Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Kerja Sama


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Mahmud sudah datang kerumah Sofyan. Sofyan segaja memanggil Mahmud, karena Sofyan tahu Risma pasti akan datang lagi kerumahnya. Sofyan ingin Mahmud saja yang mengantar Risma dan teman-temannya, sedangkan dia sendiri memilih menemani dan membantu Puja dirumah, untuk menghindari kesalahfahaman.


"Hayu sarapan dulu Mud" ajak Sofyan saat Melihat Mahmud yang berada didepan pintu rumahnya.


"Nanti aja kang ditambak" tolak Mahmud. Sofyan mengangguk lalu ikut bergabung sarapan bersama istri dan ibunya dimeja makan. Dan benar saja, saat mereka tengah menikmati sarapan bersama, Risma sudah datang dan memanggil nama Sofyan. Sofyan yang sudah lebih dulu menghabiskan sarapannya beranjak kedepan rumahnya untuk menemui Risma. Puja sendiri ikut mengekor dibelakangnya, namun dia berhenti di pembatas atara ruang tamu dan ruang tengah. Puja memilih menguping pembicaraan suaminya dan Risma dari jauh.


"Kang gimana? boleh kan Risma sama temen-temen main ke tambak?" tanya Risma antusias.


"Boleh, kalau mau main, main aja. Tapi maaf, kang Sofyan sama Puja mau ke kota, mau ngurus akte Bagja sama bikin kartu keluarga. Jadi kamu ke tambaknya diantar sama Mahmud ya" ucap Sofyan sembari menepuk pundak Mahmud.


"Tapi kang, Risma kan enggak kenal sama Mahmud" ucap Risma pelan.


"Ya kenalan atuh, akang berani jamin, Mahmud orangnya baik kok, sopan juga. Lagian kan kamu sama temen-temen kamu, kenapa harus takut?" tanya Sofyan.


"Bukan gitu kang, masa iya yang punya tambak enggak nongol dan malah sama anak buahnya" jawab Risma yang masih kekeh.


"Mahmud bukan cuma sekedar anak buah bagi kang Sofyan. Dia udah kayak adik sendiri, Mahmud udah lama kerja sama akang. Bilang aja Mahmud yang punya tambak. Udah, enggak usah sungkan-sungkan sama Mahmud ya, kalau ada yang mau ditanyain, tanya aja sama Mahmud" ucap Sofyan panjang lebar. Benar saja, Risma mati kutu dan kehabisan kata-kata untuk menjawab ucapan Sofyan. Dan dengan terpaksa dia menaiki motor bersama Mahmud karena kadung berbohong.

__ADS_1


Sofyan yang melihat kepergian Risma merasa lega karena tak harus menuruti permintaan aneh-aneh dari wanita itu. Saat berbalik dan masuk kedalam rumah, Sofyan dibuat terkejut dengan kemunculan istrinya secara tiba-tiba. Puja tersenyum manis lalu mengalungkan tangannya dileher suaminya dan bergelanyut manja didada bidang Sofyan.


"Makasih ya, kang Sofyan udah tegas dan menjaga perasaan Puja" ucap Puja sambil tersenyum hangat. Lalu dengan cepat merampas bibir suaminya. Dan tanpa tahu malu mereka melakukannya didepan pintu ruang tamu. Tanpa mereka ketahui, perbuatan mereka terlihat jelas oleh lelaki yang berada didalam mobil hitam yang sejak tadi mengawasi gerak-gerik mereka.


********


Risma meminta turun ditengah jalan saat motor Mahmud sudah memasuki perkebunan karet.


"Risma turun disini aja" ucap Risma. Mahmud menoleh dan menghentikan motornya.


"Kok disini, katanya mau ke tambak" ucap Mahmud.


"Tapi..."


"Udah sana!" ucap Risma ketus.


"Ya udah!" jawab Mahmud. Karena tak mau ambil pusing, Mahmud meninggalkan Risma begitu saja.

__ADS_1


Risma menghentak-hentakkan kakinya merasa dongkol dan kesal karena rencananya berantakan.


Tin tin!


Tiba-tiba sebuah mobil hitam mendekat kearahnya. Dan setelah mobil itu berhenti, munculah sosok lelaki berjaket hitam. Risma mundur perlahan saat lelaki itu berjalan mendekat kearahnya.


"Siapa kamu!" tanya Risma sinis.


"Ilyas! saya Ilyas mantan pacar Puja." jawab lelaki itu. Mendengar nama Ilyas, Risma sedikit terkejut, dia teringat ucapan Sofyan tentang Ratna dulu. Oh, Risma tahu sekarang, berarti lelaki ini yang dulu mengacaukan hidup kakak beradik itu.


"Ya, saya tahu kamu. Terus kamu mau apa?" tanya Risma tanpa berbasa-basi.


"Saya masih cinta sama Puja dan mau Puja kembali bersama saya. Dan saya tahu kamu juga menginginkan Sofyan. Jadi, mungkin kita bisa bekerja sama" jelas Ilyas.


"Cih! kerjasama dengan laki-laki brengsek seperti kamu? jangan mimpi!" ucap Risma ketus.


"Ayolah, enggak usah munafik dan jual mahal. Kalau kita kerjasama kita sama-sama untung, Sofyan jadi milik kamu, Puja jadi milik saya lagi" ucap Ilyas dengan senyuman jahatnya. Risma nampak berfikir, namun karena obsesi untuk memiliki Sofyan begitu besar, dia menyetujuinya begitu saja. Risma ikut masuk kedalam mobil Ilyas dan mereka menuju suatu tempat untuk membicarakan rencana mereka.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Hati-hati Risma ada kadal buntung! jangan Lupa like, komentar, dan vote sebanyak-banyaknya ya.


__ADS_2