Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Kedatangan Risma


__ADS_3

Sofyan yang mengenali suara itu seketika berbalik arah melihat Puja yang kini menekuk wajahnya.


"Sayang..." ucap Sofyan.


"Bukain tuh pintunya! Kangen kali sama kang Sofyan! Kegatelan sampai nyamperin kesini segala! Pasti kang Sofyan seneng kan dia kesini dan terbebas dari mas Ilyas. Jadi... kalian bisa bersama lagi!" Ucap Puja kesal.


"Enggak sayang, akang juga enggak tahu kenapa dia bisa kesini. Biar emak aja yang nemuin dia kalau gitu, akang tetap disini ya sama Puja." Ucap Sofyan.


"Enggak usah! Akang temui dia! Puja enggak perduli dan gak mau tahu urusan kalian!" Ucap Puja ketus.


"Tapi sayang..."


"Assalamualaikum, kang, kang Sofyaaan. Ini Risma kang." Ucap Risma yang terus mengetuk pintu minta dibukakan. Sofyan menghela nafas kasar. Lalu berjalan menuju ruang tamu dan membuka pintu rumahnya.


KLEK!


"kang..." ucap Risma dengan mata berkaca.


"Ada apa lagi Ris?" Tanya Sofyan ketus.


"Akang enggak seneng Risma kesini?" Tanya Risma dengan wajah kecewa.

__ADS_1


"Langsung aja Ris, ada apa?" Tanya Sofyan yang merasa risih berlama-lama dengan Risma.


"Kang, Risma kemarin sempet diculik Ilyas kang. Tapi untungnya risma berhasil kabur. Akang pasti nyariin risma ya?" Tanya Risma penuh harap.


"Akang udah tahu dari bi Nani." Jawab Sofyan dingin.


"Iya, dan akang tahu enggak, ternyata yang kasih tahu alamat risma ke Ilyas itu Puja kang." ucap Risma yang didalam hatinya tak sabar sekaligus bersorak senang, karena pasti setelah ini Sofyan akan marah besar kepada Puja.


"Ya kang Sofyan udah tahu." Jawab Sofyan.


"Kok akang biasa aja? akang enggak marahin dia gitu? nyawa risma terancam loh kang." Ucap Risma dengan mata berkaca.


"Maksud akang a-apa? Maksudnya akang enggak mau nolongin risma gitu? Akang kan udah janji mau nolongin risma sampai lahiran." ucap Risma tak terima.


"Kalau kang Sofyan enggak mau nolongin Risma, terus Risma mau minta tolong siapa... hu... hu..." Risma menangis frustasi.


"Ris, tolong jngan begini, kang sofyan juga punya masalah sendiri, punya keluarga yang harus diperhatikan dan dibahagiakan. Akang harap kamu bisa menyelesaikan permasalahan kamu sendiri." Ucap Sofyan.


"Enggak! Kang Sofyan harus tolongin Risma! Ini semua pasti karena Puja kan? puja yang pengaruhin kang Sofyan untuk berhenti nolongin risma kan? Dia pasti cemburu! Risma tahu ini pasti karena dia! Dasar jahat! Enggak punya perasaan! Enggak punya nurani!" Ucap Risma berteriak-teriak kesetanan.


"Siapa yang kamu bilang enggak punya nurani? Siapa?!" Bentak Puja yang tiba-tiba keluar dari dalam kamarnya.

__ADS_1


"Kamu! Dasar perempuan murahan! Gak tahu diri! tukang rebut suami orang!" Ucap risma menggebu! Dia begitu benci melihat wajah Puja.


"Risma stop! Jangan buat keributan disini! Dan jangan hina Puja!" Ucap Sofyan yang tak terima puja dihina.


"Kenapa? Biar! Biar semua orang tahu siapa istri kang Sofyan sebenarnya. dia cuma pel*cur enggak tahu diri yang suka ngerebut milik orang lain.!" Ucap Risma.


"DIAM!!! Pergi kamu dari sini!!" Sofyan murka, suaranya menggelegar terdengar menakutkan. Puja tak pernah melihat sofyan semarah ini sebelumnya. Buru-buru dia memergangi tangan Sofyan yang sudah terkepal kuat.


"Udah kang, jangan kepancing emosi." ucap Puja berusaha meredam emosi sofyan. Puja mengelus lembut punggung Sofyan.


"HA HA HA!! puas kamu l*nte! Puas udah ambil kang Sofyan dari aku? dulu kamu rebut suami kakak kamu sendiri! Sekarang kamu menghancurkan hidup aku! Kamu menikmati kebahagiaan yang harusnya aku yang merasakan itu semua! Dasar pelakor enggak tahu diri! Hahaha!" Risma tertawa sendiri, dia stress berat melihat Sofyan begitu membela Puja.


"Hidup kamu hancur karena ulah kamu sendiri, kenapa nyalahin orang lain? dan satu lagi, cinta enggak bisa dipaksain, move on dong! Cinta kang sofyan hanya untuk Aku." Ucap Puja yang kini ikut terpancing.


Puja menarik nafasnya, berhenti sejenak lalu kembali melanjutkan ucapannya.


"Silahkan, silahkan kamu mau ngatain aku pelakor, lont*, pel*cur, atau apapun. Yang jelas kenyataannya cinta kang Sofyan tetap milik aku. Milik perempuan yang kamu sebut murahan." Ucap Puja dengan mata berkaca.


"Apa kamu tahu, aku udah terlalu sering mengalah selama ini. Aku udah mencoba pergi dari kang Sofyan dan mengikhlaskan kalian untuk bersama saat bapak minta kang sofyan nikahin kamu. tapi kang Sofyan yang enggak mau. Dia yang nyusul aku ke Jakarta. Kemarin, saat kang Sofyan bantuin bayar sewa rumah kontrakan rumah kamu dan juga kebutuhan kamu sampai tabungannya terkuras habis, aku diam aja. Aku coba ikhlas, aku mencoba mengerti kalau kamu memang perlu dibantu. enggak sampai disitu, disaat ikan-ikan kang sofyan diracun sama mas ilyas karena kang Sofyan menyembunyikan keberadaan kamu, aku juga ikhlas pakai tabungan aku untuk modal kang sofyan suapaya apa? Supaya kang Sofyan bisa kerja lagi, bisa bantu kamu. Tapi Ilyas ngancem aku! Ngancem keselamatan Bagja. Sekarang, kamu fikir sendiri, kalau kamu diposisi aku, kamu kuat enggak? kalau hanya aku yang diancam, aku enggak takut. Tapi ini Bagja, anak aku! dan aku lebih memilih egois. Aku lebih mementingkan Bagja dari pada kamu, karena aku tahu mas Ilyas orangnya nekad!" ucap Puja yang sudah muak dengan sikap Risma yang tak pernah berubah dan terus menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa hidup Risma.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2