
Puja terkejut saat melihat lelaki yang tengah menatap rindu ke arahnya.
"Puja... mas Ilyas kangen, Puja kemana aja? mas Ilyas nyariin Puja kemana-mana" ucapnya dengan wajah sendu. Puja masih tak bergeming, dia masih terkejut karena bertemu lagi dengan sosok yang menghancurkan masa depannya bahkan menjualnya kerumah bordil.
"Saya permisi" ucap Puja ketus. Namun langkahnya terhenti saat tubuhnya secara tiba-tiba dipeluk dari belakang oleh lelaki itu.
"Maafin mas Ilyas Puja... ayo kita kembali bersama" ucapnya lirih. Semua itu tak luput dari penglihatan seorang lelaki yang tengah menahan amarah karena sesuatu didadanya sudah terbakar.
"Mas lepasin Puja!" Puja berusaha berontak, namun Ilyas terlalu kuat memeluknya sehingga Puja kesusahan untuk melepaskan diri. Puja bertambah panik saat Sofyan datang dengan mata yang menyalak merah.
"Lepasin istri saya brengsek!" bentak Sofyan yang kini emosinya sudah sampai diubun-ubun. Namun karena menggendong Bagja, Sofyan tak dapat leluasa memisahkan istrinya dari Ilyas.
Bugh!
Puja berhasil menyikut dada Ilyas dan akhirnya terlepas dari lelaki itu. Lalu buru-buru mengambil Bagja dari gendongan Sofyan dan membiarkan Sofyan yang menghadapi Ilyas.
Bug
Bug
Bug
Sofyan yang sudah dikuasai amarah dan cemburu, secara membabi buta meninju wajah Ilyas sampai terjungkal.
__ADS_1
"Brengsek!! Puja istri saya! sekali lagi kamu berani nyentuh-nyentuh Puja, saya habisin kamu!" tunjuk Sofyan sembari mengancam lelaki yang tengah meringis menahan rasa sakit akibat hadiah dadakan dari Sofyan.
"Cih! istri? hahaha...! saya pastikan, saya akan rebut Puja dari kamu. Puja itu hanya milik saya, yang merawanin juga saya!" Ilyas masih bisa tertawa dan balik mengancam Sofyan. Tentu saja Sofyan yang super cemburuan itu langsung menghadiahi bogem mentah kembali hingga Ilyas benar-benar terkapar tak berdaya.
"Kang, udah ayo pulang. Ini Bagja nangis" Puja berusaha menghentikan suaminya agar tak bertindak lebih jauh, karena Ilyas sudah babak belur. Belum lagi mereka menjadi tontonan orang-orang yang belanja di minimarket tersebut membuatnya tak ingin suaminya terseret masalah hukum.
"Biarin! biar dia mati sekalian!" ucap Sofyan yang masih dikuasai amarah tersebut.
"Kang, Puja mohon... ayo pulang" ucap Puja memohon. Melihat wajah istrinya yang memelas akhirnya Sofyan melunak.
"Ayo!" ucapnya dingin. Setelah itu mereka pulang kerumah meninggalkan Ilyas yang masih terkapar lemas.
'Sialan Sofyan! enak aja mau ambil Puja dari saya! lihat apa yang bisa saya lakukan!' batinnya.
Sesampainya dirumah, Sofyan langsung menggebrak pintu kamar karena kesal.
Brakk!!
Puja yang sedari tadi meredam amarahnya karena Sofyan yang terus mendiamkannya, kini ikut tersulut emosi. Puja membaringkan anaknya dibox bayi.
"Kalau emosi enggak usah banting pintu. Anak kita masih kecil, kalau sampai kaget gimana?" ucap Puja mengomel.
"Diam!" bentak Sofyan. Puja langsung menangis saat Sofyan membentaknya. Puja tahu Sofyan kesal dan marah, tapi kenapa dia yang kena imbasnya? kalau bisa memilih, Puja juga tak mau bertemu dengan lelaki brengsek seperti Ilyas lagi.
__ADS_1
"Salah Puja apa coba? apa Puja janjian sama mas Ilyas? apa Puja mesra-mesraan dan selingkuh sama mas Ilyas? enggak kan?!" ucap Puja tak mau kalah. Puja tak terima Sofyan membentaknya. Sungguh semua yang terjadi diluar kuasanya. Sofyan mengusap wajah kasar.
"Akang enggak terima saat dia bilang, dia yang merawanin kamu!" ucap Sofyan dengan wajah kesal. Jawaban Sofyan justru membuat Puja merasa ditusuk belati yang sangat tajam.
"Oh, kang Sofyan mau sama yang masih perawan? kalau gitu silahkan cari perempuan yang masih perawan! jangan yang udah kotor kayak Puja!" ucapnya sembari terisak. Sofyan tersadar dengan ucapannya tadi yang justru membuatnya malah menyakiti hati Puja. Sungguh, Sofyan tidak bermaksud seperti itu. Bukan, bukan ingin yang perawan. Tapi Sofyan merasa cemburu saat membayangkan Ilyas menyentuh Puja.
"Sayang... bukan gitu maksud kang Sofyan" ucap Sofyan mencoba menyentuh istrinya. Namun secepat kilat Puja menepisnya.
"Enggak usah pegang-pegang! Puja udah kotor! Puja udah enggak perawan! kang Sofyan jijik kan sama Puja?!" ucap Puja dengan suara terbata.
"Enggak! bukan itu maksud kang Sofyan." ucap Sofyan yang mulai panik melihat istrinya menangis dan tak mau disentuh.
"Tau begitu, kemarin enggak usah jauh-jauh jemput Puja ke Jakarta, udah nikah aja sama Risma. Puja yakin Risma masih perawan, jadi kang Sofyan enggak perlu berpura-pura baik dan mau nerima Puja, padahal dilubuk hati kang Sofyan pingin mencicipi seorang perempuan yang masih perawan!" tangis Puja luruh. Entah kenapa, rasanya sesakit itu membayangkan betapa jijiknya dia yang sudah tak perawan dimata Sofyan.
"Kamu ngomong apa sih?! kang Sofyan enggak berfikiran kesana. Kamu salah faham, kang Sofyan cemburu Puja! cemburu! kang Sofyan enggak mau kehilangan Puja! Kang Sofyan takut Puja diambil sama laki-laki itu! kang Sofyan takut Puja ninggalin akang, seperi Ratna dulu yang lebih memilih laki-laki itu. Apalagi laki-laki brengsek itu cinta pertamanya Puja." ucap Sofyan mengeluarkan seluruh isi hatinya.
"Jangan bohong, kalau jijik ngomong aja! jang..."
Cup
Belum sempat Puja menyelesaikan ucapannya, Sofyan sudah membungkam bibirnya dan dengan liar meremas squishy dan beberapa benda kesukaannya untuk dimainkan. Dan akhirnya, Sore menjelang magrib, mereka melakukannya lagi dan lagi.
🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Ilyas cari perkara aja nih, gak tahu apa ya, Sop ayam cemburuan minta ampyun! Jangan lupa vote sebanyak-banyaknya, kalau perlu siram bunga dan secangkir kopi nya. Juga tinggalkan komentar dan like kalian ya.