Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Rencana Eva


__ADS_3

Sejak malam itu, Vino dan Eva terlihat semakin dekat layaknya kakak beradik. Mereka tidak canggung sama sekali. Sebenarnya Vino hanya memperlakukan Eva layaknya kakak sendiri, karena sifat Eva yang menurutnya 'ngemong' membuat Vino merasa memiliki kakak lain selain Bagja. Namun ternyata semua itu malah disalahartikan oleh Eva. Eva menganggap Vino memiliki rasa yang sama kepadanya.


Hingga tiba waktunya Alya dan Vino harus kembali ke Bandung melanjutkan kuliah mereka karena hari libur telah usai.


"Yah, kalau Eva ikut ke Bandung gimana?" tanya Eva kepada Ilyas.


"Mau apa ke Bandung?" tanya Ilyas.


"Mau cari kerja Yah, tapi sebelum dapat kerja, Eva bolehkan ikut tinggal sama Alya?" tanya Eva.


"Alya dan Vino masih kost, mana bisa kamu ikut kesana," jawab Ilyas cepat.


"Lagian kenapa harus susah-susah cari kerja, disini juga banyak kerjaan. Di toko Ayah, apa ikut Umi kamu menjahit. Tinggal pilih mau kerja apa," lanjutnya lagi.


"Mangkanya Ayah sewain rumah untuk mereka di Bandung, biar Eva bisa ikut tinggal disana," usul Eva.


"Ayah sih mau aja, tapi Vinonya mau enggak? Karena sekarang kan Alya sudah menjadi Istrinya Vino, tentu kewajiban menafkahi dan memberikan tempat tinggal adalah Vino," ucap Ilyas.


"Nanti Eva coba bilang sama Vino deh," ucap Eva.


Setelah itu dia bergegas menemui Vino di kamar Alya. Sesampainya disana dia melihat Vino dan Alya masih sibuk mengemasi barang-barang bawaan mereka.


"Vin, Kakak minta waktunya sebentar boleh?" tanya Eva.


"Maksudnya gimana ya? Mau ngomong?" tanya Vino.


"Iya," jawab Eva.


"Ya tinggal ngomong aja kali," ucap Vino santai.


"Ini hal penting, Alya enggak boleh tahu," ucap Eva.


"Kok gitu?" seloroh Alya.


"Karena kamu masih anak kecil. Ini urusan orang dewasa," jawab Eva.


"Udah deh enggak usah baper, seriusan ini penting," ucap Eva.


"Tapi aku penasaran," ucap Alya merajuk.


"Nanti tanya Vino aja. Udah Vin ayo sini," titah Eva.


Vino menurut, dia mengikuti Eva ke halaman belakang rumah untuk berbicara empat mata.

__ADS_1


"Ada apa Kak?" tanya Vino.


"Kamu sama Alya masih kost ya?" bukannya menjawab, Eva malah balik bertanya.


"Iya, emang kenapa?" tanya Vino.


"Kamu enggak ada fikiran cari rumah kontrakan aja biar kalian bisa tidur berdua, kalian kan sudah menikah Vin," ucap Eva.


"Belum sih," jawab Vino.


"Tadinya Ayah Ilyas malah mau nyariin kontrakan buat kalian, tapi Ayah enggak mau kamu tersinggung, karena kata Ayah saat ini Alya sudah menjadi tanggung jawab kamu termasuk tempat tinggalnya," jelas Eva.


"Ya udah nanti biar aku bicarakan soal ini ke Ayah aku," ucap Vino.


"Good! gitu dong, laki-laki itu harus tanggungjawab. Alya pasti makin cinta sama kamu," ucap Eva menggoda. Vino hanya tersenyum simpul setelah itu dia bergegas kembali ke Kamar Alya. Dan disana Alya sudah menunggunya untuk meminta penjelasan.


"Kalian bicarain soal apa?" tanya Alya.


"Rahasia, pokoknya kejutan," jawab Vino.


"Ish, kok gitu siiih!!" Alya merajuk.


"Apapun itu yang jelas itu yang terbaik untuk rumah tangga kita," ucap Vino seraya membawa Alya ke pelukannya.


"Nanti enggak surprise dong kalau aku kasih tahu sekarang," ucap Vino.


"Tapi.."


"Ssyuuutt! udah ya, aku mau lanjut packing, setelah itu aku mau ke rumah Ayah Sofyan dulu, ada yang ketinggalan," ucap Vino.


"Alya ikut ya," ucap Alya.


"Enggak usah, disana ada Dila, nanti bertengkar lagi kayak ditambak," ucap Vino.


"What?! jadi kamu lihat saat aku dan Dila bertengkar di tambak?" Alya terkejut bukan main.


"Iya, Alyot peyot!" ejek Vino.


"Iiih Vino nyebelin! dasar suami lucknat!" ucap Alya kesal.


"Istriku galak juga ternyata kalau sedang bertengkar, hehe ganas!!" ucap Vino menggoda.


"Jangan dibahas, malu tahu!" ucap Alya yang semakin merasa kesal.

__ADS_1


"Iya iya tempe!" jawab Vino.


"Kok tempe?" tanya Alya.


"Karena tahunya abis diborong kamu," ucap Vino.


"Apaan sih gak jelas banget Vino," ucap Alya.


//


"Jadi kamu mau ngontrak sama Alya?" tanya Sofyan sekali lagi.


"Iya Yah, maaf banget Vino nyusahin Ayah, Vino janji Yah, Vino bakal cari keja sampingan dan berusaha nafkahi Alya dengan hasil keringat sendiri, tapi soal rumah jujur aja Vino belum mampu Yah, Vino kasihan sama Alya masa sudah nikah kita tinggal terpisah," ucap Vino.


"Ya udah kamu tinggal cari aja kontrakan rumahnya, nanti Ayah transfer uangnya, tinggal sebutin aja berapa, sekalian uang bulanan buat rumah tangga kamu, baru setelah itu kamu boleh cari kerja sampingan. Tapi ingat pesan Ayah, kuliah kamu harus jadi prioritas, jangan sampai pekerjaan sampingan kamu itu malah mengganggu kuliah kamu," pesan Sofyan.


"Beneran Yah?" tanya Vino dengan mata berbinar.


"Sini Vino pijitin," ucap Vino seraya mendekati kaki Sofyan. Karena biasanya Sofyan tak pernah langsung mengabulkan permintaannya sebelum Vino melakukan tugas darinya seperti saat minta motor sport kesayangannya dulu, Vino di perintahkan untuk memberi makan ikan, atau membersihkan ecenggondok disekitaran tambak, barulah Sofyan memberikan apa yang diinginkan Vino.


"Udah enggak usah, udah dipijit Mamah kamu," ucap Sofyan.


"Terus Vino harus apa dong Yah?" tanya Vino.


Sofyan tersenyum.


"Kasih Ayah hadiah nilai Ip yang bagus, jangan hanya mentok di 2, kali-kali lebih dari 2,5. Misalnya 3 gitu," ucap Sofyan.


"Iya Yah, Vino janji sama Ayah," ucap Vino dengan mata berkaca.


"Ini juga demi masa depan kamu Vin, suatu saat kamu juga akan memiliki anak, maka dari itu belajar tanggung jawab dari sekarang. Ayah sama Mamah tidak mungkin hidup selamanya, ada masanya kami juga akan pergi meninggalkan dunia ini, dan disaat itu, mau tidak mau kamu harus siap," ucap Sofyan.


"Ayah jangan ngomong gitu Yah, Vino belum siap kalau harus kehilangan kalian, Vino yakin Ayah sama Mamah berumur panjang," ucap Vino lirih.


"Iya, ya sudah sekarang pamit ke Mamah kamy di Salon," perintah Sofyan.


"Iya Yah," jawab Vino.


"Satu lagi, akur-akur sama Bagja, kalau bukan Bagja siapa lagi. Kalian saudara, minta maaf sama dia," pesan Sofyan.


"Iya Yah," jawab Vino.


Sofyan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2