Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Anya yang tidak tahu diri


__ADS_3

Sementara itu Bagja dan Dila yang menjenguk Anya di rumah sakit terus dibuat pusing karena Anya bersikap tak tahu diri. Dia dengan tidak tahu malunya meminta Bagja menikahinya, siapapun di posisi Dila tentu akan sangat murka mendengar itu semua.


Maka dengan lantang Dila berkata, "Nyesel tahu nggak aku izinin Aa buat jenguk kamu kesini! Tahu gitu biar aja kamu mati sekalian!" ujarnya sebelum Dila menarik Bagja keluar dari ruangan dimana Anya dirawat.


"Sabar Dil, jangan emosi," ucap Bagja seraya mengusap lembut punggung sang istri.


Dila menghela nafasnya sambil beristighfar berkali-kali. Setelah lumayan bisa mengendalikan emosinya dia pun menatap Bagja dengan tatapan serius.


"Aa nggak akan nurutin kemauan dia yang minta dinikahin itu kan?" tanya Dila. Jujur dia merasa amat khawatir sekarang.


"Ya nggak dong Sayang. Mana mungkin Aa nikah lagi sedangkan di samping Aa udah ada bidadari yang turun dari langit pake terjun payung," ucap Bagja berkelakar.


"Iih si Aa mah, Dila serius tauuu!!" dia memukul lengan suaminya sambil mengerucutkan bibirnya ke depan. Mirip seperti donalwati yang sedang ngambek.


"Iya Ada serius, hanya Dila satu-satunya, selamanya sampai maut memisahkan kita. Udah ah, ayo pulang," ajak Bagja sambil menggendong Dila ala-ala bridal style. Dila sampai terkejut dan begitu malu pada sekeliling karena saat ini mereka menjadi pusat perhatian semua orang.


**


Di lain tempat, Alya dan Vino yang baru saja pulang ke rumahnya setalah menyelesaikan kelas pagi mereka dibuat terkejut melihat banyaknya makanan di atas meja. Makanan itu masak oleh Eva, tentunya dengan uangnya sendiri yang diberi oleh Ilyas untuk bekalnya selama Eva belum menemukan pekerjaan di kota ini.

__ADS_1


"Banyak banget Kak, dan keliatannya enak-enak," puji Alya.


Eva tersenyum tipis.


"Iya dong pasti enak Al, aku kan jago masak. Bukan kayak kamu yang tahunya hanya makan." Sindir Eva. Eva tidak tahu jika sindirannya itu sangat-sangat salah alamat. Ya, jika sindiran itu ditujukan kepada Dila, tentu sangat tepat, tapi Alya? Dia salah besar. Alya merupakan anak yang sangat rajin dan jago masak.


Vino yang mendengar istrinya disindir langsung tersenyum kecut.


"Alya ini jago masak kali Kak. Apalagi kalau masak empal daging, Vino aja suka banget." Ujar Vina sambil merangkul pundak sang istri dengan posessif.


"Kalau empal sih gampang, cuma daging sapi dikasih gula merah, siapa aja bisa masak. apalagi bahan masakannya aja udah enak. Daging sapi di sate aja udah lezat. Coba kalau disuruh masak rendang, Alya pasti nggak bisa," sangkal Eva.


"Udah ah, lebih baik kita mandi dulu Vin, setelah itu makan," ajak Alya. Dia sengaja menghentikan perdebatan di antara mereka karena merasa tidak nyaman dengan sindiran yang terus dilayangkan oleh Eva padanya.


**


Di kamar, Vino langsung memeluk Alya dari belakang.


"Ngapain sih Vin kok manja banget," ujar Alya bingung dengan tingkah sang suami.

__ADS_1


"Kangen," katanya.


"Ya ampun, perasaan kita ini dari gak berpisah loh, bisa-bisanya kamu kangen sama aku," ucap Alya tak habis pikir dengan sikap manja suaminya.


Vino membalik posisi tubuh Alya.


"Sayang, sampai kapan Eva disini?" tanya Vino dengan serius.


"Kan aku udah bilang, sampai Kak Eva dapat pekerjaan," ucap Alya.


"Masih lama dong Al, jujur aku nggak nyaman ada dia di rumah ini. Apalagi tadi dia jelek-jelekin kamu gitu, nggak suka aku sama orang nggak tahu diri begitu," ucap Vino blak-blakan.


"Ih, kok kamu ngomongnya gitu sih Vin. Ya mungkin Kak Eva enggak tahu aku bisa masak."


"Tapi gak seharusnya juga kan dia menghina kamu," sahut Vino.


"Mungkin dia---"


"Aku udah kasih peringatan sama kamu Al, kalau sesuatu terjadi, jangan salahin aku." Vino melepas tangannya di pinggang Alya.

__ADS_1


Kemudian dia melepas jaketnya untuk kemudian masuk ke kamar mandi. Sedangkan Alya masih berdiri mematung mencerna ucapan Suaminya barusan.


__ADS_2