Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Terkoyak


__ADS_3

Dan setelah sampai ditempat yang dimaksud, Risma membulatkan matanya saat mengetahui Ilyas membawanya ke sebuah hotel.


"Ini kenapa jadi ke hotel sih!" protes Risma.


"Ya biar aman enggak ada yang tahu" jawab Ilyas.


"Aku enggak mau!" ucap Risma.


"Terus maunya dimana?" tanya Ilyas.


"Ngobrol di cafe gitu." ucap Risma.


"Ya udah di cafe situ aja" tunjuk Ilyas kesebuah cafe kecil didekat hotel itu. Risma hanya mengangguk kecil. Setelah itu mereka sama-sama turun dan memasuki cafe itu.


"Mau minum apa?" tanya Ilyas.


"Terserah" jawab Risma ketus.


"Ya udah orange juice aja dua mas" ucap Ilyas pada pelayan cafe tersebut.


"Jadi, apa rencana kamu!" tanya Risma to the point.

__ADS_1


"Rekayasa seolah-olah Sofyan meniduri kamu" jawab Ilyas.


"Jangan gila deh, enggak mungkin kang Sofyan akan berbuat sejauh itu" ucap Melodi.


"Kucing kalau dikasih ikan, mana ada sih yang nolak. Sama barang bekas aja mau, apalagi sama perawan seperti kamu." jawab Ilyas santai. Risma menerbitkan senyumnya, benar juga ucapan Ilyas.


"Tapi gimana caranya?" tanya Risma.


"Buat seolah-olah Sofyan memperk*sa kamu. Ya sedikit fitnah enggak apa-apa lah" jawab Ilyas.


"Kalau fitnah itu kan harus ada bukti, kalau sampai aku diperiksa dan ternyata aku masih perawan kan..."


"Biar aku yang perawanin kamu" cetus Ilyas.


"Ya nanti kamu bakalan ketahuan bohong kalau masih perawan, dan Sofyan mana mau sama kamu" bujuk Ilyas.


"Tapi..."


"Udah... enggak bakalan sakit kok, enak malahan" lagi-lagi Ilyas membujuk Risma dengan segala tipu dayanya.


"Tapi kalau rencananya gagal gimana?" tanya Risma.

__ADS_1


"Dijamin sukses, Sofyan bakalan jadi milik kamu" ucap Ilyas meyakinkan.


"Risma..."


"Udah ayo" ajak Ilyas sembari mengajak Risma ke dalam kamar hotel. Risma yang sudah terobsesi kepada Sofyan, menurut begitu saja dengan tipu daya Ilyas.


Sesampainya dikamar hotel, Ilyas mulai membuka satu persatu baju yang dikenakannya. Ilyas memang buaya berpengalaman, paling pandai merayu wanita polos seperti Risma. Risma yang memang masih perawan itu merasa takut dan ragu dengan keputusan yang diambilnya.


"Bayangin aja aku Sofyan, pejamkan mata kamu dan nikmati aja, aku yakin kamu bakal merasakan kenikmatan" bisik Ilyas sembari menggeryangi tubuh Risma. Dan tanpa membuang waktu, siang itu juga Ilyas benar-benar memerawani Risma. Dan saat mereka melakukannya Risma terus mengerang dan merint*h kenikmatan memanggil-manggil nama Sofyan. Risma benar-benar membayangkan bahwa yang tengah menggagahinya adalah Sofyan.


"Kang Sof... yannnhh... eunghh..." Risma melenguh panjang saat pelepasan pertamanya.


"Enak kan?" bisik Ilyas. Risma hanya diam saja.


"Udah dibilang, kamu enggak bakalan rugi, yang ada malah untung" ucap Ilyas dengan seringai liciknya. Lalu kembali melakukan penyatuannya bersama Risma hingga gadis itu benar-benar lemas tak bertulang. Ilyas tak mau melewatkan kesempatan emas ini, dia terus menyalurkan hasratnya kepada Risma. Dan tanpa sepengetahuan Risma, Ilyas menyalakan sebuah kamera untuk memvideo kegiatan panas mereka yang digunakannya untuk mengancam Risma jika dia sewaktu-waktu membutuhkan pelampiasan nafs*nya.


*********


Sementara ditempat lainnya, Puja dan Sofyan tengah berada di showroom mobil dikota Xxxxxx. Ya, Sofyan memutuskan untuk membeli sebuah mobil agar anak dan istrinya itu tak lagi kepanasan dan kehujanan jika hendak berpergian. Dan Sofyan juga bisa menggunakan mobil itu untuk mengangkut bibit ikan atau keperluan pekerjaan lainnya agar lebih mudah.


Dan akhirnya siang itu Sofyan membawa pulang mobil baru berwarna merah sesuai dengan warna kesukaan Puja, karena memang mobil itu memakai nama Puja sebagai pemiliknya. Sofyan benar-benar membuktikan ucapannya. Dan karena Sofyan yang belum bisa mengendarai mobil, dia membawa serta tetangganya yang sudah berpengalaman dalam menyetir mobil. Dan hari itu juga Sofyan menghabiskan waktunya untuk belajar mengemudi.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Ilyas menang banyak nih, merawanin tiga gadis...! awokwok! dasar penjahat kelam*n! Dan semoga kalian bisa mengambil pelajaran dari kisah ini ya, jangan mudah terpedaya dengan ucapan buaya. Apalagi berlindung dibalik dalih kata Cinta. jangan Lupa vote, like dan komentar ya.


__ADS_2