Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Penyesalan Tiada Ujung


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, dokter sudah selesai melakukan kuret untuk membersihkan rahim Puja dari sisa-sisa jabang bayinya yang telah gugur. Puja juga sudah dipindahkan keruang rawat inap dan sudah boleh dijenguk.


Klek!


Dengan tubuh gemetar Sofyan membuka ruangan tempat dimana Puja dirawat. Ternyata Puja sudah siuman dan kini tengah duduk disisi ranjang dengan wajah memucat dan tatapan kosong.


"Sayang..." lirih Sofyan yang melihat sang istri diam saja.


"Maaf..." hanya kata itu yang bisa diucapkannya. Puja masih diam tak mengidahkan kehadiran Sofyan disisinya. Sofyan berusaha menyentuh tangan Puja dan Puja membiarkannya begitu saja tanpa ada perlawanan namun masih dengan mata yang menatap kosong kedepan.


"Akang minta maaf, ini semua salah akang. Kang Sofyan tahu kali ini kesalahan akang udah keterlaluan..." ucap Sofyan yang kini meneteskan air matanya. Hatinya hancur berkeping-keping, karena amarah dan egonya Sofyan harus kehilangan calon bayi mereka. Ditambah Puja yang nampak berbeda dari sebelumnya membuat Sofyan makin merasa bersalah.

__ADS_1


"Sayang... ngomong dong, jangan diam aja. Akang minta maaf Puja... akang mohon jangan begini, jangan diamin kang Sofyan... hu...hu..." Sofyan menangis tergugu sambil terus menciumi punggung tangan Puja.


Puja kini berganti posisi menjadi berbaring dan tidur menyamping membelakangi Sofyan. Puja memejamkan matanya, Puja merasakan sakit yang teramat dalam. Sofyan membuatnya merasa jika dia tidak ada artinya dihati pria itu. Semua ucapan manis Sofyan selama ini hanya omong kosong belaka. Puja mengira, hidupnya dengan Sofyan akan bahagia, cinta mereka sudah kuat, tapi ternyata karma itu masih berlaku untuknya. Dan kali ini Puja benar-benar lemah dan rapuh dalam menghadapinya.


'Kak, maafin Puja kak. Maaf...' batin Puja. Matanya mengeluarkan tetesan air mata. Dia menangis dalam diam. Hatinya terus menyalahkan dirinya atas kesalahannya kepada Ratna kakaknya.


Rasa sakit yang ditorehakan Sofyan begitu dalam, Puja sakit hati saat Sofyan menolong wanita lain tanpa memberitahunya terlebih dahulu, Puja juga merasa sakit saat Sofyan begitu marah karena khawatir terhadap Risma. Puja merasa sakit saat Sofyan tak mendengar ucapannya dan malah mendorongnya hingga mereka kehilangan calon anak kedua mereka seolah-olah dia tak berarti apa-apa dibandingkan wanita lain. Puja merasa cinta Sofyan untuknya hanyalah sebatas obsesi dan omong kosong atau mungkin malah hanya sebatas rasa kasihan. Entahlah, yang jelas Puja merasa lelah. Lelah dengan hidupnya yang selalu amburadul! lelah dengan karma yang tak kunjung mereda. Sepanjang malam Puja hanya diam, dan memejamkan matanya tanpa mau menoleh kearah Sofyan.


***********


Keesokan harinya Puja sudah dibolehkan pulang kerumah. Dan sesampainya dirumah, Puja disambut haru oleh emak dan dua orang pengasuh Bagja yang menginap dirumah Sofyan selama Puja menjalani perawatan dirumah sakit.

__ADS_1


"Puja... emak mohon maafin Sofyan ya," ucap emak saat mereka berada dikamar Puja dan Sofyan.


Puja tak menjawab dan malah tersenyum getir. Puja memandangi wajah keriput emak yang kian hari terlihat bertambah usia. Puja sebenarnya sayang dengan wanita paruh baya ini. Tapi, hatinya yang lainnya juga menyalahkan emak atas semua yang terjadi. Semua terjadi karena dia yang egois menikahkannya dengan Sofyan, hingga perasaan cinta itu tumbuh dihatinya, dan seketika itu juga dia menghancurkannya.


"Selamat ya mak, usaha emak selama ini membuahkan hasil. Puja udah hancur mak, kang Sofyan sekarang udah suka sama Risma, atau mungkin mereka udah nikah. Puja enggak tahu, tapi yang jelas kang Sofyan nutupin semuanya dari Puja." ucap Puja dengan tatapan kosong.


"Kamu ngomong apa Puja." ucap emak dengan bibir bergetar.


"Dulu yang maksa Puja nikah dengan Sofyan kan emak. Tapi emak juga yang berusaha misahin Puja dan kang Sofyan. Puja enggak tahu kalian punya dendam apa sama Puja. Kenapa kalian begitu jahat sama Puja. Mak, Puja nyesel tau enggak mak nikah sama kang Sofyan. Tapi Puja enggak nyalahin emak dan kang Sofyan kok. Ini salah Puja. Ini karma buat Puja mak, ini karma atas kelakuan Puja dulu ke kak Ratna." ucap Puja dengan mata memerah. Dan tanpa bisa ditahan air matanya mengalir begitu saja dipipinya.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Mak... masih mau punya mantu kayak Risma mak...? jangan Lupa like komentar dan vote nya ya.


__ADS_2