Puja merasakan sesuatu yang keras dan mengganjal dibawah sana.
"Sabar sayang, Puja cuma mau ngomong... Tubuh ini, jiwa ini, raga ini semuanya hanya milik kang Sofyan. Malam ini milik kita sayang, Dan juga... Puja ingin kang Sofyan 'menghabisi' Puja dengan segala keperkasaan kang Sofyan." ucap Puja sembari menyentuh bibir Sofyan dan memainkan benda kenyal tipis itu dengan jarinya. Lalu menarik wajah Sofyan dan menyatukan kening mereka.
"Kang Sofyan tambah ganteng aja sih, Puja jadi makin cinta." ucap Puja dengan kedipan nakal dimatanya. Tanpa banyak kata Sofyan mendorong tubuh Puja dan mengungkungnya dibawah sana. Dia meraup bibir merah ranum itu dengan rakus. Sofyan merasa gairahnya sudah dipuncak dan meledak-ledak sehingga mencumbu Puja dengan sedikit kasar dan tidak sabaran. Diperlakukan begitu bukannya merasa kesakitan, Puja justru malah kesenangan dan semakin melayang-layang.
__ADS_1
Dengan sekali gerakan Sofyan merobek paksa kain setipis saringan ampas tahu tersebut dan membuangnya ke lantai bercampur dengan pakaiannya yang sudah tercecer terlebih dahulu. Sofyan memandangi pahatan indah dihadapannya, dua bulatan yang terlihat semakin membesar dan padat berisi membuat Sofyan tak tahan untuk melahap nya. Dengan beringas Sofyan menggigit dan melumaat pucuk merah jambu tersebut. Tangannya tak tinggal diam, yang satu meremaaas dan satunya turun ke bawah menuju lembah becek dan lembab dibawah sana. Memasukan beberapa jarinya dan memainkannya dengan tempo sedikit cepat agar Puja semakin memanas dan tersengat gairahnya. Benar saja, tubuh Puja menggelinjang seperti cacing kepanasan, tangannya meremaas-remaass Seprei di kasurnya dan mengeluarkan suara erotis khas percintaan.
Mendengar itu, Sofyan semakin tak tahan. Dia menurunkan wajahnya menuju lembah becek nanti lembab milik Puja. Setelah itu merenggangkan kedua kaki Puja dan membenamkan kepalanya disana, Dia mengendus sebentar dan mencium aroma khas milik Puja yang baginya begitu harum dan memabukkan.
"Milik kamu wangi banget sayang, akang suka." Puji Sofyan sembari menatap Puja sebentar. Puja hanya tersenyum dan tanpa permisi Sofyan langsung melesakkan lidahnya kedalam liang kenikmatan milik Puja. Rasanya benar-benar luar biasa, sensasi becek, lembab, licin dan harum membuat Sofyan semakin menggila. Tubuh Puja menggeliat-geliat kenikmatan. tangannya menjambak-jambak kepala Sofyan dan menekannya agar semakin dalam membenam.
"Ooohhhh...!! Euungghhh!!' Puja mendapat pelepasan pertamanya. Sofyan bangkit dan keluar dari antara kaki Puja, dia menyeringai melihat Puja yang nampak semakin seksii. Wajah berkeringat dan mata berkabut gairah membuat Sofyan semakin tak tahan ingin segera menusuuk-nusuuk lubang kenikmatan yang baru saja dinikmati oleh lidah dan bibirnya.
"Kamu siap sayang? jangan pernah minta berhenti karena akang akan melakukannya sampai pagi. Kamu cukup Terima semua kenikmatan yang akang berikan, biar kang Sofyan yang memegang kendali. Tubuh ini milik kang Sofyan." bisik Sofyan. Puja tersenyum dan mengalungkan tangannya dileher Sofyan.
Suara desahaan dan racauan Puja menggema keseluruh ruangan kamar hotel tersebut, namun kali ini emak bisa tidur dengan nyenyak karena kamar tersebut kedap suara. Sehingga malam ini Sofyan terbebas dari kutukan dan sumpah serapah emaknya.
Saat gelombang itu akan datang Sofyan menunduk dan menciumi wajah Puja dengan sayang. Mereka saling memandang dan menatap penuh cinta. Puja melingkarkan tangannya ke pundak Sofyan.
"Kang Puja cinta banget sama kang Sofyan. I love you kang, I love you..." ucap Puja.
"I love you too sayang. Akang juga cintaaaa banget sama kamu Puja. Malam ini kamu cantik dan begitu seksii." puji Sofyan. Lalu dia kembali. bangkit dan mulai memompa tubuhnya dengan kekuatan super cepat, Puja tak dapat berkata-kata, mulutnya hanya bisa menganga menerima setiap genjootan demi genjootan yang diberikan Sofyan. Hingga gelombang dahsyat itu datang dan...
__ADS_1
"Eungh!!!" Puja dan Sofyan melenguh panjang. Satu ronde terlewati dan tentu saja itu tak akan cukup bagi pasangan hyper ini. Jika belum lecet dan bengkak, mereka akan terus melakukan nya. Melakukan sesuatu untuk meraih kenikmatan sebanyak-banyaknya.
"Makasih sayang untuk ronde pertama, akang yakin sebentar lagi akan ada anak terong yang hidup di rahim kamu." ucap Sofyan sembari menciumi wajah Puja.
"Hah? anak terong? " tanya Puja.
"Iya sayang anak terong. Anak-anak penerus Sofyan ali." ucap Sofyan sembari tersenyum.
"Mudah-mudahan anak terongnya perempuan ya." ucap Sofyan.
"Kenapa?" Tanya Puja.
"Karena pasti nanti centiil seperti kamu." ucap Sofyan sembari menyatukan kembali bibir mereka. Puja mana bisa menolak. Sofyan terlalu menggiurkan untuk dilewatkan.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Kisah Sofyan dan Puja sampai disini, untuk selanjutnya akan ada kisah percintaan anak-anak Sofyan dan Puja hingga Sofyan dan Puja menimang cucu barulah novel ini tamat. Pantengin terus karena kisah mereka tak kalah menarik untuk. disimak. Jangan lupa dukungannya yups.
__ADS_1