
Setelah kegiatan panas yang penuh dosa itu, Risma diantar pulang oleh Iyas tapi tidak sampai depan rumahnya, hanya sampai jalan yang berjarak empat rumah dari rumahnya.
"Nanti saya kabarin dan saya infokan soal rencananya sama kamu." ucap Ilyas sebelum Risma turun. Risma hanya mengangguk dan tangannya beranjak membuka pintu.
"Risma tunggu!" ucap Ilyas. Risma hanya diam dan menoleh.
Cup
Ilyas mengecup bibirnya sekilas.
"Terimakasih, kamu sangat luar biasa tadi" puji Ilyas. Risma tak menjawab apa-apa, dia hanya diam dan melanjutkan untuk keluar dan pulang kerumahnya. Ilyas tersenyum ketika melihat Risma yang jalannya seperti bebek karena perbuatannya.
"Gila, kenapa rasanya tu cewek bikin kecanduan! untung gue videoin, gampang deh kalau mau lagi" ucapnya menyeringai licik.
Sementara gadis malang itu berjalan gontai dengan tatapan kosong. Rasa bersalah, menyesal dan berdosa melebur menjadi satu. Ya, Risma menyesal karena dengan mudahnya dibodohi lelaki brengsek seperti Ilyas. Awalnya Risma merasa semangat untuk mendapatkan Sofyan, tapi setelah tahu jika dia hanya dimanfaatkan, Risma jadi merasa wanita tergobl*k sedunia. Untungnya dia masih diberi keberuntungan, saat Ilyas membersihkan diri dikamar mandi, Risma tak sengaja melihat sebuah kamera yang disembunyikan di vas bunga. Dan betapa terkejutnya Risma saat memerika kamera itu yang ternyata isinya vodeo syur antara dirinya dan juga Ilyas. Risma buru-buru menghapusnya dan meletakkannya kembali ketempat semula. Risma sadar jika dia tengah dimanfaatkan sekaligus dibodohi oleh pria yang sekarang sedang berada didalam kamar mandi itu.
"Risma, kamu baru pulang? lama banget ke tambaknya?" tanya ibunya Risma.
"Iya bu, tadi temen-temennya Risma ngajak main ketempat lain dulu" bohong Risma.
"Terus gimana? udah ada kemajuan pendekatan sama Sofyannya?" tanya ibu.
"Udah" jawab Risma. Risma terpaksa berbohong pada ibunya, karena sang ibu pasti akan mengomel jika dia menjawab tidak. Dan mengata-ngatai dirinya tidak becus.
"Bagus! itu baru anak ibu, jangan mau kalah sama perempuan murahan itu Risma. Sofyan milik kamu, kamu harus ambil lagi apa yang seharusnya menjadi hak kamu" ucap ibunya Risma berapi-api.
"Iya bu" jawab Risma singkat.
"Risma ke kamar dulu ya bu, mau mandi" izin Risma.
__ADS_1
"Iya, kamu baunya aneh!" ucap ibunya Risma. Risma hanya tersenyum kecut lalu beralu kedalam kamar mandi untuk mengguyur tubuhnya didalam sana.
**********
Malam harinya, Sofyan dan Puja tengah menonton televisi diruang tengah, emak sendiri sudah tidur setelah sholat isya' begitupula dengan anak mereka Bagja yang sudah berkelana kealam mimpi.
"Sayang, gimana? udah bisa tadi belajar nyetir mobilnya?" tanya Puja yang tengah merebahkan kepalanya dipaha Sofyan.
"Lumayan lah, belum lancar banget, besok belajar lagi" jawab Sofyan yang tengah fokus menonton film ikatan batin yang pemeran utamannya Brata Yudha Aldebaron Amstrong.
"Semangat ya.." ujar Puja menyemangati.
"Iya sayang" jawab Sofyan.
"Kang Sofyan kok kayak emak-emak sih, suka sinetron!" cibir Puja yang melihat mata suaminya yang tak lepas dari sinetron yang sedang menampilkan adegan ketegangan itu.
"Apanya yang seru! ngebosenin gitu!" ucap Puja.
"Ada loh film yang lebih seru kang" lanjutnya.
"Film apa?" tanya Sofyan tanpa mengalihkan pandangannya. Puja beranjak duduk lalu membisikkan sesuatu ketelinga Sofyan.
"Film Blue" jawab Puja. Sofyan mendelik tajam.
"Kamu sering nonton film begituan?" tanya Sofyan.
"Iya dulu" jawab Puja.
"Kalau sekarang?" tanya Sofyan.
__ADS_1
"Jarang-jarang, sesekali aja" jawab Puja jujur.
"Jangan nonton lagi, dosa!" ucap Sofyan sembari menatap dalam mata istrinya itu.
"Tapi kan seru, bisa langsung dipraktekin lagi" jawab Puja sambil meraba dada Sofyan. Sofyan menahan tangan Puja dan menciumnya sebentar.
"Dengerin akang, sekarang kang Sofyan udah jadi suami Puja, akang punya tanggung jawab untuk mendidik kamu dan mengajak kamu untuk kearah yang lebih baik. Film yang Puja maksud itu dosa sayang, kang Sofyan minta tolong ya Puja jangan tonton film begituan lagi" ucap Sofyan lembut.
"Tapi..."
"Enggak ada manfaatnya sayang, kita udah punya anak, nanti kalau sampai dicontoh Bagja bagaimana? tolong nurut sama kang Sofyan. Sekarang mana hp nya, mau akang hapus." ucap Sofyan tegas.
"Ya udah" jawab Puja yang sedikit kesal. Setelah mengambil ponselnya dikamar, Puja menyerahkan ponselnya kepada Sofyan untuk kemudian menghapus video-video panas yang tersimpan diponsel Puja.
"Sisain satu kek, masa dihapus semua" protes Puja.
"Puja sayang enggak sama kang Sofyan? Maaf akang enggak bisa mentolerir sayang, ini semua demi kebaikan kamu, demi kebaikan kita semua. Kang Sofyan punya tanggung jawab yang besar sebagai suami dan kepala keluarga dihadapan Allah." jelas Sofyan. Setelah mendengar penjelasan Sofyan, kini Puja memahami jika Sofyan justru sangat mencintainya hingga tak mau dirinya berbuat dosa.
Cup
"I love you... makasih udah jadi suami yang terbaik" ucap Puja berbisik. Sofyan tak mengucapkan apa-apa dan justru malah menggendong Puja ala bridal style menuju kamarnya.
"Puja bidadari syurga nya akang, jadi akang akan jaga dan bimbing Puja agar tidak jatuh kedalam lembah dosa" jawab Sofyan sembari tersenyum hangat.
"Sekarang layanin akang ya, biar dapet pahala" lanjutnya.
"Dengan senang hati. Malam ini, biar Puja yang diatas ya" bisik Puja sensual. Sofyan hanya tersenyum lalu dengan cepat merampas bibir merah ranum nan menggoda itu.
Dan malam itu emak tidak bisa tidur nyenyak karena sepanjang malam rumah itu diisi suara-suara menyeramkan yang membuat gelisah galau merana setiap jomblo yang mendengarnya.
__ADS_1