Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Membencinya


__ADS_3

"Dila enggak mau tidur sama bekas orang!" ucap Dila ketus.


"Bekasnya sendiri enggak mau?" tanya Bagja sambil terus mendekat dan akhirnya dia berhasil merengkuh pinggang ramping Dila.


"A lepasin!" Dila meronta. Tapi Bagja malah semakin mengeratkan rengkuhannya di pinggang Dila.


"Dila enggak kangen sama aa?" tanya Bagja sambil menatap wajah Dila lekat-lekat.


"Enggak! untuk apa ngangenin laki-laki tukang selingkuh?!" ucap Dila.


"Padahal A Bagja kangen banget sama Dila. Tapi yang dikangenin enggak kangen, jadi mubadzir dong kangennya aa." ucap Bagja sendu.


"Jangan omong kosong deh, udah langsung ke intinya aja, Dila males lihat muka A Bagja lama-lama." ucap Dila ketus.


"Kalau langsung ke intinya nanti sakit sayang, pemanasan dulu aja." bisik Bagja yang lagi-lagi membuat Dila tak habis fikir. Belum habis keterkejutannya Bagja sudah mulai merayapi tubuhnya. Mengelus, merabbaa dan membelai dengan lembut, menyentuh dititik sensitif dengan kelembutan membuat Dila meremang.


"A Bagja tolong lepasin!" ucap Dila, sekuat mungkin dia menahan gelora nafsuunya karena sentuhan-sentuhan yang diberikan Bagja pada tubuhnya.


"Kamu hanya salah faham sayang, percaya sama A Bagja, aa enggak pernah selingkuh dari kamu. Hanya kamu wanita satu-satunya." ucap Bagja sambil menarik tengkuk Dila untuk menautkan bibir mereka, lalu menekannya untuk memperdalam ciumannya. Bagja menghisap, menyerap dengan penuh damba, dia begitu menggebu menyalurkan hasrat yang selama tiga hati tak bertemu rasanya sudah seperti berwindu-windu.


Awalnya Dila hanya diam saja, tapi lama kelamaan dia ikut menikmati dan membalas setiap sesapan yang diberikan Bagja. Sentuhan tangan Bagja pada tubuhnya mematahkan akal sehat dan kesadarannya, Dila begitu terlena hingga melupakan masalah mereka. Ciuman itu berubah menjadi lebih liar dan menuntut hingga tak tahu siapa yang memulai, mereka sudah berada diatas ranjang. Mereka saling beradu dan melepas pakaian pasangannya, hingga kini mereka sudah sama-sama polos tanpa apapun. Bagja menghentikan kegiatan mereka sejenak.


"Tolong beri kesempatan A Bagja untuk menjelaskan." ucap Bagja sambil membelai pipi Dila.


"Hm!" jawab Dila.


"Tapi sekarang tolong layani A Bagja dulu, aa udah enggak tahan." ucap Bagja.


"Apa tubuh ini benar-benar belum disentuh wanita lain selain Dila?" tanya Dila sambil menyentuh dada bidang Bagja.


"Cobain aja, kalau memang sudah disentuh wanita lain, rasanya pasti hambar." ucap Bagja sambil tersenyum manis.


"Tinggal jawab iya atau enggak," ucap Dila.

__ADS_1


"Memang kamu percaya kalau A Bagja bilang enggak?" tanya Bagja.


"Dila enggak percaya, dan Dila mau cari tahu sendiri." ucap Dila, kemudian di bangkit dan mendorong tubuh Bagja hingga kini dia berada diatasnya.


Dila mulai menciumi tubuh Bagja, dimulai dari kening, kelopak mata, hidung, bibir dan turun ke leher, lalu turun lagi dan lagi membuat Bagja tak tahan lalu membalik tubuh Dila hingga kini dia mengungkung tubuh Dila dibawahnya. Karena sudah tak sanggup lagi menahan, Bagja mengarahkan miliknya ke lembah basah Dila.


"Akhh....!" keduanya melenguh dengan mata terpejam merasakan kenikmatan tak terkata ketika milik Bagja melesak masuk pada diri Dila. Penyatuan kali ini terasa lebih nikmat dari biasanya, mungkin karena kerinduan yang mereka rasakan.


Pelan namun pasti Bagja mulai menggerakkan pinggulnya, semula ia melakukannya dengan perlahan, namun lama kelamaan semakin cepat dan liar membuat Dila merasa terhempas, terombang-ambing dan tergulung ombak kenikmatan. Dila terus meracau saat mendapat hentakan yang diberikan Bagja, hentakan yang begitu menusuk, menggelitik dan menghujam dengan begitu dalam. Lenguhan keduanya saling bersahutan. Mereka seolah tak peduli jika ada yang mendengar sura-suara percintaan mereka. Jika cinta sudah menyala, dunia serasa milik berdua. Yang lain tak kasat mata.


//


Ditempat lainnya, Vino tengah meneguk minuman keras untuk melampiaskan emosinya. Dia tertawa, menangis, kadang marah-marah tak jelas. Vino sudah seperti orang gila anyaran. Cinta yang tak kesampaian membuatnya rapuh, patah dan hancur dalam waktu bersamaan. Nalar dan akal sehatnya seketika hilang tak berbekas.


"Dil! kenapa harus sama kak Bagja sih Dil, apa kurangnya aku coba? hu... hu... " Vino menangis sendu.


Dari kejauhan Alex yang juga sedang berada ditempat itu tak sengaja melihat Vino yang tengah mabuuk didekat meja bar langsung menghampiri adik sepupunya itu.


"Vin, ngapain lo disini?" sapa Alex sambil menepuk pundak Vino.


"Iya gue Alex." jawab Alex.


"Kenapa elo yang dateng? gue enggak butuh elo Lex! gue butuh Dila!" ucap Vino.


"What?! Dila?" tanya Alex bingung.


"Iya, gue cinta sama Dila, tapi dia nolak gue, demi laki-laki yang udah nyakitin dia, padahal kalau Dila mau sama gue, gue bakalan bikin dia bahagia, enggak akan gue biarin air matanya jatuh seujung kukupun." ucap Vino dengan wajah frustasi. Alex mengerti, ternyata Vino memiliki perasaan pada Dila, wanita yang juga disukainya. Alex mengulum senyum saat mendengar Dila menolak Vino, itu artinya dia punya kesempatan untuk mendekati Dila. Alex tidak tahu jika Dila sudah bersuami, tentu saja dia menolak Vino karena Vino adik iparnya sendiri, dan juga karena Vino sudah memiliki istri.


"Mendingan sekarang gue anter lo pulang ke kos-kosan, bahaya disini, ntar diculik tante-tante baru nyahok!" ucap Alex menakuti.


"Tante-tante nya ada yang kayak Dila enggak? kalau ada gue ikhlas deh," ucap Vino ngelantur.


"Udahlah Vin, masih banyak cewek diluaran sana, kenapa harus Dila sih?!" tanya Alex.

__ADS_1


"Dila istimewa Lex, dia sahabat gue dari kecil, gue suka sikap manjanya, wajah imutnya, dan yang paling penting dia deket banget sama nyokap gue, sampai nyokap gue lebih sayang Dila dari pada gue, bukan kayak perempuan satu itu, dia maki-maki nyokap gue, ngata-ngatain mamah gue pelakor, perempuan murahan! gue benci sama perempuan itu Lex!" ucap Vino saat tiba-tiba wajah Alya terbayang-bayang dikepalanya.


"Perempuan siapa lagi sih Vin? heran deh, banyak banget cewek elo!" ucap Alex. Kemudian tanpa banyak kata dia memapah tubuh Vino untuk membawa nya kedalam mobil, biar bagaimanapun dia merasa kasihan membiarkan sepupunya itu sendirian, dia takut Vino diculik tante-tante. Apalagi tante girrang, membayangkannya saja sudah membuat Alex bergidik ngeri, lebih ngeri dari nyai kunti.


//


Malam hari


Alex baru saja sampai di kos-kosan Vino. Dia turun dari mobilnya dan memapah Vino ke dalam kos-kosannya. Alex melihat Alya yang sedang membuang sampah lalu memanggilnya agar Alya dapat membantunya mengurus Vino.


"Al, sini!" panggil Alex. Awalnya Alya merasa enggan, tapi saat melihat keadaan Vino yang rapuh membuat Alya merasa kasihan dan pada akhirnya dia membantu Alex mengurus Vino.


"Dia kenapa Lex?" tanya Alya.


"Dia maabuuk di bar," jawab Alex.


"Oh," jawab Alya. Tiba-tiba handphonenya Alex berdering. Sang mama menghubunginya dan menyuruh Alex segera pulang karena Velia akan melahirkan.


"Al, maaf banget aku harus pulang. Mama bilang kakak aku mau melahirkan." ucap Alex.


"Oh, ya udah tinggal aja, Vino biar aku yang urus." jawab Alya. Kemudian Alex akhirnya pergi dari sana.


Beberapa saat kemudian...


Alya menatap Vino dengan wajah sendu,. Dia merasa kasihan tapi juga sakit secara bersamaan. Dia sudah selesai membersihkan tubuh Vino dari sisa muntahannya, dia juga sudah merapikan kamar Vino yang berantakan agar Vino tidur dengan nyaman.


"Aku ke kamar dulu. Kamu istirahat. Terimakasih atas rasa sakit yang kamu berikan hari ini." ucap Alya sambil memaksakan senyumnya. Dia bangkit hendak keluar dari kamar kos Vino. Namun Vino menahannya.


"Jangan tinggalin aku Dila, jangan..." Vino mencengkeram kuat lengan Alya.


"Lepasin Vin, aku bukan Dila, aku Alya." Alya meronta. Namun entah kekuatan dari mana, tiba-tiba Vino menariknya dan mengungkung tubuhnya di atas kasur. Malam itu bagai malam neraka bagi Alya, karena Vino mengagahinya dengan terus menerus menyebut nama Dila. Alya merasa diperrkosa secara paksa, tak ada kenikmatan yang ada hanya kesakitan. Malam itu rasa cinta Alya berubah jadi kebencian. Dia sangat membenci Vino atas rasa sakit yang Vino torehkan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Sabaaarr...


__ADS_2