Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Tidak Aktif


__ADS_3

"Ganteng? Alya mana?" tanya Puja saat Vino baru sampai dirumah Puja.


"Alya ikut pulang sama bang Ikhsan mah," jawab Vino.


"Ikhsan ke Bandung?" tanya Puja.


"Iya mah," jawab Vino.


"Berarti Ikhsan ada di ** ******, nanti sore kita semua ke rumah uwa Ratna ya. Jengukin Velia yang baru lahiran." ucap Puja senang, karena ini pertama kalinya dia berkumpul dengan keluarga besarnya. Apalagi Dila dan Bagja juga sudah pulang tapi masih dirumah Iis mertua Bagja karena Dila kengen Mahmud bapaknya.


"Ke rumah uwa?" tanya Vino.


"Iya ke rumah uwa. Bareng-bareng sama A Bagja juga, dia juga udah pulang tapi masih dirumah Bi Iis." ucap Puja. Vino bingung harus mengatakan apa kepada Puja, bagaimana nanti kalau sampai Alya mengatakan jika mereka sedang bertengkar, belum lagi Bagja yang juga sedang marah padanya karena kemarin Vino mengatakan jika dia mencintai Dila. Sudah pasti Puja akan sangat murka.


"Kenapa ganteng? kok malah ngelamun?" tanya Puja.


"Eh, enggak apa-apa mah," jawab Vino.


"Makan dulu, udah makan belum?" tanya Puja.

__ADS_1


"Sudah mah, masih kenyang." jawab Vino.


"Oh, kalau gitu bisa enggak mama minta anter ke pasar, mau cari kado buat Velia sama dede bayinya. Masa kesana enggak bawa apa-apa." tanya Puja.


"Bisa mah," jawab Vino.


"Ya udah tunggu bentar, mamah ambil tas dulu. Kamu jangan lupa kabarin Alya, bilang nanti jam 4 sore kita bareng-bareng ke rumah uwa gitu ya." titah Puja.


"Kayaknya Alya enggak bisa mah, karena kan dia masih kangen-kangenan sama abangnya. Sama orang tuanya juga." ucap Vino.


"Ya tanyain aja dulu, mau apa enggak. Nanti kalau enggak ditanyain takut nya dia tersinggung karena merasa enggak diajak." ucap Puja yang faham betul bagaimana memperlakukan kedua menantunya.


"Iya mah," jawab Vino sambil mengeluarkan gawainya dari saku celana.


Vino mengirimkan pesan itu kepada Alya. Namun hanya centrang satu yang artinya ponsel Alya sedang tidak aktif. Atau mungkin nomornya sudah di blokir? Vino jadi risau. Tak lama kemudian Puja sudah bersiap dengan tas di tangannya.


"Udah dikabarin?" tanya Puja.


"Udah mah tapi belum dibales mungkin sedang istirahat," Jawab Vino.

__ADS_1


"Oh, ya udah ayo kita ke pasar, ntar keburu kesorean. Mana belum masak, hadeeh ripuh/ribet pisan/banget," ucap Puja sambil terburu-buru mengajak Vino ke pasar.


//


Sore harinya semua keluarga besar Puja dan Sofyan sudah berkumpul untuk sama-sama menuju rumah Ratna, namun sebelum itu mereka ke rumah Alya terlebih dahulu. Namun saat sampai disana, ternyata rumah Alya kosong, seperti tidak ada orang. Vino semakin resah, hatinya bertanya-tanya. "Dimana Alya?" batinnya.


"Pada kemana ya? Alya enggak ngabarin apa-apa sama kamu?" tanya Puja.


[Gimana mau ngabarin, nomornya saja tidak aktif] batin Vino.


"Enggak ada tu mah, mungkin sedang jalan-jalan sama bang Ikhsan," ucap Vino.


"Gimana sih kamu, sama istri kok kurang komunikatif," ucap Puja menggeleng.


"Tapi..."


"Udahlah mah, biarin aja kalau Alya pulang atau jalan-jalan, kan dia juga butuh waktu sama keluarganya," sela Sofyan. Sofyan sebenarnya tahu Alya dan Vino pasti sedang ada masalah, dia bisa menebaknya karena Sofyan memamg paling peka terhadap gerak-gerik anak-anaknya.


"Entar keburu kesorean kalau kebanyakan debat," lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Iya, ya udah kasep, langsung aja ke rumah Uwa Ratna," ucap Puja kepada Bagja.


"Iya mah," jawab Bagja. Sejak tadi dia hanya diam dan mendengarkan. Sejujurnya Bagja masih kesal kepada Vino, tapi dia tidak mau memperpanjang masalahnya karena tak ingin Puja sampai kepikiran. Begitu pula dengan Dila, Dila juga memilih diam, tapi di sisi lainnya Dila merasa khawatir, takut jika Alya dan Vino bertengkar gara-gara mendengar ucapan Vino pada hari itu. Dila takut Alya semakin membencinya.


__ADS_2