Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Bos Lucknat!


__ADS_3

Sofyan memasang wajah cemberut dan merengut. Dia juga terus saja uring-uringan karena mobil yang mengantar pakan ikan belum juga tiba, padahal sudah sejak tadi dia menunggu diparkiran tempat penitipan motor. Hari sudah semakin sore dan dia sudah tidak sabaran ingin segera pulang bertemu dengan anak dan istrinya.


"Kemana Mud?" tanya Sofyan yang melihat Mahmud berjalan ke arah motornya.


"Ya mau pulang atuh kang." jawab Mahmud tanpa rasa bersalah sedikitpun. Mahmud merasa pekerjaannya ditambak sudah selesai semua, dan dia fikir masalah pakan ikan bisa di hendel Sofyan sendirian karena sudah ada yang bertugas mengangkutnya ke saung tambak.


"Enak aja! kalau kamu pulang, saya dengan siapa Mud?" tanya Sofyan. Mahmud terheran-heran, pasalnya Sofyan seperti anak kecil saja yang harus ditemani.


"Ya sendiri aja atuh kang, masa minta ditemenin kayak anak kecil aja." celetuk Mahmud. Mahmud tak tahu saja sejak tadi Sofyan menahan amarahnya agar tidak meledak.


"Enggak-enggak! pokoknya kamu tetap disini! temenin saya!" ucap Sofyan tegas.


"Kang Sofyan takut?" tanya Mahmud polos.


"Ya enggaklah! saya enggak mau aja menderita sendirian sementara kamu enak-enakan sama istri kamu." ucap Sofyan.


"Ya elah kang, berarti ceritanya kang Sofyan mau bagi-bagi penderitaan?" tanya Mahmud.


"Iya lah!" ucap Sofyan tanpa merasa berdosa sedikitpun.


"Duit kek dibagi-bagi, ini penderitaan! te ecleg (waras) sugan mah!" gerutu Mahmud.


"Apa kamu bilang? saya teu ecleg!?" tanya Sofyan dengan mata melotot.


"Enggak kang, akang salah denger tadi." ucap Mahmud sembari nyengir kuda.


Akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu diwarung ceu imas dan menikmati secangkir kopi dan juga gorengan hangat disana.


"Belum pulang Yan?" tanya ceu Imas.


"Belum ceu, masih nunggu mobil yang nganter pakan ikan." jawab Sofyan.


"Dari tadi kayak orang gelisah, enggak sabar ya mau pulang?" goda ceu Imas.


"Hehe.. iya ceu." jawab Sofyan.


"Iya wajarlah, istrinya cantik, bahe*nol lagi wajar kalau pengen cepet-cepet pulang." ucap ceu Imas.


"Alhamdulillah ceu." jawab Sofyan sembari mengulum senyum mengingat wajah Puja yang sejak tadi terngiang-ngiang dikepalanya.

__ADS_1


"Nyari dimana sih Sofyan istrinya? meni bisaan (Pinter banget)." tanya ceu Imas.


"Jodoh mah enggak perlu dicari ceu, datang sendiri." jawab Sofyan jujur. Karena memang Puja lah yang datang menemuinya pada saat itu. Ah, Sofyan jadi teringat saat-saat pertama bertemu dengan Puja dulu. Walaupun saat itu perasaanya masih untuk Ratna, tapi Sofyan mengakui pesona Puja yang sempat menggoyahkan imannya.


"Terus Risma gimana?" tanya ceu Imas.


"Tanya Mahmud aja ceu." jawab Sofyan.


"Loh kok tanya Mahmud?" tanya ceu Imas terheran-heran.


"Kan saya suaminya ceu." timpal Mahmud sebelum keduluan Sofyan.


"Hah?!! yang bener Mud?" tanya ceu Imas syok berat. Pasalnya ceu Imas ingin menjodohkan anak gadisnya dengan Mahmud. Karena menurut ceu Imas, Mahmud adalah lelaki yang baik dan pekerja keras, sama seperti Sofyan. Namun kini kenyataan yang begitu mengejutkan membuatnya harus mengubur keinginan itu dalam-dalam.


"Iya ceu, tapi masih nikah siri." jawab Sofyan.


"Hehe, kirain masih jomblo Mud, padahal saya kan mau menjodohkan kamu sama anak gadis saya." ucap ceu Imas terdengar kecewa.


"Hehe.. eceu sih keduluan. Lagian si Fitri kan masih sekolah ceu." jawab Mahmud.


"Hm, bukan jodoh berarti ya." ucap ceu Imas. Setelah itu mereka asyik mengobrol hingga mobil yang ditunggu-tunggu akhirnya datang.


//


Dan pada akhirnya semua pekerjaan sudah selesai dan rampung, namun hingga matahari tenggelam Sofyan belum juga pulang. Puja malah jadi khawatir. Dia mencoba menghubungi Sofyan. Dan baru satu kali panggilan, Sofyan sudah mengangkatnya.


"Halo sayang?" sapa Sofyan dari seberang telfon.


"Akang pulang jam berapa?" tanya Puja.


"Ini udah mau pulang, baru selesai nata pakan." jawab Sofyan.


"Ooh, ya udah hati-hati dijalan ya kang, Puja tunggu dirumah. Eemmmuuaacchh!!" ucap Puja manja.


"Iya sayang, ih akang jadi enggak sabar pengen cepet pulang." ucap Sofyan.


"Ya udah matiin dulu hp nya, kalau telfonan mulu nanti malah makin lama nyampenya." ucap Puja.


"Iya sayang. Emmuacchh!" balas Sofyan sembari mengecup ponselnya. Sofyan tak tahu saat ini Mahmud tengah menahan rasa jijik dengan kelakuan bosnya yang super lebay!

__ADS_1


"Ish! amit-amit! dasar gelo!' umpat Mahmud.


Setelah mematikan ponselnya, Sofyan melirik Mahmud yang tengah komat kamit tanpa mengeluarkan suara.


"Kamu kenapa Mud kayak orang gila komat-kamit sendiri? kesambet?" tanya Sofyan.


"Enggak apa kang, tadi ada nyamuk nyiumin hp!" ceplos Mahmud.


"Maksud kamu apa Mud? kamu nyindir saya?" tanya Sofyan yang merasa tersindir.


"Enggak... mana berani atuh saya nyindir kang Sofyan, bisa dipotong gaji saya nanti." bohong Mahmud.


"Nah itu tahu, ya udah ayo pulang. Ngapain lama-lama disini, mau kencan sama ikan kamu?" tanya Sofyan tak tahu diri. Padahal sudah jelas-jelas Sofyan yang memintanya agar jangan dulu pulang dan menemaninya sampai orang yang mengantar pakan ikan datang.


///


Sofyan sudah sampai dihalaman depan rumahya, namun suasana dirumah nya gelap gulita. Dia clingak-clinguk menengok rumah tetangganya, semua lampunya hidup, kenapa dirumahnya mati lampu? batin Sofyan. Apa emak dan Puja sedang pergi? atau.. terjadi sesuatu yang buruk pada mereka? ah! Sofyan jadi panik. Buru-buru dia membuka pintunya.


Klek!


Tidak dikunci. Apa ada maling?


"Puja, sayang...?" Sofyan mencoba memanggil-manggil istrinya, namun tak ada jawaban. Dia masuk keruang keluarga dan mencari-cari saklar lampu.


Klek!


"Kejutaaaann....!!" ucap Puja emak dan bi Yayah secara bersamaan. Sofyan terperangah melihat Puja yang membawa kue sederhana dengan lilin diatasnya.



"Ini apa sih Puja?" tanya Sofyan bingung. Karena dia sendiri memang tak ingat dengan tanggal kelahirannya sendiri. Bukannya menjawab Puja malah menyanyi.


"Happy birth day to you... happy birth day to you... happy birth day, happy birth day, happy birth day to you..."


"Selamat ulang tahun suami Puja yang paling ganteng se-cirata!" ucap Puja sembari menoel hidung Sofyan yang masih terbengong-bengong.


"Ini... siapa yang ulang tahun?" tanya Sofyan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2