Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Keguguran


__ADS_3

"Kamu mau apa kesini!" ucap Risma dengan mata memerah.


"Aku kesini? masih tanya? jelas aku kesini karena mau tanggung jawab sama kamu!" ucap Ilyas.


"Aku udah bilang, aku enggak butuh tanggung jawab dari kamu! tanpa kamu hidup aku udah bahagia!" ucap Risma.


"Lalu kamu mau minta tanggung jawab siapa? Sofyan!? sadar! buka mata kamu! Sofyan cintanya sama Puja bukan sama kamu! aku brengsek! aku badjingan! tapi aku mau memulainya dari awal! aku nyesel Risma! tolong kasih aku kesempatan!" ucap Ilyas.


"Terserah! yang jelas aku lebih senang, dengan begini kang Sofyan lebih deket sama aku dan lebih perhatian sama aku! aku yakin, lama-lama kang Sofyan akan jatuh cinta sama aku." ucap Risma yang semakin memantik api dihati Ilyas.


"Badjingan! jangan kamu fikir aku bakalan biarin semua itu terjadi!" ucap Ilyas dengan mata menyalak marah. Lalu setelah itu membawa paksa Risma untuk memasuki mobilnya dan membawanya pergi dari sana. Risma terus memberontak, tapi tenaganya tak sebandimg dengan kekuatan Ilyas.


Sementara bi Nani yang melihat Risma dibawa orang tak dikenal segera menghubungi dan memberi tahu Sofyan. Sofyan yang kala itu sedang beristirahat disaung apung, langsung bergegas ke kontrakan Risma begitu mendapat kabar dari bi Nani.


Sesampainya disana Sofyan terduduk lemas karena Risma sudah berhasil dibawa pergi oleh Ilyas. Dan setelah itu Sofyan kembali pulang dengan perasaan campur aduk, Sofyan merasa gagal karena tak bisa menjaga Risma dari Ilyas. Dia sangat khawatir Ilyas melakukan sesuatu yang buruk terhadap Risma.


**********


"Kang, kok udah pulang?" tanya Puja yang merasa aneh melihat suaminya pulang dengan wajah suram.


"Duduk dulu kang" ajak Puja. Setelah itu memberikan segelas air putih kepada suaminya. Sofyan memgambilnya dan menegak habis air putih yang diberikan Puja. Dan setelah mereka sama-sama duduk, Puja memulai kembali percakapannya.


"Ada apa kang? apa yang terjadi? kenapa wajah kang Sofyan kusut banget?" tanya Puja.

__ADS_1


"Risma dibawa pergi Ilyas." jawab Sofyan pelan.


"Apa?! terus gimana kang?" tanya Puja.


"Akang juga enggak tahu gimana nasib Risma selanjutnya." jawab Sofyan lesu.


"Maafin Puja ya kang. Ini semua pasti gara-gara Puja yang kasih tahu alamat Risma ke mas Ilyas." jujur Puja.


"Apa!! kamu kasih tahu alamat Risma ke Ilyas?! dan kamu masih berhubungan sama laki-laki brengsek itu!!!" kini Sofyan tersulut emosi. Matanya memerah menandakan kemarahan yang begitu besar. Sofyan tak menyangka Ilyas tahu alamat Risma dari Puja. Sofyan kecewa karena Puja bertindak ceroboh dan dapat membahayakan nyawa orang lain.


"I-iya kang, tapi Puja bisa jelasin. Ini..."


"Kamu mikir enggak sih Puja! otak kamu dimana! keselamatan Risma terancam tau enggak!!" bentak Sofyan.


"Karena kamu yang terlalu cemburuan! kamu cemburu kang Sofyan tolongin dia kan! mangkanya kamu kasih tahu Ilyas! jahat kamu Puja! egois!!" sentak Sofyan yang kini tengah dipenuhi amarah.


"Kang, Puja bisa jelasin semuanya. Please dengerin Puja dulu." Puja berusaha menyentuh tangan Sofyan dan berusaha menghalangi Sofyan yang hendak pergi dari sana. Puja hendak menjelaskan kenapa dia sampau memberitahu Ilyas itu semua disebabkan karena Ilyas mengancam keselamatan Bagja anak mereka. Namun karena saking emosi, Sofyan tak mengidahkan ucapan Puja dan tanpa sengaja mendorong Puja dengan kuat hingga tubuhnya terhuyung dan perutnya membentur keras sudut Meja.


"Aakkkhhh!!!" pekik Puja yang merasa kesakitan dirahimnya.


"Pujaaa!!" pekik Sofyan yang panik melihat Puja kesakitan dan melihat darah mengalir dikakinya.


"Sakiitt kang... akh...!" Puja memekik kesakitan, merasakan sakit yang luar biasa. Sofyan langsung menggotong tubuh Puja dan membawanya kerumah sakit.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian...


Rumah Sakit.


Sofyan terus bolak balik berjalan seperti setrikaan. Sofyan menangis dan menyesali perbuatannya, dia tak akan memaafkan dirinya sendiri jika sampai terjadi sesuatu pada Puja dan jabang bayinya.


Klek!


"Dok gimana keadaan istri saya?" tanya Sofyan saat melihat dokter yang menangani Puja keluar dari ruangan itu.


"Maaf pak Sofyan, kandungan pasien tidak dapat diselamatkan. Bu Puja mengalami keguguran karena benturan yang cukup keras. Dan sebaiknya cepat dilakukan kuret untuk membersihkan rahimnya." ucap Dokter itu dengan wajah prihatin.


"Apa dok? istri saya keguguran?" tanya Sofyan dengan mata berkaca.


"Iya pak. Dan secepatnya bapak tanda tangani surat persetujuan untuk dilakukan kuret ya." ucap dokter itu.


"Iya dok, lakukan yang terbaik untuk istri saya." ucap Sofyan dengan suara lemah. Setelah dokter itu pergi, Sofyan terduduk lemas dikursi tunggu. Air matanya tak berhenti mengalir.


"Puja maafin akang Puja, gara-gara akang kita jadi kehilangan calon anak kita. Astagfirullahalaziim. Apa yang udah aku lakukan! ayah macam apa aku ini, aku membunuh anakku sendiri! hu hu hu..." Sofyan menangis tergugu menyesali perbuatannya yang menyebabkan Puja kehilangan calon anak mereka.


"Harusnya aku bisa tahan emosi, ya Allah... hu... hu..." Sofyan terus menangis dalam kesendirian.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Othor kabor dulu ah, ke waduk cirata. Takut disemprot mak emak.. buehehehe. Jangan lupa like komentar dan juga votenya ya.


__ADS_2