Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Reuni


__ADS_3

Setibanya di rumah Ratna, Puja dan yang lainnya dikejutkan dengan kehadiran keluarga Risma di sana. Ternyata mereka pun sama-sama menjenguk Velia.


"Loh, bu besan kok di sini?" sapa Puja.


"Iya nih diajak Abang Ikhsan," jawab Risma, kemudian mereka saling berpelukan sambil cipika-cipiki. Sementara Ilyas dan Sofyan hanya bersalaman sekedarnya saja.


Mereka semua terlihat akrab dan harmonis, berbeda dengan Vino yang saat ini tengah menahan gemuruh rindu yang sejak tadi ditahannya. Vino menatap Alya dengan tatapan sendu, ingin sekali rasanya memeluk Alya, tapi respon yang ditunjukkan Alya membuat Vino merasa yakin jika Alya masih sangat marah kepadanya. Terbukti dengan raut wajah malas Alya saat tanpa sengaja mereka saling bertatapan.


"Vin, Alyanya kok didiemin aja? gandeng atuh ganteng, kayak lagi marahan aja," ucap Puja seraya mendekatkan Vino ke sisi Alya. Vino dan Alya hanya diam saja, tanpa menjawab apapun. Kemudian tanpa diduga, Vino meraih tangan Alya, Alya ingin menolak, tapi Vino menggenggamnya dengan erat.


"Ya udah, ayo masuk," ajak Puja. Mereka semua pun masuk ke dalam rumah Ratna. Di dalam sana, mereka disambut oleh Marvel dan keluarga besarnya, termasuk Sean dan Melodi. Bisa dibayangkan seberapa ramainya kediaman Marvel saat itu.


"Apa kabar dek?" sapa Ratna sambil memeluk Puja dengan erat. Dari dulu rasa sayangnya kepada Puja tak pernah berubah, selalu sama.


"Baik kak, Alhamdulillah Puja dan keluarga sehat-sehat, kak Ratna gimana?" Puja balik bertanya.


"Ya seperti yang kamu lihat, kami semua sehat," jawab Ratna. Mereka saling berpelukan untuk melepas rindu karena memang mereka jarang bertemu, Ratna sering bulak-balik ke Jakarta, untuk ikut Marvel saat melakukan pengecekan perusahaan keluarga Amstrong yang kini dijalankan oleh Ikhsan dan Mike anaknya Sean yang usianya hampir seumuran dengan Bagja.

__ADS_1


Dan pemandangan mengharukan itu tak lepas dari pandangan Marvel, Sofyan, dan Ilyas. Marvel masih selalu takjub dengan ketulusan dan keluasan hati Ratna yang mau memaafkan kesalahan Puja. Begitu juga yang ada difikiran Ilyas yang merasa takjub akan kebesaran hati Ratna. Tapi di sisi lain, dia juga masih diliputi rasa bersalah yang begitu besar kepada Ratna hingga sampai saat ini masih terus diingatnya. Sementara Sofyan sendiri mengulum senyum, senang dan masih tak menyangka karena bisa berjodoh dengan Puja, adik dari mantan kekasih yang dulu begitu dicintainya. Namun semua itu pada akhirnya berubah, Sofyan begitu tergila-gila kepada Puja hingga perasaannya kepada Ratna hilang tak bersisa.


Setelah saling melepas rindu kini mereka semua menengok bayi Velia dan Toni yang berada di dalam box bayi dengan dua orang bergantian. Pasangan pertama yang melihat tentu saja Puja dan Sofyan, kemudian disusul Risma dan Ilyas. Setelah itu Dila dan Bagja, Dila begitu senang melihat tampang wajah bayi itu yang begitu gembul dengan rambut tebal, terlihat sangat menggemaskan.


"Pengeeeen," Dila berucap sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Bagja.


"Besok juga dapet yang kayak gini, bahkan mungkin lebih ganteng atau lebih cantik, karena calon momynya juga cantik banget," ucap Bagja.


"A Bagja juga enggak kalah ganteng pake banget," jawab Dila sambil mengelus pipi bayi itu yang terasa halus dan lembut. Setelah mereka puas menengok bayi itu. Kini, giliran Vino dan Alya yang melihat bayi Velia secara berbarengan. Tidak seperti pasangan lainnya, Alya dan Vino nampak canggung, tidak mesra seperti yang lainnya.


"Anaknya cakep ya," ucap Vino memulai obrolan. Alya hanya diam saja.


"Kenapa? enggak mau ya punya anak dari benih aku?" tanya Vino sambil menatap lekat wajah Alya.


"Enggak usah bahas-bahas soal anak, lupakan karena kita akan segera bercerai. Tapi kalau mau punya anak dari wanita lain sih terserah, yang jelas selesaikan dulu hubungan kita," ucap Alya pedas. Kata-katanya itu langsung menusuk tepat ke jantung hatinya Vino. Begitu sakit dan nyelekit. Benar dugaannya, Alya tak ingin memiliki anak darinya.


"Tapi sayangnya aku cuma mau punya anak yang lahir dari rahim kamu, dan itu artinya aku tidak akan pernah menceraikan kamu sampai kapanpun," ucap Vino.

__ADS_1


"Dasar egois!" Alya merasa sangat geram.


"Ya, aku memang egois," jawab Vino.


"Aku semakin benci sama kamu," ucap Alya.


"Aku juga," ucap Vino.


"What?! kamu benci sama aku tapi kamu enggak mau menceraikan aku. Dasar gila!" umpat Alya kesal.


"Ya aku benci, benar-benar cinta sama kamu, aku juga gila, karena aku sekarang tergila-gila sama kamu," ucap Vino sambil menatap mata Alya dengan intens.


Seharusnya Alya senang mendengar ini, tapi hatinya sudah terlanjur membeku dan berganti menjadi kebencian yang begitu besar, kata-kata cinta yang Vino lontarkan nyatanya tak berarti apapun, karena Alya fikir Vino tak benar-benar mengatakannya dari hati.


"Ck! enggak usah ngegombal! kata-kata sampah kayak gitu enggak mempan buat aku," ucap Alya mencibir.


"Aku enggak lagi ngegombal, aku serius," ucap Vino bersungguh-sungguh.

__ADS_1


"Terus kamu fikir aku bakalan percaya setelah kemarin kamu bilang sama Bagja kalau kamu mencintai istrinya yang cantik jelita itu? bahkan dengan terang-terangan kamu bilang akan merebut Dila dari Bagja kalau sampai Bagja menyakiti Dila. Kamu waras enggak sih Vin!" ucap Alya, setelah mengucapkan kata-kata itu dia keluar dari ruangan bayi Velia.


Vino terdiam, memikirkan semua ucapan Alya.


__ADS_2