
Vina dan ke enam temannya berkonvoi menuju Ciwidey, tepatnya didaerah Ciwalini, dekat pemandian air panas, jalan yang berliku, naik, menanjak dan berkelok membuat mereka merasa kelelahan, namun juga menyenangkan karena panorama alam yang sangat indah, dimana tempat itu dikelilingi pegunungan sejuk dan hamparan kebun teh di sepanjang jalan. Sehingga semakin malam udara disekitar terasa semakin dingin. Setelah menempuh kurang lebih selama 5 jam dari rumahnya, akhirnya mereka sampai di cottage sarang burung yang sudah mereka pesan sebelumnya.
Mereka berpencar dan masuk ke dalam villa masing-masing. Villa cottage sarang burung ini masih satu kawasan dengan pemandian air panas, sehingga jika ingin berendam ke air panas, designnya juga begitu instagramable dan membuat siapapun akan merasa nyaman berada di dalamnya, karena memiliki fasilitas lengkap, mulai dari tv kabel sampai free wifi, didalam villa minimalis ini juga terdapat bathtub dengan air panas untuk berendam, udara disekitar sejuk, dan view nya juga indah karena berada di kawasan kebun teh. Pokoknya siapapun yang datang ke tempat ini tidak akan pernah menyesal, karena kita akan dipuasskan dengan pemandangan yang memanjakan mata.
"Kasurnya kok cuma satu sih, Villa sebesar ini enggak ada kasur lain," protes Alya.
"Bawa kasur sendiri enggak usah ngedumel!" jawab Vino.
"Ya jelas aku ngedumel, karena males satu kasur sama kamu." ucap Alya.
"Ya udah kalau enggak mau, enggak masalah, aku nginep di Villa nya sherly sama Susan aja." jawab Vino santai.
"What?!" jangan ngaco!" protes Alya.
"Bukannya aku udah ingetin kamu ya untuk jangan ganggu kesenangan aku!" ucap Vino membentak.
"Terus aku disini sama siapa kalau kamu nginep di villa mereka?" tanya Alya yang tak ingin ditinggal Vino, walaupun Villa mereka saling berdekatan, tapi tetap saja Alya tak berani tidur sendirian.
"Sama jangkrik!" jawab Vino asal. Kemudian setelah menjawab pertanyaan Alya, dia melepas kaosnya kemudian melemparnya asal dan masuk kedalam kamar mandi.
"Vino! aku bukan pembantu ya, baju dilempar-lempat sembarangan!" bentak Alya. Vino tak menggubris dan asyik berendam didalam Bathtub sambil mendendangkan lagu-lagu rock kesukaan nya. Alya yang mendengar suara memekakkan telinga itu langsung menendang-nendang pintu kamar mandi.
"Dasar gila!" umpat Alya kesal.
'Sabar Alya, sabar!' batin Alya menyemangati dirinya sendiri.
//
Malam hari sekitar pukul dua dini hari, Alya terbangun karena mencium bau farfum yang begitu menyengat. Ternyata Vino tengah menyemprotkan farfum di badannya.
__ADS_1
'Mau kemana dia sudah wangi?' batin Alya. Alya bangun dan duduk disisi ranjang.
"Kamu mau kemana Vin?" tanya Alya.
'Ck! pake bangun segala lagi, gagal deh kencan sama Susan!' batin Vino.
"Enggak kemana-mana, cuma mau beli jagung bakar aja didepan." jawab Vino.
"Hah? jam segini beli jagung bakar?" tanya Alya.
"Iya, emang kenapa? kan disini kalau malam rame, pada mandi di pemandian air panas, banyak yang jualan juga disana, aku mau berenang, sambil nongkrong sama temen-temen. Kamu enggak usah Ikut!" ucap Vino.
"Aku ikut!" ucap Alya membantah.
"Ngapain ikut segala? udah tidur aja, kamu enggak akan kuat dengan udara dinginnya! nanti malah nyusahin aku!" ucap Vino ketus.
"Aku enggak akan nyusahin kamu, tenang aja, aku juga enggak bakalan ganggu kamu pacaran sama pacar kamu. Aku cuma pengen merasakan pengalaman berbeda aja, kan enggak pernah mandi di pemandian air panas malam-malam begini." ucap Alya.
Sesampainya disana, Vino dan kawan-kawan langsung menceburkan diri di kolam renang yang berisi air panas, sejuk dan dinginnya udara sekitar membuat Alya mau tak mau ikut terjun ke kolam renang air panas tersebut. Alya cukup menjaga jarak dari Vino, karena takut Vino merasa terganggu. Dia memejamkan matanya merasakan sensasi yang tak pernah dirasakan sebelumnya. Dia berenang menyelami air panas yang terasa begitu merilekskan tubuhnya hingga kini dia berada disisi yang jauh dari penerangan, disana sepi tak ada orang, Alya merasa lebih tenang. Alya tak menyadari sejak tadi Vino terus maman taunya dari kejauhan, Vino tersenyum tipis saat melihat tingkah Alya yang berenang dikegelapan, seperti anak kecil yang mengepak-ngepakkan tangan dan kakinya, menyiram-nyiram air dengan bahagia tanpa beban sedikitpun.
"Yang, kamu lihatin apa sih?" tanya Susan, sambil mengalungkan tangannya ke leher Vino.
"Enggak lihat apa-apa." jawab Vino.
"Disini dingin ya yang. Aku jadi..." Susan menggigit bibir bawahnya berniat untuk menggoda Vino. Dia mendekatkan wajahnya ingin mencium bibir Vino, namun dengan secepat kilat Vino menghindar.
"Maaf aku enggak bisa." ucap Vino.
"Kenapa? disini sepi enggak ada orang, hanya ada kita dan temen-temen kita aja." tanya Susan.
__ADS_1
"Aku minta maaf, aku benar-benar enggak bisa. Lagi nggak mood!" jawab Vino.
"Kamu kok nyebelin sih!" ucap Susan.
"Bodo!" jawab Vino ketus.
"Ish! ya udah lah, aku mau berenang aja!" ucap Susan merajuk, kemudian dia menjauhi Vino dan mencari ketenangan ke tempat lain.
Vino yang kembali menatap Alya dari kejauhan begitu terkejut saat melihat ada seorang pria yang berusaha mendekati Alya. Tangannya mengepal dengan kuat saat melihat Alya dan pria itu terlihat akrab dan saling tertawa bersama.
"Sialan!" umpat nya kesal. Dia berenang mendekati Alya dan pria asing tersebut.
"Aku cariin, ternyata lagi disini." ucap Vino yang tiba-tiba menyembul dan melingkarkan tangannya dibahu Alya, membawa wanita bertubuh rampung itu ke pelukannya.
"Vin, apaan sih!" ucap Alya merasa tak nyaman.
"Dia siapa Al?" tanya pria asing itu.
"Dia..."
"Gua suaminya, elo siapa ngedeketin istri orang, gak punya malu lo?" tanya Vino sinis.
"Bener dia suami kamu Al?" tanya pria asing itu.
"Iya," jawab Alya jujur.
"Oh, aku kira kamu masih single, ternyata.. ya udah saya minta maaf ya kang," ucap pria itu tulus. Vino hanya tersenyum sinis. Pria itu kemudian berpamitan dan pergi ke tempat lainnya meninggalkan Vino dan Alya ditempat gelap itu.
"Lepas!" ucap Alya sambil menjauhkan tubuhnya dari delapan Vino.
__ADS_1
"Enggak!" jawab Vino sambil menatap Alya dengan kemarahan. Wah! sepertinya Alya akan dimakan!
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁