
"Siapa yang ulang tahun?" Sofyan kembali bertanya.
"Ya kang Sofyan, siapa lagi? masa Bagja?" tanya Puja sambil terkekeh melihat kebingungan diwajah Sofyan.
"Kok bisa?" tanya Sofyan seperti orang bodoh.
"iihh akang mah, enggak lucu ah, masa lupa sama tanggal kelahiran sendiri." ucap Puja.
"Akang beneran lupa sayang, emang ini tanggal berapa?" tanya Sofyan.
"Tiga Maret kang" jawab Puja.
"Oh iya, akang lupa. Kenapa akang enggak kepikiran ya?" ucap Sofyan.
"Mangkanya jangan terlalu keseringan kencan sama ikan, sampai hari lahir aja enggak ingat!" seloroh Puja.
"Iya maaf, akang terlalu terkejut sayang. Lagian selama ini kan kang Sofyan enggak pernah ngerayain ulang tahun jadi wajar aja kalau lupa mah." jawab Sofyan.
"Ya udah sekarang tiup lilin dulu, Puja dah pegel nih megangin kuenya dari tadi." ucap Puja.
"Mana sini akang tiup lilinnya. Ha..."
"Eeeh, tunggu dulu. Berdo'a dulu kang sama Allah." ucap Puja menghentikan Sofyan yang hendak meniup lilin.
Sofyan mengangkat kedua tangannya lalu memanjatkan do'a sembari memejamkan matanya. Setelah selesai, dia kembali membuka matanya dan meniup lilinnya.
Haauuupp
Sofyan tertawa geli, kelakuannya sekarang sudah seperti anak-anak, tapi disisi lainnya dia juga sangat bersyukur karena memiliki istri yang sangat pengertian dan perhatian seperti Puja. Puja benar-benar membawa warna tersendiri ke dalam hidupnya.
Cup
Puja mencium pipi Sofyan.
"Selamat ulang tahun sayang, sehat-sehat, panjang umur." ucap Puja.
Cup
Sofyan mencium kening Puja.
__ADS_1
"Makasih sayang, kamu memang istri idaman, akang jadi makin cinta." ucap Sofyan lembut.
"Sama emak enggak terimakasih?" seloroh emak yang tak mau kalah. Sofyan tersenyum lalu berhambur memeluk ibunya.
"Makasih mak udah melahirkan dan membesarkan Sofyan dengan penuh kasih sayang." ucap Sofyan.
"Iya sama-sama Sofyan, emak harap kamu selalu bahagia bersama Puja dan anak-anak kamu." ucap emak.
"Makasih mak atas do'a nya." ucap Sofyan.
"Ya sudah sekarang kita makan dulu. Emak, Puja, sama bi Yayah masak banyak hari ini." ucap emak sembari mengajak Sofyan ke meja makan dan betapa terkejutnya Sofyan meja makannya penuh dengan makanan dan berbagai masakan.
"Ya Allah mak, Sofyan malah jadi ngerepotin emak." ucap Sofyan tak enak hati.
"Bukan emak, tapi Puja yang paling repot." jawab emak.
"Sayaaang... harusnya jangan capek-capek." ucap Sofyan kepada Puja.
"Enggak apa-apa sayang ini kan hari spesialnya kang Sofyan." jawab Puja.
"Ya udah ayo makan keburu dingin semua makanannya." ajak emak yang memang sudah lapar sejak tadi.
Dan akhirnya mereka semua makan dengan penuh canda tawa, Sofyan yang mendadak manja minta disuapi oleh Puja membuat emak dan bi Yayah geleng-geleng kepala.
Puja sendiri sudah bersiap-siap dikamarnya, dia bersolek dan memoles diri didepan cermin. Untuk baju dia memakai lingery se*xy berwarna merah terang menantang yang sangat transparan tanpa memakai dalaman.
Beberapa saat kemudian...
Tok tok tok!
"Sayang, kang Sofyan sudah selesai sholatnya, ini kok Bagja tidur diruang tamu sama bi Yayah, terus akang tidur dimana?" tanya Sofyan.
Klek!
Gleg!
Demi ikan-ikan mantan pacar Sofyan, malam ini Puja benar-benar cantik dan sangat menggoda. Sofyan melongo dan susah payah meneguk salivanya.
"Kok bengong sih.. ayo masuk." ajak Puja dengan tingkah nakalnya.
__ADS_1
Brak!
Pintu ditutup. Puja mematikan lampu kamarnya berganti dengan lampu tidur dengan pencahayaan temaram dan remang-remang, menjadikan suasana dikamar itu terasa lebih romantis.
"Ini.. kamu yang siapin sayang?" tanya Sofyan takjub dengan kamarnya yang dihias sederhana namun begitu mengesankan.
"Iya.. malam ini Puja ingin memberikan pelayan yang maksimal untuk kang Sofyan." bisik Puja dengan nada sensual.
"Sayang..." Sofyan memejamkan matanya saat jari-jari lentik Puja dengan nakal bermain-main diarea dadanya. Satu persatu Puja membuka kancing kemejanya, setelah kancing kemeja terbuka semua, kini tangannya yang satu turun kebawah dan masuk kedalam celana Sofyan.
"Akang... terong panggangnya udah mateng." bisik Puja.
"Kamu..." Ah! Sofyan begitu tak tahan dengan tingkah nakal istrinya. Dengan sekali gerakan dia mengangkat tubuh Puja ala bridal style dan menghempaskannya keatas kasur empuk yang dikelilingi balon-balon.
Sofyan menanggalkan pakaiannya dan juga celananya, melemparnya kesembarang tempat. Dia mengusap-ngusap terong panggangnya sebentar untuk kemudian dimasukkan kedalam oven agar menghasilkan vla lumer berisi biji-biji kehidupan.
"Woowww!! pengeeeen....!" ucap Puja manja.
"Ini sayang, ini milik kamu. Nikmati sepuasnya." ucap Sofyan dengan suara serak menahan gejolak yang kian membara. Dengan cepat Puja melahap terong panggang itu lalu menji*latinya seperti permen lolipop membuat Sofyan makin berkabut dan meremang. Ternyata lidah Puja tak kalah nakal dari pemiliknya. Setelah puas bermain-main dengan terong panggang Sofyan, Puja mendorong tubuh Sofyan agar tidur telentang dibawahnya. Kini dia menyodorkan oven berbulu kearah bibir Sofyan. Tanpa basa basi Sofyan memanaskan terlebih dahulu oven itu dengan percikan api gai*rah dari lidahnya agar terongnya nanti matang sempurna.
"Kang.. engh..!!" Puja meracau tak beraturan. Dia sudah sampai pada puncak yang pertama. Sofyan tersenyum puas melihat wajah dan tubuh Puja yang bermandikan keringat dengan nafas terengah-engah. Dimata Sofyan justru Puja makin bertambah se*xy.
"Sekarang ya sayang?" bisik Sofyan yang kini sudah bertukar posisi menjadi diatas tubuh Puja dan memegang kendali sepenuhnya.
Jleb!
Dengan sekali dorongan terong panggang itu masuk dengan sempurna membuat Puja kembali menganga.
"Ke-kenapa bertambah besar sih kanghh!!?" tanya Puja dengan nafas memburu.
"Milik kamu yang makin sempit sayangghh...!" jawab Sofyan sembari menghentak-hentakkan tubuhnya dengan ritme pelan namun pasti.
"Akang..." racau Puja.
"Iya sayang, malam ini akan jadi malam panjang sayang, akang enggak akan berhenti walaupun kamu memohon-mohon. Kita akan melakukannya sampai pagi." ucap Sofyan dengan nafas naik turun.
Suara erangan dan racauan menggema memenuhi kamar itu, kamar yang bersebelahan dengan kamar emak dan juga kamar tamu yang ditempati oleh bi Yayah dan Bagja. Emak geleng-geleng kepala, Sofyan dan Puja benar-benar tak tahu malu, sedang ada tamu bisa-bisanya manggang terong. Kalau begini, bi Yayah bisa kapok bekerja dirumah ini, susah juga nanti cari pengasuh Bagja. Tahu begitu, lebih baik emak tutup mulut dan tak memberitahu soal ulang tahun Sofyan kepada Puja. Tapi terong kukus sudah jadi terong panggang, ya sudah tinggal dinikamti saja! anggap itu musik pengiring tidur. Sedangkan dikamar lainnya bi Yayah tengah gigit jari, duh! kenapa rumah ini horor sekali! kan dia jadi kangen pak suami!
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Ya amplop sop ayam emang bener-bener deh untuk urusan itu-itu jagonya gak ada lagi. Buahahahha. Jangan lupa sirem kembang, kopi, dan Vote nya juga ya.