Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Pov Author (Jalan-jalan)


__ADS_3

Setelah selesai dengan kegiatan mereka dikamar mandi, Puja dan Sofyan kini tengah bersiap dengan pakaian santainya. Sofyan mengajak Puja untuk berkeliling kampung, dan berjalan-jalan ke ** ******* setelah sekian bulan tak jalan-jalan bersama. Tentu saja Puja tidak menolak, selain karena merasa jenuh, juga karena Puja ingin membeli sesuatu untuk keperluan anaknya.


"Kalau pake mobil lebih enak ya sayang, jadi enggak khawatir kalau hujan, apalagi Bagja masih kecil gini" ucap kang Sofyan saat melihat Puja yang tengah memakaikan baju pada sang anak usai memandikannya.


"Enggak apa-apa pakai motor juga. Enggak usah terlalu maksain kang, pake apa yang ada" ucap Puja sambil tersenyum manis.


"Tapi kalau misalkan kang Sofyan beliin Puja mau?" tanya Sofyan.


"Kok tanya Puja, ya terserah akang aja, ya kalau punya duit mau beli oke oke aja." jawab Puja.


"Karena nanti nama pemiliknya pakai nama Puja" ucap Sofyan. Puja melirik kearah suaminya.


"Kok gitu?" tanya Puja.


"Karena semua yang akang punya ya buat kamu, buat apa kerja keras kalau enggak bisa nyenengin istri" ucapnya sambil tersenyum hangat.


"Akang enggak takut Puja kabur bawa mobilnya?" tanya Puja.


"Enggaklah, naik motor aja enggak bisa, apalagi bawa kabur mobil" ucap Sofyan sambil tersenyum mengejek.


"Tapi kalau mau dibawa pergi juga enggak apa-apa. Dengan syarat, kang Sofyan harus ikut. Karena kang Sofyan enggak bisa hidup tanpa Puja" lanjut Sofyan sambil menatap dalam mata istrinya. Puja semakin merasa dicintai, seketika senyum manis mengembang dipipinya. Semenjak jatuh cinta, Sofyan selalu sukses membuatnya meleleh dan berbunga-bunga. Sofyan memang tidak kaya, Sofyan hanya lelaki biasa, sederhana. Tapi yang membuat luar biasa adalah karena dia lelaki yang sangat bertanggung jawab, pekerja keras dan juga cinta tulusnya begitu terasa. Puja berjalan mendekati Sofyan.


Cup

__ADS_1


"I love you" bisik Puja. Puja bingung ingin melakukan apalagi untuk membalas cinta dan kebahagiaan yang bertubi-tubi diberikan oleh suaminya itu. Saat ini, mungkin dia hanya bisa memberikan kepuasan ranjang dan mencintai Sofyan dengan setulus hatinya. Sofyan sendiri hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya yang pandai menggoda itu. Mereka saling berpandangan cukup lama. Namun, Puja tiba-tiba teringat sesuatu. Dia mengambil dompetnya dan mengambil sebuah kartu ATM lalu menyerahkannya pada Sofyan.


"Kalau mau beli mobil, tambahin pakai ini. Belum Puja pakai sama sekali, karena semua biaya hidup dan biaya lahiran Bagja kemaren ditanggung paman dan bibi semua" ucap Puja.


"Simpen aja. Ini kan udah jadi hak miliknya Puja. Kang Sofyan malah kecewa karena Puja belum pake sama sekali" tolak Sofyan.


"Tapi kang..." ucap Puja ragu-ragu.


"Enggak ada tapi-tapian, pegang aja, buat keperluan Puja. Terserah mau dipake buat apa" ucap Sofyan.


"Kalau semua buat Puja, kang Sofyan punya apa?" tanya Puja dengan raut bingung. Bingung karena suaminya itu begitu jor-joran.


"Punya kamu dan anak-anak, itu udah lebih dari cukup. Kalian sangat berharga untuk kang Sofyan" ucap Sofyan seraya mengelus lembut rambut Puja yang terurai indah. Puja menatap haru suaminya, Puja merasakan ketulusan dan kasih sayang Sofyan yang begitu besar untuknya.


Cup


Owaakk!


Owaakk!


Owaakk!


Tangisan Bagja membuat mereka buru-buru melepas pangutannya, dan menghampiri anaknya yang tengah menangis histeris. Mungkin merasa jengah karena dianggurin oleh sepasang suami istri yang tengah dimabuk asmara itu.

__ADS_1


"Uluh... anak ayah, sini gendong... cup cup cup" Sofyan menimang-nimang putra pertamanya itu dengan penuh kasih sayang.


Hoaakkk!!


Bayi kecil itu kembali menangis.


"Aduh, anak ayah sakit hati ya dicuekin, mama kamu tuh godain ayah mulu..." ucapnya seraya menenangkan buah hatinya.


"Iih nyebelin!" Puja mencubit kecil pinggang suaminya itu. Sofyan hanya tertawa kegelian saat dicubit oleh Puja. Setelah Bagja kembali anteng, mereka akhirnya pergi berjalan-jalan.


********


Sofyan dan Puja berhenti disebuah mini market untuk membeli pampers Bagja, karena stok dirumah sudah habis. Tidak lupa membeli beberapa keperluan dan skincare untuk Puja. Puja memasuki minimarket itu sendirian, sedangkan Sofyan menunggu diluar sambil menggendong sang buah hati.


Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Puja keluar dari minimarket itu. Dan saat berjalan ke arah Sofyan, tubuhnya tidak sengaja menubruk tubuh seseorang.


Brukk!


"Maaf saya enggak sengaja" ucap lelaki itu.


"Kamu...!" ucap mereka berbarengan.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Hayo... siapa?? jangan Lupa vote sebanyak-banyaknya, like dan komentar ya.


__ADS_2