Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Teror Ilyas


__ADS_3

Setelah malam itu, keesokan harinya Sofyan dan Puja pergi ke bank untuk menarik tabungan dengan jumlah yang lumayan besar. Tentu saja itu semua digunakan untuk modal tambak Sofyan.


"Terimakasih sekali lagi ya sayang udah pengertian sama akang." ucap Sofyan.


"Iya kang. Oh iya, Puja boleh enggak tahu dimana alamat kontrakan Risma?" tanya Puja.


"Buat apa?" tanya Sofyan.


"Kalau enggak boleh juga enggak apa-apa!" ucap Puja cemberut.


"Boleh kok, ayo akang tunjukin." ucap Sofyan. Puja tak menyangka Sofyan mau memberitahunya.


"Lewat aja kang, enggak usah mampir" ucap Puja yang tak mau bertemu Risma.


"Iya, kita lewat aja." jawab Sofyan.


Setelah melewati rumah Risma, Sofyan berhenti sebentar dan memang benar yang diucapkan Sofyan. Risma memang tinggal dirumah kontrakan itu, karena Puja tak sengaja melihat Risma yang tengah duduk dikursi depan sambil berbincang dengan wanita paruh baya yang kata Sofyan dia adalah orang yang menemani dan menjaga Risma selama masa kehamilannya.


"Udah kang, pulang yok" ajak Puja yang tak mau berlama-lama berada ditempat itu.


"Iya... jangan di monyongin gitu bibirnya. Akang kan cuma nurutin apa maunya Puja." ucap Sofyan seraya menoel dagu istrinya itu.

__ADS_1


"Enggak kok, siapa yang monyong. Biasa aja." jawab Puja sambil memalingkan wajahnya.


Cup


Sofyan mencium gemas pipi istrinya itu lalu kembali melajukan mobilnya untuk pulang kerumahnya.


Sementara ditempat lainnya, Ilyas berhasil mendapatkan nomor ponsel Puja dari bi Yayah yang bekerja dirumah Sofyan karena dia tidak tahu siapa Ilyas dan tak pernah melihat Ilyas sebelumnya.


**********


Keesokan harinya, saat Sofyan tengah membersihkan tambak dan memulai kembali usahanya. Puja mendapat pesan berisi teror dari nomor yang tidak dikenal.


(Aku yakin kamu tahu dimana keberadaan Risma, Sofyan pasti memberitahumu! cepat kasih tahu atau kamu terima akibatnya!) begitu isi pesan berisi teror yang diterima Puja.


Dreett Dreett


Dengan tangan gemetar, Puja mengangkat panggilan itu.


"Halo Puja, masih ingat kan suara mas Ilyas?" ucap seseorang disebrang telfon sana yang ternyata adalah Ilyas.


"Kamu!! mau apa lagi kamu!" jawab Puja sinis.

__ADS_1


"Aku enggak mau basa-basi! Risma lagi hamil anak aku dan Sofyan menyembunyikannya! sekarang cepat kasih tahu dimana Risma! kamu pasti tahu, suami kamu pasti cerita sama kamu!" ucap Ilyas.


"Aku enggak tahu dan enggak mau tahu urusan orang lain!" jawab Puja.


"Puja! jangan main-main sama aku! kamu tahu aku bisa lakukan apapun! termasuk ikan-ikan Sofyan yang mati itu! dan kalau kamu masih keras kepala! bisa jadi yang mati anak kamu!" ancam Ilyas.


"Apa!! jadi itu semua ulah kamu! gila kamu mas! kamu bener-bener jahat! dari dulu enggak pernah berubah!! dan awas aja kalau kamu berani nyentuh anak aku!!" ucap Puja.


"Bagi aku mudah aja Puja buat melenyapkan anak kamu, semudah aku mendapatkan nomor hp kamu! aku udah enggak mau basa-basi! sekarang cepet kasih tahu aku atau anak kamu jadi taruhannya!" ucap Ilyas penuh ancaman.


Puja bingung harus bagaimana, yang jelas saat ini keselamatan anaknya nomor satu, Puja tidak mau kehilangan Bagja setelah dulu anak pertamannya meninggal. Puja tahu bagaiamana nekadnya Ilyas, yang tak pernah main-main dengan ucapannya.


"Oke.. oke aku kasih tahu, tapi setelah ini jangan usik lagi keluargaku! pergi jauh-jauh jangan usik kehidupanku lagi!" ucap Puja.


"Bagus..! itu baru namanya anak pintar." ucap Ilyas. Setelah itu Puja menyebutkan alamat kontrakan Risma tanpa memberitahu Sofyan terlebih dahulu karena Ilyas yang terus mendesaknya.


***********


Tok Tok Tok!


"Kang Sofya....." Risma tak melanjutkan ucapannya saat melihat kedatangan seseorang yang dikiranya Sofyan.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Eng Ing Eng, siapa dia....? jangan Lupa vote like dan komentarnya ya.


__ADS_2