Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Itu Itu


__ADS_3

Dan saat itu Sofyan benar-benar menolong Risma sesuai ucapannya. Dia mengontrak sebuah rumah untuk ditinggali oleh Risma, rumah yang berada di kecamatan dan jaraknya tak jauh dari rumah Marvel.


"Akang pulang dulu, Puja pasti udah nungguin. Kalau ada apa-apa kabarin aja, mudah-mudahan secepatnya kang Sofyan dapat orang buat jagain kamu." ucap Sofyan.


"Iya kang, makasih banyak ya." ucap Risma.


"Ini buat jaga-jaga. Kalau laper beli sendiri, kan didepan ada warung. Kalau ada apa-apa sama kandungan kamu, cepet-cepet ke klinik, kan deket, jalan kaki sampai. Pangkalan ojek juga deket." pesan Sofyan. Sebenarnya Sofyan khawatir meninggalkan Risma sendirian yang kini tengah mengandung.


"Iya kang, sekali lagi terimakasih banyak." ucap Risma yang merasa senang karena Sofyan begitu perhatian kepadanya.


Dan setelah itu Sofyan berlalu pergi untuk pulang kerumahnya.


Sesampainya dirumah, Puja sudah menyambutnya dengan senyuman manisnya.


"Dari mana, jam segini kok baru pulang?" tanya Puja.


"Tadi lama nunggu tengkulaknya sayang" bohong Sofyan. Dia merasa belum siap menceritakan semuanya kepada Puja. Karena Sofyan merasa Puja sangat sensitif jika berhubungan dengan Risma. Jadi untuk sementara waktu dia memilih menyembunyikan semua ini dari Puja.

__ADS_1


Untungnya dia masih punya tabungan di ATM lain, sisa pembelian mobil kemarin. Dari situlah Sofyan membayar sewa rumah yang ditempati oleh Risma tanpa meminta uang dari ATM yang sudah diberikan kepada Puja. Hanya tinggal memikirkan untuk membayar jasa orang yang akan menemani Risma saat masa kehamilannya sampai Risma melahirkan. Dan itu cukup membuatnya pusing karena seperti menafkahi dua istri sekaligus. Sialan!


Sementara itu disisi lainnya, Ilyas tengah kelimpungan mencari keberadaan Risma, dia sudah mendatangi rumah Risma dan berujung pengusiran oleh ibunya Risma yang tengah stress karena anaknya yang hamil diluar nikah dan kini menghilang entah kemana. Ilyas sempat terkejut dan kaget saat mendengar Risma tengah berbadan dua, yang itu artinya Risma hamil anaknya. Dia juga mengintai rumah Sofyan untuk mencari keberadaan wanita itu, namun hasilnya nihil. Tak ada tanda-tanda keberadaan Risma dirumah itu.


***********


Bulan berlalu semenjak kejadian itu Sofyan jadi sering terlambat pulang membuat Puja merasa curiga dengan gelagat suaminya itu. Sebenarnya dia tidak selingkuh dan berbuat macam-macam. Sofyan hanya bekerja lebih keras agar dapat memenuhi kebutuhan Risma tanpa mengurangi jatah bulanan Puja.


"Sayang, sekarang kok sering banget pulang terlambat? dan sering kecapek,an jadi jarang itu-itu deh sama Puja" tanya Puja. disela memijit punggung suaminya.


"Tapi Puja enggak mau akang terlalu kerja keras. Dan sekarang efeknya akang jadi sering kecapek,an dan Puja jadi kurang dapat jatah batin. Jadi jarang itu-itu deh." ucap Puja sambil memanyunkan bibirnya. Sofyan berbalik kini posisinya telentang dengan Puja yang duduk diatasnya, Sofyan memandangi wajah Puja yang semakin hari terlihat semakin cantik dan menggairahkan. Didalam hatinya terbesit rasa bersalah karena demi membantu Risma, dia sampai membuat istrinya merasa kurang mendapatkan jatah batinnya.


"Emang udah berapa hari enggak itu-itu?" tanya Sofyan.


"Udah tiga hari akang enggak itu-in Puja" ucap Puja seraya mengerucutkan bibirnya.


"Ya ampun marahnya kayak udah setahun aja enggak itu-itu." ucap Sofyan tergelak menahan tawanya.

__ADS_1


"Iiih,, kan biasanya juga setiap hari" ucap Puja yang tambah memajukan bibirnya membuat Sofyan semakin merasa gemas dengan istri manjanya itu.


"Ya udah, gimana kalau sekarang aja itu-itu nya? mumpung Bagja udah bobok." ucap Sofyan sembari mengerlingkan matanya. Dan malam itu Sofyan benar-benar memberikan pelayanan terbaiknya, Puja benar-benar dipuaskan hingga lemas tak berdaya. Sepanjang malam Puja dibuat menjerit kenikmatan membuat emak lagi-lagi harus bergadang.


***********


Keesokan paginya, saat Sofyan dan juga keluarganya menikmati sarapan tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Sofyan.


"Assalamualaikum?"


Puja tersentak kaget karena merasa mengenali suara itu.


"Loh, itu kan...."


🍁🍁🍁🍁🍁


Sop ayam, kapok dah lu! berasa punya bini dua aja. Dulu si Puja kagak diurusin, giliran Risma hamil anak orang lu urusin! kan kasian Puja jadi jarang itu-itu! kalau Puja sampai itu gimana? itu pokoknya urusan itu! ah, entah! lama-lama pusing juga denger itu-itu. Othor kan jadi Itu. Awokwowok! Gubrak!! keceboor! dikutuk jadi Ikan sama emak Sop ayam.

__ADS_1


__ADS_2