Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Kesempatan Kedua


__ADS_3

"Makasih ya sayang karena Puja udah mau nerima kang Sofyan lagi." ucap Sofyan dengan mata berkaca. Dia sangat terharu karena akhirnya Puja mau memaafkan kesalahannya dan membuka hatinya kembali.


"Siapa bilang? ini karena akang yang maksa-maksa Puja." jawab Puja masih dengan mode jual mahal.


"Iya, anggap aja akang yang maksa Puja. Terserah, yang penting Puja senang. Sekali lagi akang minta maaf untuk yang terjadi sebelumnya. Akang bener-bener nyesel dan akang janji enggak akan ngulangin kesalahan yang sama." ucap Sofyan bersungguh-sungguh sambil menatap dalam mata Puja.


Puja tersenyum lalu kembali mencium bibir Sofyan sekilas.


"Puja pegang janji kang Sofyan. Ini yang terakhir, jangan ada kebohongan lagi diantara kita." ucap Puja penuh penekanan.


"Iya sayang, kang Sofyan janji" jawab Sofyan. Lalu mereka kembali menyatukan bibir mereka namun suara tangisan Bagja menghentikan aksi mereka.


Hooaakkk!!!


Hoaaakkk!!


"Biar akang aja sayang, kamu simpen tenaga kamu buat melayani kang Sofyan karena kang Sofyan udah kelamaan puasa." ucap Sofyan seraya mengedipkan matanya.


"Iiih..! belum apa-apa udah balik mesuum lagi!!" ucap Puja manja.


"Harus! punya istri sexy seperti kamu mah mubajir sayang kalau dianggurin. Rugi besar!" ucap Sofyan.


"Mulai gombal! tuh de lihat ayah kamu tuh, jangan ditiru ya sayang!" ucap Puja sambil mengajak ngobrol Bagja anaknya.


"Sayang, kita jalan-jalan yuk, main kemana gitu liburan. Kita kan belum pernah sayang. Sekali-sekali." ajak Sofyan.

__ADS_1


"Boleh juga, akang mau kemana?" tanya Puja.


"Main ke puncak Bogor aja gimana? kerumah mamang." usul Sofyan.


"Boleh, tapi udara disana adem ya kang." ucap Puja.


"Iya, cocok buat itu-itu sama kamu." ucap Sofyan.


"Iiih!! selalu aja nyambungnya ke itu-itu!" ucap Puja kesal.


"Habis kamu selalu bikin kang Sofyan itu!" ucap Sofyan.


"Mesuum!!" cebik Puja.


"Biarin! kamu juga nakal!" balas Sofyan.


"Gumush! anak mama..!" ucap Puja seraya mencubit pipi gembul Bagja.


"Ahhh!! pelan-pelan mama, ahh!!" Goda Sofyan.


"Apaan sih?!!" Puja bertambah kesal dan sebal melihat wajah omes Sofyan.


"Udah ah, Puja mau ambil minum, haus disini hareudang!" ucap Puja. Kemudian dia pergi kedapur untuk menetralkan jantungnya yang sejak tadi berdegup kencang. Ish! kenapa rasanya seperti jatuh cinta lagi!.


***********

__ADS_1


Sementara ditempat lainnya Ilyas tengah frustasi saat mengetahui Risma kabur dari rumah yang disewanya.


"Sialan Risma!!" ucap Ilyas emosi.


"Aaaarrrrgggghhh!!!"


Brakk!!


Ckraakk!!


Praangg!!!


Ilyas meninju kaca dikamarnya hingga tangannya berdarah.


"Kenapa sih? kenapa kamu enggak mau terima aku Risma? apa kurangnya aku, selama kamu disini, aku perlakukan kamu dengan baik. Aku rawat kamu, aku jaga kamu. Kenapa kam malah pergi ninggalin aku! kenapa kamu enggak mau terima pertanggungjawaban dari aku?!!" Ilyas terduduk dilantai.


"Karena kamu aku jadi brengsek lagi! karena kamu aku sampai nekad ngeracunin ikan-ikannya si Sofyan! demi kamu, demi mendapatkan kamu!!" ucap Ilyas.


"Aku capek Risma! aku capek jadi orang brengsek! tapi kamu yang membuat aku jadi bengini! sampai kapan kamu enggak bisa move on dari Sofyan! sampai kapan sialan!" teriak Ilyas.


"Hu... hu... mak... mamak..!" Ilyas menangis menyebut-nyebut ibunya yang sudah tiada. Ibunya meninggal karena tak sengaja terdorong olehnya hingga kepalanya membentur sudut lemari dikamarnya saat Ilyas memaksa mengambil perhiasan sang mama untuk membayar hutang-hutangnya yang sudah menumpuk. Setiap hari Ilyas dihantui rasa bersalah karena dianggap sebagai pembunuh ibunya sendiri. Setiap hari Ilyas seperti orang gila yang tetawa sendiri, hingga dia bertemu dengan seorang ustadz yang tidak lain adalah teman masa kecilnya. Ilyas dibimbing dan diberi motivasi hingga sembuh dari depressinya. Dia kembali ke cirata berniat menemui Puja untuk mengajaknya rujuk, namun ternyata Puja malah sudah menikah dengan lelaki lain bahkan sudah memiliki anak.


Ilyas patah hati, hatinya belum cukup kuat uttuk menerima kenyataan ini. Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Dan disaat bertemu dengan Risma untuk pertama kalinya dia kembali merasakan getaran-getaran cinta. Dia teringat Ratna yang juga polos seperti Risma. Tapi galak dan licik seperti Puja. Dari sana lah dia mulai tertarik dan akhirnya melakukan cara kotor untuk mendapatkan wanita itu. Bagai gayung bersambut, ternyata dengan mudah dia memiliki Risma seutuhnya. Dengan bodohnya Risma menyerahkan sesuatu yang berharga didalam dirinya kepada Ilyas.


Tapi harapannya seakan sirna begitu mendapati Risma yang terang-terangan menolaknya tanpa memberinya kesempatan sedikitpun. Risma seperti jijik tiap kali bertemu dengannya, padahal dia hanya ingin hidup normal, menikah, dan berumah tangga lagi. Memulai dari awal dan merubah sikapnya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Vote yak, mumpung senin.


__ADS_2