
Akhirnya setelah semua urusan surat-surat nikah selesai dan pesta kecil-kecilan selesai dibuat, hari ini Mahmud resmi menikahi Iis dihadapan semua orang. Bagaimana dengan ceu Imas? tentu saja dia kecewa, sangat kecewa berat! karena dua kali gagal menggaet Mahmud dan menjadikannya sebagai mantunya. Tapi mau bagaimana lagi, namanya juga bukan jodoh. Mau tidak mau dia harus merelakan sesuatu yang memang bukan haknya.
Diacara itu, Risma dan Ilyas tidak hadir. Walaupun sebenarnya Puja dan Sofyan mengundang nya, tapi dia cukup tahu diri, Mahmud pasti belum sepenuhnya bisa melupakan luka hatinya. Risma tak ingin dengan melihatnya, justru Mahmud malah menjadi badmood dan tidak dapat menikmati hari bahagianya secara optimal. Lagi pula Ilyas sepertinya juga cemburu berat, tak ingin istrinya itu bertemu dengan mantan suami satu malamnya.
Dan tidak ketinggalan pasangan sensasional paling fenomenal yang tentu saja hadir di acara tersebut, yaitu Puja dan Sofyan, pengantinnya siapa, yang dandan heboh siapa. Sofyan tak mau kalah dengan memakai jas yang di sewanya, Puja apalagi. Beuhh!! sudah seperti Selena Lemes! semua orang yang tak tahu pasti mengira jika pengantinnya adalah Puja dan Sofyan. Bagaimana tidak seperti pengantin baru, mereka terus saja nemplok bermesra ria, lengket seperti kena lem altheco! tak terpisahkan, urusan Bagja, bi Yayah yang handle. Pokoknya mereka hanya umbar-umbar kemesraan, menunjukkan kepada semua orang jika Sofyan milik Puja dan begitupun sebaliknya.
"Nih ada hadiah." ucap Puja sembari menyerahkan bungkusan kado kepada Iis.
"Apa ini Puja?" tanya Iis.
"Jaring Laba-laba." jawab Puja asal.
"Maksudnya apasih enggak ngerti deh." ucap Iis bingung.
"Ah sok polos kamu mah!" jawab Puja.
"Beneran, jaring Laba-laba apaan sih?" tanya Iis.
'Lingeriee..!' bisik Puja.
"Iih dasar ya, duit kek kadonya, ini mah baju kurang bahan yang dikasih." protes Iis.
"hahaha.. Duit mulu nanti suami Puja bangkrut atuh, udah terima aja. Jangan lupa goyang gergaji dan patah-patahnya. Keluarin semua jurus yang kamu punya, bikin Mahmud tak bisa berkata-kata hehe..." ucap Puja gamblang.
"Dasar omes!" ucap Iis.
"Kamu sama aja!" jawab Puja.
"Ini kamu pake baju meni heboh kayak enggak mau ketinggalan aja." ucap Iis.
"Ya mau kondangan, tapi sekalian nanti mau pada nginep di hotel. Puja juga kan mau malam pertama dengan kang Sofyan." ucap Puja.
"Diih enggak mau kalah! emang dasar ya kamu Puja, nyebelin." ucap Iis.
"Ya kita tanding atuh is, kamu kuat berapa ronde, aku mah yakin paling pol 3 ronde Mahmud udah lemes." ucap Puja meremehkan.
"Tapi kamu tenang aja.. didalam sini ada obat kuat nya juga kok, jadi bakalan tahan sampai shubuh." ucap Puja.
__ADS_1
"Dasar gelo!" ucap Iis kesal. Namun sesaat kemudian dia memeluk Puja dengan erat.
"Makasih ya, kamu memang sahabat Iis yang paling luar biasa Puja. Iis enggak tahu lagi harus ngomong apa." ucap Iis.
"Udah ih enggak usah nangis gitu, make-up nya nanti luntur." ucap Puja sembari mengelus pundak Iis.
Sedangkan Sofyan kini tengah makan bersama Mahmud diruang tamu.
"Lapar kang?" tanya Mahmud.
"Iya, enggak sempet makan tadi dirumah. Puja ngajak ke salon lima jam baru kelar." ucap Sofyan.
"Hm.. yang nikah siapa yang sibuk siapa. Emang dasar enggak mau kesaing!" ucap Mahmud.
"Bukan gitu, habis dari sini kan sekalian saya mau ajak Puja liburan, kemaren kan belum jadi liburan." ucap Sofyan.
"Emang mau kemana kang?" tanya Mahmud.
"Mau ke puncak. Ya mumpung udah selesai panen, istirahat dulu lah sebentar menikmati uang hasil jerih payah selama ini." jawab Sofyan.
"Bener kang, Mudah-mudahan kesuksesan kang Sofyan bisa nular ke Mahmud." ucap Mahmud.
//
Malam harinya disaat para tamu undangan sudah pulang, dan acara sudah selesai. Kini Iis tengah membersihkan diri didalam kamar mandi, setelah itu kembali kedalam kamar dengan hanya mengenakan handuk. Orang-orang sudah pada tidur, jadi tidak ada yang melihat.
Disaat Iis masuk kedalam kamar, ternyata Mahmud tengah melaksanakan shalat isya'. Iis tersenyum dan merasa bangga karena suaminya itu benar-benar sholeh. Buru-buru Iis mengenakan pakaiannya, sebuah baju bermodel jaring Laba-laba hadiah dari Puja. Dia memakai wewangian dan body lotion keseluruh tubuhnya agar saat disentuh Mahmud tidak bau asem. Pokoknya Iis ingin memberikan yang terbaik untuk Mahmud agar malam pertama mereka tak terlupakan dan berkesan.
Iis menunggu diatas kasur dengan pose yang sangat menggoda. Kemampuannya jangan diragukan lagi, dia sama dengan Puja kalau soal beginian dia pakarnya. Namun hebatnya Iis adalah dia pandai dalam menjaga kesuciannya dan hanya ingin menyerahkan itu semua kepada suaminya.
Beberapa saat kemudian...
Mahmud terkejut saat melihat Iis yang sudah berada diatas kasur dengan pakaian serba kekurangan bahan tersebut.
"Astagfirullah!!" ucap Mahmud kaget sembari memegangi dadanya.
"iih! kang Mahmud nyebelin deh, masa lihat Iis udah kayak lihat setan!" ucap Iis kesal.
__ADS_1
"Maaf sayang, kang Mahmud tadi kaget. Kirain masih dikamar mandi." ucap Mahmud sembari mendekat dan duduk disisi ranjang. Matanya tak lepas memandang Iis.
"Iis udah sholat belum?" tanya Mahmud.
"Udah kang." jawab Iis.
"Berarti udah siap dong untuuuk..."
"Untuk apa?" ucap Iis pura-pura tak tahu.
"Untuk jadi istri seutuhnya." jawab Mahmud.
"Maksudnya?" Iis masih pura-pura lugu. Mahmud tak menjawab dia malah semakin mendekati Iis yang duduk bersandar diujung ranjang.
"Kamu cantik sekali malam ini Is" ucap Mahmud dengan terus menatap Iis.
"Jadi kemarin-kemarin enggak cantik?" tanya Iis.
"Cantik, tapi malam ini cantiknya beda. Karena..."
"Karena apa?" tanya Iis sambil menggigit bibir bawahnya menggoda Mahmud yang kini matanya sudah berkabut.
"Karena malam ini kamu akan menjadi milik kang Mahmud seutuhnya." ucap Mahmud sembari meraih jemari Iis dan menciumnya dengan lembut.
"Apa iya? tapi sayangnya kang Mahmud udah ngelakuin itu sama orang lain." ucap Iis.
"Siapa bilang?" tanya Mahmud.
"Akang kan duda, mantan suaminya Risma." jawab Iis.
"Iya, tapi akang sama Risma enggak pernah melakukan hal itu. Percaya sama kang Mahmud. Kang Mahmud masih perjaka, kalau enggak percaya tanya kang Sofyan. Atau ke Rismanya langsung." ucap Mahmud bersungguh-sungguh. Dia ingin Iis tahu jika dia pun sama masih tersegel belum pernah masuk sarang semut yang menggigit dan juga sempit.
"Jadi..." seketika Iis mengulum senyum dan tanpa berbasa-basi dia langsung naik kepangkuan Mahmud dan menyatukan bibirnya ke bibir Mahmud.
"Kamu agresif banget sayang, tapi akang suka." bisik Mahmud.
"Iis mau muasin kang Mahmud malam ini." ucap Iis.
__ADS_1
"Akang Juga mau bikin kamu lemes malam ini." bisik Mahmud. Dan setelah itu...
🌻🌻🌻🌻🌻🌻