Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Pov Author (Belum selesai)


__ADS_3

Risma yang berada diruang tamu merasa gelisah dan tidak nyaman. Hatinya merasa terbakar saat mendengar suara-suara menjijikan khas orang yang tengah bercinta dari balik tembok disampingnya. Ya, kamarnya Sofyan dan Puja memang bersebelahan dengan ruang tamu. Itu sebabnya suara ceracauan dan erangan penuh nikmat sangat jelas terdengar sampai keruang tamu. Membuat siapapun yang mendengarnya langsung bergidik ngeri.


Sementara emak sendiri merasa gundah gulana dan tidak enak hati kepada mantan calon mantunya yang gagal nikah dengan anak lelakinya itu. Emak tidak habis fikir, bagaimana bisa anaknya yang polos, kalem, dan juga sholeh terdengar begitu agresif dan terdengar begitu bersemangat saat melakukan hubungan intim dengan Puja istrinya. Emak hanya tersenyum kikuk saat matanya bertemu dengan mata Risma, bingung mau bicara apa dari mana kemana. Kalau begini, emak jadi kangen masa muda dengan bapak!


"Mak, sebaiknya Risma permisi dulu ya" ucap Risma memulai percakapan. Sepertinya Risma sudah sangat tidak tahan mendengar suara-suara yang membuat gendang telinganya serasa mau pecah.


"Oh iya, maaf ya kalau Risma jadi enggak nyaman" ucap emak tak enak hati.


"Iya mak, enggak apa-apa. Lain kali Risma mampir lagi" ucap Risma dengan memaksakan senyumnya. Hidungnya sudah kembang kempis menahan rasa kesal.


"Iya, hati-hati dijalan" pesan emak.


Setelah berpamitan, Risma buru-buru meninggalkan rumah itu. Dia menghentak-hentakan kakinya ketanah karena merasa jengkel sekaligus cemburu. Dadanya panas dan juga terasa terbakar, Risma kesal karena ternyata Puja tak berhasil dipengaruhi. Risma fikir, Puja akan marah-marah atau merajuk pada Sofyan. Tapi ternyata rencananya gagal total.

__ADS_1


"Puja sialan!" umpatnya ditengah perjalanan.


Sementara emak sendiri memilih kedapur untuk mengurus hasil panennya yang akan dijual ketengkulak.


********


Disisi lainya, dua orang yang baru selesai olahraga dadakan dengan bermandikan keringat itu kini tengah saling memeluk dan berpandangan penuh cinta. Mereka yang tak tahu malu itu nampaknya tidak merasa bersalah dengan apa yang mereka lakukan, hingga membuat seorang gadis kebelet kawin.


"Sayang, tadi mainnya semangat banget, kang Sofyan jadi makin gagah deh" puji Puja sambil memainkan jari-jari lentiknya didada bidang suaminya.


"Jangan mulai deh kang, nanti Bagja bangun" ucap Puja kegelian.


"Main dikamar mandi yuk" bisik Sofyan.

__ADS_1


"Iihh!! udah ah, emangnya enggak bosen apa?" tanya Puja.


"Enggak ada kata bosan kalau bercinta dengan kamu" ucap Sofyan. Setelah berkata demikian, Sofyan mengambil handuk putih dicantelan lalu memakaikan pada sang istri. Dia sendiri dengan cepat memakai handuknya yang tergeletak dilantai. Setelah itu dengan sekali gerakan Sofyan menggendong tubuh Puja ala bridal style


"Iih akang apa-apaan sih!" protes Puja saat tubuhnya melayang karena digendong Sofyan.


"Mumpung Bagja masih tidur, kita lanjut dikamar mandi" bisik Sofyan.


"Iiih!! nyebelin!" ucap Puja sambil cemberut. Padahal, dia juga menginginkan hal yang sama.


Dan setelah memasuki kamar mandi, Sofyan langsung memulai permaninan panas mereka. Mereka tidak tahu saja, emak menahan kesal karena harus mendengar suara-suara menjijikan itu lagi. Emak geleng-geleng kepala melihat kelakuan dan anak menantunya itu. Pantas Sofyan sampai stress dan frustasi ditinggal Puja. Nyatanya memang Puja mampu membuat hidup anaknya bahagia dan lebih berwarna. Terlihat lebih ceria, semangat dan juga segar. Emak tersenyum tipis saat melihat anaknya sudah bahagia.


"Emak enggak bisa pak misahin Sofyan dan Puja. Mereka sudah bahagia, anak kita bahagia pak" lirih emak.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Memang Puja sama Sop ayam enggak ada akhlak! emak udah pindah ke dapur, eh dia ikut juga ke kamar mandi. Kan emak jadi panas dingin. ups!! untuk selanjutnya akan terus memakai pov author ya, jangan lupa like, komen, dan juga vote sebanyak-banyaknya agar author semakin semangat menulis ya.


__ADS_2