Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Bertemu dengannya


__ADS_3

Setelah menerima pesan dari Ilyas, Risma kembali menangis menumpahkan semua kesedihannya. Risma merasa benar-benar bodoh dan kotor. Dia jijik pada tubuhnya sendiri yang sudah dijamah oleh lelaki brengsek seperti Ilyas. Dia juga merasa gusar dan khawatir, bagaimana jika ucapan Ilyas benar-benar terjadi, bagaimana jika dia hamil? apa yang akan harus dia lakukan? Risma merasa stess menghadapi semua ini sendirian.


Dan setelah kejadian itu, Ilyas pernah beberapa kali mencoba datang untuk menemuinya. Tapi Risma tak pernah mau untuk diajak bertemu dengan Ilyas. Risma sudah tak ingin melihat wajah lelaki yang sudah mengambil kesuciannya itu. Ibunya Risma terus bertanya-tanya siapa Ilyas dan kenapa sikap Risma menjadi aneh. Tapi Risma terlalu pandai menutupi masalahnya dari sang ibu, dan dengan mudahnya dia meyakinkan ibunya agar percaya dengan ucapannya.


Hari berlalu, minggu berganti dan kini sudah sebulan setelah kejadian di hotel itu Risma mulai membuka diri dan mau keluar rumah. Selama sebulan ini Risma memang merasa sangat terpuruk dengan kejadian yang dialaminya, sehingga membuatnya melupakan sejenak rasa cintanya kepada Sofyan.


Siang itu Risma hendak mengantar makanan kerumah Sofyan atas perintah ibunya. Namun, baru juga sampai depan pintu, Risma merasa perutnya seperti teraduk-aduk dan ingin memuntahkan semua isi didalamnya.


Huuueeekkk


Huuueeekkk


"Kamu kenapa Risma?" tanya ibunya Risma yang melihat anaknya muntah-muntah.


"Risma enggak apa-apa kok bu. Risma cuma mual aja, sepertinya masuk angin" ucap Risma dengan wajah memucat.

__ADS_1


"Tapi wajah kamu pucet kayak orang sakit." ucap ibunya Risma.


"Enggak apa-apa, ini palingan masuk angin" ucap Risma meyakinkan.


"Ya udah, kamu istirahat dikamar aja, biar makanannya ibu yang anter. Sekalian ngingetin nenek tua itu supaya jangan lupa balas budi sama keluarga kita!" ucap ibunya Risma.


"Jangan bu, kasian emak. Nanti emak malah kepikiran terus sakit gimana? nanti malah Risma yang disalahin kang Sofyan." ucap Risma.


"Halah! sabodo teing (terserah) mau sakit mau enggak, enak aja dia enak-enakan sementara anak ibu sampai sekarang belum kawin-kawin gara-gara gagal nikah." ucapnya menggebu. Ibunya Risma memang merasa tak rela melihat kebahagiaan Sofyan dan Puja. Dia merasa Sofyan milik Risma, dan Puja mengambilnya. Jadi dia tak ikhlas melihat keluarga Sofyan bahagia disaat anaknya masih betah menyendiri. Apalagi saat mendengar Sofyan membeli mobil baru, bertambah panaslah hatinya. Harusnya saat ini Risma yang menikmati kesuksesan Sofyan, bukan wanita murahan seperti Puja. Dimatanya Puja tak pantas bersanding dengan Sofyan, hanya Risma lah yang cocok menjadi istri Sofyan.


Dan setelah mendapatkan ojek, Risma bergegas meminta diantarkan ke minimarket diluar kampung karena kampung itu berada ditengah perkebunan karet dan tidak ada minimarket dikampungnya, yang ada hanya warung-warung kecil yang menjual sembako.


Setelah sampai diminimarket, Risma langsung mencari benda pipih yang biasa digunakan untuk mengetes kehamilan lalu membayarnya dikasir. Dan mungkin saat itu adalah hari kesialan untuk Risma karena dia tak sengaja bertemu dengan Ilyas. Ilyas sendiri seperti menemukan emas ditumpukan pasir, dia menyeringai licik. Wanita itu, wanita yang membuatnya selama sebulan ini seperti orang gila karena merasakan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, akhirnya dia bisa melihatnya lagi dan tentu saja Ilyas tak ingin melewatkan kesempatan emas ini.


Risma ketakutan, dan buru-buru menjauh dari Ilyas. Namun Ilyas keburu mencekal tangannya dan membawa paksa Risma agar masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


"Lepasin! bajing*an!" umpat Risma seraya memukul-mukul tangan Ilyas dengan tasnya.


"Diam!" bentak Ilyas. Kali ini terlihat kemarahan yang begitu besar dari wajahnya. Seketika nyali Risma menciut dan terpaksa diam tak melawan lagi. Namun tetap saja Risma berfikir bagaimana caranya agar dia terbebas dari lelaki ini.


Ilyas memarkirkan mobilnya membawa Risma kesuatu tempat dan memarkirkannya dijalanan sepi.


"Aku mau pulang, tolong lepasin saya." ucap Risma lirih.


"Kenapa kamu blokir nomor saya? kenapa kamu enggak mau ketemu saya, dan kenapa kamu batalin kerja sama kita. Kamu tahu akibatnya, sekarang Sofyan sama Puja jadi semakin mesra dan bahagia! saya enggak rela milik saya diambil lelaki lain! kamu menghancurkan rencana saya!" ucap Ilyas dengan penuh emosi.


"Dan karena kamu udah ngegagalin rencana aku, kamu harus gantiin Puja buat..." Ilyas tak melanjutkan ucapannya saat melihat mata Risma memerah karena menangis dan menahan amarahnya.


"Buat apa? buat melayani kamu? buat jadi pelampiasan nafs* kamu? iya! maaf aku enggak sudi! lebih baik kamu cari perempuan lain aja! aku bakalan kasih kamu uang buat bayar perempuan yang mau kamu sewa! tapi sekarang tolong lepasin aku! aku mau hidup tenang!" ucap Risma. Ilyas merasa terinjak-injak harga dirinya saat Risma mengatakan jika Risma tak sudi disentuh olehnya. Sejujurnya, Ilyas sudah tak bermain wanita lagi setelah bercerai dari Ratna dan juga Puja. Ada suatu kejadian yang membuatnya berhenti menjadi penjah*t kelamin. Ilyas sebenarnya berniat ingin memulai semuanya dari awal bersama Puja, namun ternyata Puja malah sudah menikah dan memiliki anak dengan Sofyan. Ilyas merasa patah hati dan saat bertemu Risma, Ilyas merasa tertarik pada pandangan pertama. Dan entah kenapa saat didekat Risma sifat casanovanya kembali menuntut untuk berkelana. Ilyas ingin memiliki gadis itu. Pada akhirnya Ilyas terjebak pada satu perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


**********

__ADS_1


Jangan lupa like komentar dan vote sebanyak-banyaknya ya, sirem kembang boleh juga. Kopi juga it's oke.


__ADS_2