Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Menggebu


__ADS_3

Keringat dingin bercucuran di dahinya. Mahmud tak menampik sesuatu dibalik celananya sudah menegang sejak tadi. Namun ada hal lain yang menjadi pertimbangan, ucapan Sofyan tempo hari yang mengatakan jika kondisi kandungan Risma yang lemah dan rawan membuatnya tak berani melanjutkan aksinya. Juga ucapan emak yang berpendapat sebaiknya dia jangan dulu menyentuh Risma yang kini masih dalam keadaan hamil.


"Risma, maafin akang ya. Kang Mahmud belum bisa memenuhi kewajiban nafkah batin untuk Risma karena..."


"Karena kang Mahmud jijik sama Risma yang udah kotor! iya kan?!" tuding Risma.


"Bukan Ris, bukan karena itu." ucap Mahmud. Dia bingung menjelaskan semuanya kepada Risma.


"Akang belum pengalaman, takut enggak bisa muasin kamu. Kang Mahmud belajar dulu sama kang Sofyan ya." ucap Mahmud mencari alasan.


"Apa??!!" ucap Risma tak percaya dengan apa yang diucapkan Mahmud barusan.


"Itu..."


"Akang beneran enggak tahu caranya?" tanya Risma memastikan.


"Enggak.. hehe." jawab Mahmud. Dia sengaja ingin mengerjai Risma.


"Ya ampun kang, tinggal dicelup aja terus dicolok-colok." jawab Risma.


"Apanya yang dicolok Ris?" tanya Mahmud.


"Itunya." jawab Risma kesal.


"Apanya? dicolok kemana?" tanya Mahmud yang semakin membuat Risma kesal.

__ADS_1


"Ya ampun kang Mahmuuud!!!" Risma geram. Mahmud terkekeh melihat wajah Risma yang kusut seperti pakaian yang belum di setrika.


"Tapi kata emak belum boleh Ris, posisi kamu sedang hamil. Kata kang Sofyan juga kondisi kandungan kamu lemah dan rentan keguguran." ucap Mahmud yang pada akhirnya mau jujur kepada Risma. Risma terkesiap mendengar ucapan Mahmud. Benar apa kata Mahmud, kandungannya sedang tak baik-baik saja, ah! kenapa dia sampai melupakan itu?


"Iya benar kang." ucap Risma sembari menunduk.


"Akang minta maaf ya, akang sama sekali enggak jijik sama kamu justru semua ini demi kesehatan kamu dan bayi kita." ucap Mahmud seraya mengelus perut Risma.


"Kang..." Risma bekaca-kaca saat Mahmud mengatakan 'bayi kita' pada janin dirahimnya.


"Iya, ini anak kita Ris." ucap Mahmud seraya mengelap halus air mata yang membasahi pipi Risma.


"Makasih kang." ucap Risma sembari berhambur kepelukan Mahmud.


"Sama-sama, udah kamu jangan banyak fikiran. Jangan stress, supaya dia sehat dan bertumbuh dengan baik. Kalau memang kamu mau ditemenin tidurnya, akang gak jadi tidur ditambak, akang akan temenin kamu tidur disini. Itu pun kalau kamu mau." ucap Mahmud.


"Iya.. akang enggak akan ninggalin kamu. Akang akan jagain kamu Ris." ucap Mahmud sembari mengelus rambut Risma untuk menenangkannya.


***********


Sementara dikamar lainnya ada sepasang pasutri yang sedang nafs*-nafs*nya, berperang dengan imbang. Saling memberi dan menerima. Keringat bercucuran sampai tak bisa dibedakan milik siapa. Suara erangan dan desah*an yang terdengar begitu erotis menghiasi ruangan yang kini menjadi saksi kedua tubuh yang saling menyatu mengejar sebuah kenikmatan. Hentakan demi hantakan dari sang pria membuat sang wanita terus menganga. Hingga pada akhirnya mereka berdua kompak melenguh panjang saat mencapai pelepasan pertamanya. Satu ronde selesai. Namun itu tak berarti apa-apa karena Sofyan kembali menggoyang kasurnya hingga berdecit mengeluarkan suara-suara gaduh hingga terdengar ditelinga emaknya yang malang.


"Ya ampun Sofiaaaan... kalau udah dikamar sama Puja, udah pasti ini mah! dasar budak ngora! (anak muda)" ucap emak seraya mengelus dada. Kemudian demi menghindari peperangan yang sangat membahayakan gendang telinganya itu, emak memilih kedapur untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang mungkin bisa dikerjakan.


Sementara kedua orang yang tak tahu malu itu terus mengejar kenikmatan dengan semangat.

__ADS_1


"Kang... eungh! akaaang he.. bat!!" Puji Puja. Sofyan mengulum senyum dan memperhatikan wajah istrinya yang terlihat begitu sensual.


"Kamu juga luar biasa sayang." puji Sofyan sembari mempercepat dan memperdalam hentakannya.


"Akang... uh, ini gurih banget, Puja mau sampai kangghhh..!" ucap Puja.


"Sebentar sayang, kita barengan." ucap Sofyan dengan nafas memburu. Dan beberapa menit kemudian.


...........


...........


..........


Sofyan kembali menyemburkan jentik-jentik Sop ayam junior kerahim Puja.


"Makasih sayang, kita istirahat dulu makan dulu. Nanti dilanjut lagi. Cup!" ucap Sofyan.


"Puja lemes,.." ucap Puja manja.


"Akang ambilin. Kamu tunggu disini aja." ucap Sofyan penuh perhatian.


"Makasih sayang." ucap Puja.


"Sama-sama cinta." jawab Sofyan.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2