Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Kemarahan Puja


__ADS_3

Puja dan Sofyan membulatkan matanya saat melihat siapa yang datang. Ternyata orang itu adalah Ilyas.


"Kamu... mau apa kamu kesini?" tanya Puja dengan nada sinis.


"Aku..."


"Belum puas ngancurin hidup aku dan kak Ratna?!" tanya Puja dengan mata memerah.


"Mas Ilyas minta maaf tapi saya kesini karena.."


Bugh!


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Sofyan sudah menghadiahi bogem mentah dipipinya.


"Pergi!!" usir Sofyan dengan mata memerah saking emosinya.


"Cih! aku enggak akan pergi sebelum kamu kasih tahu dimana Risma!" ucap Ilyas menyeringai.


"Risma? maksudnya apa?" tanya Puja yang tak mengerti.


"Risma pergi dari rumahnya dan Sofyan yang bawa kabur Risma!" ucap Ilyas yang kini menatap tajam ke arah Sofyan. Ya, Ilyas tahu itu karena dia bertanya pada pemilik warung yang sempat melihat Risma menangis dipelukan Sofyan dan akhirnya mereka pergi bersama dengan menaiki motor.


"Apa??!!" Puja kaget sekaligus tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Ilyas brengsek!" saat Sofyan hendak meninju Ilyas kembali, Puja buru-buru menahannya.


"Jelasin!" ucap Puja dengan tatapan menusuk.


"Puja ini hanya salah faham." ucap Sofyan yang melihat Puja mulai menitikkan air mata.


"Jangan percaya Puja. Dia enggak sepolos seperti yang kamu kira. Aku kasian sama kamu, dulu kamu goda aku sekarang suami kamu tergoda sama perempuan lain. Aku heran, bisa-bisanya bawa pergi anak orang dalam kondisi hamil." ucap Ilyas yang semakin menambah kemarahan Puja.


"Bener itu kang? Risma hamil dan akang bawa kabur dia?" tanya Puja.

__ADS_1


"Akang bisa jelasin sayang... tolong dengerin akang dulu." ucap Sofyan kelimpungan melihat Puja yang sangat marah. Puja masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya dari dalam. Dia tidak menyangka Sofyan tega berbuat hal itu kepada Puja. Sementara Ilyas memilih pergi dan akan kembali jika situasinya sudah memungkinkan, atau mungkin dia akan mencari cara lain untuk mengetahui keberadaan Risma, dengan membuntuti Sofyan misalnya. Ah, entahlah. Apapun caranya dia akan berusaha untuk itu.


"Sayang... buka pintunya sayang, akang bisa jelasin. Puja... Sayang..." Sofyan terus memohon agar Puja membuka pintunya. Dia sangat menyesal karena tak membicarakan hal ini dengan Puja terlebih dahulu.


"Sayang... maafin kang Sofyan. Akang mohon beri akang waktu buat jelasin." ucap Sofyan yang terus merengek agar Puja mau membuka pintunya.


Tapi Puja tak mau membuka pintunya hingga sore menjelang Puja terus menangis dan tak keluar-keluar menahan rasa lapar dan juga haus. Puja terus merutuki kesalahannya dimasa lalu, dia menganggap apa yang menimpanya sekarang adalah karma yang harus dibayar setelah menyakiti Ratna dulu. Puja merasa tidak kuat menghadapi semuanya, jiwanya terlalu lemah, ternyata sebegitu sakit rasanya, dia semakin merasa bersalah kepada Ratna.


Sofyan yang menyadari jika Puja belum makan dan minum seharian, membuatnya mau tidak mau mendobrak pintu kamar itu. Dia tak mau Puja sampai melakukan hal yang dapat membahayakan dirinya.


Saat pintu terbuka, Sofyan melihat Puja tengah tertidur dengan mata membengkak akibat menangis terlalu lama. Bahkan dalam tidurnya pun dia masih terisak. Sofyan yang melihat itu merutuki kebodohannya yang menyakiti istrinya begitu dalam.


"Sayang, maafin akang..." Sofyan mengelus pipi Puja dengan Lembut. Puja yang merasa tidurnya terusik seketika membuka matanya dan melihat Sofyan tengah menatapnya.


"Jangan sentuh!" ucap Puja yang langsung menepis tangan Sofyan. Kini Puja bangkit dan merubah posisinya menjadi duduk.


"Puja.. sayang, hei dengerin akang dulu ya.." Sofyan berusaha menyentuh Puja, namun tangannya langsung ditepis kasar.


"Mari kita bercerai!" ucap Puja.


"Akang bisa urus anak akang sama Risma, biarin Puja pergi dengan Bagja! jangan egois jadi laki-laki!" ucap Puja tak mau kalah.


"Itu bukan anak kang Sofyan! itu anak Ilyas!" jelas Sofyan.


"Ya ampun kang. Enggak segitunya juga kali kang benci sama orang, sampai menuduh orang lain untuk menutupi kesalahan akang!" ucap Puja sinis.


"Kamu harus percaya Puja, itu memang anak Ilyas. Akang cuma nolongin Risma dari Ilyas dan ibunya." jelas Sofyan.


"Nolongin? yakin cuma sebatas nolongin? dan setiap hari pulang terlambat itu karena nolongin? yakin?" tanya Puja mencibir.


"Kalau pulang terlambat bukan karena nolongin. Itu memang akang kerja untuk..."


"Untuk apa? untuk nafkahin istri kedua akang, supaya enggak ketahuan Puja? iya!!" sentak Puja. Sofyan gelagapan dan juga kewalahan mengahadapi pertanyaan-pertanyaan Puja yang malah membuatnya terjebak dengan jawabannya.

__ADS_1


"Dengerin akang dulu. Kalau suami ngomong jangan di potong." pinta Sofyan.


"Udah kang gak usah jelasin apa-apa lagi, Puja faham kok. Semoga akang bahagia sama Risma." ucap Puja sambil menangis.


"Puja...! akang nolongin dia karena ibunya minta bayi itu digugurin! Risma juga enggak mau hidup sama Ilyas! kamu tahu sendiri, kamu dan Ratna ngerasain bagaimana hidup dengan Ilyas! akang cuma kasian! disamping itu, akang cuma mau balas budi ke abahnya Risma dengan balas nolongin Risma! akang tahu akang salah enggak ngomong dulu sama kamu, akang terlalu takut menyakiti perasaan kamu! tapi akang enggak bisa tinggal diam disaat ada bayi yang dipaksa mau digugurin!" ucap Sofyan dengan menggebu.


"Akang enggak salah! Puja yang salah, harusnya Puja sadar diri, kang sofyan bukan milik Puja sepernuhnya, dan perempuan seperti Puja enggak pantas merasakan kebahagiaan. Dan akang tadi bilang apa? menolong Risma ya? memangnya apa yang akang lakukan untuk menolong Risma? apa akang nikahin dia?" pancing Puja.


"Akang enggak nikahin Risma. Akang cuma cariin rumah kontrakan dan satu orang pembantu untuk nemenin dia, terus rencananya akang yang..."


"Yang bakal memenuhi kebutuhan dia dan menanggung biaya persalinannya! kenapa enggak sekalian dinikahin aja kang, biar anaknya punya bapak. Tanggung, udah segitu jauh!" sindir Puja. Hatinya merasa sangat cemburu dengan Risma. Biar saja dia disebut egois karena dilubuk hatinya merasa tak rela suaminya perhatian dengan perempuan lain.


"Puja... tolong ngertiin posisinya sayang? Risma sendirin, dia..."


"Apa semasa kehamilan Puja akang ada perhatian sama Puja? apa akang nemenin Puja? apa akang tahu bagaimana sulitnya hamil tanpa suami, dan dengan entengnya kang Sofyan perhatian pada perempuan lain yang hamil anak laki-laki lain. Sebegitu perdulinya akang sama Risma tanpa perduli perasaan Puja! akang tahu, Puja merasa dikhianati kang! akang bohongin Puja!" sentak Puja.


Jleb!


Kata-kata Puja begitu menusuk perasaannya. Puja benar, bagaimana bisa dia perduli dan perhatian kepada Risma sementara saat Puja hamil dia tidak ada disamping istrinya. Wajar! wajar saja Puja merasa cemburu dan emosi.


"Maaf kang, malam ini akang tidur diluar dulu. Puja mau sendiri. Dan kalau akang masih bantuin Risma jangan salahkan Puja untuk pergi dari rumah ini. Dan menggugat cerai kepengadilan!" ucap Puja dingin.


Mendengar Puja mengatakan akan pergi dan menggugat cerai seketika rasa takut menyelimutinya.


"Jangan sembarangan! jangan pergi, kamu bicara apa!" Sofyan berusaha menyentuh Puja dan memeluk wanitanya itu dengan erat, walaupun Puja terus memberontak Sofyan tak menyerah. Dengan sedikit paksaan dia merampas bibir Puja.


"Akang enggak akan biarin kamu pergi lagi, Ahh...! akang bakalan bikin kamu hamil! kamu enggak boleh pergihh!!" ucap Sofyan disela-sela memompa tubuhnya. Ya, dengan paksa Sofyan menggauli Puja agar wanita itu luluh dan secepatnya mengandung anak kedua mereka. Tanpa Sofyan sadari saat ini Puja menahan rasa sakit yang teramat dalam dan tidak menikmati penyatuan itu sama sekali.


"Jangan harap kamu bisa pergi dari akang! akang gak akan biarin itu terjadi hhaahh!!" ucap Sofyan saat menembakkan benihnya dirahim Puja.


Dan saat melepas senjatanya, Sofyan baru menyadari jika Puja terpejam dan tak kunjung membuka matanya. Puja pingsan karena kelelahan, perut kosong dan juga fikiran yang tertekan.


"Puja... sayang, bangun sayang.." Sofyan panik dan terus membangunkan Puja. Namun Puja tak kunjung sadarkan diri, Sofyan cepat-cepat memakai pakaiannya dan juga pakaian Puja setelah itu membawa kerumah sakit terdekat.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Sop ayam sop ayam! mak mana emak! kutuk aja mak jadi ayam! biar tau rasa! buehehehe.. jangan Lupa like komentar dan juga vote ya.


__ADS_2