
Subuh-subuh Vino sudah bangun, karena memang dia tidak tidur sebab menggempur Alya selama tiga jam lamanya, dia sedang berada dikamar mandi mengguyur tubuhnya dibawah guyuran shower. Gilirannya menerawang ke rentetan kejadian tadi malam, dimana dia terus saja menanam bibit lobak di rahim Alya. Seketika rasa takut menyelimuti nya, dia takut jika Alya sampai hamil, karena itu artinya mereka akan semakin terikat dan sulit untuk berpisah, Vino sendiri masih belum yakin dengan perasaanya sendiri, dia mengakui jika dia sangat menikmati percintaannya semalam, tubuh Alya bagai candu yang membuatnya ketaggihan, ingin lagi dan lagi.
Setelah sekian lama berada didalam kamar mandi, akhirnya Vino selesai dan keluar dari sana dengan hanya mengenakan handuk sepinggang. Dan saat keluar, ternyata Alya sudah bangun dan duduk di pinggiran ranjang berusaha turun dari tempat tidur yang menjadi saksi peraduan mereka semalam.
"Kamu kemana?" tanya Vino sambil mendekat.
"Aku kebelet tapi.. Akhh!!" Alya memekik sakit saat merasakan rasa nyeri disekitaran intinya.
"Biar aku bantu." ucap Vino.
"Enggak usah!" Alya berusaha berdiri namun rasa sakit itu makin terasa, sepertinya bengkak dan lecet. Baru selangkah Alya sudah kehilangan keseimbangan, Vino buru-buru mendekat ingin menolong Alya, namun Alya hampir terjatuh dan saat itu Alya malah memegang handuk Vino hingga handuk itu terjatuh ke lantai. Alya mendongak dan berapa terkejutnya dia saat melihat sesuatu yang besar, bongsoor dan bergelantungan didepan matanya.
"Aaaa..... ular pythooon!!" Alya berteriak kencang sekali, dengan cepat dia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.
Sedangkan Vino sendiri buru-buru memakai handuknya kembali kemudian berjalan kearah lemari dan mencari pakaiannya, setelah selesai dia kembali menghampiri Alya yang masih menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Ngapain sih jerit-jerit segala? tadi juga udah meraskannya." ucap Vino ketus.
"Itu.. pakai dulu handuk kamu." ucap Alya yang masih belum berani membuka matanya.
"Aku udah pakai baju." ucap Vino. Perlahan Alya membuka tangannya dan juga matanya, benar saja Vino sudah selesai mengenakan pakaiannya.
Alya yang pada saat itu merasa sangat malu merasa bingung harus dimana menyembunyikan wajahnya, malunya saat itu sudah ke ubun-ubun bahkan sampai sundul langit. Dia terus menunduk tak berani menatap Vino.
"Biar aku bantu ke kamar mandi." ucap Vino sambil berjongkok.
"Enggak usah, aku bisa sendiri Vin." tolak Alya.
__ADS_1
"Enggak mungkin kamu bisa sendiri, jelas-jelas tadi kamu sampai kesakitan." ucap Vino yang kini berusaha mengangkat tubuh Alya agar berdiri. Alya menolak, sedangakan Vino terus memaksa, hingga terjadilah tarik ulur diantara mereka. Dan tanpa mereka sadari saat ini selimut yang dipakai Alya terjatuh ke lantai.
"Kamu pasti sengaja ingin menggodaku!" tuduh Vino sambil berbisik ditelinga Alya, Alya meremang, bisikan Vino kali ini terdengar menakutkan, seperti bisikan goib! buru-buru dia menggeleng dan hendak kabur melarikan diri, tapi terlambat! karena Vino sudah lebih dulu mendorong tubuhnya keatas kasur.
"Vin, kamu mau apa?" tanya Alya sambil menutup kedua aset berharganya.
"Aku mau kamu!" jawab Vino sambil memandangi Alya dari dekat, diciumnya kedua kelopak mata Alya dengan lembut, lalu turun ke hidung dan terakhir mulai menyesap bibir ranum milik Alya.
Entah mendapat energi dari mana yang jelas saat ini Vino sudah on kembali, tangannya semakin lihai menjelajah setiap inci tubuh Alya yang menjadi candu baginya. Dengan gerakan cepat dia melepas semua pakaian yang menutup tubuhnya hingga tak tersisa sehelai benangpun. Vino kembali melakukan penyatuan di pagi buta itu. Udara dikamar itu terasa begitu panas saat Vino mulai menggerakkan tubuhnya, gejolak yang membara seolah membuat tubuh mereka terbakar. Alya sudah tak merasa kedinginan sedikitpun, Vino benar! bercinta memang akan menghasilkan energi panas dalam tubuh.
Keringat dan peluh saling menyatu menjadi satu, suara-suara indah di pagi buta itu menghiasi dan memenuhi setiap ruangan itu. Vino tak habis fikir, bagaimana bisa dia tak mau berhenti sama sekali, apa yang terjadi? kenapa bisa seperti ini? kenapa rasanya seperti dihinggapi jutaan kupu-kupu? oh! ini benar-benar luar biasa.
//
Sementara di tempat lainnya Dila dan Bagja yang baru saja melaksanakan shalat shubuh berjamaah tengah mendengarkan ceramah di laptop Bagja. Bagi Dila dan Bagja acara ceramah disaat shubuh membuat mereka merasa tersiram air, sejuk dan mendinginkan hati. Sehingga saat kita memulai hari akan terasa ringan dan nyaman. Namun tiba-tiba mereka menangis bersamaan saat mendengar sangat ustadz membahas soal zina, dosa besar yang tidak disukai Allah. Dila dan Bagja saling berpandangan.
"Dila juga minta maaf karena Dila ceroboh, aa Bagja sampai khilaf." ucap Dila yang tak mau menyalahkan Bagja sedikit pun.
"Kita sama-sama salah, dan mulai hari ini kita belajar memperbaiki diri ya sayang, Mudah-mudahan Allah memaafkan kita dan menerima taubat kita." ucap Bagja lembut.
"Iya a, Aamiin." jawab Dila sambil menyenderkan kembali kepalanya dipundak Bagja.
//
Pagi harinya Sofyan, Puja, Bagja dan Dila menikmati sarapan bersama dimeja makan.
"Kasep, kamu enggak ajak Dila honeymoon?" tanya Puja.
__ADS_1
"Belum bisa mah, karena besok Bagja udah harus masuk kerja. Kemarin kan Izin cutinya hanya satu minggu." jelas Bagja.
"Apa enggak bisa diperpanjang jadi dua minggu?" tanya Puja.
"Ya enggak bisa mah, Bagja kan pegawai negeri. Bekerja dilingkup pemerintahan." jawab Bagja.
"Terus kapan dong? Dila kan sebentar lagi udah mulai masuk kuliah." ucap Puja.
"Ya nanti kalau ada libur lagi mah," jawab Bagja.
"Kalau gitu mamah lama dong nimang cucunya, padahal mamah udah enggak sabar." ucap Puja.
"Bunda tenang aja, walaupun enggak honeymoon, tapi tiap malam A Bagja nanam tunas singkong. Do'ain aja biar cepet jadi bun." kali ini Dila ikut bicara.
"Oh ya? ya udah bunda do'ain supaya cepat jadi. Eh tapi apa enggak mengganggu kuliah kamu kalau kamu sampai hamil? tanya Puja.
"Enggak kok bun, Dila tinggal minta cuti aja. Kan kalau cuti melahirkan, bisa sampai satu semester." ucap Dila.
"Sebenarnya ya Dil, bunda tu pengennya kamu dirumah aja urus anak, terus nerusin usaha salon bunda sama mama kamu. Karena kalau bukan kamu siapa lagi." ucap Puja penuh harap.
"Lihat kedepanya aja bun," ucap Dila sambil menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
Setelah selesai, Dila dan Bagja kembali kedalam kamarnya untuk mengambil tas dan jaket mereka, karena rencananya hari ini Bagja ingin mengajak Dila kesuatu tempat yang sangat indah. Bukan honeymoon tapi lebih tepatnya liburan kilat.
🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah ini mungkin akan ada konflik yang mendera kedua pasangan itu, tetap pantengin terus ya. Jangan kabor ke yang laen, karena konflik ibarat micin dalam suatu cerita. Enggak mungkin dong lurus terus seperti jalan tol hehe... jangan lupa dukungan nya ya. jangan kendor kalau kalian cinta othor. wkwkw ngarep!
__ADS_1