Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Risma Berulah


__ADS_3

"Waalaikumsalam" jawab emak dari dalam.


"Sebentar ya, emak bukain pintu dulu, sepertinya ada tamu" ucap emak, lalu menyerahkan kembali Bagja ke pangkuanku. Sementara kang Sofyan sendiri sedang ke kamar mandi.


Beberapa detik kemudian, aku dibuat bad mood saat melihat kedatangan tamu yang dimaksud emak. Ternyata tamunya Risma, wanita yang membuatku cemburu setengah mati.


"Duduk Ris, ini Puja baru pulang sama Sofyan dari Jakarta" ucap emak sambil mempersilahkan Risma duduk dikursi tamu.


"Iya mak" ucap Risma, lalu duduk dikursi tamu yang langsung berhadapan denganku.


"Sebentar, emak ambilkan minum dulu" ucap emak.


"Enggak usah repot-repot mak" tolak Risma.


"Enggak ngerepotin kok" ucap emak seraya tersenyum.


"Ya udah kalau emak maksa" jawab Risma. Emak akhirnya pergi ke dapur sambil meninggalkan kami berdua.


"Itu anak kamu?" tanya Risma.


"Iya, ini anak kami" jawabku dengan menekankan kata 'kami'.


"Oh... pergi lama, pulang-pulang udah bawa anak aja" jawabnya dengan wajah sinis. Sepertinya dia sedang menyindirku.


"Emangnya kenapa?" tanyaku.


"Ya enggak apa-apa, aneh aja" jawabnya.


"Kenapa harus aneh, kami melakukannya setiap hari, ya wajar kalau cepet jadi" ceplosku.


"Tapi aku enggak yakin itu anak kang Sofyan, secara aku tahu kamu itu siapa." celetuknya. Ucapannya membuatku benar-benar panas dan merasa geram.


'Sialan! wajah lugu kelakuan as*' umpatku dalam hati.


"Memangnya aku siapa?" tanyaku dengan menatap tajam kearahnya.

__ADS_1


"Biduan murahan tukang rebut suami orang! bukan orang, tapi suami kakaknya sendiri!" ucapnya sembari tersenyum mengejek.


'Sialan! dari mana dia tahu soal masa lalu aku?' tanyaku dalam hati.


"Kamu bingung aku tahu darimana? kang Sofyan sendiri yang cerita" jawabnya santai.


"Enggak mungkin kang Sofyan ngomong gitu!" ucapku tak percaya.


"Tanya sendiri aja kalau enggak percaya!" tantangnya. Aku mengepalkan tanganku menahan amarah yang bergemuruh didadaku. Saat aku masih bergelut dengan fikiranku, emak datang membawa dua cangkir teh hangat.


"Ini buat Risma, yang ini buat Puja" ucap emak seraya meletakkan minuman itu diatas meja.


"Aduh mak, masa mertua bikinin minum buat mantunya, kebalik atuh mak" ucap Risma menyindir.


"Enggak apa-apa Ris, Puja masih capek habis perjalanan jauh" jawab emak sambil tersenyum hangat. Aku yang merasa sudah sangat panas berada disana langsung pamit masuk kamar membawa putraku.


"Mak, Puja masuk kamar dulu ya, mau istirahat" ucapku.


"Iya" jawab emak sambil mengangguk. Aku buru-buru pergi dari ruang tamu lalu memasuki kamar ku. Aku meletakkan bayiku yang tengah tertidur kedalam box bayi, setelah itu aku berbaring dikasurku. Ucapan Risma barusan terngiang-ngiang dikepalaku. Apa benar kang Sofyan yang memberitahunya soal masa lalu ku? ketika masih asyik dengan fikiranku, kang Sofyan sudah selesai mandi. Tubuhnya terlihat segar dan wangi dengan lilitan handuk yang menempel dipinggang sampai lututnya. Kang Sofyan tersenyum melihatku, tapi aku malah langsung membuang muka.


"Sayang kenapa?" tanya kang Sofyan sambil membelai pipiku.


"Tanya aja sama diri kang Sofyan sendiri!" ucapku ketus.


"Maksudnya gimana? kalau ngomong yang jelas, kang Sofyan mana tahu kesalahan akang kalau Puja enggak kasih tahu" ucap kang Sofyan meminta penjelasan. Dengan malas aku berbalik menghadapnya.


"Kenapa Risma sampai tahu masa lalu Puja dan kak Ratna. Apa kang Sofyan kasih tahu dia soal perselingkuhan itu?" tanyaku penuh selidik. Kang Sofyan terlihat kaget dan terkejut.


"Memangnya Risma bilang apa sama kamu?" kang Sofyan malah balik bertanya.


"Enggak penting Risma ngomong apa, yang jelas jawab dulu pertanyaan Puja. Benar kang Sofyan yang udah kasih tahu dia!!" tanyaku penuh selidik. Kang Sofyan nampak berfikir dan mengingat-ingat sesuatu. Lalu menghembuskan nafas berat.


"Maafin kang Sofyan... dulu memang..."


"Jahat!!" aku langsung memotong ucapannya lalu memalingkan wajahku. Air mataku tumpah begitu saja saat mengetahui kebenarannya.

__ADS_1


"Kang Sofyan belum selesai ngomong, kang Sofyan bisa jelasin sayang" ucapnya sambil mencoba menyentuh bahuku.


"Lepasin! gak usah pegang-pegang! Puja memang perempuan murahan!" hardikku.


"Sayang kok ngomongnya gitu. Kamu bukan perempuan murahan. Akang bisa jelasin" ucap kang Sofyan sambil terus berusaha membawaku kedalam pelukannya.


"Akang jahat!! hiks... hiks...!" aku memukul kecil dadanya saat kang Sofyan berhasil membawaku kepelukannya.


"Ini enggak seperti yang ada difikiran kamu sayang, dengerin akang dulu ya" ucapnya menenangkanku.


"Cepet jelasin!" ucapku ketus.


"Dulu, waktu kamu sama Ilyas minta uang lima puluh juta sama Ratna, kang Sofyan berusaha membantu Ratna. Dan minta izin sama Risma untuk pake uang yang rencananya buat pernikahan akang dengan Risma, Risma marah dan enggak terima akang bantu Ratna. Terus akang jelasin alasan kang Sofyan mau bantuin Ratna itu karena apa. Nah dari situ dia tahu soal masa lalu kamu sayang. Dulu kan kang Sofyan belum punya perasaan apa-apa sama kamu sayang" jelas kang Sofyan sambil terus mengelus rambutku.


Aku merasa lega sekaligus merasa bersalah saat mengingat betapa jahatnya dulu aku kepada kak Ratna. Penjelasan kang Sofyan bisa diterima dengan akal sehat, namun aku malah terjebak dengan rasa cemburu saat mengetahui kang Sofyan dulu begitu mencintai kak Ratna.


"Kang Sofyan dulu cinta banget sama kak Ratna ya" ucapku sambil menggigit bibir bawahku.


"Iya dulu, tapi sekarang nama Ratna udah hilang dihati akang, udah udah enggak ada tempat lagi, udah penuh sama nama Puja" jawabnya sambil menatap dalam mataku.


"Masa sih? Puja enggak percaya" tanyaku dengan balas menatap matanya.


"Iya lah, perlu bukti apa?" kang Sofyan malah balik bertanya. Bukannya menjawab, aku malah meraba-raba dadanya.


"Puja pengen lagi" bisikku pelan.


"Dasar nakal!" ucapnya seraya menoel hidungku. Lalu tanpa basa basi membaringkan tubuhku diatas ranjang.


Dan terjadilah sesuatu yang aku harapkan, kami bercinta tanpa perduli masih ada emak dan Risma diruang tamu. Aku bahkan dengan sengaja mengencangkan suara lenguhan dan ******* yang keluar dari mulutku agar ulat bulu itu mendengarnya.


🍁🍁🍁🍁🍁


OMG! mantan pelakor dilakorin! yuh kita lihat siapa yang menang awokwokwok


Jangan lupa Vote, like dan komentarnya ya.

__ADS_1


__ADS_2