Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Singkong Thailand


__ADS_3

Bagja tak menggubris ucapan Dila yang melantur, dengan sigap dia membawa Dila masuk kedalam mobilnya.


"Dimana kos-kosan kamu?" tanya Bagja. Dila hanya memandangi wajah Bagja dengan tatapan sedih.


"A Bagja kenapa ada disini?" tanyanya lirih.


"Dimana kos-kosan kamu?" Bagja mengulang pertanyaan nya.


"Enggak tahu.. eughh...! panass!!" Tiba-tiba Dila menggeliat seperti cacing kepanasan. Dila yang sudah kehilangan akal sehatnya, memelorotkan tali tali dress yang ada di pundaknya dan memelorotkan tali branya juga sehingga bahu mulusnya terpampang sempurna dan membuat kedua gunung kembar miliknya seolah akan keluar dari tempatnya.


"Stop! Dila kamu apa-apa sih?" tanya Bagja dengan wajah memerah. Keringat bercucuran dari dahinya saat melihat belahhan indah tersebut.


"Geraahhh!!!" kali ini Dila mengangkat dressnya hingga paha mulus itupun terpampang jelas dan menampilkan segitiga pengaman berwarna pink yang Dila kenakan.


Gleg


Bagja susah payah menelan salivanya. Sesuatu dibalik celananya tiba-tiba bangun dan bengkak. Keringat semakin deras bercucuran. Bagja melajukan mobilnya tanpa memperdulikan Dila yang terus meliuk-liukan tubuhnya dan meracau tak karuan. Akhirnya dia sampai di sebuah hotel dan langsung membopong tubuh Dila yang sudah sangat kepanasan tersebut setelah sebelumnya chek in sebuah kamar dihotel itu.


Sesampainya di kamarnya, Dila langsung merampas bibir Bagja dengan tidak sabaran. Dengan beringas dan liar Dila menyesap bibir Bagja seperti orang kehausan. Bagja awalnya berusaha menolak namun dia tak tahan dan tak kuat iman karena Dila terlihat begitu seksii untuk dilewatkan. Mereka saling membelit dan melumaat satu sama lain, ciuman itu semakin dalam dan menuntut membangkitkan gairah yang semakin lama semakin besar.


Dila semakin tak tahan. Dengan sekali gerakan dia melepaskan seluruh pakaiannya didepan Bagja hingga kini tubuh polosnya terpampang sempurna. Dengan tidak sabaran tangannya juga melepas kancing kemeja Bagja hingga terlepas hampir seluruhnya. Bagja tersadar dan mendorong tubuh Dila ke atas kasur.


"Dila, sadar Dil. Ini salah" ucap Bagja sembari mengatur nafasnya yang naik turun.

__ADS_1


"Geraahhh!! tolong, tolongin Dila... eunghh!!" Dila terus meliuk-liukan tubunya seperi cacing kepanasan. Membuat Bagja semakin frustasi. Dan disaat Bagja masih sibuk berfikir Dila menarik tubunya keatas ranjang dan menyerang nya tanpa sempat dicegah. Birahhinya sudah diubun-ubun meminta dipuaskan. Dengan lancang tangannya membuka celana Bagja dan mengeluarkan sesuatu didalamnya yang sudah mengeras sejak tadi. Bagja melotot dan...


"Eughh!!" Bagja mengerang saat singkong thailandnya dimasukkan kedalam goa bergerigi Dila. Dila yang sudah kehilangan akal sehat itupun terus mengulumm singkong thailand tersebut. Bagja mendesis menikmati sensasi yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Hingga akhirnya... Fla santan singkong thailand itu pun meleleh didalam mulut Dila. Dila menelannya.


"Enggak enak!" ucapnya tak tahu malu.


Dila yang masih dipenuhi gairah yang masih membuncah kembali meraba-raba dadaa bidang Bagja dan memberi sentuhan-sentuhan nakal disana untuk membangkitkan kembali singkong thailand milik Bagja. Dila terus mencumbu tubuh Bagja bahkan tak segan mengigit dan menyesap area leher dan sekitaran dadda Bagja hingga meninggalkan jejak keunguan disana. Dan benar saja, tak lama setelah itu singkong thailand Bagja kembali bangun.


"Dila.. jangan begini, kamu akan menyesal Dil." ucap Bagja mencoba melawan hasraatnya.


"Gerahhh!! tolongin Dila, enggak kuatthh!!" racau Dila sembari menarik tangan Bagja untuk menyentuh dan meremaass dua buah kesemek miliknya. Bagja yang juga sudah terpancing birahiinya langsung melakukan apa yang diinginkan Dila.


"Eunghh!! ya seperti ituuhhh!!" ucap Dila meracau kenikmatan. Dengan tak sabaran dia menggerak-gerakan tubuhnya hingga area terlarang mereka bertemu dan saling bergesekan.


"Kamu cantik dan begitu seksii Dila, bagaimana bisa aa tidak tergoda." bisik Bagja. Dia membenamkan wajahnya di ceruk leher Dila dan membuat banyak jejak kepemilikan disana, kemudian turun dan berhenti di jejeran buah kesemek yang sejak tadi ingin sekali dilahap nya.


"Ughhh!!!" Dila merintih saat Bagja menggigit kecil buah kesemek miliknya. Dan semua itu semakin membuat Bagja semakin berkobar hebat. Hingga akhirnya Bagja menghentikan aktivitas nya sejenak dan menatap lekat wajah Dila yang memerah dan dipenuhi keringat.


"A... ayoo... ayo..." ucap Dila sembari menarik-narik bahu Bagja.


"Aa enggak tahu besok akan seperti apa. Tolong pergi sebelum A Bagja tidak bisa berhenti." ucap Bagja dengan nafas naik turun.


"Ayo lakukan.. pleasee..." ucap Dila sembari meraup bibir Bagja dengan penuh nafsuu.

__ADS_1


"Baiklah, kalau itu mau kamu. Jangan salahkan jika besok kamu sudah tidak perawan." ucap Bagja yang kini mengarahkan singkong nya ke sarang lebah milih Dila.


"Tahan, ini akan sakit sebentar." bisik Bagja sambil meraup bibir Dila.


"Emmpphh!!" Dila sedikit tersentak saat singkong itu mulai menerobos masuk kedalam miliknya. Dia mencengkram pundak Bagja dengan kuat dan akhirnya.


"Aaaaa....!!" Dila berteriak kesakitan saat Bagja berhasil menyatukan miliknya dengan milik Dila. Bagja menatap iba saat melihat wajah Dila yang meringis kesakitan. Dia membiarkan sejenak singkong nya didalam sana agar milik Dila terbiasa dengan kehadiran singkong nya. Dan setelah mulai tenang, Bagja mulai memompa tubuhnya dengan gerakan yang awalnya santai berganti menjadi lebih cepat dan menuntut.


"Ah, ssshhh!!! sayanghh!!!" Dila terus meracau kenikmatan dibawah Bagja. Membuat Bagja semakin semangat memacu tubuhnya hingga akhirnya tunas-tunas singkong thailand itu keluar memenuhi sarang lebah milik Dila.


Cup


"Tidurlah." ucap Bagja mengecup sekilas kening Dila.


"Mau lagi..." Tiba-tiba Dila berbalik kearahnya dengan wajah memelas.


"Hah?!!" Bagja terkesiap. Dia benar-benar merasa heran karena Dila seolah tak ada puasnya. Dan karena Dila terus saja menggodanya akhirnya malam itu mereka kembali bergelut dengan gairah yang menggelora. Dila sungguh liar, ia tak kenal lelah bergerak-gerak diatas tubuh Bagja demi memenuhi gairahnya yang belum habis karena pengaruh obat yang diberikan pria di diskotiik tadi.


Bagja begitu terbuai saat menatap Dila yang menari indah diatas tubuhnya, sambil sesekali dia memainkan buah kesemek yang kini sudah menjadi candu baginya itu. Dila semakin semangat dan menggila saat pelepasan itu hampir sampai, keringat bercucuran dan peluh saling menyatu tanpa tahu siapa pemiliknya. Malam itu Bagja dan Dila benar-benar menyatu seperti sepasang pengantin baru yang mengejar kenikmatan sebanyak-banyaknya. Namun sayang seribu sayang, mereka melakukannya tanpa ikatan pernikahan yang sudah pasti akan ada akibat buruk setelahnya. Karena kesucian cinta mereka yang dinodai oleh sebuah perzinahan.


Ditengah-tengah gelora cinta mereka, Dila dan Bagja tak tahu saat ini ada seorang wanita yang tengah merasa risau karena perasaannya sejak tadi tidak enak.


"Kenapa enggak diangkat sih? aa Bagja kemana?"

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2